ADE FITRI RAHMADANI
2026 · Thesis · Open Access
Medication error merupakan kejadian yang dapat membahayakan keselamatan pasien dan masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit, khususnya pada pasien rawat jalan. Salah satu tahap krusial dalam pencegahan medication error adalah skrining resep, yang bertujuan untuk memastikan ketepatan dan keamanan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penyebab terjadinya medication error pada proses skrining resep pasien rawat jalan di rumah sakit serta mengkaji upaya pencegahannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji buku, peraturan perundang-undangan, dan jurnal ilmiah yang relevan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi medication error pada tahap skrining resep masih banyak ditemukan, terutama terkait ketidaklengkapan administrasi resep, kesalahan farmasetik, dan pertimbangan klinis. Oleh karena itu, pelaksanaan skrining resep sesuai standar pelayanan kefarmasian oleh tenaga kefarmasian, khususnya apoteker, sangat penting untuk meminimalkan terjadinya medication error dan meningkatkan keselamatan pasien.
VIVIANTARI APRILIANA
2026 · Thesis · Open Access
Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang potensial secara farmakologis, namun kandungannya dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan membandingkan pengaruh metode maserasi dan perkolasi terhadap rendemen dan hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun pepaya. Data diperoleh dari dua jurnal ilmiah periode 2015–2025 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa metode maserasi menghasilkan rendemen lebih tinggi (25,97%) dibandingkan perkolasi (6,6%). Skrining fitokimia pada kedua metode menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan perbedaan ditemukan pada senyawa steroid, yang teridentifikasi pada metode maserasi namun tidak pada metode perkolasi. Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh metode ekstraksi dan lamanya kontak antara pelarut dan simplisia.
ANANDA KARINA UTAMI
2026 · Thesis · Open Access
Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk tuberkulosis paru. Paparan asap rokok, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif, dapat menurunkan sistem pertahanan saluran pernapasan sehingga mempermudah infeksi Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kebiasaan perokok aktif dan perokok pasif dengan risiko terjadinya tuberkulosis paru. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah jurnal ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2015–2025. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dan diperoleh 15 artikel, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi hingga terpilih 2 jurnal yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi mengalami TB paru dibandingkan perokok pasif karena terpapar langsung zat berbahaya dalam rokok yang dapat merusak fungsi paru dan menurunkan daya tahan tubuh. Namun, perokok pasif juga memiliki risiko yang signifikan akibat paparan asap rokok secara terus-menerus. Selain itu, lama merokok ≥10–15 tahun turut meningkatkan risiko terjadinya TB paru. Disimpulkan bahwa kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif, berhubungan dengan peningkatan risiko tuberkulosis paru, dengan risiko yang lebih tinggi pada perokok aktif.
UMI FADIAH PUTERI ADRIAN
2026 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang sehingga kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta tingkat kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral di Puskesmas berdasarkan studi literatur. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah tiga artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa karakteristik pasien pada ketiga penelitian didominasi oleh kelompok usia 46–65 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan dasar hingga menengah (SD–SMA), serta sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga, meskipun pada beberapa penelitian juga ditemukan responden yang tidak bekerja dan pensiunan. Berdasarkan analisis terhadap ketiga jurnal, tingkat kepatuhan penggunaan obat hipoglikemik oral menunjukkan variasi, yaitu 37,1% termasuk kategori kepatuhan tinggi, 47,3% kategori kepatuhan sedang, dan 46,88% kategori kepatuhan rendah. Perbedaan tingkat kepatuhan dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, lama menjalani terapi, kompleksitas regimen pengobatan, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa karakteristik pasien Diabetes Melitus Tipe 2 relatif serupa, sedangkan tingkat kepatuhan penggunaan obat masih bervariasi sehingga diperlukan edukasi, konseling, dan pemantauan terapi secara berkelanjutan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
