NUR ADHARIANI JAMALIZA PUTRI
2024 · Thesis · Open Access
Coronavirus disease 19 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Virus ini awalnya berasal dari hewan, tetapi dapat menular dari manusia ke manusia. Untuk menghentikan penyebaran COVID-19 masyarakat harus disiplin dalam mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satu aturan tersebut adalah mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan dasar pengetahuan dan sikap terhadap COVID-19. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap terhadap praktik pencegahan COVID-19. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan serta menjadi referensi bagi penelitian terkait pengetahuan dan sikap terhadap praktik COVID-19. Rancangan yang digunakan pada penelitian yaitu studi literatur yang melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu pengetahuan dan sikap terhadap praktik pencegahan COVID-19 di negara Indonesia dan Malaysia. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif yaitu membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, kelompok usia, ruang lingkup pekerjaan, dan kategori pendapatan serta pengetahuan, sikap dan praktik terhadap COVID-19. Praktik masyarakat Indonesia dan Malaysia dalam pencegahan COVID-19 cukup baik, dengan rata-rata skor 7,0 dari 10 dengan pengetahuan dan sikap yang menganggap bahwa COVID-19 sebagai penyakit serius yang dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan.
DWI DESTIANA
2024 · Thesis · Open Access
Staphylococcus aureus merupakan kuman penyebab timbulnya penyakit dengan tanda-tanda seperti peradangan, nekrosis dan pembentukan abses. Staphylococcus aureus memiliki strain yang resisten terhadap golongan antibiotik sehingga diperlukan usaha untuk mencari alternatif antimikroba, salah satu pilihan alternatif yang dapat digunakan adalah daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.). Daun pegagan mengandung zat antibakteri, diantaranya adalah flavonoid, saponin, tanin, fenol dan steroid. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun pegagan menggunakan pelarut etanol 70%, etanol 95% dan etil asetat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun pegagan dibuat dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, etanol 95% dan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dilakukan pengumpulan data, menelaah, dan mempelajari data-data pada jurnal penelitian. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meraingkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan hasil yang diperoleh, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pegagan menggunakan pelarut yang berbeda memiliki aktivitas antibakteri, yaitu pada ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 20 - 100% menghasilkan zona hambat 6,3 - 9,4 mm dengan kategori sedang, pada ekstrak etanol 95% dengan konsentrasi 30 - 70% menghasilkan zona hambat 9,3 - 11,3 mm dengan kategori sedang - kuat, dan pada ekstrak etil asetat dengan konsentrasi 30 - 70% menghasilkan zona hambat 16 - 30 mm dengan kategori kuat - sangat kuat.
ANTUNG MAILANI FITRIANUR
2024 · Thesis · Open Access
Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit degeneratif seperti kardiovaskuler, karsinogenesis, dan penyakit lainnya. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan alami adalah kemangi (Ocimum basilicum L.). Daun kemangi memiliki kandungan fenolik yang tinggi, senyawa fenolik memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Selain memiliki antioksidan, kemangi terbukti secara ilmiah memiliki aktivitas farmakologi yaitu sebagai analgesik, sedatif, antiinflamasi, antianging, antimikroba, antifungi, dan antivirus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan berbeda pelarut yaitu metanol dan etanol menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Rancangan yang digunakan adalah dengan melakukan pengumpulan data, mempelajari, menelaah, dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian sehingga didapatkan nilai IC50. Objek pada studi literatur ini adalah aktivitas antioksidan esktrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa prosedur uji aktivitas antioksidan pada ekstrak metanol dan etanol memiliki prosedur yang sama yaitu, pembuatan larutan induk sampel, pembuatan larutan seri, pengukuran absorbansi untuk pembuatan kurva inhibisi, kurva inhibisi, dan hasil uji aktivitas antioksidan maka didapatkan aktivitas antioksidan yang berbeda, pada ekstrak metanol memiliki nilai IC50 1.370,9233 µg/ml yang dikategorikan sangat lemah dan ekstrak etanol memiliki nilai IC50 52,68 µg/ml dikategorikan sedang.
SARIFAH EKA DALIANA
2024 · Thesis · Open Access
TWUTY PALI DATU
2024 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang jahe (Zingiber officinale) dan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman jahe dan jahe merah secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat batuk, pegal-pegal, kepala pusing, masuk angin, rematik dan mual-mual. Rimpang Jahe merah mengandung lebih banyak gingerol dan minyak atsiri dari pada jahe biasa, sehingga jahe merah lebih pedas dan efektif sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Metabolit sekunder dalam tanaman tersebut diketahui memiliki sifat antibakteri. Rimpang jahe dan jahe merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar yang telah dimodifikasi (Difusi Kirby dan Bauer), metode disk diffusion dan metode difusi paper disk. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah tentang uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang jahe dan jahe merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang jahe (Zingiber officinale) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40% dan 80% kategori hambatan sedang. Ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dengan konsentrasi 20%, 25%, 40%, 50%, 60%, 75%, 80% dan 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori hambatan sedang.
