Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 36 dari 65

Studi Literatur Analisis Kandungan Hidrokuinon Pada Sediaan Krim Pemutih Wajah Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Dan Spektrofotometri UV-Vis

KRISTIAN IMANUEL
2025 · Thesis · Open Access

Hidrokuinon merupakan suatu zat kimia yang mempunyai efek memutihkan kulit tetapi tidak bekerja sebagai pemutih kulit hanya menghambat produksi melanin pada kulit sehingga dapat membuat kulit jadi lebih putih, namun juga mempunyai efek samping yang sangat merusak tubuh jika digunakan dalam waktu yang panjang. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui cara analisis hidrokuinon secara kualitatif dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan kuantitatif dengan metode Spektrofotometri UV-Vis dalam produk krim pemutih wajah. Pencarian jurnal utama didasarkan dengan kriteria inklusi menggunakan sampel krim pemutih, sehingga diperoleh 3 jurnal utama yaitu Ruchiyat et al., (2023), Karnelasatri et al., (2024), dan Charismawati et al., (2021). Cara analisis diawali dengan preparasi kontrol positif, pembuatan larutan hidrokuinon dan pembuatan fase gerak. Pada analisis kuantitatif diawali dengan preparasi sampel, pembuatan larutan induk, pembuatan larutan seri dan penentuan panjang gelombang maksimum. Hasil penelitian mengenai analisis kandungan hidrokuinon secara kualitatif yang dilakukan Charismawati et al., (2021) semua sampel terdeteksi mengandung hidrokuinon dan secara kuantitaitf ketiga sampel positif mengandung hidrokuinon, sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh secara kualitatif Ruchiyat et al., (2023) terdapat 4 dari 9 sampel yang tedeteksi mengandung hidrokuinon dan 5 sampel lainnya tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon dan secara kuantitatif diperoleh konsentrasi kandungan hidrokuinion dengan rentang 3.628-0.220 ppm dan analisis hidrokuinon secara kuantitatif yang dilakukan oleh Karnelasatri et al., (2024) juga menunjukan bahwa semua sampel mengandung hidrokuinon dengan rentang 5.581%-0.993%.

UJI TOKSISITAS AKUT MINYAK IKAN HARUAN (Channa striata) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus)

HERNIATHI DAUD
2025 · Thesis · Open Access

Ikan haruan (Channa striata) memiliki berbagai manfaat dan telah terbukti secara ilmiah, mampu meningkatkan kadar albumin, memperkuat daya tahan tubuh, serta mempercepat penyembuhan luka. Minyak ikan haruan mengandung asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6. Meskipun manfaat minyak dari ikan haruan dalam pengobatan telah terbukti, informasi mengenai keamanannya masih terbatas sehingga diperlukan uji toksisitas akut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, bertujuan mengetahui nilai LD50 dan gejala toksisitas akut minyak ikan haruan terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Objek yang diteliti adalah minyak ikan haruan, variabel bebas pada penelitian ini adalah dosis minyak ikan dengan konsentrasi yang berbeda dari tiap dosisnya yaitu 15.000 mg/kgBB, 7.500 mg/kgBB, 3.750 mg/kgBB, 1.837 mg/kgBB, dan 937,5 mg/kgBB. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi hewan, penyiapan sampel ikan haruan, ekstraksi (wet rendering) diperoleh 1,8 kg, pengepresan minyak kasar diperoleh 78,69g, pemurnian minyak ikan diperoleh 60,50g yaitu 3,36%, penyiapan hewan uji selama 14 hari, perlakuan pada hewan uji selama 24 jam, dan dilanjutukan pengamatan selama 7 hari. Gejala gejala yang muncul pada hewan uji pada kelompok 1 yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok), pernapasan (sesak napas) bahkan sampai mengalami mengalami kematian. Sedangkan pada kelompok II, III, IV, dan V hanya menimbulkan tanda gejala toksik umum tidak sampai kematian yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok, dan pernapasan (sesak napas). Nilai LD50 dengan dosis 15.000 mg/kgBB didapatkan hasil dari perhitungan farmakope Indonesia yaitu 16.602,94 termasuk dalam kategori praktis tidak toksik.

