Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 30 dari 65

PENETAPAN KADAR FENOLIK, FLAVONOID TOTAL, DAN NILAI SPF EKSTRAK METANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

YUGITA BAGENSA
2026 · Thesis · Open Access

Paparan sinar ultraviolet (UV) memberikan sejumlah manfaat bagi kehidupan, namun di balik manfaat tersebut, sinar UV dapat menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia seperti dapat memicu pembentukan radikal bebas pada jaringan kulit yang berujung pada terjadinya stres oksidatif, penuaan dini, hingga risiko kanker kulit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif akibat paparan sinar matahari adalah dengan penggunaan tabir surya yang mengandung senyawa bioaktif alami. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) yang dapat ditemukan di wilayah Kalimantan, diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta berpotensi sebagai tabir surya alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar fenolik, kadar flavonoid total, serta nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak metanol kulit buah tampoi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan dilakukan secara in vitro. Objek penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah tampoi. Pengujian kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, kadar flavonoid total menggunakan metode AlCl3, dan pengujian SPF dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol kulit buah tampoi yaitu flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 40,55 ± 0,44 mg GAE/g, kadar flavonoid total ekstrak metanol kulit buah tampoi sebesar 15,68 ± 0,42 mg QE/g, dan nilai SPF tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1500 ppm sebesar 22,2824 termasuk dalam kategori SPF sedang.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea pyriformis Gage) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes DAN Pseudomonas aeruginosa

STEFANIA MARIA MERCINDY
2026 · Thesis · Open Access

Infeksi kulit merupakan salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi pada manusia dan dapat disebabkan oleh bakteri, antara lain Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa, yang merupakan flora normal kulit. Penggunaan antibiotik secara berulang dan jangka panjang dalam penanganan infeksi kulit berpotensi menyebabkan terjadinya resistensi bakteri. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi antibakteri, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak metanol kulit buah tampoi sebagai antibakteri terhadap C. acnes dan P. aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran. Aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan pengukuran diameter zona hambat pertumbuhan bakteri pada media agar. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pengolahan simplisia, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak metanol, perhitungan rendemen ekstrak, penetapan kadar air, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antibakteri. Data hasil pengujian antibakteri dianalisis secara statistik untuk mengetahui perbedaan zona hambat antar kelompok perlakuan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit buah tampoi pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100% terhadap bakteri C. acnes menghasilkan rata-rata zona hambat masing-masing sebesar 3,95 mm, 4,28 mm, dan 4,70 mm, yang termasuk dalam kategori lemah. Sementara itu, pada bakteri P. aeruginosa, konsentrasi yang sama menghasilkan zona hambat sebesar 4,35 mm, 5,30 mm, dan 6,40 mm, yang tergolong dalam kategori lemah hingga sedang. Berdasarkan analisis statistik, terdapat perbedaan yang signifikan antara konsentrasi 50% dan 100% terhadap aktivitas antibakteri pada P. aeruginosa

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BUAH TAMPOI (Baccaurea Pyriformis Gage) TERHADAP Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa MENGGUNAKAN METODE SUMURAN

RILLY ANGGREANI PAMBUNAN
2026 · Thesis · Open Access

Resistensi antibiotik menjadi permasalahan kesehatan yang mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif dari bahan alam. Kulit buah tampoi (Baccaurea pyriformis Gage) dipilih dalam penelitian ini karena mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri serta belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat kulit buah tampoi terhadap Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran. Penelitian ini diawali dengan pembuatan simplisia, ekstraksi secara maserasi bertingkat menggunakan n-heksana dan etil asetat, penentuan rendemen, kadar air, serta skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan pada variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 20% dengan mengukur diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah tampoi memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Pada Cutibacterium acnes, rata-rata zona hambat berturut-turut sebesar 0,78 mm; 4,53 mm; dan 9,06 mm, sedangkan pada Pseudomonas aeruginosa sebesar 2,13 mm; 4,91 mm; dan 7,01 mm. Aktivitas antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan tergolong dalam kategori lemah hingga sedang. Hasil analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar konsentrasi (p 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat kulit buah tampoi memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Cutibacterium acnes dan Pseudomonas aeruginosa, meskipun aktivitasnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif ciprofloxacin.

