Profil penulis
SHERLIANA WIJAYANTI
2 karya publik ditemukan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) TERHADAP BAKTERI Eschericia coli dan Staphylococcus aureus Menggunakan Metode Difusi Cakram.
Penyakit infeksi akibat bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus masih menjadi masalah kesehatan, terutama karena peningkatan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun sirih hutan (Piper aduncum L.) terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian difraksinasi melalui ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ditentukan menggunakan metode dilusi padat. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak etanol sebesar 27,72%, sedangkan rendemen fraksi n-heksan, etil asetat, dan air berturut-turut sebesar 11,17%, 30,23%, dan 69,66%. Fraksi n-heksan konsentrasi 5% menghasilkan zona hambat terbesar, yaitu 8,4 mm terhadap E. coli dan 7,8 mm terhadap S. aureus. Berdasarkan kategori zona hambat, aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun sirih hutan tergolong sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar-perlakuan terhadap diameter zona hambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus (p 0,05). Nilai KHM dan KBM ekstrak etanol serta fraksi n-heksan terhadap E. coli dan S. aureus sebesar 1%, sedangkan nilai KHM dan KBM fraksi etil asetat terhadap kedua bakteri uji sebesar 3%. Seluruh konsentrasi ekstrak dan fraksi menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan kontrol positif kloramfenikol 0,1% (p 0,05).