Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 17 dari 65

GAMBARAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK RIZKY MAHAKAM FARMA 2 KOTA BANGUN ULU DENGAN METODE (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS)

ROSIANA SILLA WATI
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Nama​: Rosiana Silla Wati​​​ Program Studi​: Sarjana Farmasi Judul Skrisi​: Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun ulu Dengan Metode Inportance Perfomence Analysis . Pembimbing​​​: 1. apt. Heri Wijaya, S.Farm.,M.Si.,Ph.D 2. apt. Siti Jubaidah, S.Farm.,M.Pd. ​​ Pelayanan kefarmasian yang berkualitas merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kepuasan pasien di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Rizky Mahakam Farma 2 Kota Bangun Ulu dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan yang dirasakan oleh pasien, sehingga dapat diketahui area pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Penelitian ini bersifat deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek pelayanan yang masuk dalam kuadran prioritas perbaikan, seperti kecepatan pelayanan, ketepatan pemberian informasi obat, dan keramahan tenaga farmasi. Sementara itu, beberapa aspek lain berada dalam kuadran kinerja tinggi dan penting bagi pasien, sehingga perlu dipertahankan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa secara umum pasien merasa cukup puas terhadap pelayanan kefarmasian di apotek tersebut, namun masih diperlukan perbaikan pada beberapa aspek layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan.

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MATOA (Pometia pinnata) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)

ANNISA NABILA PUTRI
· Thesis · Open Access

Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung berbagai senyawa fitokimia flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Senyawa fenolik meliputi kuinon fenolik, flavonoid, fenil propanoid, fenol monosiklik, polifenol, dan kuinon fenolik. Senyawa fenolik merupakan jenis senyawa metabolit sekunder yang memiliki sifat astringen, antidiare, antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun matoa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, penetapan kadar air, uji skrining fitokimia dan penetapan kadar fenolik total dengan pereaksi folin-ciocalteu dengan pembanding asam galat dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan pembanding vitamin C. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol daun matoa terdapat metabolit sekunder yaitu fenolik, flavonoid, dan steroid. Rendemen ekstrak etanol daun matoa yang diperoleh sebesar 22,30%. Hasil perhitungan dari penetapan kadar fenolik total ekstrak etanol daun matoa sebesar 260,3177± 0,5388 mg GAE/g yang berarti dalam setiap ekstrak etanol daun matoa setara dengan 260,3177 mg asam galat. Hasil perhitungan dari aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa diperoleh IC50 sebesar 13,40 ppm termasuk kategori aktivitas antioksidan yang sangat kuat.

"UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN PETAI BELALANG (ARCHIDENDRON CLYPEARIA) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN SALMONELLA TYPHI"

BELLA MICHA THESYA OCTAVIANI
· Thesis · Open Access

Infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit yang sering terjadi di masyarakat. Salah satu jenis infeksi disebabkan oleh Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi kulit pada manusia yang ditandai dengan abses bernanah. Selain itu, Salmonella typhi juga merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan demam tifoid. Infeksi akibat mikroorganisme dapat diatasi dengan pemberian antimikroba. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai antimikroba adalah tumbuhan petai belalang (Archidendron clypearia). Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun petai belalang terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan tahapan meliputi determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi dan fraksinasi, skrining fitokimia, serta uji aktivitas antibakteri. Ekstrak dan fraksi dibuat dalam konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15%, dengan kontrol positif amoksisilin 0,1% dan kontrol negatif DMSO 1%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran untuk mengukur zona hambat. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode difusi cakram, zona hambat terhadap Staphylococcus aureus berada pada kisaran 7,3–10,8 mm, dan terhadap Salmonella typhi sebesar 7,6–10,1 mm. Pada metode difusi sumuran, zona hambat terhadap Staphylococcus aureus berkisar antara 12,1–16,8 mm, dan terhadap Salmonella typhi sebesar 12,5–16,8 mm. Zona hambat terbesar diperoleh dari fraksi etil asetat dengan diameter 16,8 mm pada metode difusi sumuran. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap aktivitas antibakteri pada bakteri gram positif dan gram negatif dengan nilai signifikan 0,005 pada metode cakram dan 0,006 pada metode sumuran.