Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 50 dari 65

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Selutui Puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis dengan metode difusi kertas cakram

SHEILA DWI SABATINI
2022 · Thesis · Open Access

Infeksi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kasus infeksi yang paling umum terjadi di masyarakat adalah infeksi rongga mulut. Bakteri yang sering menimbulkan infeksi pada rongga mulut antara lain adalah Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Secara empiris masyarakat Dayak Kutai Barat menggunakan daun selutui puka untuk pengobatan sakit gigi dan sariawan. Tujuan penelitian mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun selutui puka sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis dan mengetahui zona hambat ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Penelitian bersifat eksperimental. Tahap penelitian meliputi pengumpulan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi ekstrak ialah 15%, 30% dan 45%, kontrol negatif DMSO 1% , kontrol positif Ciprofloxacin 0,1%. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun selutui puka memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavanoid, saponin, tanin dan steroid. Aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun selutui puka mendapatkan hasil rata-rata diameter zona hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 15% sebesar 17,70 mm (kuat), 30% sebesar 19,43 mm (kuat), dan 45 % sebesar 23,60 mm (sangat kuat) dan rata–rata diameter zona hambat terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis pada kosentrasi 15% sebesar 17,43 mm (kuat), 30% sebesar 23,33 mm (sangat kuat), dan 45% sebesar 26,03 mm (sangat kuat). Nilai zona hambat pada kontrol positif Ciprofloxacin terhadap bakteri Streptococcus mutans 38,97 mm dan Porphyromonas gingivalis 44,67 mm, serta pada kontrol negatifDMSO 1% adalah 0 mm.

VALIDASI METODE ANALISIS TABLET PARASETAMOL SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET

INDRI ANGRAINI
2022 · Thesis · Open Access

Parasetamol (asetaminofen) adalah obat analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri) dan antipiretik (penurun panas atau demam) yang aman, efektif, dapat ditoleransi dengan baik, dan murah dengan efek samping yang relatif sedikit bila digunakan pada dosis terapeutik yang dianjurkan. Validasi metode analisis adalah suatu tindakan penilaian terhadap parameter tertentu, berdasarkan percobaan laboratorium, untuk membuktikan bahwa parameter tersebut memenuhi persyaratan penggunaannya. Salah satu metode yang digunakan untuk validasi metode analisis adalah metode spektrofotometri ultraviolet. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil data validasi metode analisis secara spektrofotometri ultraviolet yang digunakan dalam penentuan kadar parasetamol dengan parameter validasi uji linieritas, batas deteksi (limit of detection, LOD), batas kuantifikasi (limit of quantification, LOQ), ketepatan (akurasi), ketelitian (presisi) serta selektivitas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tablet parasetamol generik dan merek dagang dengan dosis 500 mg serta pelarut etanol 70% dan pelarut etanol 95%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pelarut terbaik yaitu pelarut etanol 70% dengan panjang gelombang maksimum 248 nm, koefisien korelasi 0,99962; Nilai LOD sebesar 0,3350 dan nilai LOQ sebesar 1,1165; Akurasi didapatkan rata-rata 101,10%; Presisi didapatkan nilai SD 0,0569 dan % RSD 0,7057. Pelarut etanol 70% menunjukkan bahwa kadar parasetamol dalam sediaan tablet memenuhi persyaratan menurut Farmakope Indonesia Edisi V Tahun 2014 yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110,0% dari jumlah yang tertera pada etiket. Kata kunci : Parasetamol, Spektrofotometri Ultraviolet, Validasi metode

IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SAPONIN BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG SEKILANG (Embelia borneensis Scheff.)

