Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

VERIDIANA PING

2 karya publik ditemukan.

2025: 1

SKRINING FITOKIMIA DAN KAREKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU KUNING (Cucurbita Moschata Duch)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan labu kuning Cucurbita moschata Duch memiliki banyak manfaat daunnya memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, dan antimikroba. ekstrak bahan alam yang akan digunakan sebagai obat perlu distandarisasi terlebih dahulu untuk menjamin kualitas, manfaat dan keamanannya. Sebagai langkah awal pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi ekstrak. Pertama daun labu kuning diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendeman sebesar 12,195%. Hasil karakterisasi spesifik dari uji organoleptik simplisia berupa serbuk, warna hijau tua, rasa pahit dan getir (sepat) dengan aroma khas pada ekstrak kental, berwarna hijau tua kehitaman, rasa pahit dengan aroma khas. Kadar rata- rata senyawa terlarut dalam air ekstrak 3,2 %, sedangkan rata-rata kadar senyawa yang terlarut dalam etanol ekstrak 88,33 %. Hasil karakterisasi non spesifik ekstrak etanol daun labu kuning didapatkan kadar air ekstrak sebesar 11,8%. Kadar abu total ekstrak 0,2824 ± 0,666% kadar abu tidak larut asam ekstrak sebesar 0,0368%. Bobot jenis ektrak rata- rata 0,9529g/ml. Uji cemaran mikroba angka lempeng total ekstrak 4,5 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada ekstrak sebanyak 1,4 x 10-2 koloni/g. Pada pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol daun labu kuning positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, steroid.

SKRINING FITOKIMIA DAN KAREKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU KUNING (Cucurbita Moschata Duch)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan labu kuning Cucurbita moschata Duch memiliki banyak manfaat daunnya memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, dan antimikroba. ekstrak bahan alam yang akan digunakan sebagai obat perlu distandarisasi terlebih dahulu untuk menjamin kualitas, manfaat dan keamanannya. Sebagai langkah awal pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan karakterisasi ekstrak. Pertama daun labu kuning diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan didapatkan rendeman sebesar 12,195%. Hasil karakterisasi spesifik dari uji organoleptik simplisia berupa serbuk, warna hijau tua, rasa pahit dan getir (sepat) dengan aroma khas pada ekstrak kental, berwarna hijau tua kehitaman, rasa pahit dengan aroma khas. Kadar rata- rata senyawa terlarut dalam air ekstrak 3,2 %, sedangkan rata-rata kadar senyawa yang terlarut dalam etanol ekstrak 88,33 %. Hasil karakterisasi non spesifik ekstrak etanol daun labu kuning didapatkan kadar air ekstrak sebesar 11,8%. Kadar abu total ekstrak 0,2824 ± 0,666% kadar abu tidak larut asam ekstrak sebesar 0,0368%. Bobot jenis ektrak rata- rata 0,9529g/ml. Uji cemaran mikroba angka lempeng total ekstrak 4,5 x 10-3 koloni/g, sedangkan angka kapang khamir pada ekstrak sebanyak 1,4 x 10-2 koloni/g. Pada pengujian skrining fitokimia ekstrak etanol daun labu kuning positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, steroid.