YESHA THERESHA
2026 · Thesis · Open Access
Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi farmakologis tinggi dan banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai pengobatan alternatif karena kandungan antioksidan alaminya. Meskipun demikian, variasi metode ekstraksi dan sumber simplisia dalam berbagai penelitian seringkali menghasilkan data mutu dan kandungan kimia yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan hasil pengujian parameter spesifik, non-spesifik, serta profil fitokimia ekstrak bunga telang melalui penelusuran pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data difokuskan pada parameter non-spesifik yang meliputi kadar air, kadar abu total, dan susut pengeringan, serta parameter spesifik seperti organoleptik dan kadar sari larut pelarut tertentu. hasil penelitian menunjukaan ekstrak bunga telang pada penelitian (Rismayuti, Supriningrum dan Supomo, 2024) Menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 43,8% dengan karakteristik organoleptik kental, berwarna biru kehitaman, dan berasa pahit. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan kadar sari larut air 58%, larut etanol 17,67%, sementara parameter non-spesifik mencatat kadar air 21,93%, kadar abu total 5%, serta bobot jenis 1,015 g/ml dengan angka cemaran mikroba yang memenuhi syarat keamanan BPOM. Skrining fitokimia ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan terpenoid, dan hasil negatif pada pengujian tanin, sedangkan pada penelitinan (Ramdhini, 2023) Menghasilkan rendemen ekstrak yaitu 10% dengan karakteristik berwarna cokelat tua dan tidak berasa. Parameter spesifik menunjukkan kadar sari larut air sebesar 8,5% dan larut etanol 1,1%. Parameter non-spesifik mencatat nilai susut pengeringan yaitu 0,8% dan bobot jenis 1,38 g/ml, sedangkan hasil skrining fitokimianya menunjukkan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan alkaloid.
MUHAMMAD DONNY SUTANTO
2026 · Thesis · Open Access
Alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami. Selain daging buahnya, bagian kulit dan biji alpukat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, tanin, dan senyawa fenolik lainnya yang berperan dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat memicu stres oksidatif yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan sumber antioksidan yang aman dan berasal dari bahan alam. Pemanfaatan bagian kulit dan biji alpukat sebagai sumber antioksidan menjadi peluang yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel ilmiah melalui mesin pencari Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kesesuaian judul, metode penelitian, dan hasil yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan kulit dan biji alpukat menggunakan metode (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) DPPH. Dari hasil penelusuran dan seleksi literatur, diperoleh dua jurnal penelitian yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit dan biji alpukat berdasarkan nilai persentase penghambatan yang dilaporkan dalam literatur.
FLORIDA NOVIANA DEO
2026 · Thesis · Open Access
MUHAMMAD ILHAM RHAMADAN
2026 · Thesis · Open Access
Penyimpanan obat merupakan tahapan krusial dari sistem pengelolaan sediaan farmasi yang berisiko tinggi, dan berpengaruh langsung terhadap ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas, serta mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di UPTD Puskesmas Karang Jati Balikpapan berdasarkan Permenkes RI No.74 Tahun 2016. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis retrospektif dan prospektif terhadap data periode Januari hingga Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kualitatif meliputi stabilitas, keamanan, sanitasi, pencahayaan, kelembaban, dan ventilasi telah sesuai standar. Indikator kuantitatif memperlihatkan kesesuaian jumlah item obat dengan kartu stok sebesar 100%, nilai Inventory Turn Over Ratio (ITOR) sebesar 9 kali per tahun (sesuai standar 8–12 kali), serta persentase obat kedaluwarsa hanya 0,23% (memenuhi standar 1%). Namun, persentase stok mati sebesar 24,7% belum sesuai dengan standar ideal (0%).
