Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

CHRESENSIA VENERANDA VILIA TAPO

2 karya publik ditemukan.

2025: 12024: 1

Studi Literatur Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Senduduk (Melastoma malabathricum) terhadap Staphylococcus aureus Berdasarkan Perbedaan Lama Waktu Maserasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan senduduk (Melastoma malabathricum Linn) dari suku Melastomataceae adalah tumbuhan obat yang sering digunakan untuk pengobatan diantaranya sebagai antibakteri. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun senduduk terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tumbuhan senduduk memiliki senyawa metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin. Tahapan penelitian yaitu mengumpulkan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data lalu meringkas data sehingga didapatkan data utama, penyajian secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun senduduk. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antibakteri esktrak daun senduduk terhadap Staphylococcus aureus berdasarkan perbedaan lama maserasi. Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun senduduk memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang berbeda-beda. Aktivitas antibakteri esktrak daun senduduk dengan waktu maserasi 3-4 hari menghasilkan zona hambat kategori kuat pada konsentrasi 30% sebesar 20,5 mm dan waktu maserasi 7 hari menghasilkan zona hambat kuat pada konsentrasi 80% sebesar 21,3 mm.

Studi Literatur Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Senduduk (Melastoma malabathricum) terhadap Staphylococcus aureus Berdasarkan Perbedaan Lama Waktu Maserasi

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan senduduk (Melastoma malabathricum Linn) dari suku Melastomataceae adalah tumbuhan obat yang sering digunakan untuk pengobatan diantaranya sebagai antibakteri. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun senduduk terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tumbuhan senduduk memiliki senyawa metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin. Tahapan penelitian yaitu mengumpulkan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data lalu meringkas data sehingga didapatkan data utama, penyajian secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun senduduk. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antibakteri esktrak daun senduduk terhadap Staphylococcus aureus berdasarkan perbedaan lama maserasi. Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun senduduk memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang berbeda-beda. Aktivitas antibakteri esktrak daun senduduk dengan waktu maserasi 3-4 hari menghasilkan zona hambat kategori kuat pada konsentrasi 30% sebesar 20,5 mm dan waktu maserasi 7 hari menghasilkan zona hambat kuat pada konsentrasi 80% sebesar 21,3 mm.