YULIANA
2023 · Thesis · Open Access
Tabir surya dapat menyerap, menghamburkan atau memantulkan sinar UV (ultraviolet) yang mengenai kulit, sehingga dapat digunakan untuk melindungi struktur kulit manusia dari bahayanya sinar UV. Salah satu kandungan bahan yang dapat berfungsi sebagai tabir surya adalah senyawa flavonoid. Salah satu bahan alam yang mengandung flavonoid adalah lemak tengkawang. Lemak tengkawang adalah lemak nabati hasil ekstraksi biji tanaman tengkawang yang termasuk dalam famili Dipterocarpaceae yang mengandung senyawa terpenoid, flavonoid, arilpropanoid dan turunan asam galat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lemak tengkawang sebagai sediaan krim tabir surya dan berapakah nilai SPF dari sediaan krim lemak tengkawang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Konsentrasi lemak tengkawang pada penelitian ini 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi yang dilakukan pada penelitian sediaan krim ini meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan nilai SPF. Hasil dianalisis secara deskriptif yaitu upaya menampilkan data dalam bentuk tampilan yang mudah terbaca secara lengkap. Kata kunci: lemak tengkawang (Shorea mecystopteryx), krim, tabir surya, SPF
NAUFAL RACHMAN
2023 · Thesis · Open Access
Infeksi merupakan salah satu penyebab penyakit kulit yang sering terjadi. Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi kulit ringan yang disertai dengan pembentukan abses. Bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi adalah Pseudomonas aeruginosa. Spesies bakteri ini merupakan salah satu penyebab infeksi kulit pada penderita dengan neoplastik, ecthyma gangrenosum, luka dan luka bakar yang berat. Infeksi kulit akibat mikroorganisme dapat diatasi dengan pemberian obat antimikroba. Penelitian tentang bahan yang berpotensi sebagai bahan antimikroba memiliki hubungan dalam menemukan adanya nilai KHM dan KBM pada sampel. Lignin tandan kosong kelapa sawit (TKKS) diduga memiliki kandungan fenolik seperti lignin dari tanaman lain sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri lignin TKKS terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Metode yang digunakan yaitu metode difusi cakram dan metode dilusi dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20% dan 30%. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam tabel memuat data zona hambat, KHM dan KBM sampel uji. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, diketahui lignin TKKS memiliki kandungan alkaloid dan flavonoid pada uji skrining fitokimia. Selain itu, lignin TKKS juga memiliki zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dimulai dari konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Kemudian KHM lignin TKKS dimulai dari konsentrasi 10% dan tidak adanya KBM pada variasi konsentrasi dibawah 30% terhadap kedua bakteri uji. Berdasarkan analisis data menggunakan metode Post Hoc Test, membuktikan bahwa terdapat perbedaan daya hambat pada konsentrasi 10%, 20 dan 30%.
DIMAS YOGI PRATAMA
2023 · Thesis · Open Access
Kulit merupakan bagian tubuh manusia yang berguna untuk melindungi dari paparan sinar matahari. Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan kulit terbakar, perubahan warna kulit menjadi lebih hitam, bahkan dapat menyebabkan kanker kulit. Menghindari masalah yang terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih, diperlukan perlindungan berupa tabir surya yang tepat. Sediaan tabir surya memiliki fungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit. Ekstrak daun afrika diketahui mengandung senyawa fenolik. Senyawa tersebut memiliki ikatan terkonjugasi yang dapat beresonansi ketika terkena sinar ultraviolet (UV) sehingga bersifat photoprotective. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ekstrak metanol daun afrika menjadi gel tabir surya. Aktivitas tabir surya ditentukan secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis berdasarkan serapan pada panjang gelombang yaitu 290 nm – 320 nm. Masing masing konsentrasi 0,02%, 0,04%, dan 0,06% dilakukan evaluasi meliputi pengujian aktivitas tabir surya dan karakteristik fisik gel. Analisis data dilakukan secara statistik. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data Ekstrak metanol daun afrika dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel, tetapi formula gel yang digunakan tidak menghasilkan sediaan gel yang memenuhi persyaratan fisik, Sediaan gel ekstrak metanol daun afrika dengan konsentrasi 0,02% memiliki nilai SPF 6,3702 tergolong dalam ketegori proteksi minimal, konsentrasi 0,04% memiliki nilai SPF 10,8347 tergolong dalam kategori proteksi maksimal dan konsentrasi 0,06% memiliki nilai SPF 11,7705 tergolong dalam kategori maksimal. Sehingga dapat disimpulkan pada F3 dengan konsentrasi 0,06% menghasilkan nilai SPF tertinggi
