Profil penulis
CANDRA WIJAYANTO
2 karya publik ditemukan.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN FARMASI MELALUI PENDEKATAN LEAN MANAGEMENT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD DAYAKU RAJA KOTA BANGUN
Instalasi Farmasi Rawat Jalan sebagai unit pelayanan dengan tingkat aktivitas tinggi masih menghadapi permasalahan efisiensi proses dan waste yang dapat berdampak pada kualitas pelayanan farmasi dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan farmasi melalui pendekatan Lean Management. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan sampel berupa resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dan tenaga farmasi sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui observasi, wawancara, VSM, VAA, identifikasi waste kritis dengan metode BORDA, dan analisis akar penyebab menggunakan metode 5Why. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu resep non-racikan sebesar 15,06 menit dan resep racikan sebesar 38,71 menit, keduanya telah memenuhi SPM. Analisis VSM menghasilkan VAR sebesar 52,7% untuk resep non-racikan dan 80,3% untuk resep racikan. Keduanya telah melampaui ambang batas kondisi lean. Identifikasi waste kritis menunjukkan waste paling dominan adalah overprocessing (25,00%), diikuti transportation (17,86%), dan defect (11,90%). Analisis akar penyebab mengungkap bahwa overprocessing bersumber dari belum optimalnya integrasi sistem KESIA sebagai SIMRS, sehingga dokter tidak dapat mengetahui ketersediaan obat secara real-time saat penulisan resep dan apoteker harus melakukan konfirmasi ulang secara manual. Usulan perbaikan disusun dalam tiga jangka waktu, yaitu jangka pendek berupa penerapan 5R dan pembuatan daftar obat substitusi, jangka menengah berupa monitoring ketersediaan obat dan pengembangan shared file stok obat, jangka panjang berupa pembaruan dan integrasi sistem KESIA secara menyeluruh. Instalasi Farmasi Rawat Jalan secara keseluruhan sudah berada pada kondisi yang baik, ditandai dengan tercapainya nilai VAR sebesar 52,7% untuk resep non- racikan dan 80,3% untuk resep racikan yang keduanya telah melampaui batas standar lean yaitu di atas 30%.