Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NUR HIKMAH

6 karya publik ditemukan.

2024: 22018: 2

KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN ESKTRAK METANOL KULIT BUAH MARKISA UNGU (Passiflora edulis f.Sims)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan obat banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu karena memiliki khasiat beragam salah satunya adalah buah markisa ungu (Passiflora edulis f. Sims), sehingga perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui kualitas mutu dan keamanan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Karakterisasi memiliki beberapa aspek diantaranya parameter spesifik dan parameter non spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak metanol kulit buah markisa ungu serta kandungan senyawa metabolit sekunder didalamnya. Penelitian yang dilakukan bersifat non eksperimental dengan objek yang diteliti adalah karakterisasi spesifik dan non spesifik kulit buah markisa ungu dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian organoleptis simplisia serta ekstrak kulit markisa ungu meliputi ekstrak kental, bau khas, warna coklat tua kehitaman, serta rasa pahit dan kelat. Hasil makroskopik kulit markisa ungu yaitu memiliki tekstur lunak serta rasa pahit dan kelat, memiliki warna ungu gelap serta tidak berbau. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada kulit markisa ungu yaitu rambut penutup, parenkim sekresi, berkas pembuluh. Hasil uji parameter spesifik kadar sari larut air dan sari larut etanol yaitu pada simplisia 35%; 39%, dan ekstrak 33%; 42%. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik kadar air, kadar abu, abu tidak larut asam pada simplisia dan ekstrak kulit markisa ungu yaitu 10,16%; 13,16%, 7%; 9,5%, 3,5%; 0,83%. Hasil uji bobot jenis ekstrak kulit markisa ungu 1,013 g/mL. Hasil uji cemaran mikroba dengan metode angka lempeng total (ALT, dinyatakan dalam koloni/g) dan angka kapang/khamir (AKK, dinyatakan dalam koloni/g) pada simplisia 44,2 x 103 koloni/g; 3,3 x 102 koloni/g, pada ekstrak 8,11 x 103 koloni/g; 1 x 102 koloni/g.

KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN ESKTRAK METANOL KULIT BUAH MARKISA UNGU (Passiflora edulis f.Sims)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan obat banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu karena memiliki khasiat beragam salah satunya adalah buah markisa ungu (Passiflora edulis f. Sims), sehingga perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui kualitas mutu dan keamanan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Karakterisasi memiliki beberapa aspek diantaranya parameter spesifik dan parameter non spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi simplisia dan ekstrak metanol kulit buah markisa ungu serta kandungan senyawa metabolit sekunder didalamnya. Penelitian yang dilakukan bersifat non eksperimental dengan objek yang diteliti adalah karakterisasi spesifik dan non spesifik kulit buah markisa ungu dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian organoleptis simplisia serta ekstrak kulit markisa ungu meliputi ekstrak kental, bau khas, warna coklat tua kehitaman, serta rasa pahit dan kelat. Hasil makroskopik kulit markisa ungu yaitu memiliki tekstur lunak serta rasa pahit dan kelat, memiliki warna ungu gelap serta tidak berbau. Hasil mikroskopik fragmen pengenal pada kulit markisa ungu yaitu rambut penutup, parenkim sekresi, berkas pembuluh. Hasil uji parameter spesifik kadar sari larut air dan sari larut etanol yaitu pada simplisia 35%; 39%, dan ekstrak 33%; 42%. Hasil uji skrining fitokimia pada simplisia dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Hasil uji parameter non spesifik kadar air, kadar abu, abu tidak larut asam pada simplisia dan ekstrak kulit markisa ungu yaitu 10,16%; 13,16%, 7%; 9,5%, 3,5%; 0,83%. Hasil uji bobot jenis ekstrak kulit markisa ungu 1,013 g/mL. Hasil uji cemaran mikroba dengan metode angka lempeng total (ALT, dinyatakan dalam koloni/g) dan angka kapang/khamir (AKK, dinyatakan dalam koloni/g) pada simplisia 44,2 x 103 koloni/g; 3,3 x 102 koloni/g, pada ekstrak 8,11 x 103 koloni/g; 1 x 102 koloni/g.