COLLECTION
Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Publikasi
FORMULASI SEDIAAN SABUN EKSTRAK ETANOL DAUN MAHANG (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg)
EVALUASI MEDICATION ERROR PADA E-RESEP PASIEN RAWAT JALAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT DIRGAHAYU SAMARINDA
PENETAPAN KADAR FLAVONID EKSTRAK ETANOL DAUN JERINGAU (Acorus calamus L.) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE PENGERINGAN SIMPLISIA SECARA ALAMI
Uji Aktivitas Antioksidan Daun Sawo Manila (Manilkara zapota L) Menggunakan Metode DPPH (1,1 diphenyl-2-picrylhidrazil)
PENETAPAN KADAR FENOLIK EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) BERDASARKAN PERBEDAAN CARA PENGERINGAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Ekstrak etanol biji alpukat mengandung alkaloid, saponin, karbohidrat, asam amino, glikosida, terpenoid, fenol, flavonoid dan kumarin glikosida. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada tanaman sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan. Metode pengeringan yang tepat diperlukan agar diperoleh ekstrak biji alpukat dengan kadar senyawa fenolik yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar fenolik ekstrak etanol biji alpukat berdasarkan perbedaan cara pengeringan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan , pengambilan sampel, pembuatan simplisia dengan cara pengeringan alami secara matahari langsung dan pengeringan buatan dengan oven pada suhu 60℃, ekstraksi secara maserasi, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penetapan kadar fenolik secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh dinalisis secara deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat metode pengeringan matahari dan oven positif mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid. Hasil penelitian diperoleh kadar total fenolik ekstrak biji alpukat menggunakan metode pengeringan matahari langsung sebesar 194,8769 ±0,3795 mg GAE/g dan kadar total fenolik ekstrak biji alpukat menggunakan metode pengeringan oven suhu 60℃ sebesar 56,1492 ±0,3957 mg GAE/g. Analisis data kadar fenolik menggunakan uji Independent T-Test dengan p0,05 dan didapatkan Sig. (2-tailed) adalah 0,000 maka H1 diterima yaitu, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode pengeringan.
Analisis Pengendalian persediaan obat dengan metode ABC, EOQ dan MMSL di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda
Pengendalian persediaan di Apotek dilakukan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan analisis kebutuhan dan perencanaan yang telah ditetapkan, dan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu metode analisis ABC (Always, Better, Control), metode EOQ (Economic Order Quantity) dan metode MMSL (Minimum-Maximum Stock Level). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja sistem metode ABC, EOQ dan MMSL terhadap pengendalian persediaan obat-obat di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda periode Januari-Juni 2024. Penelitian yang dilakukan penelitian non-eksperimental dengan analisis secara deskriptif dan menggunakan data kuantitatif yang terdiri dari angka atau bilangan. Teknik sampling yang diterapkan dalam penelitian ini purposive sampling, dengan sampel yang digunakan data persediaan obat di apotek. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kuantitatif persediaan obat di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ketiga metode tersebut dinilai efektif dalam optimalisasi pengendalian persediaan di Apotek Kimia Farma Agus Salim Samarinda. Metode ABC mengklasifikasikan prioritas pengawasan, EOQ menghitung jumlah pemesanan ekonomis, dan MMSL menetapkan batas stok, sehingga tercapai efisiensi, peningkatan mutu layanan dan menghindari terjadinya kekosongan maupun kelebihan obat.
Evaluasi Penggunaan Obat Diabetes Melitus Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda Tahun 2023
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI PUSKESMAS LOA JANAN KUTAI KARTANEGARA DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% SELAMA PERIODE 2024
PERBANDINGAN RENDEMEN EKSTRAK DAUN SISIK NAGA(Drymoglossum piloselloides {L} Presl) DENGAN METODE MASERASI DAN REFLUKS
Optimasi Formula Sediaan Nanoemulsi Fraksi Air Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) Dengan Variasi Olive Oil-Tween 20-PEG 400
Perbandingan Rendemen Ekstrak Daun Lahinai (Alphitonia excelsa (Fenzl) Benth)dengan metode Maserasi dan refluks
Evaluasi Medication Error pada Resep Obat Hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis Samarinda
Kesalahan pengobatan merupakan kegagalan dalam proses pengobatan yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan kerugian dan membahayakan pasien, mulai dari bahaya ringan hingga risiko yang mengancam nyawa. Kesalahan pengobatan dapat disebabkan oleh kesalahan dalam proses peresepan (prescribing), pembacaan resep (transcribing), persiapan hingga penyerahan obat (dispensing), dan proses penggunaan obat (administration). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesalahan pengobatan yang terjadi pada resep obat pasien hipertensi. Metode yang digunakan penelitian non eksperimental. Pengambilan data dilakukan secara prospektif bulan maret 2025 terhadap 735 resep dan 354 memenuhi kriteri inklusi resep pasien hipertensi di poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Inche Abdoel Moeis Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan pengobatan pada fase prescribing yaitu tidak ada nomor SIP dokter 100% karena resep elektronik dan nomor SIP dokter sudah terverifikasi dalam sistem rumah sakit sehingga dinyatakan tidak terjadi kesalahan pengobatan pada prescribing dan fase dispensing yaitu salah pengambilan obat sebanyak 4 resep (1%).
Uji Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis
Melastoma malabathricum L. (senduduk) dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, seperti antiseptik, antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Kandungan metabolit sekundernya, seperti flavonoid, tanin, dan triterpenoid, berpotensi sebagai agen tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etanol serta fraksi n-heksan, etil asetat, dan etanol-air daun senduduk. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin; sedangkan komposisi senyawa bervariasi pada masing-masing fraksi. Pada konsentrasi 800 ppm, nilai SPF tertinggi diperoleh dari fraksi etil asetat (30,91 ± 0,43) dan ekstrak etanol (30,06 ± 1,70), dikategorikan sebagai aktivitas tinggi. Fraksi n-heksan dan fraksi air masing-masing menunjukkan nilai SPF sebesar 22,37 ± 0,06 dan 19,00 ± 0,31 (kategori sedang). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (p = 0.000), namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara ekstrak etanol dan fraksi etil asetat (p = 0.281). Dengan demikian, fraksi etil asetat dan ekstrak etanol memiliki potensi setara sebagai agen pelindung terhadap sinar UV.