Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

VITA HANI ISLAMI

4 karya publik ditemukan.

2023: 22022: 12021: 1

GAMBARAN PENGADAAN OBAT E-PURCHASING UNTUK PASIEN PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK KIMIA FARMA SAMARINDA

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengadaan memegang peran penting dalam siklus pengelolaan obat. Upaya meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam proses pengadaan obat, baik untuk program JKN maupun program kesehatan lainnya pengadaan obat dan alat kesehatan wajib menggunakan e-catalogue. Program Rujuk Balik (PRB) merupakan program unggulan BPJS Kesehatan. Apotek Kimia Farma merupakan apotek jejaring untuk Program Rujuk Balik. Apotek Kimia Farma Samarinda, dalam pengadaan obat PRB sudah menggunakan e-purchasing dan masih ditemukan terjadi hambatan dalam sistem pengadaan seperti lead time yang lama, tidak tersedianya obat di distributor, dan keseragaman harga sehingga terjadi kekosongan obat yang memberikan dampak negatif atas ketersediaan obat untuk pasien program rujuk balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan ketersediaan obat dengan e-purchasing untuk pasien program rujuk balik di Apotek Kimia Farma Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam (indepth interview) terhadap subjek penelitian yang dianggap mengetahui dan terlibat dalam proses pengadaan dan atau pengelolaan obat. Data sekunder diperoleh melalui observasi dokumen yang berhubungan dengan pengadaan dan ketersediaan obat di Apotek Kimia Farma No 114 Hidayatullah Samarinda. Hasil Penelitian yang diperoleh dari Apotek Kimia Farma No 114 Samarinda menunjukan bahwa tingkat ketersediaan obat masih rendah (14,33%). Ketersediaan obat PRB di apotek belum mencukupi kebutuhan peserta PRB. Kekosongan obat sebagian besar disebabkan karena kekosongan dari distributor. Untuk menghindari pasien tidak mendapatkan obat, apotek meminjam obat dari Apotek Kimia Farma lain atau mengurangi jumlah obat yang diberikan kepada pasien. Peserta PRB yang paling sering mengalami kekurangan obat adalah pasien hipertensi.

GAMBARAN PENGADAAN OBAT E-PURCHASING UNTUK PASIEN PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK KIMIA FARMA SAMARINDA

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengadaan memegang peran penting dalam siklus pengelolaan obat. Upaya meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam proses pengadaan obat, baik untuk program JKN maupun program kesehatan lainnya pengadaan obat dan alat kesehatan wajib menggunakan e-catalogue. Program Rujuk Balik (PRB) merupakan program unggulan BPJS Kesehatan. Apotek Kimia Farma merupakan apotek jejaring untuk Program Rujuk Balik. Apotek Kimia Farma Samarinda, dalam pengadaan obat PRB sudah menggunakan e-purchasing dan masih ditemukan terjadi hambatan dalam sistem pengadaan seperti lead time yang lama, tidak tersedianya obat di distributor, dan keseragaman harga sehingga terjadi kekosongan obat yang memberikan dampak negatif atas ketersediaan obat untuk pasien program rujuk balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan ketersediaan obat dengan e-purchasing untuk pasien program rujuk balik di Apotek Kimia Farma Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam (indepth interview) terhadap subjek penelitian yang dianggap mengetahui dan terlibat dalam proses pengadaan dan atau pengelolaan obat. Data sekunder diperoleh melalui observasi dokumen yang berhubungan dengan pengadaan dan ketersediaan obat di Apotek Kimia Farma No 114 Hidayatullah Samarinda. Hasil Penelitian yang diperoleh dari Apotek Kimia Farma No 114 Samarinda menunjukan bahwa tingkat ketersediaan obat masih rendah (14,33%). Ketersediaan obat PRB di apotek belum mencukupi kebutuhan peserta PRB. Kekosongan obat sebagian besar disebabkan karena kekosongan dari distributor. Untuk menghindari pasien tidak mendapatkan obat, apotek meminjam obat dari Apotek Kimia Farma lain atau mengurangi jumlah obat yang diberikan kepada pasien. Peserta PRB yang paling sering mengalami kekurangan obat adalah pasien hipertensi.

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidiodes) TERHADAP BAKTERI Bacillus cereus DAN Staphylococcus aureus

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidiodes) terhadap bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Crassocephalum crepidiodes atau daun sintrong merupakan tumbuhan dari suku asteraceae yang sering ditemukan di daerah tropis. Tumbuhan ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional yang dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol serta golongan saponin dan minyak atsiri. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sintrong memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Bacillus cereus pada konsentrasi 20%, 40%, 60%. 80% dan 100% yang merupakan daya hambat dengan kategori kuat dan terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidiodes) TERHADAP BAKTERI Bacillus cereus DAN Staphylococcus aureus

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidiodes) terhadap bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Crassocephalum crepidiodes atau daun sintrong merupakan tumbuhan dari suku asteraceae yang sering ditemukan di daerah tropis. Tumbuhan ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional yang dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol serta golongan saponin dan minyak atsiri. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sintrong memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Bacillus cereus pada konsentrasi 20%, 40%, 60%. 80% dan 100% yang merupakan daya hambat dengan kategori kuat dan terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.