Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NURUL HIKMAH SAFITRI

2 karya publik ditemukan.

2023: 2

PENETAPAN KADAR FLAVONOID BEBERAPA JENIS TUMBUHAN PAKU (Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L. dan Aspidium biserratum Sw.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang paling banyak tersebar di daerah tropik seperti Kalimantan. Salah satu jenis tumbuhan paku yang paling sering dijumpai temui yaitu paku sejati (Felicinae) contohnya Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw. Setiap tumbuhan umumnya mengandung senyawa golongan flavonoid. Flavonoid terdapat hampir di semua bagian tumbuhan, seperti daun, akar, kulit tepung sari, nektar, bunga, buah dan biji. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meningkatkan pertahanan diri dari penyakit yang diinduksi radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar flavonoid pada tanaman paku Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Berdasarkan hasil uji kualitatif, ketiga sampel terbukti mengandung senyawa golongan flavonoid dan steroid serta tidak mengandung senyawa golongan alkaloid, tanin dan saponin. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan kuersetin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun paku Asplenium nidus memiliki rata-rata kadar flavonoid sebesar 0,4440% ± 0,018599. Sementara ekstrak etanol daun paku Asplenium adiantum-nigrum memiliki rata-rata kadar flavonoid sebesar 0,5439% ± 0,017408, dan pada ekstrak etanol daun paku Aspidium biserratum 0,5116% ± 0,060305.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID BEBERAPA JENIS TUMBUHAN PAKU (Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L. dan Aspidium biserratum Sw.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang paling banyak tersebar di daerah tropik seperti Kalimantan. Salah satu jenis tumbuhan paku yang paling sering dijumpai temui yaitu paku sejati (Felicinae) contohnya Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw. Setiap tumbuhan umumnya mengandung senyawa golongan flavonoid. Flavonoid terdapat hampir di semua bagian tumbuhan, seperti daun, akar, kulit tepung sari, nektar, bunga, buah dan biji. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meningkatkan pertahanan diri dari penyakit yang diinduksi radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar flavonoid pada tanaman paku Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Berdasarkan hasil uji kualitatif, ketiga sampel terbukti mengandung senyawa golongan flavonoid dan steroid serta tidak mengandung senyawa golongan alkaloid, tanin dan saponin. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan kuersetin sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun paku Asplenium nidus memiliki rata-rata kadar flavonoid sebesar 0,4440% ± 0,018599. Sementara ekstrak etanol daun paku Asplenium adiantum-nigrum memiliki rata-rata kadar flavonoid sebesar 0,5439% ± 0,017408, dan pada ekstrak etanol daun paku Aspidium biserratum 0,5116% ± 0,060305.