SITI AISYAH
2026 · Thesis · Open Access
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherchia coli dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit, hingga sepsis serta menunjukkan peningkatan resistensi terhadap antibiotik, sehingga diperlukan pengembangan antibakteri alternatif dari bahan alam. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antibakteri alami adalah bunga telang (Clitoria ternatea L.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bunga telang terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherchia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dimulai dengan determinasi tanaman telang, pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia, penetapan kadar air, uji aktivitas antibakteri. Nilai rendemen ekstrak sebesar 43,8% dengan kadar air ekstrak sebesar 16,23%. Pemeriksaan fitokimia menunjukkan, bahwa ekstrak etanol bunga telang mengandung sejumlah metabolit sekunder, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 dan Escherichia coli FNCC 0195 pada konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada konsentrasi yang diujikan ekstrak mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri, terhadap Staphylococcus epidermidis dengan diameter zona hambat berkisar antara 7–10 mm yang dikategorikan sedang dan terhadap Escherichia coli diperoleh zona hambat 12–15 mm yang termasuk kategori kuat. Analisis data statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh signifikan terhadap besarnya diameter zona hambat dengan nilai signifikansi (p 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antar perlakuan konsentrasi ekstrak
NUR ALIZZA
2026 · Thesis · Open Access
Pelayanan kefarmasian yang berkualitas memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah dengan fasilitas terbatas seperti Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di dua apotek wilayah Sanga-Sanga pada periode Februari–Maret 2026. Kepuasan diukur menggunakan model SERVQUAL yang meliputi lima dimensi: reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangible (bukti fisik). Metode penelitian bersifat kuantitatif deskriptif non-eksperimental dengan teknik accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 350 pasien yang menerima layanan kefarmasian. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi menampilkan nilai GAP negatif, yang mengindikasikan adanya selisih antara harapan pasien dan kenyataan layanan di apotek. Pada Apotek A, rata-rata skor kenyataan adalah 84,55 dan harapan 98,46 sehingga GAP total −13,90. Sedangkan pada Apotek B, skor kenyataan 82,95 dan harapan 97,43 sehingga GAP total −14,48. Dimensi dengan GAP terbesar pada Apotek A adalah tangible (−15,86), menunjukkan kebutuhan peningkatan fasilitas fisik dan penampilan layanan. Pada Apotek B dimensi terbesar adalah responsiveness (−15,45), menandakan perlunya peningkatan kecepatan dan ketanggapan staf dalam melayani pasien. Berdasarkan penilaian pasien tingkat pelayanan kefarmasian kedua apotek masih dikategorikan baik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pelayanan kefarmasian di wilayah Sanga-Sanga belum sepenuhnya memenuhi harapan pasien sehingga diperlukan perbaikan, khususnya pada dimensi yang memiliki GAP terbesar. Penelitian diharapkan menjadi acuan evaluasi bagi apotek setempat, referensi akademik bagi mahasiswa farmasi, serta dasar rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan dan pemerataan layanan kesehatan di daerah terpencil.
DELLA PUSPITA SARI
2026 · Thesis · Open Access
Kulit manusia berfungsi sebagai pelindung utama tubuh dari paparan sinar
ultraviolet (UV). Intensitas UV yang tinggi sering memicu hiperpigmentasi akibat
produksi melanin berlebih yang dikatalisis oleh enzim tirosinase. Penghambatan
tirosinase menjadi salah satu upaya mencegah gangguan pigmentasi melalui
pemanfaatan bahan alami, salah satunya kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.).
Perbedaan konsentrasi pelarut dalam ekstraksi berpotensi memengaruhi aktivitas
penghambatan tirosinase yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
aktivitas penghambatan enzim tirosinase dari ekstrak etanol 70% dan etanol 95%
rimpang Curcuma caesia Roxb. dengan pembanding asam kojat. Tahapan
penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut
pengeringan dan kadar air, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, serta pengujian
aktivitas penghambatan tirosinase secara in vitro menggunakan microplate reader.
Hasil penelitian menunjukkan susut pengeringan simplisia sebesar 8,71 ± 0,35%,
rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 16,60% dan etanol 95% sebesar 8,44%, serta
kadar air masing-masing sebesar 10,85 ± 0,24% dan 9,5 ± 0,32%. Skrining
fitokimia menunjukkan ekstrak etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, dan
tanin, sedangkan ekstrak etanol 95% mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan
triterpenoid. Uji penghambatan enzim tirosinase menunjukkan ekstrak etanol 70%
pada konsentrasi 500 dan 1000 ppm memberikan persentase penghambatan sebesar
7,05 ± 0,17% dan 13,71 ± 0,09%, sedangkan ekstrak etanol 95% sebesar 10,28 ±
0,21% dan 15,06 ± 0,40%, jauh lebih rendah dibandingkan kontrol positif asam
kojat sebesar 80,93 ± 0,14% dan 86,91 ± 0,23%. Hasil uji Two Way ANOVA dan
Post Hoc Tukey HSD menunjukkan semua kelompok perlakuan berbeda secara
signifikan (p=0,000 < 0,05).
