Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

1.289 item publik

Publikasi

Halaman 55 dari 65

PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL ROSELLA ( Hibiscus sabdariffa ) MERAH DAN UNGU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS

HASVINA
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa fenolik total dari rosella (Hibiscus sabdariffa)merah dan ungu.Rosellamerah danungu merupakan tanaman berkhasiat yang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional.Salah satu kandungan utamanya adalah antosianin yang merupakan bagian dari senyawa fenolik dan berkhasiat sebagai antioksidan.Kadar fenolik total ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-Ciocalteu dan menggunakan asam galat sebagai senyawa pembanding.Prinsip dari metode ini adalahterbentuknya senyawa kompleks berwarna biru dari fosfomolibdat-fosfotungstat yang direduksisenyawa fenolik dalam suasana basa, yang dapat diukur secara spektrofotometri. Penelitian ini diilakukan dengan mengumpulkan,mempelajaridan menelaah literatur ilmiah yang berhubungan dengan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif, berdasarkan jurnal pebandingan diperoleh hasil kadar senyawa fenolik total ekstrak etanol rosella (Hibiscus sabdariffa) merah sebanyak 1,8537 mg GAE/g ekstrak dengan persentase kadar fenol total (b/b) sebesar 0,1853 % dan ekstrak etanol rosella (Hibiscus sabdariffa) ungu sebanyak 16,7265 mg GAE/g ekstrak dengan persentase kadar fenol total (b/b) sebesar 1,6726 % yang artinya kadar fenolik total rosella ungu lebih tinggi dibandingkan rosella merah.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN ANTIOKSIDAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) DAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) DENGAN METODE DPPH

YUDHA PRATAMA PUTRA
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun sirih hijau (Piper betle) dengan metode DPPH. Tanaman sirih memiliki beberapa jenis, diantaranya sirih merah dan sirih hijau. Kandungan kimia tanaman ini yaitu saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Manfaat daun sirih yaitu menghentikan pendarahan, sariawan dan gatal-gatal. Tanaman sirih ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Uji aktivitas antioksidan umumnya dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis berdasarkan nilai IC50. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu mereduksi dan meringkas data, kemudian mengolah data penelitian dalam bentuk tabel, setelah itu melakukan penarikan kesimpulan dengan melakukan verifikasi kembali data-data yang telah diperoleh. Analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dari jurnal ilmiah.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DENGAN METODE DPPH BERDASARKAN PERBEDAAN PELARUT

KHOIRUNNISA AYU PRATIWI
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode DPPH berdasarkan perbedaan pelarut. Sirsak merupakan tanaman dengan berbagai macam manfaat bagi kesehatan baik daging buah, daun maupun bijinya memiliki kandungan kimia yang bermanfaat untuk pengobatan, antara lain sebagai antibakteri, antivirus dan antioksidan. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang berdampak negatif di dalam tubuh. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai IC50 ekstrak daun sirsak pada setiap pelarut . Hasil IC50 dengan kategori sangat kuat terdapat pada ekstrak metanol daun sirsak (23,6 ppm) namun di penelitian lainnya ekstrak metanol daun sirsak menunjukkan nilai IC50 dengan kategori lemah (292,727 ppm) tetapi masih berpotensi sebagai antioksidan. Kategori kuat terdapat pada ekstrak etanol daun sirsak (79,320 ppm).

Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Mentimun (Cucumis sativus L) dan Buah Pare (Momordica charantia) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi

CHRISTINA EMILIA
2021 · Thesis · Open Access

Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab demam tifoid yang bersifat patogen. Meningkatnya kejadian resistensi bakteri Salmonella typhi penyebab demam tifoid terhadap antibiotik merupakan permasalahan serius di bidang Kesehatan. Upaya yang dilakukan terhadap peningkatan resistensi antibiotik yaitu memanfaatkan bahan alami sebagai alternatif pengobatan. Mentimun (Cucumis sativus L.) dan buah pare (Momordica charantia ) adalah tumbuhan dengan famili yang sama yaitu Cucurbitaceae dan memiliki kandungan metabolit sekunder yang sama seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antibakteri ekstrak etanol mentimun (Cucumis sativus L.) dan buah pare (Momordica charantia) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang diperoleh dari beberapa penelitian. Aktivitas ekstrak etanol mentimun (Cucumis sativus L) pada konsentrasi 20%, 40%,60% dan 80% menghasilkan 12,33 mm, 14,60 mm, 16,60 mm dan 18,6 mm dengan metode difusi sumuran dan buah pare (Momordica charantia) pada konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80% berturut-turut 8,5 mm, 12,00 mm, 12,50 mm dan 13,50 mm menggunakan metode difusi cakram. Kesimpulan yang diperoleh ialah ekstrak etanol mentimun memberikan zona hambat dengan kategori kuat pada konsentrasi 20% yaitu 12,33 mm. Sedangkan ekstrak etanol buah pare pada konsentrasi 20% menghasilkan kategori sedang yaitu 8,50 mm.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL TUMBUHAN OBAT SUKU ASTERACEAE

