Profil penulis
MAGDALENA RISKA ANANDA
4 karya publik ditemukan.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Aktif Kulit Batang Sekilang (embelia borneensis Scheff) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Dengan Metode Difusi Cakram
Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah Propionibacterium acnes. Propionibacterium acnes dapat menyebabkan infeksi kulit ringan seperti jerawat dengan cara memproduksi metabolit yang dapat bereaksi dengan sebum sehingga menyebabkan inflamasi. Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang biasa dikenal dengan sebutan acne vulgaris, yaitu suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat. Sekilang merupakan salah satu tumbuhan yang ada di Kalimantan Utara dan terdapat di Hutan Ampan Ibau. Tumbuhan ini secara empiris digunakan oleh masyarakat Desa Long Temuyat sebagai racun dari bahan alami untuk menangkap ikan dan sebagai pengusir lintah. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak kulit batang sekilang diantaranya adalah alkaloid, tanin, saponin, flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi fraksi kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff) sebagai antibakteri untuk menghambat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental. Objek yang diteliti adalah aktivitas kulit batang sekilang sebagai antibakteri Propionibacterium acnes. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan bahan baku, pengolahan sampel, ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, fraksinasi, uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang dengan konsentrasi 10 %, 20% dan 30%. Klindamisin 0,1 % digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa zona hambat antibakteri dari ekstrak kulit batang sekilang. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang sekilang mengandung senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang terhadap Propionibacterium acne terbesar terdapat pada fraksi etil asetat dengan konsentrasi 30% dengan kategori kuat. Aktivitas antibakteri diduga disebabkan adanya kandungan senyawa bioaktif alkaloid, flavonoid, saponin dan Fraksi n-heksan, etil asetat dan etanol air kulit batang sekilang (Embelia bornensis Scheff) dapat menghambat pertumbuhan pada bakteri Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%. %. Hasil pengukuran zona hambat tersebut dianalisis secara statistik dengan uji One-way ANOVA yang hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan dari hasil perlakuan daya hambat antibakteri masing-masing dengan nilai (p) 0,025 >0,05.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JERINGAU (Acorus calamus L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus epidermidis
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Hexane, Etil Asetat Dan Etanol Kulit Batang Sekilang (embelia borneensis scheeff) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Dengan Metode Difusi Cakram
Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah Propionibacterium acnes. Bakteri Propionibacterium acnes merupakan bakteri gram positif anaerob dengan bentuk basil, pada jerawat bakteri ini berada dikelenjar sabesa tertentu yang membesar serta hiperesponsif terhadap hormon-hormon androgen. Kulit batang sekilang menimbulkan busa ketika dikocok ke dalam air. Terbentuknya busa dapat dikaitkan dengan adanya kandungan senyawa saponin. Saponin merupakan suatu glikosida yang memiliki aglikon berupa sapogenin. Saponin dapat menurunkan tegangan permukaan air, sehingga akan mengakibatkan terbentuknya buih pada permukaan air setelah dikocok. Saponin memiliki aktifitas sebagai anti mikroba/anti bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak kulit batang sekilang (Embelia borneensis cheff) sebagai antibakteri untuk menghambat aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental. Objek yang diteliti adalah aktivitas kulit batang sekilang sebagai antibakteri Propionibacterium acnes. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan bahan baku, pengolahan sampel, ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, fraksinasi, uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang dengan konsentrasi 5 %, 10% dan 15%. Klindamisin 0,1 % digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa zona hambat antibakteri dari ekstrak kulit batang sekilang.