DINA MASRIANI KARNIA
2021 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat dan metanol daun sirih hijau. Aktivitas antibakteri suatu ekstrak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor satu diantaranya adalah jenis pelarut. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Infeksi merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari satu individu ke individu lain baik manusia maupun hewan yang dapat disebabkan oleh empat kelompok besar hama penyakit, yaitu: bakteri, jamur, virus dan parasit. Penggunaan ekstrak tumbuhan yang memiliki aktivitas antimikroba sangat membantu dalam penyembuhan, Satu diantara tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri adalah sirih hijau (Piper betle L.). Daun sirih hijau mengandung senyawa kimia seperti kavikol, eugenol, betlephenol, minyak atsiri serta tanin. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas tentang hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etilasetat dan metanol daun sirih hijau, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan.
ADE DWI AGUSTINA
2021 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Limbah kulit pisang kepok memiliki khasiat sebagai antibakteri, karena mengandung senyawa metabolit tanin, terpenoid dan flavonoid. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan berupa ringkasan terkait aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.), penyajian data berupa tabel deskriptif, analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil pengukuran zona hambat dengan konsentrasi Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (EEKPK) 96% konsentrasi 0,1, 0,3, dan 0,5% mendapatkan zona hambat secara berurutan yaitu 10,7, 11,7, dan 14,00 mm untuk bakteri S.aureus dan 3,5, 6,75, dan 14,75 mm untuk bakteri E.coli. Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (EEKPK) 96% konsentrasi 10% memiliki rata-rata zona hambat 18,67 mm untuk bakteri S.aureus dan 19,17 mm untuk bakteri E.coli. Ekstrak etanol kulit pisang kepok (EEKPK) 70% dengan konsentrasi ekstrak 0,3125, 0,625, 1,25, 2,5, dan 5% memiliki zona hambat berurutan 8,13, 8,63, 9,12, 10,93, dan 11,66 mm untuk bakteri S.aureus dan memiliki zona hambat 8,45, 9,08, 10,02, 11,45, dan 13,99 mm untuk bakteri E.coli. Sedangkan ekstrak etanol kulit pisang kepok (EEKPK) 70% pada konsentrasi ekstrak 25,50,75, dan 100% memiliki zona hambat secara berurutan sebesar 1,7, 1,4, 1,2, dan 8,8 mm untuk bakteri S.aureus. Kesimpulan yang dapat diambil adalah aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) bahwa konsentrasi uji yang dilakukan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas antibakteri yang terbentuk bervariasi tergantung pada konsentrasi ekstrak dan pelarut yang digunakan.
BELLA OLIVIA
2021 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dalam kopi bubuk. Kopi merupakan minuman yang sangat digemari di Indonesia karena cita rasa dan aromanya yang khas. Kandungan utama dalam kopi adalah kafein, yang merupakan salah satu jenis alkaloid. Kafein memiliki banyak manfaat namun terdapat pula efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping dari kafein adalah gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual dan kejang bahkan dapat menimbulkan efek jangka panjang berupa penyakit degeneratif jika tidak dikonsumsi pada kadar yang benar. Sehingga, kadar kafein pada kopi bubuk perlu ditetapkan agar tetap aman untuk dikonsumsi. Penetapan kadar kafein ditentukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data penelitian berupa data sekunder, dengan tahapan penelitian meliputi mengumpulkan literatur, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dalam tabel dekskriptif, penarikan simpulan dan melakukan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil perbandingan kadar kafein rata-rata yang terkandung pada kopi bubuk di Lombok lebih tinggi daripada kopi bubuk di Manado, yaitu kadar kafein rata-rata kopi bubuk di Lombok sebesar 1,25% dan kopi bubuk di Manado sebesar 1,15% namun keduanya dapat dikonsumsi karena memenuhi SNI yaitu tidak lebih dari 0,9-2%.
HELENA LEM
2021 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit batang tumbuhan kelor. Tumbuhan kelor (Moringa oleifera L.) Merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat, yang mengandung nutrisi berupa vitamin esensial, mineral, asam amino, antioksidan, dan antiinflamasi. Semua bagian tumbuhan kelor memiliki manfaat sebagai obat diantaranya yaitu bagian daun dan kulit batang kelor sebagai antimikroba dan antioksidan. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit batang tumbuhan kelor (Moringa oleifera L.). Tahap penelitian meliputi mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit batang tumbuhan kelor. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Sedangkan ekstrak etanol kulit batang kelor mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid.