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS

YOKUBUS LINGAI
2026 · Thesis · Open Access

Penyimpanan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap Sediaan Farmasi yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin. Permasalahan yang biasanya terjadi adalah stok obat yang berlebih atau kurang serta adanya obat rusak atau kadaluarsa yang masih ditemukan di gudang penyimpanan obat. Masalah ini muncul biasanya dipengaruhi oleh sistem pengelolaan obat di puskesmas yang kurang diperhatikan. Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di Puskesmas sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah jurnal nasional tentang gambaran penyimpanan obat di puskesmas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi, membandingkan, mengelompokkan temuan penelitian berdasarkan studi literatur tentang penyimpanan obat di puskesmas tentang bagaimana penyimpanan obat di puskesmas berdasarkan bentuk dan jenis sediaan, suhu penyimpanan, cahaya dan kelembaban, bahan yang mudah terbakar/ meledak serta penyimpanan narkotika dan psikotropika sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016. Hasil kajian studi literatur diperoleh bahwa perbedaan utama terdapat pada aspek ventilasi. Puskesmas Galesong Utara sudah memiliki ventilasi, sedangkan Puskesmas Piyungan belum memiliki ventilasi. Namun gambaran penyimpanan obat di kedua puskesmas secara umum telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas.

STUDI LITERATUR HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN TINDAKKAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DOKTER

SERLY MASURO
2026 · Thesis · Open Access

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter merupakan tantangan serius karena risiko resistensi antibiotik. Studi literatur ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah tentang hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap tindakan penggunaan antibiotik tanpa resep. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan tinjauan artikel dari Google Scholar dan Garuda periode 2015– 2025. Hasil kajian terhadap dua artikel menunjukkan bahwa sikap masyarakat memiliki hubungan lebih dominan dibandingkan pengetahuan. Tingkat pengetahuan masyarakat masih tergolong rendah (47,7%), sikap cenderung negatif (54,2%), dan tindakan penggunaan antibiotik tidak tepat (57,3%). Secara bersama, pengetahuan dan sikap memiliki hubungan signifikan terhadap tindakan (p=0,000). Faktor pendidikan dan pekerjaan juga turut mempengaruhi ketiga aspek tersebut. Kesimpulannya, kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik rasional tidak hanya ditentukan oleh tingkat pengetahuan, tetapi juga sangat bergantung pada sikap positif serta faktor sosiodemografi. Saran yang diajukan adalah perlunya edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk sikap positif, serta penguatan peran tenaga kesehatan dalam mengawasi penggunaan antibiotik di masyarakat.

STUDI LITERATUR PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM (Syzyhium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH

YULIANA HERAWATY
2026 · Thesis · Open Access

Diabetes melitus merupakan salah satu tantangan kesehatan global terbesar pada abad ke-21 dengan prevalensi yang terus meningkat secara signifikan. Penggunaan obat antidiabetes atau terapi insulin memiliki keterbatasan berupa biaya yang relatif mahal, efek samping yang tidak diinginkan, dan potensi resistensi obat pada penggunaan jangka panjang. Daun salam (Syzygium polyanthum) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan tradisional untuk menurunkan kadar glukosa darah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar glukosa darah. Hasil penelitian dari artikel yang dilakukan di Desa Kopek dengan 18 responden penderita diabetes melitus tipe 2 sebelum intervensi didapatkan hasil ratarata kadar glukosa darah sebesar 178,22 mg/dL dan setelah intervensi seduhan daun salam selama seminggu menjadi 148,39 mg/dL. Begitu pula pada penelitian yang dilakukan di Desa Paok Motong dengan total 41 responden didapatkan rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi ialah 194,49 mg/dL dan setelah intervensi menjadi 179,27 mg/dL. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah penggunaan seduhan daun salam dapat menurunkan kadar glukosa darah.