FASYA ADANIA
2023 · Thesis · Open Access
Paparan sinar ultra violet dapat menyebabkan beberapa gangguan kulit seperti eritema, pigmentasi, dan penuaan dini. Mencegah gangguan kulit yang disebabkan oleh sinar UV diperlukan perlindungan berupa tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi krim yang optimum dari ekstrak metanol daun afrika yang berpotensi sebagai tabir surya dengan variasi asam stearat dan setil alkohol yang dapat memberikan sifat fisik sediaan krim yang baik. Krim dibuat dalam empat formula dengan variasi asam stearat dan setil alkohol yang dirancang sesuai dengan desain faktorial. Sediaan krim yang dihasilkan diuji sifat fisiknya meliputi pengamatan organoleptik (bentuk, warna, bau), homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Formula optimum berdasarkan parameter sifat fisik krim yaitu: viskositas, daya sebar, daya lekat yang diperoleh menggunakan software Design Expert versi 11. Pada penelitian ini didapatkan area komposisi optimum krim yaitu asam stearat sebesar 4,83407 % dan 6,53315 % setil alkohol. Berdasarkan parameter uji pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas, formula yang baik adalah formula 2 karena nilai hasil uji masih masuk dalam range persyaratan.
NOOR LATHIFAH
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Nama : Noor Lathifah Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Pembimbing : 1. apt. Siti Jubaidah., S.Far., M.Pd. 2. apt. Reksi Sundu, M.Sc. Buah alpukat (Persea Americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat. Bagian yang sering digunakan adalah daging dan kulit buah sedangkan biji buah belum banyak dimanfaatkan. Biji buah alpukat berpotensi untuk dikembangkan sebagai antioksidan dengan kandungan senyawa aktif flavonoid. Proses pengolahan simplisia sangat berpengaruh salah satunya pada tahap pengeringan. Tahap pengeringan bertujuan untuk memperoleh simplisia yang tidak mudah rusak selama penyimpanan dalam waktu lama dan menjamin kandungan senyawa aktif yang memiliki khasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar flavonoid total dari biji buah alpukat. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Metode pengeringan yang digunakan dengan penjemuran dengan matahari (P1) dan menggunakan oven (P2). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Metode analisis senyawa dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan dua metode pengeringan dianalisis dengan statistic Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan Kadar flavonoid biji buah alpukat tertinggi terdapat pada pengeringan menggunakan oven (P2) sebesar 7,8460 ± 0,165%, sedangkan yang dikeringkan dengan sinar matahari (P1) sebesar 2,2633 ± 0,093%. Hasil Uji Independent Sampel T-Test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar flavonoid biji buah alpukat dengan perbedaan cara pengeringan. Kata Kunci: Biji alpukat (Persea americana Mill.), Metode Pengeringan, Spektrofotometri UV-Vis
RAFFI AFNAN AL NAWAWI
2023 · Thesis · Open Access
Tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dengan penularan dari pasien terjangkit yang mengeluarkan percikan dahak ke udara. Salah satu faktor keberhasilan dari pengobatan pasien tuberkulosis yaitu kepatuhan pasien dalam meminum obat. Adapun pasien yang tidak patuh salah satu faktor penyebabnya adalah adverse drug reaction. Adverse drug reaction merupakan respon merugikan dan tidak diinginkan dari obat yang terjadi pada dosis normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui data demografi pasien dan pengaruh kepatuhan terhadap advers drug reaction (ADRs) yang sering terjadi pada pasien TBC. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif menggunakan kuesioner MMAS-8 dan naraca naranjo. Objek penelitian meliputi pasien tuberkulosis yang berobat di Puskesmas Lempake Samarinda pada Januari-Desember Tahun 2022. Analisis data dengan menggunakan tabel karakteristik pasien (umur, kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan), profil kepatuhan dan profil adverse drug reactions yang dikemas dalam bentuk deskriptif. Hasil Penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan advers drug reactions di Puskesmas Lempake Samarinda, dengan nilai p-value (0,716) lebih besar dari signifikan (0,05) menggunakan chi-square. Kesimpulan penelitian ini adalah dari 39 responden terdapat 24 responden (61,54%) dan sebanyak 21 responden (53,85%) mengalami advers drug reactions.
