2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, penyakit neurodegeneratif, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Ekstrak etanol buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin, metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin ini memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah Limpasu menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid) dan DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) melalui nilai IC50. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dari metode ABTS dan DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah Limpasu konsentrasi 100; 200; 300; 400 500 ppm pada uji DPPH dan konsentrasi 30; 40; 50; 60; 70 ppm pada uji ABTS, variabel terikat adalah aktivitas antioksidan buah Limpasu. Konsentrasi ekstrak etanol buah Limpasu diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan persen inhibisi dari sampel. Persen inhibisi kemudian dimasukkan kedalam persamaan regresi linear untuk mendapatkan nilai IC50 dari kedua metode uji. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 sebesar 721,19 ppm pada metode DPPH yang tergolong antioksidan tidak aktif, sedangkan pada uji ABTS didapatkan nilai IC50 sebesar 118,70 ppm yang dimana tergolong antioksidan sedang.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh yang berlanjut kepada penyakit kronis seperti kanker, penyakit neurodegeneratif, arthritis dan diabetes. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang disebabkan radikal bebas. Ekstrak etanol buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin, metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin ini memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan buah Limpasu menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Acid) dan DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) melalui nilai IC50. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental. Objek penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dari metode ABTS dan DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah Limpasu konsentrasi 100; 200; 300; 400 500 ppm pada uji DPPH dan konsentrasi 30; 40; 50; 60; 70 ppm pada uji ABTS, variabel terikat adalah aktivitas antioksidan buah Limpasu. Konsentrasi ekstrak etanol buah Limpasu diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mendapatkan persen inhibisi dari sampel. Persen inhibisi kemudian dimasukkan kedalam persamaan regresi linear untuk mendapatkan nilai IC50 dari kedua metode uji. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai IC50 sebesar 721,19 ppm pada metode DPPH yang tergolong antioksidan tidak aktif, sedangkan pada uji ABTS didapatkan nilai IC50 sebesar 118,70 ppm yang dimana tergolong antioksidan sedang.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman yang sama-sama bergenus Citrus. Kedua tanaman tersebut memilki kegunaan sebagai biolarvasida terutama pada bagian kulit buahnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan perbandingan efektivitas biolarvasida estrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur yang dilakukan mulai dari mengumpulkan, menelaah dan mempelajari jurnal penelitian ilmiah serta dokumen seperti Karya Tulis Ilmiah. Objek dari penelitian ini adalah efektivitas biolarvasida ekstrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut terhdap larva nyamuk Aedes aegypti. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang sudah dikumpulkan dari pembandingan literatur yang didapat. Efektivitas biolarvasida ekstrak kulit jeruk nipis terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dari konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dan 7% konsentrasi yang efektif membunuh seluruh hewan uji adalah konsentrasi 6% dan 7%. Ekstak kulit jeruk purut dari konsentrasi 1%, 3%, 5%, 7% dan 9% yang memiliki efektivitas untuk membunuh seluruh larva nyamuk yang diujikan adalah pada konsentrasi 3% sampai 9% setelah perlakuan selama 1440 menit (24 jam). Kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut sama-sama memiliki kandungan senyawa kimia yang digunakan sebagai larvasida alami terhadap larva nyamuk Aedes aegypti yaitu senyawa limonoid atau limonen yang diklasifikasikan kedalam senyawa siklik monoterpen.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman yang sama-sama bergenus Citrus. Kedua tanaman tersebut memilki kegunaan sebagai biolarvasida terutama pada bagian kulit buahnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan perbandingan efektivitas biolarvasida estrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur yang dilakukan mulai dari mengumpulkan, menelaah dan mempelajari jurnal penelitian ilmiah serta dokumen seperti Karya Tulis Ilmiah. Objek dari penelitian ini adalah efektivitas biolarvasida ekstrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut terhdap larva nyamuk Aedes aegypti. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang sudah dikumpulkan dari pembandingan literatur yang didapat. Efektivitas biolarvasida ekstrak kulit jeruk nipis terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dari konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dan 7% konsentrasi yang efektif membunuh seluruh hewan uji adalah konsentrasi 6% dan 7%. Ekstak kulit jeruk purut dari konsentrasi 1%, 3%, 5%, 7% dan 9% yang memiliki efektivitas untuk membunuh seluruh larva nyamuk yang diujikan adalah pada konsentrasi 3% sampai 9% setelah perlakuan selama 1440 menit (24 jam). Kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut sama-sama memiliki kandungan senyawa kimia yang digunakan sebagai larvasida alami terhadap larva nyamuk Aedes aegypti yaitu senyawa limonoid atau limonen yang diklasifikasikan kedalam senyawa siklik monoterpen.