DIAN PRAMANA
2024 · Thesis · Open Access
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama terjadinya
penyakit kardiovaskular aterosklerosis, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Hipertensi menimbulkan risiko mortalitas dini, yang meningkat saat tekanan
sistolik dan diastolik meningkat. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang
ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk ditangani di FKTP. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien BPJS
Kesehatan Di Apotek. Penelitian yangdilakukan merupakan jenis penelitian studi
literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah
buku-buku serta dokumen yang terkait sepertikarya tulis ilmiah, skripsi, dan jurnal
ilmiah. Studi literatur ini mengacu pada 2 jurnal penelitian yaitu “Pola Peresepan
Obat Antihipertensi Pada Pasien BPJS Kesehatan Diapotek Kimia Farma Ahmadyani”, dan
“Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi Dan Interaksi Obat Pada Pasien BPJS Di
Apotek Kimia Farma 479 Kendari”. Analisis data dilakukan dengan metode analisis
deskriptif berupa data kuantitatif yaitu dengan data pengobatan antihipertensi
secara monoterapi dan kombinasi.
DILA RAMADANI SAFITRI
2024 · Thesis · Open Access
Rhodamin B adalah zat warna yang tidak seharusnya digunakan dalam pembuatan
kosmetika. Penggunaan rhodamin B pada umumnya dipicu oleh beberapa faktor,
seperti pertimbangan harga yang lebih ekonomis dibandingkan pewarna kosmetik,
selain itu warna yang dihasilkan rhodamin B bersifat tahan lama dan lebih menarik.
Rhodamin B memiliki sifat karsinogenik dan dapat menyebabkan iritasi pada bibir
apabila digunakan dalam jangka panjang. Analisis rhodamin B dapat dilakukan
dengan menggunakan metode seperti Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan
Spektrofotometri UV-Vis. Jenis penelitian ini berupa studi literatur yang bertujuan
untuk mengetahui hasil analisa keberadaan dan rhodamin B yang beredar di
pasaran. Tahap penelitian ini meliputi pengumpulan data, menelaah dan
menganalisa data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini mencakup
perbandingan mengenai persiapan sampel dan informasi kadar rhodamin B yang
terkandung dalam lipstik yang beredar di pasar Daerah Gorontalo dan Batam.
Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif, yaitu dengan menyajikan
data kualitatif dan kuantitatif yang fokus pada hasil analisa keberadaan dan kadar
rhodamin B pada lipstik.
ENDANG ASRIADILLAH
2024 · Thesis · Open Access
Hipertensi adalah gejala gangguan keseimbangan hemodinamik dalam sistem kardiovaskular. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui data demografi pasien hipertensi serta mengetahui kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, dengan tahapan meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini berfokus pada Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Sumowono, Puskesmas Banyumas (Jawa Tengah) dan Puskesmas Bantul II (Daerah Istimewa Yogyakarta). Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu memberikan gambaran tentang data demografi pasien hipertensi serta tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi. Puskemas Sumowono dengan rentang usia 46-65 tahun 81.8%, jenis kelamin perempuan 90.9%, sebagai petani 45.5%, dan riwayat pendidikan Sekolah Dasar 90.9% dengan tingkat kepatuhan tinggi 40.9%. Puskesmas Banyumas dengan usia 56-65 tahun 37%, jenis kelamin perempuan sebanyak 66%, status bekerja 51% dan riwayat pendidikan Sekolah Dasar 48% dengan tingkat kepatuhan rendah 40% dengan tingkat kepatuhan sedang. Puskesmas Bantul II dengan usia 19 tahun 83.1%, jenis kelamin perempuan 69.2%, status bekerja 61,5% dan riwayat pendidikan SMA-Magister 60% dengan tingkat kepatuhan tinggi 50.7%.
SALWA RUMNI
2024 · Thesis · Open Access
Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotik bisa bersifat bakterisid atau bakteriostatik. Antibiotik banyak di resepkan di puskesmas, namun penggunaanya sering kali tidak tepat, akibatnya terjadi peningkatan resistensi terhadap antibiotik. Antibiotik yang sering di konsumsi dan di pasarkan secara bebas adalah amoksisilin. Ketidakpatuhan dalam penggunaan antibiotik dikarenakan kurangnya pengetahuan di masyarakat. Kepatuhan dalam penggunaan antibiotik bertujuan untuk memperkecil resiko terjadinya efek samping dan resistensi. Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapat terapi antibiotik yang sesuai. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan amoksisilin di Puskesmas. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik. Hasil studi literatur Tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik amoksisilin Puskesmas Campurejo sebanyak 24 responden (48%) patuh minum obat antibiotik amoksisilin dan Puskesmas Masbagik sebanyak 89 responden (97,8%).
