2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hipertensi sampai saat ini masih menjadi masalah utama bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia. Pengobatan hipertensi dan kontrol tekanan darah secara signifikan terbukti menurunkan kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular, serta morbiditas dan mortilitas kardiovaskular baik pada pria maupun perempuan. Tujuan penelitian ini mengetahui pola peresepan obat antihipertensi yang diresepkan untuk pasien hipertensi poli jantung di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan penelitian ini bersifat kuantitatif non eksperimental dengan desain cross sectional. Objek penelitian meliputi resep obat yang diresepkan untuk pasien dengan diagnosa hipertensi pada poli jantung di Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjahranie pada periode Oktober-Desember 2022. Analisis data dengan menggunakan tabel karakteristik pasien (Nama, Jenis kelamin, Usia, dan status pasien), penggunaan obat, dan penggolongan obat yang dikemas dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian yang didapatkan dari total 352 resep berdasarkan pola peresepan berdasarkan jenis kelamin dan usia terbanyak adalaah pasien pria 179 pasien (50,86%) dan usia terbanyak 20-44 tahun sebanyak 144 pasien (40,91%), berdasarkan status pasien terbanyak yaitu BPJS 304 pasien (86,36%), jenis obat yang paling sering digunakan adalah amlodipin 10 mg 131 pasien (16,03%) dan golongan obat paling sering adalah penghambat ARB sebanyak 217 pasien (26,56%). Pasien terbanyak berjenis kelamin pria sesuai dengan faktor risiko gaya hidup pasien dan dapat diketahui usia pasien terbanyak adalah 20-44 tahun. Pasien juga lebih banyak menggunakan BPJS. Berdasarkan penelitian pola peresepan obat antihipertensi sesuai terhadap pasien hipertensi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi sampai saat ini masih menjadi masalah utama bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia. Pengobatan hipertensi dan kontrol tekanan darah secara signifikan terbukti menurunkan kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular, serta morbiditas dan mortilitas kardiovaskular baik pada pria maupun perempuan. Tujuan penelitian ini mengetahui pola peresepan obat antihipertensi yang diresepkan untuk pasien hipertensi poli jantung di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan penelitian ini bersifat kuantitatif non eksperimental dengan desain cross sectional. Objek penelitian meliputi resep obat yang diresepkan untuk pasien dengan diagnosa hipertensi pada poli jantung di Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjahranie pada periode Oktober-Desember 2022. Analisis data dengan menggunakan tabel karakteristik pasien (Nama, Jenis kelamin, Usia, dan status pasien), penggunaan obat, dan penggolongan obat yang dikemas dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian yang didapatkan dari total 352 resep berdasarkan pola peresepan Pasien penderita hipertensi yang berobat yang terbanyak adalah berjenis kelamin pria dengan jumlah 179 pasien (50,86%). Usia paling banyak yang berobat adalah usia 20-44 tahun dengan prevalensi 144 pasien (40,91%). Hasil tersebut sesuai dengan teori faktor resiko lainnya hipertensi. Status pasien yang paling banyak berobat adalah dengan status BPJS yaitu sebanyak 304 pasien (86,36%). Jenis obat antihipertensi yang diresepkan berjumlah 13 jenis obat dan yang paling sering diresepkan adalah jenis obat amlodipin 10 mg sebanyak 131 obat (16,03%) dan yang paling jarang diresepkan adalah propanolol dengan jumlah 9 obat (1,10%). Golongan obat paling sering diresepkan adalah golongan obat penghambat ARB sebanyak 217 obat (26,56%) dari 5 golongan yang ada.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan hasil evaluasi sediaan gel daun salam (Syzygium polyanthum) yang meliputi organoleptis, daya lekat, daya sebar, uji pH, homogenitas dan daya proteksi dengan menggunakan variasi konsentrasi HPMC. Gel adalah sediaan bermassa lembek, berupa suspensi yang dibuat dari molekul kecil senyawa anorganik atau makromolekul senyawa organik, masing – masing terbungkus dan saling terserap oleh cairan. Gelling agent sangat berpengaruh pada proses pembuatan sediaan gel dan dapat mempengaruhi kualitas fisik sediaan gel terutama pada daya sebar dan daya lekat gel. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, lalu menelaah sumber literatur. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari penelitian yang meneliti tentang sifat fisik gel daun salam yang dipengaruhi oleh HPMC. Analisis data dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data pada sumber literatur tentang formulasi gel daun salam dengan variasi konsentrasi HPMC. Analisis data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data – data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa hasil uji sifat fisik gel dengan basis HPMC. Hasil yang terbaik adalah pada konsentrasi 15%, baik pada uji organoleptis, daya lekat maupun daya sebar.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan hasil evaluasi sediaan gel daun salam (Syzygium polyanthum) yang meliputi organoleptis, daya lekat, daya sebar, uji pH, homogenitas dan daya proteksi dengan menggunakan variasi konsentrasi HPMC. Gel adalah sediaan bermassa lembek, berupa suspensi yang dibuat dari molekul kecil senyawa anorganik atau makromolekul senyawa organik, masing – masing terbungkus dan saling terserap oleh cairan. Gelling agent sangat berpengaruh pada proses pembuatan sediaan gel dan dapat mempengaruhi kualitas fisik sediaan gel terutama pada daya sebar dan daya lekat gel. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, lalu menelaah sumber literatur. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari penelitian yang meneliti tentang sifat fisik gel daun salam yang dipengaruhi oleh HPMC. Analisis data dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data pada sumber literatur tentang formulasi gel daun salam dengan variasi konsentrasi HPMC. Analisis data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data – data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa hasil uji sifat fisik gel dengan basis HPMC. Hasil yang terbaik adalah pada konsentrasi 15%, baik pada uji organoleptis, daya lekat maupun daya sebar.