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP

RESTI HERDIYANTI
2026 · Thesis · Open Access

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih banyak ditemukan di masyarakat dan berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti efek samping obat serta meningkatnya risiko resistensi antibiotik. Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan antibiotik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep dokter berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Rancangan penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dengan melakukan pengumpulan data, penelaahan, dan analisis terhadap beberapa artikel ilmiah, buku referensi, serta dokumen resmi yang relevan. Objek penelitian ini adalah hasil-hasil penelitian terdahulu yang membahas pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan menyusun gambaran dari data yang terkumpul mengenai tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada desa ilung pasar lama sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebesar 55% dan sikap dalam kategori cukup. Pada desa kota bangun sebrang mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah sebesar 55,9% serta sikap yang kurang baik. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat masih bervariasi, yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, serta akses terhadap informasi kesehatan.

STUDI LITERATUR PENGGUNAAN OBAT OFF LABEL DALAM PRAKTIK KLINIS PADA PASIEN PEDIATRI

RISKI INDAH SARI
2026 · Thesis · Open Access

Penggunaan obat off-label pada pasien pediatri merupakan permasalahan yang umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, akibat terbatasnya data uji klinis pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis obat yang digunakan secara off-label dalam praktik klinis pada pasien pediatri serta mengetahui alasan penggunaan kategori off-label tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang mengacu pada dua jurnal ilmiah, yaitu penelitian Dera dan Suri (2022) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung dan Garcia-Lopez dkk (2020) di Madrid, Spanyol. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dalam tabel, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jurnal pertama ditemukan penggunaan obat off-label sebesar 19,6%, dengan kategori terbanyak berdasarkan usia (16,29%), dan golongan obat kardiovaskular mendominasi (54,54%), terutama captopril dan lisinopril. Pada jurnal kedua, lebih dari separuh resep (52,5%) bersifat off-label dengan kategori terbanyak berdasarkan indikasi (36,1%), dan golongan obat sistem saraf pusat mendominasi (50,2%), terutama morfin oral dan levetiracetam

STUDI LITERATUR PENGARUH PAPARAN SINAR MATAHARI TERHADAP KADAR VITAMIN D DAN TEKANAN DARAH PADA WANITA

VINA EKADINI YUNITA SARI
2026 · Thesis · Open Access

Paparan sinar matahari berperan penting dalam sintesis vitamin D di dalam tubuh. Defisiensi vitamin D mempengaruhi pengendalian tekanan darah terutama pada wanita. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian mengenai peran sinar matahari terhadap kadar vitamin D dengan tekanan darah pada wanita. Studi literatur ini bertujuan untuk menggambarkan peran paparan sinar matahari terhadap kadar vitamin D pada tekanan darah wanita berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian studi literatur, yaitu dengan pengumpulan data, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian berupa hasil-hasil penelitian sebelumnya yang membahas hubungan paparan sinar matahari, kadar vitamin D, tekanan darah pada wanita. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menyusun gambaran sistematis mengenai pengaruh sinar matahari terhadap kadar vitamin D dan tekanan darah pada wanita. Hasil kajian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kadar vitamin D setelah paparan sinar matahari dan perubahan tekanan darah yang bervariasi. Perbedaan hasil ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti aktifitas fisik di luar ruangan dan karakteristik responden. Kata kunci: Paparan, Sinar Matahari, Vitamin D, Wanita, Tekanan Darah

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl)

HENDRITA TENING
2026 · Thesis · Open Access

Meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami mendorong pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber antioksidan. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pepaya (Carica papaya L.) yang diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan dalam menetralisasi radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat memicu stress oksidatif dan menyebabkan kerusakan sel. Antioksidan bekerja dengan mendonorkan atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun pepaya menggunakan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl). Metode DPPH dipilih karena sederhana, cepat, sensitif, serta mampu memberikan gambaran jelas mengenai kemampuan suatu senyawa dalam meredam radikal bebas. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis berdasarkan nilai IC50 serta faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Tahap penelitian yaitu mengumpulkan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data yang kemudian diringkas sehingga diperoleh data utama, penyajian data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan ekstrak daun pepaya. Berdasarkan analisis data dari artikel utama yang digunakan menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan pelarut etanol 80% memiliki aktivitas antioksidan lebih kuat (IC₅₀ 21,35 ppm) dibandingkan etanol 96% (IC₅₀ 22,24 ppm).