TITIN MURTININGSIH
2022 · Thesis · Open Access

Sekilang (Embelia borneensis Scheff.) merupakan tumbuhan yang secara empiris digunakan sebagai penangkap ikan, pengusir lintah dan perawatan rambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kadar saponin ekstrak metanol kulit batang sekilang berdasarkan perbedaan metode ekstraksi secara gravimetri. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia kulit batang sekilang, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, refluks dan sokhlet, penetapan kadar saponin dengan metode gravimetri. Analisis kandungan saponin meliputi: identifikasi saponin, identifikasi jenis saponin, penetapan kadar saponin dan analisis data. Objek penelitian adalah jenis dan kadar saponin berdasarkan perbedaan metode ekstraksi terhadap ekstrak metanol kulit batang sekilang. Variabel bebas pada penelitian ini adalah metanol, maserasi, refluks dan sokhlet; Variabel terikat pada penelitian ini adalah jenis dan kadar dari ekstrak metanol kulit batang sekilang; dan variabel kontrol pada penelitian ini adalah metode gravimetri. Sampel yang digunakan adalah kulit batang Sekilang yang diperoleh dari Desa Long Temuyat. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang diperoleh adalah kadar saponin kulit batang sekilang berdasarkan hasil dari tiga metode ekstraksi yang digunakan berbeda. Data dianalisis dengan uji statistik one way anova untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan jumlah kadar saponin berdasarkan perbedaan metode. Hasil identifikasi jenis saponin dari ekstrak metanol kulit batang sekilang adalah jenis saponin triterpenoid. Hasil dari analisis data dengan uji statistik one way anova diperoleh bahwa terdapat perbedaan signifikan antar metode ekstraksi terhadap kadar saponin kulit batang sekilang yaitu dengan sig = 0,009 dengan taraf signifikan 0,05 (5%).

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA

SABRINA ANGGRAINI
2022 · Thesis · Open Access

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang ditularkan secara zoonosis (antara hewan dan manusia) dan dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat. Terdapat dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui hasil tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan COVID-19 di beberapa daerah di Indonesia yaitu di Desa Baru Dusun 1 Provinsi Sumatra Utara, di Desa Ciburial Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, di Desa Sumerta Kelod Kabupaten Denpasar Bali, di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data-data yang dikumpulkan dari jurnal ilmiah. Hasil dari keempat penelitian termasuk dalam kategori baik, yaitu penelitian di Desa Baru Dusun 1 Provinsi Sumatra Utara sebesar 57,9%, untuk penelitian di Desa Ciburial Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat sebesar 68,5%, sedangkan pada penelitian di Desa Sumerta Kelod Kabupaten Denpasar Bali sebesar 70%, dan pada penelitian di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh sebesar 56,4%.

ANALISIS KUALITATIF FORMALIN PADA TAHU PUTIH MENGGUNAKAN PEREAKSI KALIUM PERMANGANAT DAN SCHIFF

ELOK CINTHYA PRAYITNO
2022 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui prosedur analisis kualitatif formalin dan hasil identifikasi formalin pada tahu putih. Formalin bukan merupakan bahan tambahan pangan namun sering disalahgunakan untuk mengawetkan makanan, salah satunya yaitu tahu putih. Formalin akan mengikat protein mulai dari bagian permukaan tahu sampai ke bagian dalamnya. Akibatnya ketika ditekan tahu terasa lebih kenyal, dan tidak akan diserang bakteri pembusuk yang menghasilkan senyawa asam, sehingga tahu dapat bertahan lama. Analisis kualitatif formalin dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pereaksi diantaranya yaitu pereaksi KMnO4 dan Schiff. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku maupun jurnal ilmiah. Objek dalam penelitian ini adalah prosedur dan hasil analisis kualitatif formalin pada tahu putih. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif. Hasil studi literatur ini yaitu analisis kualitatif formalin pada tahu putih dapat diidentifikasi menggunakan pereaksi KMnO4 dan Schiff. Serta hasil analisis kualitatif formalin pada tahu putih menunjukkan terdapat beberapa sampel yang positif ditandai perubahan warna dari ungu menjadi coklat (pereaksi KMnO4) dan adanya perubahan warna dari bening menjadi ungu (pereaksi Schiff).