RADIAH DAMAYANTI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol tumbuhan obat dari suku asteraceae. Tumbuhan yang berasal dari suku asteraceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa spesiesnya seperti gulma siam, beluntas, kembang bulan diketahui mengandung senyawa antioksidan alami seperti senyawa flavonoid, tanin serta golongan alkaloid, minyak atsiri dan saponin. Objek penelitian adalah aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dari beberapa jenis tumbuhan suku Asteraceae yaitu gulma siam, beluntas, dan kembang bulan.Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif. Hasil telaah literatur dapat disimpulkan, bahwa aktivitas ekstrak etanol daun gulma siam dan beluntas memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 berturut-turut adalah sebesar 15,5067 ppm dan 37,25 ppm. Ekstrak etanol daun kembang bulan memiliki aktivitas antioksidan lemah, dengan nlai IC50 sebesar 145,67 ppm

Pemanfaatan Kulit Pisang Kepok Terhadap Penurunan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah

KHUSNUL KUSUMA NINGSIH
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui berat kulit pisang kepok dan lama waktu perendaman kulit pisang kepok yang paling optimal dalam menurunkan bilangan peroksida pada minyak jelantah. Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan masyarakat, oleh karena itu penggunaan minyak goreng sulit dipisahkan dari kehidupan. Masyarakat sering menggunakan minyak goreng secara berulang, yang disebut sebagai minyak jelantah. Salah satu cara untuk menurunkan nilai bilangan peroksida minyak jelantah dapat dilakukan dengan memanfaatkan kulit pisang kepok sebagai adsorben Metode yang digunakan pada penetapan bilangan peroksida yaitu metode iodometri. Objek penelitian adalah jumlah dan waktu perendaman kulit pisang kepok pada penurunan bilangan peroksida minyak jelantah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil studi literatur menunjukkan uji terbaik diperoleh pada bubuk kulit pisang kepok (variasi 5; 7,5 dan 10 g/100 ml jelantah) dengan perendaman 48 jam yang menghasilkan nilai bilangan peroksida 10 mekO2/kg sehingga memenuhi persyaratan. Adapun rajangan kulit pisang kepok (10 g/100 ml minyak jelantah) dengan perendaman 4 jam dapat menurunkan nilai bilangan peroksida menjadi 23,11 mekO2/kg namun tidak memenuhi persyaratan dalam SNI 7709:2012.

Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Beberapa Krim Pemutih Wajah Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

YULIANA
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kandungan merkuri (Hg) pada beberapa krim pemutih wajah dengan metode spektrofotometri serapan atom. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya dan dalam konsentrasi rendah pun dapat bersifat racun. Namun merkuri sering digunakan dalam kosmetika, salah satunya dalam krim pemutih wajah. Krim pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya yang berkhasiat untuk memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Analisis kandungan merkuri (Hg) dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan merkuri yaitu metode spektrofotometri serapan atom. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil telaah literatur didapatkan hasil pennelitian dari Parengkuan, dkk (2013), terdapat lima sampel dari sepuluh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,03 - 0,06 ppm. Pada penelitian yang dilakukan oleh Mona, dkk (2018), terdapat tiga sampel dari tujuh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,06 - 0,18 ppm dan pada penelitian yang dilakukan oleh Rohaya, dkk (2016), semua sampel positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi 0,0035 – 5,3494 ppm.

