MONICHA HUSUN
2025 · Thesis · Open Access
Penyimpanan obat merupakan salah satu cara pemeliharaan perbekalan farmasi sehingga aman dari gangguan fisik dan pencurian yang dapat merusak kualitas obat. Tenaga kefarmasian berperan penting dalam melakukan penyimpanan obat dengan baik dan benar khususnya pada sediaan high alert. Salah satu bagian high alert yaitu obat LASA (Look Alike Sound Alike) yang merupakan obat-obat dengan nama,rupa dan ucapan yang mirip dan perlu diwaspadai agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan obat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi penyimpanan obat LASA di Rumah Sakit. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur dengan melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisa data pada beberapa jurnal penelitian. Berdasarkan hasil yang diperoleh RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan, bahwa sistem penyimpanan obat LASA telah memenuhi standar, ditunjukkan dengan penerapan prinsip FEFO (First Expired, First Out) dan FIFO (First In, First Out), pemisahan dan penandaan fisik obat menggunakan metode Tall Man Lettering, serta pemberian label yang jelas dan mencolok. Sementara itu, di Rumah Sakit Stella Maris Makassar, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat LASA tidak memenuhi 2 kriteria, yaitu penerapan Tall Man Lattering dan penggunaan label warna yang berbeda. Meskipun terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, kedua rumah sakit telah menunjukkan penerapan sistem penyimpanan obat LASA.
KEVIN NUGRAHA DEPE
2025 · Thesis · Open Access
SRI ANDANI
2025 · Thesis · Open Access
Tablet deksametason adalah obat golongan kortikosteroid yang sering digunakan oleh pasien untuk mengobati berbagai keluhan penyakit diantaranya alergi yang parah, asma kronik, masalah kulit, artritis, pembengkakan pada usus, kanker, dan penyakit autoimun. Masyarakat di sekitar Apotek sering membeli obat Deksamethason tanpa mengetahui informasi obat deksamethason secara lengkap. Tablet deksametason merupakan obat keras yang penggunaannya harus dalam pengawasan dokter dan diresepkan oleh dokter. Perilaku kesehatan seorang pasien tentang penggunaan obat sangat dipengaruhi oleh Tingkat pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien dalam menggunakan tablet deksametason dalam mengobati penyakitnya. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental deskriptif dengan mengambil data dari lembar kuisioner yang diajukan kepada konsumen yang datang ke apotek.
ADELIA TRIVINA BULAN
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum di masyarakat. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 130/85 mmHg. Prevalensi hipertensi terus meningkat, sehingga pemahaman mengenai kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di apotek. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan hasil dalam bentuk tabel dan persentase untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai tingkat pemahaman pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi serta membantu meningkatkan edukasi terkait pengelolaan dan pencegahan hipertensi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penggunaan obat antihipertensi, meskipun masih terdapat kekeliruan dalam pemahaman terkait konsumsi obat bersama makanan tertentu dan pentingnya keteraturan dalam minum obat. Perbedaan tingkat pendidikan dan usia pasien juga berkontribusi terhadap variasi pemahaman yang dimiliki. Studi ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada pasien guna meningkatkan kepatuhan dan efektivitas terapi antihipertensi.
AGUSTIN MADANI
2025 · Thesis · Open Access
Gastritis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di masyarakat, ditandai dengan peradangan pada lapisan lambung yang dapat menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan perut kembung. Swamedikasi atau pengobatan sendiri menjadi salah satu pendekatan yang umum dilakukan untuk menangani gejala gastritis Gastritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, infeksi bakteri H. pylori, kebiasaan makan makanan yang pedas, asam, minuman seperti soda, konsumsi kopi, alkohol, stres emosional, obat-obatan seperti NSAID, serta dapat juga disebabkan oleh faktor imunitas. Pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi tergolong baik, namun masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami, swamedikasi tentang gastritis, penggunaan obat dan informasi mengenai obat. Studi literatur ini bertujuan untu menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mencari artikel terkait tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis dan mempelajari buku-buku terkait swamedikasi gastritis pada masyarakat dan melakukan penyajian data dalam, bentuk tabel deskriptif berdasarkan karateristik, tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi gastritis. Objek penelitian ini yaitu artikel terkait tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan persentase pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi gastritis. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda yaitu masyarakat di Pangkalan Bun dengan persentase 87,0% dan di Gagaan Blora dengan persentase tinggi terhadap pemahaman pengetahuan swamedikasi gastritis yaitu 92,9%. Responden memahami pengetahuan swamedikasi gastritis, indikasi, aturan pakai serta efek samping.
