COLLECTION
Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Publikasi
OPTIMASI WAKTU MASERASI TERHADAP KADAR FENOLIK TOTAL DAUN MATOA (Pometia pinnata) SECARA SPEKTROFOTOMETRI Uv-Vis
Matoa (Pomenia pinnata) merupakan tumbuhan endemik yang berasal dari Papua. Tumbuhan ini memiliki banyak kandungan metabolit sekunder diantaranya flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, antimikroba dan antikanker. Senyawa-senyawa tersebut dapat diekstraksi dengan metode maserasi. Kadar senyawa aktif dalam ekstrak dapat dipengaruhi oleh lama waktu maserasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu maserasi optimum yang menghasilkan kadar fenolik total terbesar pada daun matoa. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental, dengan objek penelitian waktu maserasi daun matoa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah lama waktu maserasi 24, 48 dan 72 jam. Variabel terikat berupa kadar fenolik total ekstrak daun matoa. Variabel kontrol adalah simplisia daun matoa, pelarut etanol, spektrofometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia,susut pengeringan , ekstraksi secara maserasi dengan variasi lama waktu maserasi ( 24,48 dan 72 jam ), penetapan kadar air ekstrak, identifikasi senyawa fenolik , dan penetapan kadar fenolik total secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan pembanding asam galat. Diperoleh hasil kadar susut pengeringan sebesar 3,71% dan untuk kadar air diperoleh hasil sebesar 14,58%. Kata Kunci: Pometia pinnata, fenolik total, waktu maserasi
EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO FARMASI IGD RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DENGAN METODE DPPH (1.1 DIFENIL-2 PIKRILHIDRAZIL) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut
Nama : Dita Julidia Gustia Nisyah Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata) Berdasarkan Perbedaan Konsentrasi Pelarut Pembimbing : 1. Risa Supriningrum, S.Si., M.M. 2. Henny Nurhasnawati, S.Si., M.Si. Konsentrasi pelarut yang digunankan pada proses ekstraksi dapat berpengaruh terhadap kandungan senyawa aktif suatu ekstrak. Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa berdasarkan perbedaan konsentrasi pelarut. Tahapan penelitian ini meliputi determinasi tanaman, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia, ekstraksi daun matoa secara maserasi dengan variasi konsentrasi pelarut etanol (50%, 70%, dan 95%), penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Data dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas, dilanjutkan sengan uji ANOVA dan LSD (Least Significant Difference). Hasil penetapan susut pengeringan simplisia daun matoa sebesar 9,6333%. Hasil rendemen ekstrak etanol 50%, 70% dan 95% daun matoa adalah sebesar 27,2245%; 29,8055%; 21,9760% dan kadar air sebesar 25,4866%; 19,11%; 19,83%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun matoa menunjukkan adanya kandungan flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 50%, 70% dan 95% daun matoa memperoleh nilai IC50 berturut-turut sebesar 10,1600; 8,8992 dan 17,1354 ppm serta vitamin C sebagai pembanding sebesar 5,6866 ppm, sehinga ketiga ekstrak etanol daun matoa termasuk ke dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% daun matoa memiliki aktivitas antioksidan paling kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol 50% dna 95% daun matoa. Hasil uji normalitas dan homogenitas terdistribusi normal dan homogen. Hasil uji ANOVA dan LSD menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar ekstrak etanol daun matoa.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA TEH KOMBUCHA DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa) DENGAN METODE TITRASI IODIMETRI
Identifikasi Kandungan Merkuri (Hg) Pada Krim Pemutih Yang Beredar Di Pasar Malam Lambung Mangkurat Kota Samarinda
Gambaran Penyimpanan Obat Di Depo Farmasi Sakura Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
Karakterisasi Madu Kelulut (Heterotrigona itama) Hasil Budidaya Kecamatan Loa Janan Kota Samarinda
Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang mendukung produksi madu, termasuk madu kelulut (Heterotrigona itama) yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat. Madu kelulut memiliki ciri khas rasa manis dan asam serta kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai antioksidan, antibakteri, dan bahan penyembuh luka. Kecamatan Loa Janan merupakan salah satu tempat budidaya madu kelulut yang ada di Kota Samarinda . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi madu kelulut hasil budidaya Kecamatan Loa Janan, Kota Samarinda. Karakterisasi meliputi parameter spesifik dan non-spesifik. Madu kelulut diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 95% dan diperoleh rendemen ekstrak sebesar 58,25%. Hasil karakterisasi spesifik meliputi uji organoleptik berupa simplisia agak cair berwarna coklat gelap, berbau khas, dan rasa agak asam. Organoleptik ekstrak berupa ekstrak kental berwarna coklat muda, berbau khas, dan rasa pahit. Kadar rata-rata senyawa yang terlarut dalam air pada simplisia sebesar 66,69% dan ekstrak sebesar 68,99%. Kadar rata-rata senyawa yang terlarut dalam etanol pada simplisia sebesar 79,65% dan ekstrak sebesar 67,88%. Simplisia dan ekstrak madu kelulut menunjukkan hasil positif metabolit sekunder pada senyawa alkaloid, polifenol, flavonoid, dan triterpenoid. Hasil karakterisasi non-spesifik meliputi bobot jenis pada simplisia sebesar 1,33 g/mL dan ekstrak rata-rata sebesar 1,32 g/mL. Kadar air rata-rata pada simplisia sebesar 26,09% dan ekstrak sebesar 24,67%. Kadar abu total rata-rata pada simplisia sebesar 0,52% dan ekstrak sebesar 0,43%. Kadar abu tidak larut asam rata-rata pada simplisia sebesar 0,27% dan ekstrak sebesar 0,25%. Total keasaman rata-rata pada madu kelulut sebesar 188,86 mL NaOH/kg.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaurea macrocarpa) Dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil)