FAKTOR PENYEBAB MEDICATION ERROR PADA PELAYANAN KEFARMASIAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT

APRILIA INDAH EKA PUTRI
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab medication error pada pelayanan kefarmasian rawat inap di rumah sakit. Medication error adalah peristiwa yang dapat dicegah yang dapat menyebabkan atau mengarah pada penggunaan obat yang tidak tepat atau membahayakan pasien pada saat pengobatan berada dalam kendali petugas kesehatan atau pasien. Medication error dapat terjadi pada tahapan prescribing, transcribing, administration dan dispensing. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari penelitian tentang faktor penyebab medication error pada pelayanan kefarmasian rawat inap bangsal anak RSUP Prof. DR. R.D Kandou Manado dan faktor penyebab medication error pada pelayanan kefarmasian rawat inap bangsal anak RSUD Tobelo. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab medication error pada fase prescribing secara berurutan berdasarkan jumlah tertinggi di RSUD Tobelo adalah komunikasi, kondisi lingkungan, beban kerja, edukasi, dan gangguan/interupsi. Sedangkan faktor penyebab medication error pada fase prescribing secara berurutan berdasarkan jumlah tertinggi di RSUP Prof. DR. R.D Kandou Manado adalah beban kerja, edukasi, gangguan/ interupsi, kondisi lingkungan, dan komunikasi. Faktor penyebab medication error fase dispensing secara berurutan berdasarkan jumlah tertinggi di RSUD Tobelo adalah gangguan/interupsi, beban kerja, komunikasi, kondisi lingkungan, dan edukasi. Sedangkan faktor penyebab medication error pada fase dispensing secara berurutan berdasarkan jumlah tertinggi di RSUP Prof. DR. R.D Kandou Manado adalah beban kerja, edukasi, komunikasi, kondisi lingkungan, dan gangguan/interupsi.

KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) BERDASARKAN VARIASI PELARUT

ALDI FAHMI ZAIN
2021 · Thesis · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstraksi kulit buah manggis dengan menggunakan variasi pelarut. Pelarut yang dibandingkan dalam penelitian ini adalah etanol 95 %, metanol, dan etil asetat. Etanol 95% dan methanol merupakan pelarut yang bersifat polar sedangkan etil asetat adalah pelarut yang bersifat semi polar. Kulit buah manggis memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antifungi, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari menelaah buku-buku, dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Berupa data metabolit sekunder dari perbedaan pelarut ekstraksi kulit buah manggis. Tahap penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dengan melihat data perbandingan hasil metabolit sekunder kulit buah manggis, dengan menggunakan pelarut ekstraksi yang berbeda. Hasil penelitian kandungan metabolit sekunder yang ada pada kulit buah manggis dari variasi pelarut didapatkan hasil yang berbeda. Pada pelarut Etanol 95% mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polivenol. Serta steroid dan triterpenoid. Sedangkan pada pelarut Etil asetat dan metanol mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol serta triterpenoid.

STUDI LITERATUR UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) DAN RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli

DEWI RINA FARADILA
2021 · Thesis · Open Access

STUDI LITERATUR UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) DAN RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli. ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya hambat ekstrak etanol rimpang kencur (Kaemferia galangal L.) dan rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val.). Kencur dan temu giring merupakan tumbuhan herbal yang sudah dikenal luas oleh masyarakat yang digunakan sebagai obat tradisional. Tumbuhan ini memiliki metabolit sekunder yang sama diantaranya adalah saponin dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Escherichia coli merupakan bagian dari flora saluran cerna yang normal pada manusia, tetapi juga merupakan penyebab umum infeksi saluran kemih, diare, dan penyakit lainnya. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, lalu menelaah sumber literatur. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari penelitian yang meneliti tentang uji daya hambat ekstrak etanol rimpang kencur dan rimpang temu giring terhadap bakteri Escherichia coli. Analisis data dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data pada sumber literatur tentang uji daya hambat ekstrak etanol rimpang kencur dan rimpang temu giring terhadap bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian ini menunjukaan bahwa ekstrak etanol rimpang kencur (Kaemferia galangal L.) memiliki zona hambat lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.

Penggunaan antibiotik pasien pneumonia anak rawat inap di rumah sakit

MUJAHDAH
2021 · Thesis · Open Access

Pneumonia adalah inflamasi pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur dan parasit. Antibiotik digunakan dalam pengobatan pneumonia karena dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia anak rawat inap di rumah sakit. Rancangan ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Data yang digunakan dalam anlisis ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif pada pasien dengan diagnosis pneumonia yang menjalani rawat inap di RSUD Buleleng dan RSUP Dr. Sardjito. Hasil menunjukan penggunaan antibiotik yang sering digunakan di RSUP Dr. Sardjito untuk pasien pneumonia anak yaitu kombinasi antara Ampisilin - gentamisin (21,2%), Ampisilin (17,4%), dan seftriakson (17,4%) sedangkan di Rumah Sakit buleleng yaitu ceftriaxone (96,1%).

