STUDI LITERATUR PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM (Syzyhium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH
Diabetes melitus merupakan salah satu tantangan kesehatan global terbesar pada abad ke-21 dengan prevalensi yang terus meningkat secara signifikan. Penggunaan obat antidiabetes atau terapi insulin memiliki keterbatasan berupa biaya yang relatif mahal, efek samping yang tidak diinginkan, dan potensi resistensi obat pada penggunaan jangka panjang. Daun salam (Syzygium polyanthum) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar glukosa darah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar glukosa darah. Hasil penelitian dari artikel yang dilakukan di Desa Kopek dengan 18 responden penderita diabetes melitus tipe 2 sebelum intervensi didapatkan hasil ratarata kadar glukosa darah sebesar 178,22 mg/dL dan setelah intervensi seduhan daun salam selama seminggu menjadi 148,39 mg/dL. Begitu pula pada penelitian yang dilakukan di Desa Paok Motong dengan total 41 responden didapatkan rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi ialah 194,49 mg/dL dan setelah intervensi menjadi 179,27 mg/dL. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan seduhan daun salam dapat menurunkan kadar glukosa darah.