DESNA NURMADHANI
2023 · Thesis · Open Access
Polusi udara dan gaya hidup tidak sehat menyebabkan tubuh terpapar dengan senyawa radikal bebas secara terus menerus. Radikal bebas terdapat dalam jumlah yang berlebihan, sehingga terjadi stres oksidatif, Keadaan tersebut menyebabkan tubuh memerlukan suatu asupan yang mengandung suatu senyawa yaitu antioksidan. Berdasarkan sumbernya antioksidan dapat dibagi menjadi 2 yaitu antioksidan sintetik dan antioksidan alami. Antioksidan alami bisa didapatkan dari tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan Dispersi Lignin-Lemak Tengkawang (Shorea Mecystopterix) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) pada konsentrasi 2,5%, 5% dan 10%. Jenis penelitian ini menggunakan penelitan eksperimental dengan teknik sampling non probability yaitu purposive sampling. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan Spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan kadar IC50. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara statistik.
DYAH TANTRI WULANDARI
2023 · Thesis · Open Access
Penyebab timbulnya infeksi salah satunya dipengaruhi oleh terjadinya luka. Penanganan luka infeksi biasanya menggunakan antibiotik. Namun efek penggunaan antibiotik yang tidak tepat menyebabkan resistensi. Maka digunakan bahan alternatif lain dalam mengobati infeksi dengan menggunakan bahan-bahan dari alam yaitu Propolis dari lebah Heterotrigona itama. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat, KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bunuh Minimum) dari ekstrak metanol Propolis lebah Heterotrigona itama dengan masing-masing konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini menggunakan penelitan eksperimental dengan teknik sampling non probability yaitu purposive sampling. Metode ekstraksi menggunakan maserasi pelarut metanol. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Serta menggunakan kontrol positif klindamisin 0,1%, kontrol negatif DMSO. Variabel bebas adalah konesntrasi ekstrak metanol propolis dan variabel terikatnya yaitu zona hambat yang terbentuk dan nilai KHM dan KBM KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bunuh Minimum). Data hasil pengujian dianalisis secara statistik dengan menggunakan metode uji ANOVA. Berdasarkan hasil, ekstrak Metanol Propolis lebah Heterotrigona itama menghambat bakteri Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 10%:7,74 mm, 20%:8,05 mm, 30%:10,00 mm, 40%:10,05 mm, dan 50%:12,25 mm, serta dapat menghambat perttumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10%:7,05 mm, 20%:8,00 mm, 30%:10,20 mm, 40%:11,15 mm, dan 50%:12,05 mm. KHM dan KBM ekstrak metanol propolis pada bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus sebesar 100mg/ml. Hasil uji statistik menunjukan semua konsentrasi ekstrak metanol propolis memiliki perbedaan nyata dengan kontrol positif Klindamisin 0,1%.
LENI MARLINA SIHOMBING
2023 · Thesis · Open Access
Daun bayam hijau (Amaranthus Hybridus) merupakan sayuran yang memiliki vitamin A, vitamin C, niasin, thiamin, fosfor, riboflavin, natrium, kalium dan magnesium. Daun bayam hijau memiliki beberapa kandungan kimia, salah satunya yaitu flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas. Pengujian flavonoid dilakukan dengan skrining fitokimia yang mengandung senyawa kuersetin. Kuersetin memiliki aktivitas biologi seperti antivirus, antibakteri , antiinflamasi, dan memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak etanol daun bayam hijau terhadap kematian larva Artemia salina Leach menggunakan metode BSLT. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak etanol dari daun bayam hijau (Amaranthus Hybridus) terhadap larva udang yang telah ditetaskan selama 48 jam dengan konsentrasi ekstrak 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 750 ppm lalu diuji selama 24 jam untuk melihat total nilai kematian dari larva Artemia salina Leach lalu mengetahui nilai LC50.