RIFAH
2026 · Thesis · Open Access
Antioksidan merupakan senyawa yang dikenal karena kemampuannya untuk menetralisir radikal bebas dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Antioksidan dapat bersumber dari tanaman seperti Baccaurea pyriformis Gage. Buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) merupakan salah satu tanaman lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui antioksidan dari ekstrak n-heksan kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan menggunakan vitamin C sebagai pembanding. Metode penelitian diawali dengan proses ekstraksi maserasi dengan pelarut n-heksan. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan metabolit sekundernya. Hasil penelitian dari indentifikasi fitokimia ekstrak n-heksan kulit buah tampoi mengandung senyawa steroid dan triterpenoid. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi dengan nilai IC50 sebesar 3742,66 ppm dalam kategori sangat lemah, sedangkan vitamin C memiliki IC50 sebesar 5,38 ppm dengan kategori sangat kuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan kulit buah tampoi lebih rendah dibandingkan dengan vitamin C, namun masih berpotensi sebagai antioksidan.
SIGIT CANDRA WICAKSONO
2026 · Thesis · Open Access
Toksisitas akut merupakan salah satu tahapan penting dalam pengujian keamanan produk berbahan alam sebelum dikembangkan lebih lanjut dan memperoleh izin edar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD₅₀ semu, klasifikasi tingkat toksisitas akut, serta gambaran gejala toksik Produk Prototipe Haruan Soybean pada mencit putih (Mus musculus) berdasarkan pedoman Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) Guideline No. 423. Produk Prototipe Haruan Soybean merupakan formulasi yang terdiri atas 70% minyak ikan haruan (Channa striata) dan 30% minyak kedelai (Glycine max). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Acute Toxic Class Method OECD 423. Sebanyak 9 ekor mencit putih jantan dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan dan diberikan dosis tunggal secara oral sebesar 300 mg/kgBB, 2.000 mg/kgBB, dan 5.000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi gejala toksik, mortalitas, dan perubahan berat badan selama 14 hari pengamatan. Data gejala toksik dan mortalitas dianalisis secara deskriptif, sedangkan data perubahan berat badan dianalisis menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kematian pada seluruh hewan uji hingga dosis 5.000 mg/kgBB sehingga nilai LD₅₀ semu Produk Prototipe Haruan Soybean ditetapkan >5.000 mg/kgBB dan termasuk kategori Unclassified atau praktis tidak toksik. Gejala toksik yang muncul berupa grooming dan tremor ringan yang bersifat sementara, terutama pada kelompok dosis 2.000 mg/kgBB dan 5.000 mg/kgBB, tanpa disertai gejala toksik berat maupun kematian. Seluruh kelompok mencit mengalami peningkatan berat badan yang signifikan secara statistik (p0,05) selama masa pengamatan. Berdasarkan hasil tersebut, Produk Prototipe Haruan Soybean memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dan masih dapat ditoleransi oleh tubuh mencit pada pemberian dosis akut.
ALYA MAIDA NAILA
2026 · Thesis · Open Access
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan
kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu target yang berperan dalam regulasi
pertumbuhan adalah Growth Hormone Secretagogue Receptor (GHSR). Minyak
kedelai (Glycine max) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi
mendukung pertumbuhan, sehingga perlu dievaluasi potensinya sebagai kandidat
anti stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa aktif
minyak kedelai terhadap reseptor GHSR melalui pendekatan in silico menggunakan
metode molecular docking, evaluasi Lipinski’s Rule of Five, dan prediksi
ADMETOX. Penelitian dilakukan terhadap sepuluh senyawa aktif minyak kedelai
yang diperoleh dari basis data PubChem, sedangkan struktur reseptor GHSR
diperoleh dari Protein Data Bank (PDB ID: 7NA8). Analisis molecular docking
dilakukan menggunakan AutoDock Tools 2.4.6, sedangkan evaluasi sifat drug-
likeness dan profil farmakokinetik dilakukan menggunakan SwissADME dan
pkCSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa aktif minyak
kedelai memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, daidzein memiliki karakteristik
fisikokimia terbaik. Seluruh senyawa uji mampu berinteraksi dengan reseptor
GHSR. Stigmasterol dan β-karoten menunjukkan afinitas ikatan paling kuat dengan
nilai binding affinity masing-masing sebesar -11,08 kcal/mol dan -10,86 kcal/mol.