STUDI LITERATUR PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT DI SULAWESI UTARA

RESTI JULIA ARTIKA
2022 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di beberapa Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Sulawesi Utara. Gudang adalah tempat pemberhentian sementara barang sebelum dialirkan dan berfungsi mendekatkan barang kepada pemakai sehingga menjamin kelancaran permintaan dan keamanan persediaan. Instalasi farmasi merupakan unit pelaksana yang dapat menyelenggarakan pengelolaan sediaan farmasi. Penyimpanan bertujuan untuk memelihara mutu sediaan farmasi khususnya obat dan menjaga ketersediaan obat. Penyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan obat, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga dan dapat mengurangi kerugian dari rumah sakit yang diakibatkan dari obat - obatan yang rusak. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, menelaah jurnal ilmiah. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data – data yang dikumpulkan dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian pada prosedur penyimpanan obat di beberapa Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Sulawesi Utara dengan menyesuaikan ketentuan Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016, prosedur penyimpanan obat di Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit Advent Manado dan Rumah Sakit Bhayangkara Manado sudah sesuai, sedangkan untuk Rumah Sakit yang belum memenuhi yaitu di RSUD Noongan Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang belum menerapkan penyimpanan obat berdasarkan kelas terapi dan juga belum memiliki pengaturan kelembaban, pengaturan suhu ruangan dan papan alas (pallet).

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI, BUAH, DAN KULIT BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)

NOVITA MOURYLLIA
2022 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol yang terdapat dalam biji, buah dan kulit buah alpukat (Persea americana Mill.) dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Biji, buah dan kulit buah alpukat masing-masing mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, steroid, flavonoid, dan glikosida yang memiliki manfaat sebagai antioksidan. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data yang akan disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan pada biji, buah dan kulit buah tanaman alpukat dengan melihat nilai Inhibitory Concentration fifty (IC50). Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa tanaman alpukat memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai IC50 dengan satuan % dan ppm. Biji buah alpukat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 93,045%. Kulit buah alpukat memiliki aktivitas antioksidan kategori sedang dengan nilai IC50 sebesar 137, 34 ppm dan buah alpukat termasuk dalam kategori antioksidan lemah dengan nilai IC50 sebesar 934,72 ppm atau bisa dikatakan tidak memiliki aktivitas antioksidan sama sekali.

STUDI LITERATUR SKRINING FITOKIMIA EKTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.)P

HANIFAH NUR AINI IRIANTO
2022 · Thesis · Open Access

Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit buah manggis. Skrining fitokimia merupakan tahap pendahuluan suatu penelitian fitokimia yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan yang sedang diteliti. Tumbuhan manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tumbuhan tahunan yang dapat dipanen hanya satu kali dalam setahun. Buah manggis mengandung zat besi, serat, kalsium, kalium, protein, fosforus, natrium, vitamin B2, vitamin C, yang berkhasiat bagi kesehatan. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ektrak etanol daun dan kulit buah manggis. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun manggis mengandung senyawa steroid, flavonoid, tannin, dan saponin. Sedangkan ekstrak etanol kulit buah manggis mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid.

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH SESAR (SECTIO CAESAREA)

MAULIDA RACHMAWATI
2022 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di rumah sakit. Sectio caesarea (SC) berasal dari bahasa latin caedere yang berarti memotong atau mengiris yang mengacu pada tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi dengan membuka dinding perut dan rahim ibu. Risiko yang mungkin terjadi setelah persalinan dengan operasi sectio caesarea adalah infeksi. Antibiotik profilaksis dianjurkan pada persalinan bedah sesar karena dapat mengurangi kejadian infeksi yang disebabkan oleh kuman pada saat operasi. Objek penelitian yaitu penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di rumah sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul yaitu data demografi pasien dan data penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar (sectio caesarea) di RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan RSUD Provinsi NTB. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis antibiotik profilaksis yang terbanyak digunakan pada kasus sectio caesarea dirumah sakit adalah antibiotik dosis tunggal yaitu seftriakson yang termasuk golongan sefalosporin generas ketiga. Selain itu juga digunakan antibiotik ampisilin, sefazolin dan sefotaksim. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa antibiotik profilaksis yang paling banyak dan sering digunakan adalah antibiotiik golongan sefalosporin yaitu sefazolin dan seftriakson.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, DAN Klebsiella pneumoniae

CLARA INGKARISTA TOSAWAKA
2022 · Thesis · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kencur terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae. Tanaman dapat dikatakan memiliki aktivitas antibakteri apabila memiliki daya hambat terhadap suatu jenis bakteri tertentu. Kaempferia galanga L atau kencur adalah tumbuhan dari famili Zingiberaceae. Tanaman kencur merupakan salah satu tanaman obat potensial dengan rimpang aromatik. Tumbuhan ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional yang dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Konsentrasi ekstrak kencur yang digunakan pada penelitian ini adalah 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyajian data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae yang diperoleh dari jurnal ilmiah.Berdasarkan hasil penelitian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak kencur (Kaempferia galanga L) Terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Klebsiella pneumoniae, dapat disimpulkan bahwa, ekstrak kencur (Kaempferia Galanga L.) dengan konsentrasi dan bakteri yang berbeda memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumonia.