ANIS MARLIANA
2023 · Thesis · Open Access
Prevalensi diabetes meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa perlu adanya pengobatan diabetes. Tujuan penelitian Ini untuk mengetahui infusa daun buas-buas (Premna serratifolia Linn.) dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit yang diinduksi aloksan. Penelitian ini bersifat ekperimental menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian meliputi determinasi tanaman buas-buas, ethical clearance, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan metode intusa, pembuatan bahan uji infusa dan uji antidiabetes menggunakan 25 ekor mencit. Pengujian dilakukan dengan membagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif metformin, kontrol negatif Aquadest dan kontrol perlakuan diberi sediaan infusa daun buas-buas konsentrasi 10%, 20% dan 40%. Mencit diinduksi aloksan dengan dosis 200 mg/kgBB secara intraperitoneal dan diberikan perlakuan setelah kadar glukosa darah mencit>200 mg/dL, selanjutnya diukur kadar glukosa darah mencit pada hari ke-7 dan hari ke-14. Hasil data dianalisis menggunakan uji kruskall wallis. Hasil uji kruskall wallis diperoleh data di hari ke 1 0.047, haru ke 7 0.007 dan hari ke 14 0.004 0.05 menunjukkan bahwa p kurang dari 0,04 berarti, lima kelompok perlakuan memiliki perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun buas-buas dapat menurunkan kadar glukosa darah. Dosis efektif infusa daun buas buas yang memberi efek antidiabetes yaitu konsentrasi 20%
NOOR HAYATI
2023 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Nama : Noorhayati Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) Terhadap Larva Udang Artemia salina LeachDengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Pembimbing : 1. apt. Supomo, S.Si.,M. Si. 2. apt. Nurul Fatimah, M.Sc. Limpasu (Baccaurea lanceolata) secara empiris memiliki khasiat untuk mengobati demam, diare, dan kesehatan kulit. Pemakaian dengan jumlah yang melebihi batas takaran dapat menyebabkan keracunan (ketoksikan), sehingga harus di uji untuk memastikan keamanannya dapat terjamin dengan melakukan uji toksisitas ekstrak etanol kulit buah limpasu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Lethal Concentration 50 (LC50) ekstrak etanol kulit buah limpasu terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan tahapan antara lain: pembuatan simplisia, determinasi tumbuhan, ekstraksi, skrining fitokimia, pembuatan larutan seri dengan konsentrasi 0 ppm sebagai kontrol (negatif), 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm. Pengujian dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) menggunakan larva Artemia salina Leach yang berumur 24 jam dan dibagi dalam 5 kelompok pengujian. Tiap kelompok pengujian terdiri dari 10 ekor larva dengan 3 kali pengulangan. Analisis data dari hasil uji toksisitas menggunakan metode analisis probit untuk menghitung LC50. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah limpasu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan triterpenoid. Pada hasil uji toksisitas diperoleh dengan nilai LC50 sebesar 254.9693 µg/mL sehingga ekstrak etanol kulit buah limpasu termasuk dalam kategori toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach.
SHALLINA DWI HANDAYANI
2023 · Thesis · Open Access
Bunga kecombrang telah diketahui memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Senyawa antioksidan sintetik maupun alami mampu mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi diabetes. Diabetes merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi, sehingga kadar glukosa dalam darah perlu di kontrol dengan menggunakan obat antidiabetes. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas ekstrak bunga kecombrang dan dosis yang dapat menurunkan kadar glukosa darah secara in vivo. Bunga kecombrang dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pada metode induksi aloksan dengan dosis 200 mg/kgBB secara intraperitoneal. Ekstrak etanol 96% bunga kecombrang diberikan dengan variasi dosis 100 mg/kg BB, 150 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB selam 9 hari. Dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah mencit pada hari ke-3, 6 dan 9. Hasil statistik menunjukan kelompok dosis 100 mg/kg BB, 150 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB berbeda secara bermakna dengan kontrol negatif dan tidak berbeda secara bermakna jika dibandingkan dengan kontrol positif. Ekstrak etanol 96% bunga kecombrang dosis 200 mg/kg BB menunjukan penurunan kadar glukosa darah yang terkuat dibandingkan dosis 100 mg/kg BB dan dosis 150 mg/kg BB dengan persentase penurunan mecapai 59,20% pada hri ke-9. Hal ini menunukan ekstrak etanol 96% bunga kecombrang memiliki kemampuan menurunkan kadar glukosa darah pada mencit yang diinduksi aloksan.
