PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Sinar UV dari matahari memiliki efek buruk terhadap kulit manusia, terutama pada radiasi ultraviolet yang dimilikinya. Sun Protection Factor (SPF) merupakan suatu nilai yang mengukur kemampuan dari tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. SPF dari tanaman mempunyai proteksi dari sinar UV matahari yang baik, contoh tanaman tersebut salah satunya yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Temulawak berpotensi sebagai sumber tabir surya alami karena terdapat kandungan kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF yang terdapat pada rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi pelarut menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Pada penelitian ini yaitu menguji nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95%. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pelarut etanol dengan konsentrasi 70% dan 95% dan variabel terikat yaitu nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu pereaksi/reagen uji dan spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rimpang temulawak dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang temulawak mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, polifenol, triterpenoid, dan steroid. Berdasarkan hasil penentuan nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol 70% dengan rentang nilai SPF sebesar 33,53-39,58 dengan kategori tinggi, dan untuk variasi konsentrasi ekstrak etanol 95% dengan rentang nilai SPF sebesar 20,01-29,44 dengan kategori sedang. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen, kemudian digunakan uji Independent T-test dengan hasil nilai p value (0,01) (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap penentuan nilai SPF dari kedua sampel.