Studi Literatur Analisis Kandungan Vitamin C pada Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

TRIA NUR QOMARIYAH
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis kandungan vitamin C pada daun kelor segar, simplisia, ekstrak, dan yang telah mengalami proses perebusan, dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Tanaman kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman yang mengandung banyak vitamin C. Dalam 100 gram daun kelor mengandung vitamin C yang setara dengan 7 kali kandungan yang ada pada buah jeruk. Vitamin C memiliki banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya untuk pencegahan dan pengobatan skorbut serta sebagai antioksidan kuat. Kandungan vitamin C dapat ditentukan dengan beberapa metode, salah satu metode yang digunakan untuk menentukan kandungan vitamin C yaitu metode spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan literatur, reduksi data, penyajian data dalam tabel deskriptif, dan pengambilan kesimpulan. Analisis data yang digunakan berupa analisis secara deskriptif. Hasil penelitian dari ketiga literatur yang digunakan menunjukkan kandungan vitamin C paling tinggi terdapat pada ekstrak air natrium daun kelor pada ketinggian 296 mdpl sebanyak 413,71 ppm, ketinggian 20 mdpl sebanyak 296,4 ppm, ketinggian 50 mdpl sebanyak 267,12 ppm, kemudian kandungan vitamin C daun kelor segar 37,92 ppm, daun kelor rebus 15 menit 33,90 ppm, daun kelor rebus 30 menit 12,19 ppm, daun kelor kering 8,17 ppm, dan kandungan vitamin C paling rendah yaitu ekstrak etanol daun kelor sebanyak 3,22 ppm.

STUDI LITERATUR GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

RAFFI AFNAN AL NAWAWI
2021 · Thesis · Open Access

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Salah satu faktor keberhasilan pengobatan tuberkulosis adalah kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat secara teratur sampai tuntas. Kemungkinan terjadinya ketidakpatuhan selama pengobatan masih sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah gambaran kepatuhan minum obat pada kasus pasien paru tuberkulosis. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah didapat pada tiap-tiap jurnal. Hasil studi literatur menunjukan tingkat kepatuhan di Rumah Sakit Paru Surabaya sebanyak 51 orang (88%) dan Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Klaten sebanyak 24 orang (75%). Perbedaan kepatuhan pasien dapat dilihat dari faktor usia pasien yang dimana pada Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Klaten banyak pasien yang umurnya diatas 40 tahun sehingga memiliki penyakit bawaan yang menyebabkan polifarmasi sehingga merasa bosan untuk meminum obat dalam jangka panjang.

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PREDNISON PADA JAMU REMATIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

SELA SAFITRI
2021 · Thesis · Open Access

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PREDNISON PADA JAMU REMATIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi bahan kimia obat prednison pada jamu rematik dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Prednison merupakan obat golongan kortikosteroid, yang digunakan sebagai obat rematik yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri secepat mungkin. Berdasarkan hasil penemuan BPOM pada tahun 2016 ditemukan 43 obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) salah satunya prednison. Adapun tahapan penelitian yaitu: melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi, dan tinjauan ulang data yang didapat menghasilkan kesimpulan yang benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur. Hasil identifikasi BKO pada jamu rematik dengan metode KLT khususnya daerah Makassar dari 5 sampel jamu terdapat 1 sampel, untuk daerah Pekalongan dari 2 sampel jamu terdapat 1 sampel, sedangkan daerah Karawang Barat dari 10 sampel jamu yang di uji terdapat 6 sampel jamu yang mengandung prednison.

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS

MUHAMMAD HAFIZUL ILMI
2021 · Thesis · Open Access

Studi Literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien hipertensi di PUSKESMAS. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah lebih besar dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data hasil RISKESDAS tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi hasil pengukuran pada penduduk dengan usia lebih dari 18 tahun yaitu 34,1%, jumlahnya mengalami kenaikan dibandingkan dengan prevalensi hipertensi pada tahun 2013 yaitu 25,8%. Objek dari penelitian ini adalah gambaran penggunaan obat pada pasien hipertensi di puskesmas. Tahapan dari penelitian ini adalah dengan cara mengumpulkan, meringkas, dan menarik kesimpulan dari data yang didapat dilakukan secara benar. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data yang telah di dapat dari jurnal yang akan diteliti. Berdasarkan pada hasil penelitian dari kedua jurnal tersebut telah disimpulkan bahwa obat yang paling banyak digunakan adalah amlodipin dengan persentase 56,51% dan 89,66% dari golongan Calcium Channel Blocker (CCB), dan pada penggunaan obat kombinasi dua jenis diketahui bahwa yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi ACEi dan CCB dengan persentase 35% dan 73,33%.

