Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 13 dari 65

Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Metabolit Fraksi N-Heksan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb)

ANANDA RIZKA KARTAWIJAYA
· Thesis · Open Access

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, untuk mengetahui senyawa yang berperan terhadap aktivitas tersebut maka dianalisis secara spesifik melalui uji profil metabolit. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas antioksidan dan menganalisis profil metabolit yang ada pada umbi bawang dayak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, pembuatan fraksi n-heksan menggunakn metode ekstraksi cair-cair, uji aktivitas antioksidan metode DPPH, dan uji profil metabolit menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry). Pada uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak berbasis air-asetonitril yang mengandung asam format, menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Hal ini diperkuat oleh uji statistik meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukan data berdistribusi normal pada IC50 vitamin C dan IC50 fraksi n heksan, yaitu: 0,262 dan 0,341 (p>0,05) selanjutnya, uji independen T-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p0,05). Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis yaitu uji independent sample t-test. Sedangkan uji profil metabolit dianalisis dengan LC-HRMS secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 108,975 ppm yang tergolong sedang dan hasil analisis profiling metabolit adanya keberadaan senyawa bioaktif menaquinone (Vitamin K2), kafeat asam phenetyl ester (CAPE) dan niacin (Vitamin B3).

Evaluasi Penyimpanan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda

YOLANDA SAFITRI
· Thesis · Open Access

Penyimpanan sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan dalam penyimpanan sediaan farmasi bahan medis habis pakai serta sediaan farmasi dan alat kesehatan. Persyaratan kefarmasian dalam penyimpanan obat yang dimaksud meliputi stabilitas dan keamanan, cahaya, kelembaban, sanitasi, ventilasi, dan penggolongan jenis sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kesesuaian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Penelitian ini merupakan non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara kualitatif dan kuantitatif, berdasarkan pengamatan untuk menghasilkan data informasi menggunakan formulir daftar periksa atau form checklist. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan total sampling. Data kualitataif yang diperoleh dari hasil lembar pengumpulan data melalui form checklist observasi disajikan dalam bentuk berupa narasi, lembar form checklist observasi berupa persentase persen untuk kategori penilaian dari penelitian ini dimasukkan pada bentuk tabel. Berdasarkan hasil penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian yang sudah dilakukan seperti persyaratan penyimpanan persentase yang di dapatkan sebesar 100%, komponen penyimpanan 100%, pengaturan penyimpanan 100%, metode penyimpanan 100%, pengelolaan obat emergency 100%, dan untuk peralatan penyimpanan 100%. Hasil evaluasi penelitian penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda masih terdapat banyak indikator yang belum sesuai standarseperti hasil nilai TOR sebesar 2.127.63 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 1.854.737 %, persentase stok obat mati 9,1%, persentase kesesuaian jumlah obat dengan kartu stok 76,22%.

Potensi fraksi kloroform umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) sebagai inhibitor sel MCF-7 pada kanker payudara

MUHAMMAD YUSUF SAPRIZAL
· Thesis · Open Access

Kanker payudara adalah penyebab utama kematian pada wanita, dengan sel MCF-7 sebagai model penelitian yang sering digunakan. Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antikanker, menawarkan pengobatan alami dengan efek samping lebih rendah dibanding kemoterapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sitotoksisitas fraksi kloroform umbi Bawang Dayak terhadap sel MCF-7. Ekstraksi dan fraksinasi umbi Bawang Dayak dilakukan menggunakan pelarut kloroform. Uji organoleptik dan fitokimia kualitatif dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam fraksi kloroform. Selanjutnya, analisis kuantitatif dilakukan dengan menguji sitotoksisitas fraksi kloroform dan kontrol positif (doxorubicin), menghitung viabilitas sel, persen inhibisi, dan nilai IC50. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk membandingkan nilai IC50 antara fraksi kloroform dan doxorubicin.