ELGA ANDREANI
2025 · Thesis · Open Access
Swamedikasi merupakan pengobatan sendiri yang dilakukan masyarakat untuk meredakan gejala penyakit ringan. Banyak masyarakat yang melakukan swamedikasi tetapi tidak sesuai dengan kondisi pasien. Prevalensi tingkat swamedikasi menurut Badan Pusat Statistik tahun 2022 ada sekitar 84,34% dan tahun 2023 sekitar 79,75%. Salah satu swamedikasi yang sering dilakukan masyarakat adalah pengobatan batuk. Batuk adalah salah satu gejala dari dalam tubuh yang diakibatkan oleh zat-zat asing seperti debu, lendir, asap, dan rokok. Batuk diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu batuk produktif dan batuk non produktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di apotek. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Objek penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya akan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase tingkat pengetahuan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda, yaitu Apotek Berlian Kandat Kabupaten Kediri dengan persentase 85,56% dan Apotek Kota Bukittinggi dengan persentase 86,53% memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap swamedikasi obat batuk. Responden memahami definisi batuk, jenis batuk, pemilihan obat yang sesuai serta aturan pakai. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mayaoritas pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk termasuk kategori tinggi.
ANDI.M.KHAIDIR
2025 · Thesis · Open Access
SYAKIE RAMADANI TSURAYA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengevaluasi penatalaksanaan infeksi virus cacar monyet (Monkeypox) dengan pemberian tecovirimat, berdasarkan dua artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan terhadap data gejala klinis, lokasi dan jumlah lesi, riwayat vaksinasi, status HIV dan hepatitis, serta waktu terapi dan pemulihan. Dari 44 pasien yang dianalisis, gejala paling umum adalah demam (81,81%), sakit kepala (34,09%), dan myalgia (15,90%). Lesi dominan muncul di area kulit (trunk, lengan, kaki) dan mukosa (genital dan perianal). Mayoritas pasien belum pernah divaksinasi cacar kecil, dan 36,36% memiliki status HIV positif. Rata-rata pemberian tecovirimat dimulai 9,5 hari setelah gejala muncul, dengan durasi terapi 14 hari dan waktu pemulihan rata-rata 14,5 hari. Tecovirimat umumnya diterima dengan baik oleh tubuh pasien dengan efek samping minimal. Temuan ini menunjukkan bahwa tecovirimat merupakan terapi yang aman dan efektif untuk monkeypox, terutama bila diberikan sesuai pedoman dan dengan memperhatikan status imun pasien.
VIFI SRY RAHAYU CESAR
2025 · Thesis · Open Access
Nyeri menstruasi (dismenore) adalah nyeri pada sebelumatausaatberlangsungnyamenstruasi di bagian bawah perut akibat kram rahim. Prevalensi terjadinya dismenore di Indonesia yaitu 54,89% dismenoreprimer dan 9,38% dismenore sekunder. Nyeri hebat yang dirasakan saat menstruasi 10% remaja putri mengalami absen sekolah dan kerja selama 3hari setiap bulannya. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi non-farmakologi terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode studi literatur, yang mengacu pada berbagai jurnal yang membahas resiko utama. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini analisis deskriptif yaitu tentang gambaran dari data-data hasil penelitian yang telah terkumpul yaitu gambaran pengaruh terapi non-farmakologi terhadap nyeri menstruasi pada mahasiswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi non-farmakologi seperti kompres hangat, kompres dingin, dan abdominal stretching efektif dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Kompres hangat terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah dan merelaksasi otot rahim, sedangkan abdominal stretching mampu merangsang produksi endorfin yang berfungsi sebegai analgesik alami tubuh. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah bahwa terapi non-farmakologi dapat menjadi alternatif yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mengurangi nyeri menstruasi pada mahasiswi tanpa efek samping yang berbahaya.