SARMILA
2023 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mengetahui potensi lidah buaya terhadap penyembuhan luka Insisi pada kulit kelinci. Luka insisi merupakan suatu kondisi dimana terjadi kerusakan abnormal pada kulit yang disebabkan terputusnya kontinuitas jaringan karena cedera atau pembedahan. Salah satu tanaman herbal yang berpotensi terhadap penyembuhan luka yaitu tanaman lidah buaya (Aloe vera L.). Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, mempelajari, kemudian menelaah sumber literatur yang akan disajikan dalam bentuk tabel pengamatan penyembuhan luka insisi pada kulit kelinci. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data-data pengamatan terhadap penyembuhan luka insisi pada kulit kelinci yang dikumpulkan dari artikel ilmiah. Hasil studi memperlihatkan pengamatan pengukuran panjang sayatan selama 14 hari pada luka insisi kulit kelinci yang diberi ekstrak etanol 70% pada hari pertama untuk kelinci A, B dan C adalah 4 cm, di hari ke- 14 pada pada kelinci B belum menutup dengan sempurna pada kulit punggung kiri sebesar 1cm dan kanan sebesar 0,4 cm, untuk sediaan krim lidah buaya dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% pada hari sebelum pengamatan telah digoreskan luka sayat terlebih dahulu dengan panjang sayatan yang sama yaitu 2 cm, kemudian pada hari ke-14 ketiga konsentrasi tersebut menunjukkan hasil penutupan luka sebesar 0 cm. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pemberian ekstrak dan sediaan krim lidah buaya memiliki potensi terhadap penyembuhan luka insisi pada kulit kelinci (Oryctolagus cuniculus).
ELGI NURUL HIDAYAH
2023 · Thesis · Open Access
Mangrove jenis nyirih J. Koeng memiliki biji, buah, daun, dan kulit pohon yang bermanfaat sebagai tumbuhan obat secara empiris digunakan sebagai obat jerawat dan diare. buah nyirih mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid. Maka dari itu untuk mendapatkan kandungan zat aktif yang tinggi maka perlu dilakukan optimasi pembuatan ekstrak, salah satunya pemilihan jenis pelarut. Pemilihan pelarut harus memperhatikan sifat dari metabolit yang akan diekstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak buah nyirih menggunakan pelarut metanol dan etanol 70% dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian dimulai dari determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan pelarut metanol dan etanol 70% serta penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Analisis data yang digunakan adalah uji T-tes menggunakan Microsoft Excel. T-tes dilakukan untuk melihat perbandingan rata-rata dari 2 kelompok atau lebih. Nilai kadar total flavonoid ekstrak buah nyirih pada pelarut metanol 1,3530 ± 0,2280% dan etanol 70% 1,4345 ± 0,2182%, menunjukkan adanya perbedaan antara ekstrak dengan pelarut metanol dan etanol 70% dalam penetapan kadar total flavonoid.
DEVI SHADILA HERMANTO
2023 · Thesis · Open Access
Antioksidan berfungsi menghambat reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif yang dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit. Untuk mendapatkan kandungan zat aktif yang bermutu maka perlu optimasi pembuatan ekstrak salah satunya adalah pelarut karena jenis pelarut akan menentukan jenis zat yang terlarut sesuai polaritasnya. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian terhadap pengaruh polaritas pelarut terhadap kadar antioksidan pada fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air ekstrak etanol umbi bawang dayak secara spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar antioksidan dari ekstrak dan fraksi ekstrak etanol umbi bawang dayak. Umbi bawang dayak diekstraksi dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Dilakukan fraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air terhadap ekstrak etanol yang diperoleh setelah itu dilakukan pengujian kadar antioksidan menggunakan metode ABTS terhadap ekstrak dan fraksi yang dihasilkan. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol 95% umbi bawang dayak diperoleh nilai IC50 4,7430 ppm, fraksi air nilai IC50 sebesar 4,6168 ppm, fraksi etil asetat sebesar 2,3900 ppm, dan fraksi n-heksan sebesar 13,0344 ppm. Aktivitas antioksidan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi di antara ekstrak dan fraksi yang lain karena nilai IC50 fraksi etil asetat yang paling rendah diantara ekstrak dan fraksi lainnya.
