Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 12 dari 65

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa (Korth.) Havil) DENGAN METODE ABTS (2,2-azinobis-3-etilbenzatiazolin-6-sulfonat)

GARIN GUSTIWARDHANA
· Thesis · Open Access

Radikal bebas adalah atom atau molekul dengan elektron tidak berpasangan yang bersifat tidak stabil dan sangat reaktif, sehingga dapat merusak sel-sel tubuh dengan menyerang makromolekul seperti lipid, asam nukleat, dan protein. Kerusakan ini dapat dicegah oleh senyawa antioksidan, yang mampu menghambat atau mencegah proses oksidasi. Antioksidan alami dapat ditemukan dalam berbagai tanaman, salah satunya adalah daun kratom yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-3-etilbenzoatiazolin-6-sulfonat). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kratom, serta fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi etanol air. Daun kratom diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Dilakukan fraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol air terhadap ekstrak etanol daun kratom, setelah itu dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS terhadap ekstrak dan fraksi daun kratom. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun kratom diperoleh nilai IC50 2,7101 ppm, fraksi n-heksan nilai IC50 16,4710 ppm, fraksi etil asetat IC50 4,4733 ppm, dan fraksi etanol air nilai IC50 6,1873 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi di antara sampel lainnya karena nilai IC50 ekstrak etanol yang paling rendah dibanding fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, fraksi etanol air.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN TAMPOI (Baccaurea Macrocarpa) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2'-azino-bis(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid))

SILVANA
· Thesis · Open Access

Antioksidan tergolong senyawa yang memiliki kemampuan dalam mengatasi kerusakan yang bersifat oksidatif dalam tubuh yang diakibatkan oleh jumlah radikal bebas yang tidak seimbang. Antioksidan ini dapat digunakan tubuh untuk menunda terjadinya proses penuaan dan berbagai penyakit degeneratif. Tampoi (Baccaurea macrocarpa) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat. Potensi tampoi sebagai tanaman obat dapat diketahui melalui pengujian kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun tampoi (Baccaurea macrocarpa) dengan menggunakan metode ABTS berdasarkan perhitungan nilai IC50. Objek penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun tampoi (Baccaurea macrocarpa) pada berbagai konsentrasi menggunakan metode ABTS. Pengukuran persen inhibisi dilakukan dengan spektrofotometri UV-VIS untuk mendapatkan persen dari sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tampoi mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkoloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Semakin kecil hasil IC50 membuktikan semakin tinggi akktivitas antioksidan. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun tampoi memiliki nilai IC50 rata-rata 27, 00 ppm (sangat kuat). Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan menggunakan vitamin C nilai IC50 rata-rata 0,80 ppm sebagai pembanding. Kata Kunci : Antioksidan, Daun Tampoi, IC50,Radikal Bebas.