Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NATALLISA DELVY BURING

2 karya publik ditemukan.

2020: 2

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TUMBUHAN PUTAT (Barringtonia acutangula) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) merupakan tumbuhan alam yang berpotensi sebagai antibakteri. Secara empiris tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) memiliki khasiat sebagai obat diare, penyakit kulit, radang, pilek. Bakteri yang menyebabkan infeksi kulit salah satunya Staphylococcus aureus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa hasil Uji aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil aktivitas antibakteri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil uji aktivitas antibakteri Rata-rata zona hambat yang terbentuk di setiap bagian tumbuhan yang di uji adalah biji dengan konsentrasi 1000 µg/ml (22.4±0.55mm) dan 125 µg/ml (21.3±0.65 mm) dan kulit batang dengan konsentrasi 30 µg/ml (12 mm) dan 50 µg/ml (12 mm). Terdapat dari hasil uji aktivitas antibakteri yang di uji kesetiap bagian tumbuhan dimana aktivitas antibakteri yang lebih baik adalah di konsentrasi 30 µg/ml 12 mm dimana dengan konsentrasi terkecil sudah masuk dalam kategori kuat.

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TUMBUHAN PUTAT (Barringtonia acutangula) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) merupakan tumbuhan alam yang berpotensi sebagai antibakteri. Secara empiris tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) memiliki khasiat sebagai obat diare, penyakit kulit, radang, pilek. Bakteri yang menyebabkan infeksi kulit salah satunya Staphylococcus aureus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa hasil Uji aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil aktivitas antibakteri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil uji aktivitas antibakteri Rata-rata zona hambat yang terbentuk di setiap bagian tumbuhan yang di uji adalah biji dengan konsentrasi 1000 µg/ml (22.4±0.55mm) dan 125 µg/ml (21.3±0.65 mm) dan kulit batang dengan konsentrasi 30 µg/ml (12 mm) dan 50 µg/ml (12 mm). Terdapat dari hasil uji aktivitas antibakteri yang di uji kesetiap bagian tumbuhan dimana aktivitas antibakteri yang lebih baik adalah di konsentrasi 30 µg/ml 12 mm dimana dengan konsentrasi terkecil sudah masuk dalam kategori kuat.