Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DELLA PUSPITA SARI

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Uji Aktivitas Penghambatan Tirosinase Pada Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) Dengan Variasi Konsentrasi Pelarut

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit manusia berfungsi sebagai pelindung utama tubuh dari paparan sinar ultraviolet (UV). Intensitas UV yang tinggi sering memicu hiperpigmentasi akibat produksi melanin berlebih yang dikatalisis oleh enzim tirosinase. Penghambatan tirosinase menjadi salah satu upaya mencegah gangguan pigmentasi melalui pemanfaatan bahan alami, salah satunya kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.). Perbedaan konsentrasi pelarut dalam ekstraksi berpotensi memengaruhi aktivitas penghambatan tirosinase yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas penghambatan enzim tirosinase dari ekstrak etanol 70% dan etanol 95% rimpang Curcuma caesia Roxb. dengan pembanding asam kojat. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan dan kadar air, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas penghambatan tirosinase secara in vitro menggunakan microplate reader. Hasil penelitian menunjukkan susut pengeringan simplisia sebesar 8,71 ± 0,35%, rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 16,60% dan etanol 95% sebesar 8,44%, serta kadar air masing-masing sebesar 10,85 ± 0,24% dan 9,5 ± 0,32%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan ekstrak etanol 95% mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Uji penghambatan enzim tirosinase menunjukkan ekstrak etanol 70% pada konsentrasi 500 dan 1000 ppm memberikan persentase penghambatan sebesar 7,05 ± 0,17% dan 13,71 ± 0,09%, sedangkan ekstrak etanol 95% sebesar 10,28 ± 0,21% dan 15,06 ± 0,40%, jauh lebih rendah dibandingkan kontrol positif asam kojat sebesar 80,93 ± 0,14% dan 86,91 ± 0,23%. Hasil uji Two Way ANOVA dan Post Hoc Tukey HSD menunjukkan semua kelompok perlakuan berbeda secara signifikan (p=0,000 < 0,05).