Perubahan pola hidup modern sering kali meningkatkan risiko penyakit degeneratif yang disebabkan oleh stres oksidatif akibat radikal bebas, seperti hidrogen peroksida, superoksida, dan radikal hidroksil. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan biomolekul seperti protein, lipid, dan DNA, sehingga berkontribusi terhadap penyakit seperti kanker, diabetes mellitus, hipertensi, dan penuaan dini. Untuk menangkal efek radikal bebas, diperlukan senyawa antioksidan yang mampu menetralisir dan mencegah kerusakan sel. Salah satu sumber antioksidan potensial adalah daun tampoi (Baccaurea macrocarpa), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun tampoi menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Proses penelitian melibatkan beberapa tahapan, yaitu determinasi tumbuhan untuk memastikan spesies, pembuatan simplisia daun tampoi, dan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Selanjutnya, ekstrak diuji kandungan fitokimianya, meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak ditentukan melalui pengukuran nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis, yang mengukur kemampuan ekstrak dalam mereduksi radikal bebas DPPH. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dinarasikan dalam bentuk tabel.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL dan FRAKSI DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococus Aureus
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ORAL DIABETES PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSAL ILYAS TARAKAN PERIODE JANUARI - MARET 2019
GAMBARAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS MELALUI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI TUBERKULOSIS (SITB) DI INSTALASI FARMASI KLINIK UTAMA RACHMI KOTA SAMARINDA
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kedua kasus TB tertinggi di dunia. Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam mendukung penanggulangan tuberkulosis, khususnya dalam pengelolaan terapi dan pelayanan informasi obat. Fasilitas Pelayanan kesehatan juga sangat penting dimana tiap fasyankes memerlukan Tim DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program penanggulangan TB dan wajib melakukan pencatatan dan pelaporan setiap kejadian penyakit TB melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penanggulangan tuberkulosis melalui penggunaan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) di Instalasi Farmasi Klinik Utama Rachmi Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-experimental menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan melalui wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah Apoteker dan tenaga kesehatan yang bertugas dalam pengelola program TB yang bertanggung jawab atas SITB di Instalasi Farmasi Klinik Utama Rachmi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada pengelola laporan SITB kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil temuan ini menjadi dasar rekomendasi perbaikan sistem pelayanan kefarmasian untuk optimalisasi penanggulangan TB di klinik tersebut.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN LABU KUNING ( Cucurbita moschata Duch ) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Wanyi (Mangifera caesia Jack) Berdasarkan Perbedaan Metode Ekstraksi Maserasi dan Refluks
Metode ekstraksi dapat mempengaruhi kandungan dan kadar senyawa aktif suatu simplisia. Daun wanyi (Mangifera caesia Jack) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun wanyi dengan membandingkan dua metode ekstraksi maserasi dan refluks menggunakan metode uji DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian ini mencakup tahapan utama yaitu determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak etanol daun wanyi dengan metode ekstraksi maserasi dan refluks, penetapan kadar air, skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan dan analisis data. Aktivitas antioksidan diuji dengan mengukur kemampuan ekstrak dalam menghambat radikal bebas DPPH yang dinyatakan sebagai nilai IC50. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak maserasi dan refluks daun wanyi mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Pengujian antioksidan ekstrak maserasi daun wanyi diperoleh nilai rata-rata IC50 sebesar 11,65 ppm dan ekstrak refluks daun wanyi sebesar 10,36 ppm. Berdasarkan hasil uji statistik dengan Independen T-Test diperoleh nilai signifikan (0,262) > p-value (0,05) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil pengujian antioksidan daun wanyi dengan metode maserasi dan refluks. Hasil uji antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak daun wanyi dengan metode maserasi maupun refluks termasuk dalam kategori sangat kuat sehingga dapat menjadi acuan dalam pengembangan produk antioksidan alami.
Gambaran Kesesuaian Peresepan Pasien Poli Mata Terhadap Formularium Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Bulan Maret Tahun 2019
Gambaran Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sebengkok Tarakan dalam penerapan Gema Cermat
PROFIL PENGGUNAAN OBAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN PERIODE JANUARI - MARET 2019
Profil Penggunaan Obat Psikotropika Pasien BPJS Rawat Jalan RSUD Tarakan Periode Januari - Maret 2019
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL METABOLIT FRAKSI AIR UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb)
Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tumbuhan asli Kalimantan yang memiliki beragam manfaat sebagai obat tradisional. Umbi bawang dayak mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, glikosida, steroid, tanin dan senyawa golongan polifenol, yang memiliki potensi sebagai antioksidan serta berperan dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam fraksi air umbi bawang (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) dan mengetahui profil metabolit umbi bawang dayak menggunakan LC-HRMS. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian ekperimental. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, pembuatan fraksi air umbi bawang dayak, uji aktivitas antioksidan, dan pengujian profil metabolit menggunakan LC-HRMS. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi bawang dayak, sedangkan uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak air-asetonitril yang mengandung asam format menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis statistik uji independent sampel t-test, sedangkan uji profil metabolit dianalisis dengan LC-HRMS secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air Umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan rata-rata nilai IC50 yaitu 152.8208 ppm yang tergolong sedang dan hasil analisis profil metabolit adanya keberadaan senyawa bioaktif Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE), Hydroquinone, dan Menaquinone. Penelitian ini diperkuat oleh uji analisis statistik meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal pada IC50 vitamin C dan IC50 fraksi air, yaitu 0.262 dan 0.153 karena uji Independent t-tes menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.010 (p0.05).