Analisis ADMETOX menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut memiliki
absorpsi usus yang tinggi, permeabilitas membran yang baik, serta tidak bersifat
mutagenik maupun hepatotoksik. Namun, sifat lipofilik yang tinggi berpotensi
memengaruhi distribusi dan akumulasi senyawa dalam jaringan. Berdasarkan hasil
penelitian, stigmasterol dan β-karoten merupakan senyawa aktif minyak kedelai
yang paling berpotensi sebagai kandidat anti stunting melalui interaksi dengan
reseptor GHSR.
Kata kunci: stunting, Glycine max, Growth Hormone Secretagogue Receptor
(GHSR), in silico
RAHMAT YADI MEY LUTFI
2026 · Thesis · Open Access
Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri patogen penyebab infeksi kulit. Penggunaan antibiotik jangka panjang berisiko menimbulkan resistensi, sehingga bahan alam digunakan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) terhadap kedua bakteri dengan metode difusi sumuran. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi etanol 70%, skrining fitokimia, serta uji antibakteri pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20%. Siprofloksasin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes menghasilkan zona hambat 6,1 mm; 8,48 mm; dan 10,76 mm (kategori sedang–kuat), sedangkan terhadap Pseudomonas aeruginosa sebesar 4,96 mm; 6,56 mm; dan 8,13 mm (kategori lemah–sedang). Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi (p=0,000), dan uji Independent Sample Test menunjukkan perbedaan signifikan antar kedua bakteri (p=0,039; p=0,041). Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki aktivitas antibakteri lebih kuat terhadap Cutibacterium acnes dibandingkan Pseudomonas aeruginosa, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.
ZAHIRA FAHRIATI
2026 · Thesis · Open Access
Kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa bioaktif, khususnya senyawa fenolik, yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Kandungan senyawa fenolik yang terekstraksi dari bahan alam dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan, terutama berdasarkan tingkat polaritasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak rimpang kunyit hitam dengan variasi pelarut metanol, etanol 70%, dan etanol 95% menggunakan microplate reader. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengumpulan bahan baku, pengolahan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, etanol 70%, dan etanol 95%, penetapan susut pengeringan, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta penetapan kadar fenolik total menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dengan pembanding asam galat. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit hitam positif mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, fenolik, flavonoid, dan triterpenoid. Hasil penetapan kadar fenolik total menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki kadar fenolik total tertinggi sebesar 85,8743 ± 0,8622 mg GAE/g, diikuti ekstrak metanol sebesar 53,9945 ± 0,4897 mg GAE/g dan ekstrak etanol 95% sebesar 49,9234 ± 0,9029 mg GAE/g. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p-value 0,000 (0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar fenolik total ekstrak kunyit hitam pada variasi pelarut yang digunakan.
ANADAFTI VETA
2026 · Thesis · Open Access
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan metabolisme anak. Minyak ikan haruan (Channa striata) mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi sebagai kandidat antistunting melalui intraksi dengan reseptor Peroxisome Proliferator-Activated Receptor Gamma (PPAR-γ), yang berperan dalam proses metabolisme lipid, glukosa dan pertumbuhan sel dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi senyawa aktif minyak ikan haruan terhadap reseptor PPAR-γ sebagai kandidat antistunting menggunakan pendekatan in silico. Metode yang digunakan adalah studi ekperimental kuantitatif berbasis komputasi melalui molecular docking dengan perangkat lunak AutoDock 4.2.6. Struktur reseptor PPAR-γ diperoleh dari Protein Data Bank (PDB ID: 2P4Y), dan struktur ligan diperoleh dari basis data PubChem. Analisis lipinski rule of five sebagai evaluasi kelayakan senyawa dan prediksi profil farmakokinetik dan toksisitas melalui pendekatan ADMETox dengan menggunakan website SwissADME dan pkCSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh senyawa aktif minyak ikan haruan memenuhi empat dari lima parameter Lipinski Rule of Five. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Docosahexaenoic Acid (DHA) dan Eicosapentaenoic Acid (EPA) memiliki nilai binding affinity terendah terhadap reseptor PPAR-γ, masing-masing sebesar -7,89 kkal/mol dan -7,59 kkal/mol. Hasil prediksi ADMETox menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki kemampuan absorpsi yang baik, distribusi dan toksisitas akut yang relatif rendah, meskipun 10 senyawa diprediksi berpotensi hepatotoksik. DHA dan EPA memiliki afinitas pengikatan terbaik, tetapi diprediksi berpotensi hepatotoksik. Sebaliknya, 8Z,11Z,14Z-Eicosatrienoic acid dan cis-11,14,17-Eicosatrienoic acid memiliki nilai binding affinity yang relatif rendah tanpa potensi hepatotoksisitas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut berpotensi dikembangkan sebagai kandidat antistunting melalui reseptor PPAR-γ dengan mempertimbangkan keseimbangan antara aktivitas dan keamanan.
