Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DELVI RAMADHANI

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) DALAM SEDIAAN NANOEMULGEL TERHADAP NILAI SUN PROTECTION FACTOR

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan berlebihan radiasi UV B dapat menyebabkan eritema, sunburn, dan kerusakan kulit jangka panjang, sehingga tabir surya diperlukan sebagai perlindungan dengan efektivitasnya yang diukur melalui nilai SPF. Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) mengandung antioksidan tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya. Namun, pemanfaatan kurkumin dalam kunyit hitam terkendala oleh kelarutannya yang rendah. Untuk mengatasinya, ekstrak diformulasikan dalam sistem nanoemulgel yang dapat meningkatkan kelarutan, mempermudah penetrasi zat aktif ke kulit penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak rimpang kunyit hitam ke dalam sediaan nanoemulgel dan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap nilai Sun Protection Factor. Hasil penelitian menunjukkan hasil susut pengeringan 8,14 ± 0,54%, rendemen ekstrak sebesar 16,60% dan kadar air sebesar 10,85%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan fenolik. Hasil organoleptis menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semi padat dan bau khas kunyit hitam, dengan perbedaan intensitas warna yang meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, serta homogenitas yang baik. Formula 1 menghasilkan persen transmitan tertinggi sebesar 93,64 ± 0,94%, ukuran partikel rata-rata 30 ± 2,33 nm, PDI 0,620 ± 0,05, dan zeta potensial -37,8 ± 0,91 mV yang menunjukkan sistem nanoemulsi stabil. Nilai viskositas berturut-turut sebesar 9.450 ± 200 cP; 7.833 ± 534,6 cP; dan 7.416 ± 104,0 cP, sedangkan daya sebar sebesar 7,20 ± 0,26 cm; 7,35 ± 0,26 cm; dan 8,00 ± 0,32 cm. Nilai daya lekat seluruh formula lebih dari 4 detik, sedangkan pH berada pada kisaran 6,85-7,07. Nilai SPF meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, yaitu 30,99 ± 0,99 (F1), 33,63 ± 0,83 (F2), dan 34,33 ± 2,09 (F3). Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap persen transmitan, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan nilai SPF (p0,05), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap pH (p>0,05). Formula 1 memiliki karakteristik fisik terbaik, sedangkan formula 3 menghasilkan nilai SPF tertinggi sehingga memberikan kemampuan fotoproteksi paling baik.