ULFI NURAZIZAH JUWAIRYYAH
2023 · Thesis · Open Access
Ekstrak daun afrika (Gymnanthemum amygdalina Del.) dipilih sebagai bahan aktif masker gel peel-off karena memiliki kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. PVA atau polivinil alkohol merupakan bahan yang sering digunakan sebagai basis masker gel peel-off. Hal ini karena PVA memiliki pengaruh yang baik terhadap karakteristik masker gel peel-off. HPMC atau hidroksilpropil metilselulosa pada masker gel peel-off mampu meningkatkan jumlah serat polimer dimana akan semakin banyak cairan yang tertahan dan pembentuk gel akan mengikat air tersebut. Kedua dari basis tersebut memiliki karakteristik dan sifat fisik yang dapat berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan yang meliputi organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, daya lekat, dan lama pengeringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi optimum formula masker gel peel-off ekstrak daun afrika dengan kombinasi PVA dan HPMC. Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental dan optimasi menggunakan metode desain faktorial. Hasil data sifat fisik sediaan dibuat masing-masing contour plot berdasarkan kriteria sifat fisik yang baik, lalu contour plot digabungkan menjadi contour plot superimposed yang akan menunjukkan area optimum. Analisis menggunakan aplikasi Design Expert 11. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan komposisi optimum PVA dengan konsentrasi 12,349 % dan HPMC dengan konsentrasi 4,47109 %. Bahan-bahan dengan konsentrasi tersebut mampu mempengaruhi karakteristik pada masker gel peel-off ekstrak daun afrika dimana semakin tinggi konsentrasi basis maka semakin tinggi viskositas sediaan yang akan menyebabkan daya sebar rendah, daya lekat lebih lama, dan waktu mongering lebih lama.
VITA HANI ISLAMI
2023 · Thesis · Open Access
Pengadaan memegang peran penting dalam siklus pengelolaan obat. Upaya meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam proses pengadaan obat, baik untuk program JKN maupun program kesehatan lainnya pengadaan obat dan alat kesehatan wajib menggunakan e-catalogue. Program Rujuk Balik (PRB) merupakan program unggulan BPJS Kesehatan. Apotek Kimia Farma merupakan apotek jejaring untuk Program Rujuk Balik. Apotek Kimia Farma Samarinda, dalam pengadaan obat PRB sudah menggunakan e-purchasing dan masih ditemukan terjadi hambatan dalam sistem pengadaan seperti lead time yang lama, tidak tersedianya obat di distributor, dan keseragaman harga sehingga terjadi kekosongan obat yang memberikan dampak negatif atas ketersediaan obat untuk pasien program rujuk balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan ketersediaan obat dengan e-purchasing untuk pasien program rujuk balik di Apotek Kimia Farma Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam (indepth interview) terhadap subjek penelitian yang dianggap mengetahui dan terlibat dalam proses pengadaan dan atau pengelolaan obat. Data sekunder diperoleh melalui observasi dokumen yang berhubungan dengan pengadaan dan ketersediaan obat di Apotek Kimia Farma No 114 Hidayatullah Samarinda. Hasil Penelitian yang diperoleh dari Apotek Kimia Farma No 114 Samarinda menunjukan bahwa tingkat ketersediaan obat masih rendah (14,33%). Ketersediaan obat PRB di apotek belum mencukupi kebutuhan peserta PRB. Kekosongan obat sebagian besar disebabkan karena kekosongan dari distributor. Untuk menghindari pasien tidak mendapatkan obat, apotek meminjam obat dari Apotek Kimia Farma lain atau mengurangi jumlah obat yang diberikan kepada pasien. Peserta PRB yang paling sering mengalami kekurangan obat adalah pasien hipertensi.