RIO ASHARI RAWA
2021 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen dengan metode DPPH. Tumbuhan kersen (Muntingia calabura L.) diketahui memiliki senyawa antioksidan alami seperti senyawa flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan triterpenoid. Objek penelitian adalah aktivitas antioksidan dari daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen. Tahapan penelitian yaitu, mengumpulkan artikel ilmiah kemudian mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan, penyajian secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang perbandingan aktivitas daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen dengan melihat nilai IC50. Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa pada tumbuhan kersen memiliki aktivitas antioksidan etanol kulit batang tumbuhan kersen memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dari bagian daun dan buah tumbuhan kersen. Ekstrak etanol kulit batang kersen memiliki nilai IC50 19,632 ppm, termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat, sedangkan ekstrak etanol daun dan buah tumbuhan kersen memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar 164,12 ppm dan 250 ppm, nilai tersebut termasuk kategori antioksidan yang lemah.
RAGILIA PRISTANTI
2021 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hasil perbandingan sediaan kombinasi gel ekstrak binahong dengan obat anti inflamasi (piroksikam, ibuprofen) sebagai pengurang parut luka pada proses penyembuhan luka. Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) memiliki aktivitas potensial sebagai agen penyembuhan luka. Binahong adalah tanaman obat yang dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dan terbukti secara empiris mampu mempercepat proses penyembuhan luka. Obat penyembuh luka yang telah dikenal adalah ibuprofen dan piroksikam yang memiliki khasiat sebagai anti inflamasi yang membantu meredakan nyeri dan peradangan. Data penelitian berupa data sekunder dengan tahapan penelitian meliputi mengumpulkan literatur, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dalam tabel deskriptif, penarikan simpulan dan melakukan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Objek penelitian ini adalah perbandingan aktivitas gel ekstrak binahong kombinasi ibuprofen dan gel ekstrak binahong kombinasi piroksikam sebagai penyembuh luka. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data hasil penelitian atau jurnal yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil telaah studi literatur, dapat disimpulkan hasil perbandingan gel ekstrak binahong kombinasi piroksikam memiliki aktivitas pengurangan pembentukan luas kolagen yang lebih baik dengan hasil 5,3794〖 mm〗^2 dan memberikan efek pengurangan parut luka pada proses penyembuhan luka.
ANISARIA
2021 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk membandingkan strategi pengembangan instalasi farmasi di RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow, RSUD dr. Harjono Ponorogo, dan RSUD Sayang Rakyat Makassar. Rumah sakit adalah lembaga pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang dituntut untuk menyediakan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Satu-satunya divisi rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengendalian seluruh sediaan farmasi serta perbekalan kesehatan lain yang beredar dan digunakan di rumah sakit adalah instalasi farmasi rumah sakit (IFRS). Seiring dengan bertambah tingginya tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka instalasi farmasi rumah sakit perlu membuat strategi-strategi dengan melakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal yang dikenal dengan analisis SWOT. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari dua jurnal penelitian. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah literatur ilmiah yang terkait.
SELVI MAULIDA SETIANI
2021 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan yang terdapat pada ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) dan ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum). Tumbuhan salam dan jambu air merupakan tumbuhan yang diketahui mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid dan saponin. Senyawa flavonid pada tumbuhan ini khususnya bagian daun memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah buku-buku serta jurnal ilmiah dan skripsi. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data perbandingan nilai IC_50 (Inhibitor Concentration fifty) aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder pada kedua ekstrak. Berdasarkan hasil studi literatur yang telah ditelaah dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC_50 dari ekstrak daun salam berturut-turut metanol (26,03 ppm), etanol (14,89 ppm), etil asetat (73,15 ppm), dan n-heksana (3121,37 ppm). Sedangkan pada ekstrak daun jambu air berturut-turut metanol (20,24 ppm), etanol (10,01 ppm), etil asetat (65,12 ppm), dan n-heksana (515,48 ppm).
REKA SARI
2021 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total ekstrak etanol buah dan daun pare dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Tanaman pare (Momordica charantia L) memiliki berbagai manfaat pengobatan seperti asma, diabetes, asam urat, dan penyakit kulit. Manfaat dari tanaman ini tidak terlepas dari kandungan senyawa aktif yang terdapat pada dalam pare diantaranya flavonoid, saponin, polifenol, momordisin dan kharantin. Salah satu kandungan kimia yang sering diuji yaitu flavonoid. Flavonoid memiliki manfaat sebagai pelindung struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, anti inflamasi, dan sebagai antibiotik. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan kadar flavonoid yaitu metode spektrofotometri Uv-Vis. Penelitian ini merupakan yang bersumber dari jurnal ilmiah yang terkait dalam objek penelitian penetapan kadar flavonoid total pada tumbuhan pare. Analisis data yang digunakan berupa data deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian studi literatur yang digunakan menunjukkan kadar flavonoid total yang terdapat pada ekstrak etanol 96% daun pare 8,30%, ekstrak etanol 70% daun pare 2,75%, daun pare hutan 2,87%, dan ekstrak etanol 96% pada buah pare 0,6% menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi AlCl3 sebagai pembentuk komplek.