DEA AZHARI RAMADHANI
2025 · Thesis · Open Access
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat dan perorangan, termasuk pelayanan kefarmasian. Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas bertujuan untuk menjamin mutu pelayanan serta meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Evaluasi terhadap penerapan standar ini penting dilakukan guna mengetahui sejauh mana pelaksanaannya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Tanjung Karang berdasarkan Permenkes No. 74 Tahun 2016. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data diperoleh dari dua artikel ilmiah yang masing-masing mengevaluasi pelaksanaan pelayanan kefarmasian di dua puskesmas berbeda. Analisis dilakukan berdasarkan tiga indikator, yaitu pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP, peralatan dan fasilitas pendukung, serta sumber daya manusia. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Puskesmas Pagesangan memperoleh nilai rata-rata 97,92% dengan capaian maksimal pada indikator pengelolaan sediaan farmasi dan sumber daya manusia, sedangkan Puskesmas Tanjung Karang memperoleh nilai rata-rata 92,5% dengan capaian tertinggi pada indikator sumber daya manusia. Keduanya belum memenuhi indikator ruang konseling pada fasilitas pendukung. Kesimpulan dari evaluasi dalam studi literatur ini menunjukkan bahwa kedua puskesmas telah melaksanakan sebagian besar indikator pelayanan kefarmasian sesuai dengan standar yang berlaku dengan tingkat pencapaian yang termasuk dalam kategori baik.
ANDI RAHMAHYANI
2025 · Thesis · Open Access
Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah besar di seluruh dunia, virus ini yang menyerang sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sendiri terjadi karena masalah pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kerusakan pada sel tertentu. Dimana remaja menjadi salah satu kelompok yang dianggap sebagai usia yang rentan terhadap HIV/AIDS karena kurangnya pengetahuan dengan sikap yang berisiko. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deksriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Hasil penelitian studi literatur dari kedua jurnal menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja, ditunjukkan dengan nilai p-value pada jurnal pertama yaitu 0,000 dan 0,001 pada jurnal kedua.
OCTAVIA MELLYSARI RAMMANG
2025 · Thesis · Open Access
Hidrokuinon merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencerahkan kulit, dan mengatasi hiperpigmentasi. Banyak kosmetik yang mengandung hidrokuinon salah satunya adalah handbody lotion. Handbody lotion adalah kosmetik yang dapat diaplikasikan pada kulit bagian tangan yang berfungsi untuk mengurangi dehidrasi kulit. Pada handbody salah satu bahan pemutih kulit yang terkenal dan banyak digunakan adalah hidrokuinon. Hidrokuinon lebih dari 2% termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja dan hasil analisis kualitatif dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif hidrokuinon menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif dari 10 sampel handbody lotion yang diuji oleh Sari et al., (2021) enam sampel positif mengandung hidrokuinon, dengan nilai Rf mendekati 0,85. Sementara itu, hasil penelitian Amelia et al., (2022) bahwa sampel X negarif atau tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon. Pada analisis kuantitatif, kadar hidrokuinon dalam sampel positif berkisar antara 0,05%–0,26%. Penelitian ini menegaskan bahwa masih ada produk kosmetik di pasaran yang mengandung hidrokuinon, sehingga diperlukan pengawasan dan edukasi konsumen yang lebih intensif terkait keamanan kosmetik.
MUHAMMAD KHAIRIL ADIATMA FAUZAN
2025 · Thesis · Open Access
Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel. Gejala utama asma meliputi sesak napas, batuk, dan mengi, yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergen, infeksi, atau aktivitas fisik. Pengobatan asma bertujuan untuk mengendalikan gejala, mencegah eksaserbasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Terapi farmakologis terdiri dari obat pereda gejala (reliever) seperti agonis β2 adrenergik kerja pendek dan obat pengendali (controller) seperti kortikosteroid inhalasi serta antagonis reseptor leukotrien. Selain itu, beberapa obat non-asma, seperti antibiotik dan antihistamin, juga sering digunakan untuk menangani kondisi komorbid yang memperburuk gejala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat asma pada pasien rawat jalan berdasarkan kajian literatur. Hasil studi menunjukkan adanya variasi dalam pemilihan terapi yang dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Dengan memahami pola penggunaan obat ini, diharapkan terapi asma dapat lebih dioptimalkan sehingga memberikan manfaat yang lebih efektif dalam pengendalian penyakit serta meningkatkan standar pengobatan di layanan kesehatan rawat jalan. Hasil menunjukkan bahwa budesonide (15,23%) dan fluticasone (13,12%) merupakan kortikosteroid inhalasi yang paling dominan digunakan sebagai obat pengendali asma. Salbutamol, obat pereda gejala (reliever), digunakan lebih sering di BKPM Magelang. Penggunaan obat non-asma juga menunjukkan variasi, di antaranya amoxicillin lebih tinggi di BKPM Magelang (39,47%), loratadine lebih tinggi di RSUD Dr. Pirngadi Medan (32,78%), dan pseudoefedrin relatif seimbang. Secara keseluruhan, pemilihan terapi ini telah sesuai dengan tata laksana farmakologis asma menurut Koesnoe (2020), namun perlu dilakukan evaluasi berkala untuk menilai kesesuaian dan efektivitas terapi terhadap kondisi pasien.