RUDY HARIYANTO HALIM
2026 · Thesis · Open Access
Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian penting dalam menjamin mutu penggunaan obat, keselamatan pasien, dan keberhasilan terapi. Evaluasi kepuasan pasien diperlukan sebagai salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian sesuai Standar Pelayanan Kefarmasian berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda menggunakan metode Importance- Performance Analysis (IPA). Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 404 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan metode IPA untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan yang diterima pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian keseluruhan pelayanan kefarmasian sebesar 89,12% dan termasuk kategori memuaskan. Dimensi assurance memperoleh tingkat kesesuaian tertinggi, sedangkan dimensi tangible memperoleh tingkat kesesuaian terendah. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa kecepatan waktu tunggu pelayanan obat dan sistem antrean masih menjadi prioritas utama perbaikan. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda secara umum telah berjalan baik dan memuaskan, namun optimalisasi kecepatan pelayanan dan pengelolaan antrean masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.
VIVI ELVINA
2026 · Thesis · Open Access
Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) digunakan dalam penelitian ini sebagai bahan untuk pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit buah tampoi menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) berdasarkan nilai IC₅₀. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara in vitro menggunakan metode DPPH dengan prinsip pengukuran penurunan absorbansi radikal bebas. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan vitamin C sebagai pembanding. Aktivitas antioksidan dinyatakan dalam persentase penghambatan terhadap radikal bebas DPPH dan selanjutnya digunakan untuk menentukan nilai IC₅₀ sebagai parameter aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit buah tampoi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai IC₅₀ ekstrak metanol kulit buah tampoi yaitu 13,5849 ppm dan rata-rata nilai IC₅₀ vitamin C sebagai pembanding yaitu 8,4020 ppm. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit buah tampoi dan vitamin C sangat kuat. Hal ini diperkuat dengan uji analisis statistik menggunakan independent sample t-test yang menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara dua kelompok tersebut.
SILVY SEPTIA RAHMAWATY
2026 · Thesis · Open Access
Indonesia termasuk negara yang memiliki kasus kematian akibat resistensi antibiotik yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan eksplorasi bahan alam sebagai alternatif antibakteri. Daun matoa (Pometia pinnata) berpotensi sebagai senyawa antibakteri karena mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Perbedaan umur daun dapat mempengaruhi kadar metabolit tersebut dan aktivitas antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun matoa tua dan muda terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 33591. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengujian kadar air ekstrak, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Bauer) dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan kadar air ekstrak daun muda matoa sebesar 5,45% dan ekstrak daun tua sebesar 7,80% termasuk dalam kategori ekstrak kental. Ekstrak daun muda matoa memiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata sebesar 11,37 mm sedangkan ekstrak daun tua memiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata sebesar 12,19 mm. Terdapat perbedaan rata-rata zona hambat antara ekstrak daun tua dan muda matoa, yang menunjukkan daun tua memiliki zona hambat lebih besar dibandingkan daun muda, meskipun secara statistik hasil uji menunjukkan nilai sig 0,126 > 0,05 yang menyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan antara zona hambat kelompok ekstrak daun muda dan daun tua matoa.