PERBANDINGAN DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) dan JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

ERIKA RAHIM
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan daya hambat pada ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dan ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dengan berdasarkan uji daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman dapat dikatakan memiliki aktivitas antibakteri apabila memiliki daya hambat terhadap terhadap suatu jenis bakteri tertentu. Kunyit (Curcuma longa L.) memiliki kandungan senyawa kurkumin yang sebagai antibakteri, dan menurut beberapa penelitian jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) juga memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa gingerol. infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen, salah satumikroba penyebab terjadinya infeksi adalah Staphylococcus aureus. penelitian dilakukan adalah studi literatur, analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku-buku, serta dokumen terkait seperti skripsi, karya tulis ilmiah, serta jurnal ilmiah. Analisis data paada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan membuatgambaran dari data-data yang terkumpul. hasil studi literatur ini menyatakan bahwa ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa L.) dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% berturut-turut 11,0 mm, 13,5 mm, 14,5 mm, dan 15,0 mm. sedangkan ekstrak rimpang (Zingiber officinale var. Rubrum) 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% berturut-turut 10,17 mm, 11,63 mm, 11,40 mm, 11,91 mm, dan 12,54 mm.

PENGARUH PERBEDAAN PELARUT EKSTRAKSI DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP HASIL RENDEMEN

NAILA SALSABILA
2021 · Thesis · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaaan pelarut ekstraksi daun alpukat (Persea americana Mill) terhadap hasil rendemen. Pelarut yang dibandingkan dalam studi literatur ini adalah air, etanol, metanol, dan aseton. Daun alpukat mengandung komponen fitokimia seperti saponin, flavonoid dan alkaloid yang dapat digunakan sebagai obat-obatan. Studi ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, dan dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian berupa data rendemen dari perbedaan pelarut ekstraksi daun alpukat. Tahapan studi literatur meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dengan melihat data perbandingan hasil rendemen ekstrak daun alpukat, dengan menggunakan pelarut ekstraksi yang berbeda. Hasil penilitian nilai rendemen pada perbedaan pelarut dari ekstraksi maserasi daun alpukat menghasilkan nilai rendemen yang berbeda pada setiap pelarutnya, pada pelarut air mendapatkan hasil sebesar 17,61%, pelarut etanol 70% mendapatkan hasil sebesar 11,76%, pada pelarut methanol mendapatkan hasil sebesar 22,54%, dan pelarut aseton mendapatkan hasil sebesar 22,12%. Hal ini disebabkan oleh jenis pelarut yang digunakan, ukuran partikel, metode ekstraksi yang digunakan, dan lama waktu ekstraksi.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT

RICKY RAHMAN
2021 · Thesis · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit. Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan rawat darurat. Salah satu indikator untuk mengevaluasi kualitas pelayanan farmasi adalah dengan mengukur tingkat kepuasan/pelanggang. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif yaitu menggunakan data sekunder yang telah ditelaah dari beberapa literatur dan dituangkan dalam bentuk tabel. Adapun tahapan penelitian yaitu : melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dituangkan dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan dan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil penelitian studi literatur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit didapatkan hasil rata-rata kepuasaan tertinggi adalah di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado dengan persentase 80,96% dengan kriteria sangat puas, selanjutnya tingkat kepuasan di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati Kota Cirebon dengan persentase 68,66% dengan kriteria puas dan tingkat kepuasan terendah adalah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon dengan persentase 66,12% dengan kriteria puas. Dalam 5 dimensi yang digunakan, hasil rata-rata tingkat kepuasan tertinggi adalah pada Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon pada dimensi realibility dengan persentase 91,8% dengan kriteria sangat puas dan rata-rata tingkat kepuasan terendah adalah di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Takengon pada dimensi empathy dengan persentase 53,1% dengan kriteria puas.

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK

DEVI NATALIA
2021 · Thesis · Open Access

Swamedikasi merupakan alternatif yang diambil masyarakat untuk meningkatkan keterjangauan pengobatan. Swamedikasi atau self-medication merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Alasan masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi karena penyakit dianggap ringan (46%), harga obat yang lebih murah (16%) dan obat mudah diperoleh (9%). Masyarakat menggunakan obat golongan analgesik dalam praktik swamedikasi untuk mengurangi rasa nyeri. Objek yang diteliti adalah tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi penggunaan obat analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi penggunaan obat analgesik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Penelitian ini dilakukaan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah yang terkait. Hasil penelitian berdasarkan tingkat pengetahuan masyarakat dalam swamedikasi penggunaan obat analgesik menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang cara penggunaan analgesik, dan sebagian masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang pemilihan obat analgesik yang tepat serta reaksi alergi yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan analgesik dan menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan memiliki pengaruh terhadap swamedikasi.