ANALISIS IN SILICO SENYAWA DARI MINYAK IKAN HARUAN (Channa striata) TERHADAP RESEPTOR PPAR-γ SEBAGAI KANDIDAT ANTISTUNTING
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan metabolisme anak. Minyak ikan haruan (Channa striata) mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi sebagai kandidat antistunting melalui intraksi dengan reseptor Peroxisome Proliferator-Activated Receptor Gamma (PPAR-γ), yang berperan dalam proses metabolisme lipid, glukosa dan pertumbuhan sel dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi senyawa aktif minyak ikan haruan terhadap reseptor PPAR-γ sebagai kandidat antistunting menggunakan pendekatan in silico. Metode yang digunakan adalah studi ekperimental kuantitatif berbasis komputasi melalui molecular docking dengan perangkat lunak AutoDock 4.2.6. Struktur reseptor PPAR-γ diperoleh dari Protein Data Bank (PDB ID: 2P4Y), dan struktur ligan diperoleh dari basis data PubChem. Analisis lipinski rule of five sebagai evaluasi kelayakan senyawa dan prediksi profil farmakokinetik dan toksisitas melalui pendekatan ADMETox dengan menggunakan website SwissADME dan pkCSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh senyawa aktif minyak ikan haruan memenuhi empat dari lima parameter Lipinski Rule of Five. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Docosahexaenoic Acid (DHA) dan Eicosapentaenoic Acid (EPA) memiliki nilai binding affinity terendah terhadap reseptor PPAR-γ, masing-masing sebesar -7,89 kkal/mol dan -7,59 kkal/mol. Hasil prediksi ADMETox menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki kemampuan absorpsi yang baik, distribusi dan toksisitas akut yang relatif rendah, meskipun 10 senyawa diprediksi berpotensi hepatotoksik. DHA dan EPA memiliki afinitas pengikatan terbaik, tetapi diprediksi berpotensi hepatotoksik. Sebaliknya, 8Z,11Z,14Z-Eicosatrienoic acid dan cis-11,14,17-Eicosatrienoic acid memiliki nilai binding affinity yang relatif rendah tanpa potensi hepatotoksisitas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antistunting melalui reseptor PPAR-γ dengan mempertimbangkan keseimbangan antara aktivitas dan keamanan.