VILLIA JULIEZ RYMETA
2024 · Thesis · Open Access
Standar Pelayanan Minimal (SPM) mengatur hakikat dan mutu pelayanan dasar sebagai hak warga negara. Berdasarkan Departemen Kesehatan RI tahun 2008, tujuan dari SPM adalah sebagai pedoman bagi daerah dalam melaksanakan dan memantau standar pelayanan minimal rumah sakit. Indikator standar pelayanan minimal kefarmasian adalah waktu tunggu obat, tidak adanya kesalahan pemberian obat, kepuasan pasien, penulisan resep sesuai formularium. Indikator SPM dapat dijadikan pedoman untuk mengevaluasi penerapan standar minimal di instalasi farmasi dalam meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan standar pelayanan minimal di rumah sakit pada bidang farmasi menurut keputusan menteri kesehatan RI nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Studi literatur yang dilakukan dengan metode deskriptif dengan rancangan non eksperimental, yaitu berupa data indikator standar pelayanan minimal (SPM) di instalasi farmasi RSUD dr. Abdul Aziz dan RSUD Muara Taweh. Hasil studi literatur ini adalah terdapat satu indikator yang belum memenuhi SPM yaitu kesesuaian penulisan resep sesuai formularium di RSUD dr. Abdul Aziz sebesar 95,95% dan RSUD Muara Teweh sebesar 99%.
ANGGHIA ZHAVIRA PUTRI
2024 · Thesis · Open Access
Pegagan (Centella asiatica L.) merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional khususnya sebagai antibakteri. Tumbuhan ini mengandung senyawa metabolit sekunder seperti, flavonoid, saponin dan tanin. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas. antibakteri ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tahapan penelitian meliputi reduksi data. berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang dari data yang akan didapat agar penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan benar. Objek penelitian ini adalah aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pegagan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data. yang terkumpul mengenai nilai aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun. pegagan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri pada diameter zona hambat terkecil diperoleh 7,7 mm dengan konsentrasi 25% dalam kategori zona hambat sedang dan pada diameter zona hambat terbesar diperoleh 21,6 mm dengan konsentrasi 80% dalam kategori zona hambat sangat kuat.
INDRIANA ROSITA
2024 · Thesis · Open Access
Hipertensi adalah kelainan yang sering terjadi, kronis, dan berkaitan dengan usia,
yang sering kali menyebabkan komplikasi kardiovaskular dan ginjal yang
melemahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepatuhan
pasien hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi di rumah sakit.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling
dengan pendekatan prospektif, yang diukur dengan menggunakan instrumen
Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Berdasarkan dari hasil analisis
menunjukkan bahwa pasien yang terlibat dalam penelitian ini cenderung pada jenis
kelamin perempuan. Tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi
dirumah sakit hasilnya beragam, dengan adanya hasil dari penelitian ini perlu
adanya intervensi dari tenaga kesehatan terkait untuk meningkatkan kepatuhan
minum obat pasien hipertensi, karena kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat
sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi pasien. Kepatuhan minum obat
dapat mempengaruhi tekanan darah secara bertahap dan dapat mencegah terjadinya
komplikasi ke penyakit lain. Seseorang dengan tingkat pengetahuan kurang
beresiko 1,503 kali untuk tidak patuh minum obat hipertensi dibanding pasien yang
memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Penggunaan obat yang terlalu banyak
dapat memberikan dampak negatif terkait kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi
obat karena sebagian pasien merasa takut dengan akan efek samping maupun
kejadian yang tidak diinginkan ketika pemakaian obat.
CLEARISTA MICHIKA
2024 · Thesis · Open Access
Penyakit infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen, salah satunya ialah penyakit infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan adanya infeksi yang di tandai dengan pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri dalam saluran kemih. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih. Rancangan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan dan penyajian data, dalam tabel deskriptif. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Objek penelitian ini adalah penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di Rumah Sakit RSUD Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Bhayangkara kupang. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis antibiotik yang terbanyak digunakan pada kasus Infeksi Saluran Kemih (ISK) di beberapa rumah sakit yaitu ceftriaxone yang termasuk golongan sefalosporin generasi ketiga. Kesimpulan yang dapat di ambil bahwa antibiotik Infeksi Saluran Kemih yang paling banyak digunakan adalah antibiotik ceftriaxon golongan sefalosporin.