STUDI LITERATUR POTENSI TANAMAN BAWANG DAYAK (Eleutherine Sp.) SEBAGAI BAHAN OBAT

MUHAMMAD ADITYA BARQAH SAPUTRA
2022 · Thesis · Open Access

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia, (L.) Merr) merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah. Tanaman ini sudah secara turun temurun dipergunakan masyarakat Dayak sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki warna umbi merah dengan daun hijau berbentuk pita dan bunganya berwarna putih. Dalam umbi bawang dayak terkandung senyawa fitokimia yakni alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian ilmiah tentang kandungan kimia, berbagai khasiat serta aktivitas farmakologi tanaman bawang dayak. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan kajian pustaka dari hasil-hasil penelitian dan buku-buku serta sumber pustaka lainnya yang relevan. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif. Data yang diambil dari jurnal yang berhubungan dengan potensi tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) sebagai bahan obat, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu potensi bawang dayak sebagai bahan obat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data aktivitas farmakologi dan kandungan senyawa kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak memiliki potensi sebagai bahan obat berkhasiat karena memiliki aktivitas farmakologi sebagai antibakteri, antioksidan, antikanker, antidiabetes, antikolestrol, dan antihipertensi. Kandungan metabolit sekunder yang berkhasiat untuk aktivitas farmakologi tersebut adalah flavonoid, polifenol, dan terpenoid, serta turunan dari senyawa naftokuinon yaitu, eleuterol, eleuterin, dan isoeleuterin.

STUDI LITERATUR PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA BEBERAPA JENIS CABAI (Capsicum sp.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

INDAH APRILIA
2022 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada beberapa jenis cabai. Vitamin C atau asam askorbat adalah salah satu vitamin yang larut dalam air, mudah teroksidasi, dan peka terhadap rangsangan cahaya. Vitamin C banyak terdapat di buah dan sayuran, salah satunya pada cabai. Vitamin C pada cabai memiliki fungsi sebagai antioksidan yang baik untuk tubuh mampu meningkatkan daya tahan tubuh yang diserap oleh kalsium dalam tubuh, membantu proses metabolisme tubuh. Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen interseluler. Pengukuran kadar vitamin C penting dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian studi literatur. Tahap penelitian yaitu, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas, sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah dengan metode deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dipaparkan secara baik sehingga dapat diinterpretasikan secara mudah. Hasil perbandingan kadar vitamin C pada beberapa jenis cabai mulai dari yang tertinggi berturut-turut adalah cabai keriting (571,4 mg/100 g), cabai rawit (431 mg/100 g), cabai katokkon (211,4 mg/100g), cabai paprika merah (29,961 mg/100 g), cabai paprika kuning (19,155 mg/100 g), dan cabai paprika hijau (11,967 mg/100 g).

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

YULIA HIDAYAH
2022 · Thesis · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun Kemangi mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang teridentifikasi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah. Pembuatan ekstrak etanol daun kemangi dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode difusi agar menggunakan kertas cakram dan difusi lubang sumuran. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menujukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5%-100%, dengan daya hambat yang diperoleh 8,31mm-19,9mm. Pada penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki antivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan sedang hingga kuat.

Studi Literatur Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kallimantan Timur

PATRICIA AMANDA KRISTANTI
2022 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Kalimantan Timur. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal penelitian yang sama dan sudah dilakukan. Analisis data yang digunakan dengan metode deskriptif. Objek pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di tiga puskesmas, didapatkan hasil rata-rata kepuasan tertinggi adalah Puskesmas Baqa Samarinda dengan rata-rata 86,27% pada dimensi jaminan, responden merasa sangat puas. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Sempaja Samarinda rata-rata 81,4% responden merasa puas. Ketidakpuasan pasien tertinggi terdapat pada Puskesmas Loa Ipuh sebesar 23,5% responden tidak puas dalam dimensi jaminan.

