Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis
ABSTRAK Nama : Noor Lathifah Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Pembimbing : 1. apt. Siti Jubaidah., S.Far., M.Pd. 2. apt. Reksi Sundu, M.Sc. Buah alpukat (Persea Americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat. Bagian yang sering digunakan adalah daging dan kulit buah sedangkan biji buah belum banyak dimanfaatkan. Biji buah alpukat berpotensi untuk dikembangkan sebagai antioksidan dengan kandungan senyawa aktif flavonoid. Proses pengolahan simplisia sangat berpengaruh salah satunya pada tahap pengeringan. Tahap pengeringan bertujuan untuk memperoleh simplisia yang tidak mudah rusak selama penyimpanan dalam waktu lama dan menjamin kandungan senyawa aktif yang memiliki khasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar flavonoid total dari biji buah alpukat. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Metode pengeringan yang digunakan dengan penjemuran dengan matahari (P1) dan menggunakan oven (P2). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Metode analisis senyawa dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan dua metode pengeringan dianalisis dengan statistic Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan Kadar flavonoid biji buah alpukat tertinggi terdapat pada pengeringan menggunakan oven (P2) sebesar 7,8460 ± 0,165%, sedangkan yang dikeringkan dengan sinar matahari (P1) sebesar 2,2633 ± 0,093%. Hasil Uji Independent Sampel T-Test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid biji buah alpukat dengan perbedaan cara pengeringan. Kata Kunci: Biji alpukat (Persea americana Mill.), Metode Pengeringan, Spektrofotometri UV-Vis