Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUH RAFLY AIDIL FITRIANNUR

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PARFUM DARI BAHAN PEWANGI ALAMI MINYAK ATSIRI AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides) SEBAGAI FIXATIVE AGENT

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan parfum saat ini menjadi kebutuhan gaya hidup, namun kelemahan utama sediaan parfum adalah aromanya yang cepat menguap. Minyak akar wangi (Vetiveria zizanioides) mengandung senyawa vetiver yang memiliki daya ikat dan titik didih tinggi, sehingga berpotensi sebagai fixative agent alami untuk mempertahankan aroma parfum lebih lama. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi terbaik minyak akar wangi sebagai fixative agent yang menghasilkan sediaan parfum cair dengan stabilitas fisik dan ketahanan aroma (longevity) yang paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Tahapan penelitian diawali dengan perancangan formulasi, pembuatan sediaan parfum cair, hingga evaluasi mutu fisik dan tingkat kesukaan panelis. Sediaan parfum dibuat dalam empat formula dengan variasi konsentrasi minyak akar wangi sebagai fixative agent, yaitu F1 (0 ml), F2 (0,125 ml), F3 (0,25 ml), dan F4 (0,375 ml). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji ketahanan aroma (longevity) serta uji hedonik. Data hasil kesukaan panelis dianalisis secara statistik menggunakan Friedman test untuk menentukan ada tidaknya pengaruh konsentrasi minyak akar wangi terhadap kualitas sediaan parfum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptik yang baik, homogen, dan memiliki pH 5. Hasil uji spot/noda menunjukkan bahwa seluruh formula tidak menghasilkan noda permanen pada kain. Peningkatan konsentrasi minyak akar wangi menunjukkan kecenderungan peningkatan ketahanan aroma, dengan F1 bertahan selama 2-3 jam, F2 selama 4-5 jam, F3 selama 6-7 jam, dan F4 selama 8-10 jam. Formula F4 menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi secara deskriptif. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai p = 0,961 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kesukaan panelis antarformula. Berdasarkan hasil evaluasi, formula terbaik adalah F4 dengan konsentrasi minyak akar wangi sebesar 0,375% karena menunjukkan karakteristik fisik yang baik dan ketahanan aroma paling lama.