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum [Wight.]) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Stertococcus mutans

ULFAH DWI YANTI
2022 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun salam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Daun salam adalah tumbuhan Indonesia yang bermanfaat sebagai antibakteri. Studi literatur ini membahas nilai zona hambat ekstrak antibakteri daun salam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Daun salam (Syzygium polyanthum Wight.) memiliki kandungan kimia berupa minyak atsiri (0,05 % yang terdiri dari sitral dan eugenol), tanin dan flavonoid. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum W.), sedangkan variabel terikatnya adalah diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Metode kerja yang digunakan adalah difusi sumuran. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil studi literatur, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun salam dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 2,5%, 5%, 10% dan 20% dengan kategori lemah, sedangkan konsentrasi 7,5%, 10% dan 40% termasuk kategori sedang. Aktivitas daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 10%, dan 15% dengan kategori lemah, pada konsentrasi 0,5% dan 25% kategori sedang, sedangkan pada konsentrasi 5%, 7%, dan 10% termasuk kategori kuat.

STUDI LITERATUR HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS

FRIDA PUTRI ANGGRAINI
2022 · Thesis · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan diet hipertensi pada pasien lansia di Puskesmas Panambangan Kota Makassar dan Puskesmas Kampung Honje Luhur Kota Garut. Objek penelitian yaitu hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan diet hipertensi pada pasien lansia di Puskesmas. Tahap penelitian dilakukan meliputi mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dari penelitian di Puskesmas Panambangan Kota Makassar dan Puskesmas Kampug Honje Luhur Kotaq Garut. analisis data dilakukan dengan metode deskriptif yaitu berupa hasil hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan diet hipertensi pada lansia di Puskesmas Panambangan Kota Makassar dan Puskesmas Kampung Honje Luhur Kota Garut. Diperoleh hasil terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap kepatuhan diet hipertensi pada lansia yang mengalami hipertensi. kesimpulan dimana semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin tinggi tingkat kepatuhan dalam melaksanakan diet hipertensi sebaliknya semakin rendah tingkat pengetahuan maka semakin rendah tingkat kepatuhannya dalam menjalankan diet.

STUDI LITERATUR TENTANG HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS

ALMINA RINDA SHAVIRA
2022 · Thesis · Open Access

Hipertensi adalah keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Keberhasilan pengobatan pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepatuhan dalam mengkonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Puskesmas. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu dilakukan pengumpulan data, menelaah, dan mempelajari data-data pada jurnal yang berkaitan dengan dengan objek penelitian. Adapun objek pada penelitian ini adalah hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang diperoleh dari Puskesmas Bada Kabupaten Aceh, Puskesmas Kombos Kota Manado, Puskesmas Karang Mekar Banjarmasin. Sementara pada Puskesmas Peukan Bada menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam minum obat penderita hipertensi.

STUDI LITERATUR PENETAPAN RENDEMEN EKSTRAK ETANOL TUMBUHAN SUKU Myrtaceae MENGGUNAKAN METODE MASERASI

MUTMAINNA TAMRIN
2022 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui penetapan rendemen ekstrak etanol tumbuhan suku Myrtaceae menggunakan metode maserasi. Myrtaceae tergolong famili yang besar, dalam famili ini terdapat tanaman yang sangat dikenal yaitu cengkeh, jambu air, juwet, salam, jambu biji, kayu putih, dan ekaliptus yang semua dimanfaatkan orang sebagai obat tradisional baik daun, bunga, buah, dan kulit batangnya. Seluruh bagian tanaman ini mengandung minyak atsiri, misalnya disuling sebagai penghasil minyak cengkeh, minyak kayu putih, dan minyak ekaliptus. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan yaitu penetapan rendemen, penyajian data dalam bentuk deskriptif berupa tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan studi literatur diperoleh hasil nilai rendemen ekstrak etanol dari daun jambu biji 4,57%, daun juwet 21,95%, dan daun salam 12,77%. Kata kunci : Myrtaceae, rendemen, maserasi, pelarut etanol.