NUR AINI HUMAIROH
2025 · Thesis · Open Access
Pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, di mana vaksinasi menjadi strategi utama untuk membentuk kekebalan kelompok. Namun, keberhasilan program vaksinasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peran media sosial sebagai saluran utama penyebaran informasi maupun disinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap persepsi vaksinasi COVID-19 di kalangan mahasiswa melalui pendekatan studi literatur terhadap dua konteks berbeda, yakni Malawi dan Irlandia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengacu pada artikel ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa di Malawi, terdapat korelasi positif antara kepercayaan terhadap informasi vaksin di media sosial dan keterlibatan mahasiswa dalam diskusi daring, sedangkan di Irlandia tidak ditemukan hubungan signifikan antara media sosial dan keputusan vaksinasi. Sebaliknya, faktor-faktor seperti riwayat vaksinasi, jenis akomodasi, dan kurasi informasi digital lebih memengaruhi sikap vaksinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konteks sosial, budaya, serta literasi digital memainkan peran penting dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap vaksinasi. Oleh karena itu, strategi komunikasi vaksinasi harus disesuaikan dengan karakteristik lokal, didukung oleh literasi media yang kuat dan penyebaran informasi berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam merancang kampanye vaksinasi yang lebih efektif, khususnya di kalangan mahasiswa.
MUHAMMAD JIKRIE NABIEL AJIANDA
2025 · Thesis · Open Access
Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini adalah hipertensi. Akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian karena hampir 90% kasus hipertensi tidak diketahui penyebab sebenarnya bahkan pada sebagian besar kasus hipertensi tidak memberikan gejala. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi kepada masyarakat. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah berbagai sumber terkait seperti skripsi, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Objek penelitian ini yaitu hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan tekanan darah di puskesmas. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran hubungan antara kepatuhan penggunaan obat dengan usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan obat hipertensi yang digunakan.
DHEYA PRESICILLIA
2025 · Thesis · Open Access
Pegagan adalah nama umum Indonesia untuk Centella asiatica (L.) Urban. Jenis ini telah lama dikenali masyarakat karena kegunaannya untuk bahan obat-obatan tradisional. Belum diketahui secara jelas asal usulnya, akan tetapi daerah persebarannya meliputi daerah tropis dan sub tropis di seluruh dunia mulai dari Afrika Selatan, Afrika Tengah, Asia bahkan sampai Semenanjung Arab. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji skrining fitokimia terhadap ekstrak daun pegagan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung di dalamnya dan standardisasi ekstrak, seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, triterpenoid, dan steroid dengan menggunakan metode maserasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, Analisis data dilakukan secara deskriptif, dengan menyajikan data kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil studi menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, triterpenoid, dan steroid, meskipun hasil identifikasi berbeda tergantung pada jenis pelarut yang digunakan. Penggunaan etanol 96% menghasilkan rendemen sebesar 16,31%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan etanol 70% yang hanya menghasilkan 5,9%. Selain itu, etanol 96% juga lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa semi-polar dan non-polar yang tidak dapat larut optimal dalam pelarut etanol 70%. Temuan ini memberikan gambaran penting tentang pengaruh jenis pelarut terhadap efektivitas ekstraksi bahan aktif dari tanaman obat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sediaan herbal berbasis daun pegagan yang efektif, aman, dan terstandar
NUR SYAFITRI.K
2025 · Thesis · Open Access
Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek semakin penting dalam konteks kesehatan saat ini. Kesadaran pasien akan hak yang seharusnya didapatkan dan tuntutan untuk layanan berkualitas mendorong apotek untuk memenuhi harapan pasien secara optimal. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di apotek melalui studi literatur. Penelitian ini mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, seperti kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Metode yang digunakan adalah analisis literatur yang komprehensif, dengan menelaah artikel akademis dan laporan penelitian yang relevan. Data dikumpulkan dari 2 jurnal yang relevan dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien di Apotek Melia Banjarmasin tergolong puas, dengan skor rata-rata 3,25, sedangkan di Apotek X Kota Bengkulu tergolong sangat puas dengan skor rata-rata 85,43%. Dimensi empati, jaminan, dan ketanggapan merupakan faktor dominan yang memengaruhi kepuasan pasien pada kedua apotek. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya menunjukkan kepuasan tinggi, peningkatan fasilitas fisik serta pelatihan komunikasi apoteker tetap diperlukan untuk menunjang mutu pelayanan secara berkelanjutan.