ANALISIS MINIMALISASI BIAYA (COST MINIMIZATION ANALYSIS) LANSOPRAZOLE DAN OMEPRAZOLE PADA PASIEN GASTRITIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT DIRGAHAYU SAMARINDA

SAFITRI
2025 · Thesis · Open Access

Biaya perawatan kesehatan yang terus meningkat menuntut adanya analisis yang mempertimbangkan aspek efisiensi ekonomi dalam pengobatan. Gastritis merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi yang membutuhkan terapi efektif secara klinis sekaligus efisien secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya yang lebih minimal antara penggunaan lansoprazole dan omeprazole pada pasien rawat inap dengan gastritis di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda menggunakan metode cost minimization analysis. Dalam pendekatan farmakoekonomi, metode analisis minimalisasi biaya digunakan untuk membandingkan biaya dari dua intervensi kesehatan yang memiliki efektivitas klinis setara. Penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif dengan pengumpulan data secara retrospektif dan data dianalisis menggunakan analisis minimalisasi biaya untuk mengetahui biaya paling minimal antara biaya pengobatan lansoprazole dan omeprazole. Metode statistik digunakan untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antar kelompok. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Analisis mencakup biaya tetap dan biaya variabel. Hasil menunjukan bahwa pasien dengan dengan terapi omeprazole merupakan biaya paling minimal dengan CMA per pasien Rp.2.495.987 dibandingkan dengan terapi lansoprazole dengan CMA per pasien Rp.2.512.812 yang memiliki biaya relatif lebih tinggi namun, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam biaya minimal antara pasien yang menggunakan omeprazole dan pasien yang menggunakan lansoprazole. Penggunaan omeprazole dan lansoprazole sebagai terapi gastritis perlu dievaluasi tidak hanya dari sisi klinis, tetapi juga dari segi efisiensi biaya.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGA KENOP (Gomphrena globosa L) TERHADAP Salmonella typhi

SAUDAH
2024 · Thesis · Open Access

Secara empiris bunga kenop digunakan untuk pengobatan sesak nafas karena asma, bronchitis kronis, panas pada anak, radang mata serta disentri. Daun bunga kenop mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, gum, mucilago, kumarin dan gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun bunga kenop konsentrasi 15%, 20% dan 30% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Ekstrak daun bunga kenop diperoleh dari proses maserasi dengan pelarut etanol 70% dan dilakukan skrining fitokimia. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada larutan uji konsentrasi 15%, 20% dan 30% terhadap bakteri Salmonella typhi dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatif DMSO. Pengamatan dilakukan dengan mengukur zona bening di sekitar kertas cakram menggunakan jangka sorong selama inkubasi setiap 1x24 jam, 2x24 jam dan 3x24 jam. Data yang diperoleh dengan hasil rata rata zona hambat pada konsentrasi 15% sebesar 1,40 mm, pada konsentrasi 20% sebesar 1,82 mm, dan pada pada konsentrasi 30% sebesar 2,51 mm. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 15%, 20% dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhy dengan kategori respon lemah.

hubungan dukungan keluarga pasien hipertensi terhadap kepatuhan minum obat di puskesmas sambutan kota samarinda

DWI NUR FAIZAH
2024 · Thesis · Open Access

Ketidakpatuhan pada pengobatan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar. Kurangnya kepatuhan pada obat antihipertensi adalah alasan utama untuk kontrol hipertensi yang buruk. Faktor yang mempengaruhi perilaku kepatuhan minum obat sangat kompleks dan beragam salah satunya dukungan keluarga. Dukungan keluarga sangat penting dalam pemeliharaan kesehatan, karena dengan adanya dukungan keluarga pencapaian keluarga sehat akan tercapai. Dukungan keluarga berupa informasi mengenai penyakit atau mengingatkan untuk minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan dukungan keluarga pasien hipertensi terhadap kepatuhan minum obat di puskesmas Sambutan kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan metode cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu. Data dimabil menggunakan metode kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner MMAS (morisky medication adherence scale). Objek penelitian ini adalah hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani pengobatan hipertensi di Puskesmas Sambutan dan memiliki keluarga serta berusia > 25 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Sambutan memiliki kepatuhan rendah 72,18%, kepatuhan sedang 21,05%, dan kepatuhan tinggi 6,77%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga pada kepatuhan minum obat dengan nilai P Value 0,994 > 0,05.

UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI BELALANG (Archidendron clypearia (Jack) Nielson) TERHADAP LARVA UDANG Artemia Salina Leach DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test)

VINA LESTYORINI
2024 · Thesis · Open Access

Petai belalang (Archidendron clypearia (Jack) Nielson) secara tradisional digunakan sebagai tumbuhan obat untuk detoksifikasi, mendinginkan, mengurangi edema, dan mengobati diare. Tumbuhan petai belalang juga dipercaya dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atas, faringolaringitis, tonsilitis, dan gastroenteritis. Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga untuk menjamin keamanannya harus dilakukan uji toksisitas ekstrak daun petai belalang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol daun petai belalang terhadap larva udang Artemia salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 sebagai konsentrasi kontrol (negatif), 100, 150, 200, dan 250 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva udang yang berumur 24 jam. Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak etanol daun petai belalang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid, dan pada Perhitungan rendemen diperoleh hasil sebesar 18,16 %. Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 251,2465 µg/mL, sehingga ekstrak etanol daun petai belalang termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artmia salina Leach.

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL BATANG PASAK BUMI KUNING (Eurycoma longifolia), MERAH (Rennellia elliptica) dan HITAM (Trivalvaria macrophylla)

SAHRUL
2024 · Thesis · Open Access

Tumbuhan telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat salah satunya adalah pasak bumi. Pasak bumi yang digunakan sebagai bahan baku obat di masyarakat terdiri atas beberapa jenis, antara lain pasak bumi kuning, merah, dan hitam. Ketiga jenis pasak bumi ini berbeda famili dan jenisnya. Pasak bumi merah dan hitam disebut dengan nama pasak bumi karena mengandung senyawa kimia yang berkhasiat sebagai afrodisiak. Penelusuran pustaka menunjukkan belum ada penelitian tentang kadar flavonoid dari batang pasak bumi kuning, merah dan hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid ekstrak etanol batang pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia), merah (Rennellia elliptica) dan hitam (Trivalvaria macrophylla) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ekstrak etanol batang pasak bumi dan variabel terikat yaitu kadar flavonoid ekstrak etanol batang pasak bumi. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu batang pasak bumi (Kuning, merah dan hitam) dan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah batang pasak bumi (Kuning, merah dan hitam) diperoleh dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu bagian batang. Ekstraksi pada penelitian ini menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu berupa penetapan kadar ekstrak etanol batang pasak bumi berdasarkan metode spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol batang pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia) memiliki kadar flavonoid 3,8689 ± 0,0837%, merah (Rennellia elliptica) memiliki kadar flavonoid 4,2984 ± 0,4069% dan hitam (Trivalvaria macrophylla) memiliki kadar flavonoid 6,3299 ± 0,1453%. Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid total dari ketiga sampel.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Propionibacterium acnes

BINAR YUDA FANSURNA
2024 · Thesis · Open Access

Daun senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Diare dapat disebabkan karena adanya bakteri disaluran pencernaan, salah satu bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah bakteri Escherichia coli. Jerawat dapat disebabkan karena adanya pertumbuhan koloni bakteri penyebab jerawat dan inflamasi, inflamasi atau peradangan ini umumnya dipicu oleh salah satu bakteri yaitu bakteri Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui diameter zona hambat dari daun senggani terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dan menggunakan metode difusi cakram. Variabel bebas penelitian ini yang digunakan adalah konsentrasi 20%, 40% dan 60%, variabel terikatnya adalah diameter zona hambat bakteri yang terbentuk disekitar kertas cakram dan variabel kontrol penelitian ini adalah perlakuan bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes dan metode uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun senggani mengandung metabolit sekunder berupa alkoloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun senggani memiliki aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli ditandai adanya diameter zona bening disekitar kertas cakram, aktivitas zona hambat pada ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 20% (12,88 mm), 40% (15,03 mm) dan 60% (15,71 mm). Sedangkan aktivitas zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan kosentrasi 20% (13,13 mm), 40 % (15,90 mm) dan 60% (16,71 mm). Uji daya hambat ekstrak etanol 70 % daun senggani terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes menunjukkan hasil bahwa daun senggani memiliki daya hambat terhadap kedua bakteri dengan kategori kuat.

PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

RIMA PUTRI ZAHWA JEAN ARTO
2024 · Thesis · Open Access

Sinar UV dari matahari memiliki efek buruk terhadap kulit manusia, terutama pada radiasi ultraviolet yang dimilikinya. Sun Protection Factor (SPF) merupakan suatu nilai yang mengukur kemampuan dari tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. SPF dari tanaman mempunyai proteksi dari sinar UV matahari yang baik, contoh tanaman tersebut salah satunya yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Temulawak berpotensi sebagai sumber tabir surya alami karena terdapat kandungan kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF yang terdapat pada rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi pelarut menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Pada penelitian ini yaitu menguji nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 70% dan 95%. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pelarut etanol dengan konsentrasi 70% dan 95% dan variabel terikat yaitu nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak. Pada penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu pereaksi/reagen uji dan spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rimpang temulawak dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rimpang temulawak mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, polifenol, triterpenoid, dan steroid. Berdasarkan hasil penentuan nilai SPF ekstrak etanol rimpang temulawak dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol 70% dengan rentang nilai SPF sebesar 33,53-39,58 dengan kategori tinggi, dan untuk variasi konsentrasi ekstrak etanol 95% dengan rentang nilai SPF sebesar 20,01-29,44 dengan kategori sedang. Hasil analisis statistik diperoleh data normal dan homogen, kemudian digunakan uji Independent T-test dengan hasil nilai p value (0,01) (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap penentuan nilai SPF dari kedua sampel.

PENGARUH PERBEDAAN PELARUT TERHADAP NILAI SPF EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG TIWAI (Eleutherine bulbosa (Mill.) SECARA SPEKTOFOTOMETRI UV-Vis

NENI LAILATUL ZANAH
2024 · Thesis · Open Access

Bawang tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) merupakan tanaman yang sering disebut bawang Dayak atau bawang hutan. Tanaman ini biasanya digunakan oleh masyarakat suku Dayak sebagai obat alternatif untuk mengobati berbagai penyakit seperti kanker payudara, hipertensi, diabetes melitus, menurunkan kadar kolestrol, obat bisul, kanker usus, dan mencegah stroke. Ekstrak bawang tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan kuinon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai SPF ekstrak etanol bawang tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) berdasarkan perbedaan konsentrasi pelarut etanol 50%, 70% dan 95%. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian ini dimulai dari pengambilan sampel, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia ekstrak bawang tiwai, penentuan nilai SPF secara in vitro pada ekstrak bawang tiwai dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak bawang tiwai dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 50%, 70 dan 95%. Variabel terikat dalam penelitian ini nilai SPF ekstrak etanol bawang tiwai. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah metode spektrofotometri UV-Vis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji t.

PENETAPAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG PASAK BUMI KUNING (Eurycoma longifolia), MERAH (Rennellia elliptica), dan HITAM (Trivalvaria macrophylla) DENGAN METODE DPPH

ANDI ADHA KURNIAWAN
2024 · Thesis · Open Access

Terdapat tiga jenis pasak bumi kuning, merah, dan hitam. Pasak bumi kuning (Eurycoma longifolia) dari famili Simaroubaceae, Pasak bumi merah (Rennellia elliptica) famili Rubiaceae dan pasak bumi hitam (Trivalvaria macrophylla) dari famili Annonacea. Pasak bumi merah dan hitam telah lama dikenal oleh masyarakat dan memiliki nama dagang sebagai pasak bumi karena kedua jenis ini mengandung senyawa kimia yang berkhasiat sebagai afrodisiak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol batang pasak bumi. Batang dipilih sebagai objek penelitian karena potensi kandungan senyawa bioaktif yang belum banyak diteliti dibandingkan dengan bagian lain seperti akar dan daun. Senyawa-senyawa ini dapat memiliki efek antioksidan yang kuat, yang penting untuk pencegahan kerusakan sel dan berbagai penyakit degeneratif. Objek penelitian ini adalah kandungan antioksidan pada ekstrak etanol batang pasak bumi kuning, hitam dan merah menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2- picryhidrazyl). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis batang pasak bumi dan variabel terikatnya adalah kandungan antioksidan pada ekstrak etanol batang pasak bumi. Penelitian ini juga memiliki variabel kontrol yaitu tempat pengambilan sampel dan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryhidrazyl). Analisis data pada penelitian ini bersifat deskriptif, artinya analisis data dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan statistik yaitu menguji perbedaan nilai uji antioksidan batang tanaman pasak bumi kuning, merah dan hitam dengan metode DPPH.