DEVI NOVITA
2024 · Thesis · Open Access
AGUSTINA
2024 · Thesis · Open Access
MADAYANI WULANDARI
2024 · Thesis · Open Access
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri cukup baik terhadap berbagai macam bakteri dan telah lama digunakan oleh masyarakat secara luas untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi. Bawang putih terbukti efektif sebagai antibiotik terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif. Bawang putih memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, seperti antioksidan, antiinflamasi, dislipidemi, dan obesitas. Tanaman ini mengandung senyawa sulfur, asam amino, mineral, vitamin, dan lipid. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri perasan bawang putih terhadap bakteri Salmonella typhi. Efektifitas daya hambat ditentukan dengan mengamati zona bening yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang putih berpengaruh signifikan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Seluruh konsentrasi perasan bawang putih mampu menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Diameter zona hambat yang dihasilkan kategori daya hambat kuat dan sangat kuat. Diameter zona hambat yang dihasilkan dengan metode uji sumuran lebih besar dibanding metode uji cakram. Zona hambat yang terbentuk dengan metode sumuran sebesar 45,3 mm dan metode cakram sebesar 22 mm. Hal ini menunjukkan bahwa dengan metode sumuran diperoleh aktivitas antibakteri lebih besar dibandingkan metode cakram.
FENY RAHMAWATY
2024 · Thesis · Open Access
Tumbuhan matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat dan antioksidan alami. Antioksidan alami berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan radikal bebas. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, dan aktivitas antioksidan yang terdapat didalam esktrak daun matoa dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas dari jurnal sehingga didapatkan data utama inti tulisan dan penyajian data, dalam tabel deskriptif. Data yang dianalisis berupa data uji aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan dengan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar tentang perbandingan uji aktivitas Antioksidan pada daun matoa dengan melihat nilai IC50. Hasil penelitian Studi literatur menunjukan bahwa skrining Fitokimia yang teridentifikasi pada ekstrak daun matoa yaitu flavonoid, tanin, saponin, terpenoid dan steroid. Nilai IC50 pada ekstrak daun matoa dengan menggunakan pelarut etanol diperoleh nilai 45,78 ppm dikategorikan kuat, sedangkan pada artikel penelitian lainnya ekstrak daun matoa yang menggunakan pelarut etanol, n-heksana dan etil asetat menunjukan nilai IC50 sebesar 1,403 ppm yang dikategorikan tidak aktif dan 306,49 ppm, 261,07 ppm dengan kategori lemah.
ROSALINDA HANGIN
2024 · Thesis · Open Access
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian. Pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelanggarakan pelayanan kefarmasian. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa Apotek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, skripsi, serta jurnal terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil dari studi literatur ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian di beberapa Apotek di Apotek Satkes Pusdokkes Mabes Polri, Apotek di Kota Parepare dan Apotek di Selakau Farma yang ditinjau dari dimensi Tangible (Bukti fisik), Realibility (Kehandalan), Responsivennes (Ketanggapan), Assurance (kepastian), Emphaty (Empati) termasuk kategori puas dengan persentase masing-masing >70%, >70% dan >90%.
CHRESENSIA VENERANDA VILIA TAPO
2024 · Thesis · Open Access
Tumbuhan senduduk (Melastoma malabathricum Linn) dari suku Melastomataceae adalah tumbuhan obat yang sering digunakan untuk pengobatan diantaranya sebagai antibakteri. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun senduduk terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tumbuhan senduduk memiliki senyawa metabolit sekunder flavonoid, tanin, dan saponin. Tahapan penelitian yaitu mengumpulkan artikel ilmiah, menelaah dan menganalisis data lalu meringkas data sehingga didapatkan data utama, penyajian secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antibakteri ekstrak daun senduduk. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antibakteri esktrak daun senduduk terhadap Staphylococcus aureus berdasarkan perbedaan lama maserasi. Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun senduduk memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang berbeda-beda. Aktivitas antibakteri esktrak daun senduduk dengan waktu maserasi 3-4 hari menghasilkan zona hambat kategori kuat pada konsentrasi 30% sebesar 20,5 mm dan waktu maserasi 7 hari menghasilkan zona hambat kuat pada konsentrasi 80% sebesar 21,3 mm.
FLORENTINUS HIMUQ
2024 · Thesis · Open Access
STUDI LITERATUR FORMULASI SEDIAAN TABLET EFFERVESCENT MENGGUNAKAN EKSTRAK TANAMAN SEBAGAI BAHAN AKTIF