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL HERBA SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) DENGAN METODE DPPH (1,1 Diphenyl-2-Pichrydrazyl)

SITI MUHAROMAH
2026 · Thesis · Open Access

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Salah satu sumber antioksidan alami yang berpotensi adalah herba sirih cina (Peperomia pellucida L.) yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelarut etanol terhadap aktivitas antioksidan ekstrak herba sirih cina. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan objek penelitian berupa data sekunder dari jurnal ilmiah nasional. Kriteria inklusi meliputi penelitian yang menggunakan metode ekstraksi maserasi, pelarut etanol dengan variasi konsentrasi, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif dengan membandingkan nilai persen inhibisi dan nilai IC50 sebagai parameter aktivitas antioksidan.Hasil telaah menunjukkan bahwa penggunaan pelarut etanol 80% memberikan aktivitas antioksidan terbaik dibandingkan dengan etanol 96%. Berdasarkan data penelitian sebelumnya, ekstrak etanol 80% herba sirih cina menunjukkan aktivitas antioksidan kategori sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 19,031 ppm. Sementara itu, penggunaan pelarut etanol 96% menghasilkan aktivitas antioksidan dengan kategori sedang dengan nilai IC50 sebesar 132,85 µg/mL (ppm). Perbedaan efektivitas ini dipengaruhi oleh tingkat polaritas pelarut yang menentukan optimalisasi penarikan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan polifenol. Studi literatur ini diharapkan dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai pengaruh pelarut etanol terhadap aktivitas antioksidan herba sirih cina.

STUDI LITERATUR EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA BERDASARKAN STANDAR KEFARMASIAN PERMENKES NO. 73 TAHUN 2016

DEA RISKA FEBRIANI
2026 · Thesis · Open Access

Penyimpanan obat di apotek merupakan tahap mendasar dalam rantai pasok farmasi yang memengaruhi kualitas dan keselamatan pasien. Terdapat perbedaan antara standar regulasi Peraturan Kementerian Kesehatan No. 73 Tahun 2016 dan pelaksanaannya di lapangan. Studi literatur ini bertujuan melakukan sintesis komprehensif terhadap bukti ilmiah terkait evaluasi penyimpanan obat di apotek. Secara khusus, tinjauan ini akan menganalisis faktor-faktor kritis meliputi aspek teknis-fisik (pengendalian lingkungan, fasilitas), manajemen stok (sistem FEFO, indikator kinerja), dokumentasi dan SOP , kompetensi SDM, serta kepatuhan regulasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau artikel relevan. Data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Pencarian literatur dilakukan di PubMed, Google Scholar, dan Garuda untuk menemukan artikel penelitian relevan yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2016-2025). Hasil kajian terhadap dua artikel menunjukkan bahwa apotek yang diteliti telah menerapkan prinsip dasar penyimpanan seperti penggunaan alat pemantau suhu, sistem FIFO dan FEFO, pemisahan obat LASA, serta penyimpanan khusus narkotika dan obat yang memerlukan suhu terkendali. Ditemukan perbedaan pada aspek sarana fisik dan dokumentasi. Satu apotek menunjukkan kondisi fisik ruang penyimpanan kurang optimal serta tidak disebutkannya penggunaan pallet, kartu suhu, kartu stok, dan ruang arsip, sementara apotek lain telah memenuhi seluruh aspek observasi. Kesimpulan studi literatur ini adalah kepatuhan terhadap standar penyimpanan obat tidak hanya ditentukan oleh prosedur teknis, tetapi juga sangat bergantung pada kelengkapan fasilitas fisik dan sistem dokumentasi. Saran yang diajukan adalah perlunya perbaikan infrastruktur ruang penyimpanan serta penguatan pencatatan dan pemantauan secara konsisten untuk menjamin mutu dan keamanan obat.

STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENOREA

SHELLA APRILIA GITA PRATIWI
2026 · Thesis · Open Access

Dismenorea atau nyeri haid merupakan masalah ginekologi yang sering dialami oleh remaja putri dan wanita usia subur, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya angka kejadian dismenorea mendorong perlunya alternatif pe-nanganan yang aman dan minim efek samping. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa aktif antiinflamasi dan analgesik. Senyawa ngingerol, shogaol, dan paradol pada jahe merah berperan sebagai senyawa bioaktif utama yang memberikan efek antiinflamasi dan analgesik yang kuat untuk mengurangi nyeri haid. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian rebusan jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea berdasarkan studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan analisis konten kualitatif terhadap jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa air rebusan jahe merah dapat menurunkan intensitas nyeri dismenorea baik pada remaja dan wanita usia subur. Dimana pemberian air rebusan jahe merah dapat menurunkan skala nyeri, mulai dari nyeri berat sampai nyeri ringan. Berdasakan hasil penelitian juga mengkonsumsi air rebusan jahe merah dapat menurunkan nyeri sebelum dan pada saat menstruasi.

ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA SAUS KEMASAN YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA SAMARINDA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

NADILA NURHASANAH
2026 · Thesis · Open Access

Natrium benzoat merupakan salah satu bahan pengawet sintetis yang banyak ditambahkan ke dalam produk pangan seperti saus kemasan karena sifatnya mudah larut dalam air dan efektif mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Penggunaan natrium benzoat dalam saus telah diatur oleh BPOM RI dengan batas maksimum 1.000 mg/kg bahan. Namun, peredaran produk pangan kemasan yang mengandung natrium benzoat di pasar tradisional relatif kurang pengawasan sehingga masih banyak ditemukan produk yang melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar natrium benzoat yang ada dalam saus sambal dan saus tomat kemasan yang beredar di pasar tradisional kota Samarinda dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Objek penelitian ini yaitu kadar natrium benzoat dalam saus sambal dan saus tomat kemasan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, pengujian kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3 5%, pereaksi AgNO3 0,1 M, dan uji esterifikasi serta uji kadar menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel saus sambal dan saus tomat yang digunakan yaitu positif mengandung natrium benzoat yang ditandai terjadinya perubahan warna setelah dilakukan uji kualitatif dengan pereaksi FeCl3 5% dan pereaksi AgNO3 0,1 M serta timbul bau aromatis khas pada uji esterifikasi. Hasil uji kuantitatif menunjukkan kadar natrium benzoat pada sampel berkisar antara 7,74 ± 0,03 - 96,90 mg/kg ± 0,02. Semua sampel aman untuk dikonsumsi masyarakat karena tidak melebihi batas maksimum penggunaan yang telah ditetapkan.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI APOTEK KARUNIA BONTANG KALIMANTAN TIMUR

REZKY NURUL ARDYAH
2026 · Thesis · Open Access

Nama : Rezky Nurul Ardyah Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pasien Tentang Penggunaan Antibiotik di Apotek Karunia Bontang Kalimantan Timur Pembimbing : 1. Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm. Klin. 2. apt. Novi Milasari, M. Farm. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi permasalahan di masyarakat dan berpotensi menyebabkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat yang berkunjung ke apotek. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 205 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling di Apotek Karunia 2 dan Karunia 4 Bontang Kalimantan Timur. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden bervariasi, yaitu 49,3% memiliki pengetahuan baik, 16,6% pengetahuan cukup, dan 34,1% memiliki pengetahuan kurang. Perilaku penggunaan antibiotik juga menunjukkan variasi, dengan 56,6% responden memiliki perilaku baik, 32,2% cukup, dan 11,2% kurang. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik dengan nilai p = 0,000. Responden dengan pengetahuan baik cenderung memiliki perilaku yang lebih tepat, sedangkan responden dengan pengetahuan kurang lebih banyak menunjukkan perilaku yang tidak rasional. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat berdampak pada perilaku penggunaan antibiotik yang lebih baik. Edukasi dari tenaga kesehatan, terutama dokter dan tenaga farmasi, sangat dibutuhkan untuk mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan mencegah terjadinya resistensi. Kata kunci: pengetahuan, perilaku, antibiotik, resistensi, apotek  

ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN USAHA MENGGUNAKAN METODE SWOT PADA LAYANAN KECANTIKAN DI KLINIK 88 SAMARINDA

AGNES GRACHIA SARAGIH
2026 · Thesis · Open Access

Perkembangan bisnis dunia kecantikan semakin populer seiring berjalannya waktu. Disamping itu, antusiasme masyarakat terhadap kesadaran perawatan diri terus meningkat. Hadirnya layanan estetika di wilayah Samarinda Seberang dari Klinik Pratama 88 (Poli Kecantikan) menjadi bidang usaha bisnis yang potensional. Posisi strategis ini memberikan peluang bisnis yang besar di wilayah tersebut mengingat belum banyaknya pesaing dengan bidang layanan estetika berbasis medis. Konsep perencanaan strategi didasari oleh analisa SWOT yang meliputi variabel kekuatan (strenghts), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (treaths). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis SWOT melalui penilaian internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) dalam menentukan perencanaan strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisi kenyataan Poli Kecantikan Klinik 88. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian non-experimental dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan distribusi responden berupa usia, jenis kelamin, dan sumber informasi promosi, serta analisis deskriptif yang diuraikan dalam bentuk tabel kuadran koordinat titik pertemuan antara nilai IFAS dan EFAS dalam memberikan analisis strategi yang tepat bagi Poli Kecantikan Klinik 88. Uji instrumen dilakukan untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner sebelum diberikan kepada responden.

"Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Dewasa dan Faktor yang Mempengaruhinya di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam"

AKMAL AZHARI MUSYAFFA
2026 · Thesis · Open Access

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di Indonesia, dengan tingkat kasus yang relatif tinggi dan proses pengobatan yang sering kali terkendala oleh ketidakpatuhan pasien dalam menyelesaikan seluruh tahapan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan dalam pengobatan pasien TBC dewasa di wilayah kerja Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam serta mengidentifikasi berbagai faktor-faktor utama yang memengaruhinya, seperti tingkat pengetahuan individu pasien, dukungan dari keluarga inti dan lingkungan sekitar, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam pendampingan selama masa terapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap pasien TBC dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien TBC dewasa yang telah menjalani pengobatan minimal selama satu bulan dan bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani lembar persetujuan di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Data dikumpulkan melalui kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien, serta kuesioner tambahan untuk menilai pengetahuan, dukungan keluarga, dan persepsi pasien terhadap peran tenaga kesehatan. Data pendukung juga diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi dari rekam medis pasien yang tersedia di Puskesmas Samarinda Kota, Puskesmas Segiri, dan Puskesmas Karang Asam. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat kepatuhan, serta faktor-faktor yang diteliti. Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan pengobatan dengan pengetahuan pasien, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan.

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG SWAMEDIKASI ANALGETIK DI APOTEK MERDEKA BENGALON

MARIA FLORYDA
2026 · Thesis · Open Access

Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Tenaga kefarmasian sebagai bagian dari tenaga kesehatan memiliki kewenangan dan kewajiban untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang optimal kepada pasien. Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati dan mengatasi keluhan yang dialaminya tanpa menggunakan resep dari dokter. Analgetik merupakan golongan Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit sehingga sering digunakan masyarakat untuk mengobati nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon. Objek penelitian difokuskan pada tingkat pengetahuan pasien. Sampel dalam penelitian adalah masyarakat yang membeli obat analgetik di Apotek Merdeka Bengalon dan memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan sebanyak 290 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan pengambilan data diambil dari bulan November 2025 -Februari 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil : Karakteristik berdasarkan jenis kelamin responden adalah laki-laki sebanyak 132 orang (45,5%), dan perempuan sebanyak 158 orang (54,5%). Kategori umur 17-25 tahun sebanyak 72 orang (24,8%), usia 26-35 tahun sebanyak 84 orang (29%), usia 36-45 tahun sebanyak 68 orang (23,4%), usia 46-55 tahun sebanyak 44 orang (15,2%), usia 56-65 tahun sebanyak 22 orang ( 7,6%). Mayoritas responden sebagai pgawai swasta sebanyak 68 orang (23,4%). Dan dari hasil penelitian ini tingkat pengetahuan pasien tentang swamedikasi analgetik di Apotek Merdeka Bengalon adalah Baik atau sebanyak 223 orang dengan persentase 76,90%.

PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS BONTANG LESTARI

SANTIKA
2026 · Thesis · Open Access

Puskesmas adalah sarana pelayanan kesehatan yang memiliki fungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan tingkat pertama di wilayah tertentu. Puskesmas perlu memperhatikan pengelolaan farmasi dengan seksama karena hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan terapi pasien. Penyimpanan obat merupakan salah satu tahapan krusial yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan mutu obat selama masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil penyimpanan obat di Puskesmas dengan mengkaji kesesuaian praktik di lapangan terhadap ketentuan dalam Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan pedoman teknis lainnya yang relevan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif observasi dengan menyajikan data primer dan sekunder untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap fasilitas penyimpanan obat, wawancara terstruktur dengan petugas farmasi atau penanggung jawab obat. Sampel pada penelitian ini yaitu seluruh item obat yang ada di Instalasi Farmasi dan teknik sampling yang di gunakan yaitu total dari sampel tersebut. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pedoman Permenkes dan standar penyimpanan obat, serta analisis deskriptif dengan menyusun frekuensi dan distribusi data yang diperoleh dari observasi dan kuesioner. Data kemudian disajikan dalam bentuk naratif dan tabulasi untuk memudahkan interpretasi terhadap sejauh mana tingkat kesesuaian praktik penyimpanan obat di Puskesmas dengan standar yang berlaku. Dari hasil penelitian didapatkan pengelolaan penyimpanan obat di apotek dan gudang farmasi di Puskesmas Bontang Lestar dengan aspek umum 70% dengan predikat baik dan aspek khusus 83,33 % dengan predikat sangat baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan sistem pengelolaan obat di Puskesmas serta menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam penyusunan program peningkatan kapasitas sumber daya farmasi di tingkat layanan primer.

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP OBAT PASIEN KAPITASI BPJS DI APOTEK KIMIA FARMA SUTOMO SAMARINDA

DEWI OKTAFIANA
2026 · Thesis · Open Access

Nama : Dewi oktafiana Progam Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Gambaran Waktu Tunggu Resep Obat Pasien Kapitasi BPJS di Apotek Kimia Farma Sutomo Samarinda Pembimbing 1. apt. Rusdiati Helmidanora, M.Sc 2. apt. Husnul Warnida M.Si Waktu tunggu resep merupakan waktu tunggu dihitung dari pasien menyerahkan resep ke pihak farmasi untuk disiapkan sampai obat diterima oleh pasien. Menurut Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Apotek bahwa resep non racikan ≤ 15 menit dan resep racikan ≤ 30 menit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat pasien kapitasi BPJS di Apotek kimia farma Sutomo Samarinda dengan Permenkes RI Nomor 73 tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode prospektif terhadap resep obat pasien kapitasi BPJS yang masuk di Apotek Kimia Farma Sutomo Samarinda periode bulan Desember 2025. Data yang di peroleh berupa waktu tunggu resep kemudian di analisis menggunakan mikrosoft Excel. Diperoleh hasil penelitian jumlah sampel sebanyak 464 resep yang terdiri dari 125 resep racikan (26,9%) dan 339 resep non racikan (73.1%). Perhitungaan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan adalah 17,10 menit dan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat non racikan adalah 8,44 menit. Rata-rata waktu tunggu pelanyanan resep obat baik racikan maupun non racikan telah memenuhi Permenkes RI No.73 waktu tunggu pelayanan resep di Apotek waktu tunggu pelayanan resep racikan ≤ 30 menit dan waktu tunggu resep non racikan adalah ≤ 15 menit.