INTAN
2023 · Thesis · Open Access
EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI BEBERAPA PUSKESMAS ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi perencanaan dan pengadaan obat di beberapa Puskesmas. Perencanaan dan pengadaan merupakan tahapan yang sangat penting dalam kegiatan pengelolaan obat. Pengelolaan perencanaan dan pengadaan obat di instalasi farmasi sangat penting karena perencanaan obat yang tidak akurat serta pengadaan yang tidak sesuai dengan perencanaan dapat menyebabkan penumpukan obat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek dari penelitian ini adalah evaluasi perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, meringkas, dan menarik kesimpulan dari data yang didapat dilakukan secara benar. Analisis data yang digunakan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data yang telah didapat dari jurnal yang akan diteliti. Hasil penelitian proses perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kabupaten Maros dan Puskesmas Kabupaten Magelang sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016, akan tetapi terdapat kendala di Puskesmas Kabupaten Maros yaitu perencanaan waktu kedatangan obat dan jumlah yang diminta tidak sesuai. Sedangkan perencanaan dan pengadaan di Puskesmas Kabupaten Rokan Hulu belum sesuai karena ada keterlambatan pengiriman LPLPO ke Dinas Kesehatan. Hal ini disebabkan kurangnya tenaga kefarmasian, hanya 1 orang tenaga teknis kefarmasian yang bertugas di Puskesmas. Kata kunci : Pengelolaan obat, perencanaan obat, Pengadaan obat, Puskesmas
LUMALAN JUPRIYANTO
2023 · Thesis · Open Access
Pengobatan dan pendayagunaan obat tradisional ini merupakan salah satu program pelayanan kesehatan dasar dan sebagai pengobatan alternatif di bidang kesehatan.Salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah daun sirsak (annona muricata L) dan daun nangka (atrocarpus heterophyllus L) Studi litelatur ini bertujuan Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak dan daun nangka dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherihlia coli Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu berupa data nilai zona hambat ekstrak daun sirsak dan daun nangka terhadap bakteri escherihlia coli. Aktifitas antibakteri di uji mengunakan metode difusi cakram (kirby-bauer) dengan konsentrasi etanol 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terdapat perbedaan daya hambat tiap masing masing estrak daun sirsak dan daun nangka Pengobatan dan pendayagunaan obat tradisional ini merupakan salah satu program pelayanan kesehatan dasar dan sebagai pengobatan alternatif di bidang kesehatan.Salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah daun sirsak (annona muricata L) dan daun nangka (atrocarpus heterophyllus L) Studi litelatur ini bertujuan Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirsak dan daun nangka dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherihlia coli Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu berupa data nilai zona hambat ekstrak daun sirsak dan daun nangka terhadap bakteri escherihlia coli. Aktifitas antibakteri di uji mengunakan metode difusi cakram (kirby-bauer) dengan konsentrasi etanol 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terdapat perbedaan daya hambat tiap masing masing estrak daun sirsak dan daun nangka
ANITA MAWARDANI
2023 · Thesis · Open Access
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis corona virus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Pencegahan COVID-19 didukung adanya pengetahuan sebagai dasar seseorang dalam mengambil sebuah keputusan serta menentukan sikap dan Tindakan dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19 saat ini. Studi literartur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan Tenaga Teknis Kefarmasian terhadap pencegahan COVID-19 di kota Samarinda dan Kutai Barat. Data yang diteliti adalah berupa karakteristik responden, tingkat pengetahuan umum, pengetahuan tentang sikap dan pengetahuan tentang tindakan Tenaga Teknis Kefarmasian terhadap pencegahan COVID-19 di kota Samarinda dan Kutai Barat. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data-data yang dikumpulkan dari artikel ilmiah. Hasil studi literatur Tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga teknis kefarmasian dalam pencegahan COVID-19 di kota Samarinda mendapatkan hasil sangat baik (49,28%), sedangkan di Kutai Barat mendapatkan hasil Baik (50,72%).