ADELIA NOR RAMADHINI
2025 · Thesis · Open Access
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, dengan penyebab utama kematian ibu adalah pendarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi. Preeklampsia yang ditandai dengan hipertensi dan komplikasi organ, memiliki dampak serius baik bagi ibu maupun janin, seperti kelahiran prematur dan kematian neonatal. Pemillihan obat preeklampsia harus mempertimbangkan keamanan, efektivitas dan rasionalitas dengan perhatian khusus pada potensi efek teratogenic dan perubahan fisiologi ibu hamil. Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada ibu hamil dengan preeklampsia, dengan harapan dapat memastikan pemilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan indikasi yang sesuai. Rancangan yang digunakan pada jenis penelitian studi literatur ini, yaitu melakukan pengumpulan data dan menganalisis data. Data yang dianalisis mencakup karakteristik pasien, profil penggunaan obat dan evaluasi penggunaan obat pada pasien ibu hamil dengan preeklampsia di RSUD Abdul Wahab Sjahrani Samarinda, RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang, RSUD Tangerang Selatan, dan RSUD Lembang. Data disajikan secara deskriptif dalam bentuk persentase dalam tabel yang mencakup karakteristik umur pasien, usia kehamilan pasien, diagnosis pasien, profil penggunaan obat, dan evaluasi penggunaan obat. Hasil penelitian studi literatur menunjukan bahwa pasien preeklamsia umumnya berada pada usia 20–35 tahun dengan kehamilan trimester III. Nifedipin dan metildopa adalah obat antihipertensi yang paling banyak digunakan, baik sebagai monoterapi maupun terapi kombinasi di berbagai rumah sakit. Berdasarkan data terdapat variasi dalam persentase kesesuaian di setiap rumah sakit. Sebagian besar rumah sakit menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi terhadap standar terapi yang dianjurkan, meskipun terdapat beberapa kasus yang tidak tepat dalam penggunaan obat dan dosis di beberapa rumah sakit. Secara keseluruhan, penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklamsia sudah sesuai dengan standar terapi yang direkomendasikan. Kata kunci: Preeklampsia, Antihipertensi, Kematian Ibu, Evaluasi, Rumah Sakit
AHMAD RIDHO SUBHI
2025 · Thesis · Open Access
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi dan menjadi perhatian utama di bidang kesehatan, terutama disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis pola resistensi antibiotik terhadap bakteri penyebab ISK di beberapa rumah sakit di Indonesia, dengan fokus utama pada tingkat resistensi terhadap antibiotik tertentu seperti ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan golongan β-laktam. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal dan hasil kultur urin pasien, kemudian dianalisis secara deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap antibiotik tertentu meningkat secara signifikan akibat penggunaan yang tidak rasional dan terapi empiris tanpa uji kepekaan. Escherichia coli tetap menjadi penyebab utama ISK dengan tingkat resistensi tinggi terhadap beberapa antibiotik, sementara antibiotik seperti amikacin, meropenem, dan ceftazidime masih menunjukkan efektivitas. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional dan pengawasan pola resistensi secara berkala untuk meningkatkan efektivitas pengobatan serta menekan perkembangan resistensi antibiotik di fasilitas kesehatan.
INDAH PERMATA FEBRIANTI
2025 · Thesis · Open Access
Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel tubuh dan memicu penyakit degeneratif seperti kanker, penuaan dini, dan penyakit jantung. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas tersebut. Tanaman senduduk (Melastoma malabathricum L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar aktivitas antioksidan ekstrak etanol dari daun, ranting, dan batang senduduk dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) melalui studi literatur. Data diperoleh dari dua jurnal utama dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang senduduk memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 88% pada konsentrasi 100 ppm, diikuti oleh ranting (82%) dan daun (80%) pada konsentrasi 50 ppm. Nilai estimasi IC₅₀ seluruh bagian berada di bawah 50 ppm, menunjukkan kategori antioksidan kuat. Perbedaan aktivitas ini berkaitan erat dengan kandungan metabolit sekunder masing-masing bagian tanaman. Kandungan flavonoid dan tanin yang lebih tinggi pada batang diyakini berperan besar dalam memberikan aktivitas antioksidan tertinggi. Metode DPPH yang digunakan dalam pengujian memiliki kelebihan dalam kecepatan, kesederhanaan, dan sensitivitas terhadap donor elektron atau atom hidrogen. Hasil studi ini menegaskan bahwa seluruh bagian tanaman senduduk, terutama batangnya, memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang efektif untuk menangkal radikal bebas dan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk herbal atau fitofarmaka