JHANIARTIKA LIMBONG TASIK
2021 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil rendemen ekstrak etanol tumbuhan suku Zingiberaceae menggunakan metode maserasi. Zingiberaceae merupakan jenis tumbuhan temu-temuan, yang memiliki rimpang berbau khas dan memiliki potensi sebagai obat radang telinga tengah, dermatitis, hepatitis, katarak, batu ginjal, radang ginjal, radang vagina, kelenjar prostat, kemandulan, dan ejakulasi dini. Beberapa macam tumbuhan Zingiberaceae yang dapat digunakan sebagai obat-obatan diantaranya yaitu kunyit, kencur, jahe.Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan yaitu nilai rendemen, penyajian data dalam bentuk deskriptif berupa tabel dan grafik, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan studi literatur diperoleh hasil nilai rendemen ekstrak etanol dari rimpang kunyit sebesar 22%, rimpang kencur 20,54%, dan rimpang jahe sebesar 17,43%.
ADE IMELDA RANTIAS
2021 · Thesis · Open Access
Jambu bol (Syzygium malaccense) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia, daun jambu bol mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon, triterpenoid dan fenol. Daun jambu bol berkhasiat sebagai penangkal radikal bebas atau antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang dapat memberikan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas sehingga radikal bebas menjadi tidak reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, nilai SPF dan hubungan aktivitas antioksidan dan nilai SPF pada ekstrak etanol daun jambu bol berdasarkan variasi bentuk simplisia dan konsentrasi pelarut. SPF (Sun Protection Factor) adalah indikator universal yang digunakan untuk menentukan keefektifan zat tabir surya sebagai UV protektor. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan dan aktivitas tabir surya ekstrak etanol daun jambu bol berdasarkan variasi bentuk simplisia dan konsentrasi pelarut dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan adalah daun jambu bol yang sudah tua dan diambil pada pagi hari. Variabel bebas pada penelitian ini adalah bentuk simplisia serbuk dan rajangan daun jambu bol, konsentrasi pelarut etanol 70%, 95% dan 100% dan variabel terikat yaitu aktivitas antioksidan dan aktivitas tabir surya. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat). Antioksidan dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat jika memiliki nilai IC50 kurang dari 50 ppm dan tidak memiliki aktivitas antioksidan jika nilai IC50 lebih dari 500 ppm. Pengujian aktivitas tabir surya dilakukan secara in vitro, suatu zat memiliki daya proteksi sangat tinggi jika memiliki nilai SPF lebih dari 50 dan memiliki daya proteksi rendah jika nilai SPF 6 sampai 10. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan koefisien korelasi dan disajikan secara deskriptif dalam bentuk narasi dan tabel agar data dapat dipaparkan secara baik dan dapat diinterpretasikan secara mudah.
YUDHI SETYA KURNIAWAN
2021 · Thesis · Open Access
Pengelolaan obat yang baik sangat berpengaruh untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pengelolaan obat bertujuan agar obat yang diperlukan selalu siap tersedia ketika ingin digunakan dalam jumlah yang cukup serta bermutu untuk mendukung pelayanan yang baik, pengelolaan obat termasuk dalam kegiatan seperti penyimpanan. Indikator pengelolaan penyimpanan obat yang baik yaitu Turn Over Ratio (TOR), kecocokan antara obat dengan kartu stok, presentase nilai obat kadaluarsa dan rusak, presentase stok mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat di instalasi farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan pelaksanaan pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi menggunakan form check list berdasarkan Permenkes RI nomer 72 tahun 2016 dan disajikan dalam bentuk berupa narasi. Data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel dan pengukuran analisisnya menggunakan indikator penyimpanan obat yaitu berupa Turn Over Ratio (TOR), kecocokan antara obat dengan kartu stok, presentase nilai obat kadaluarsa dan atau rusak, presentase stok mati di instalasi farmasi RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa sistem penyimpanan di RSUD Ratu Aji Putri Botung belum sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, persentase yang didapatkan sebesar 80% untuk persyaratan penyimpanan, 80% untuk komponen penyimpanan, 25% untuk pengaturan penyimpanan, 60% untuk metode penyimpanan, 100% untuk pengelolaan obat emergency, 80% untuk fasilitas penyimpanan. Hasil evaluasi penyimpanan obat di RSUD Ratu Aji Putri Botung dengan indikator penyimpanan obat menunjukan hasil TOR 49,02 kali, persentase obat kadaluarsa sebesar 8,9%, persentase stok obat mati 1%, persentae kecocokan obat dengan kartu stok 100%.
EUIS TUTINAH AMALIYAH DASORI
2020 · Thesis · Open Access
Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit, mengharuskan rumah sakit mengembangkan kebijakan pengelolaan obat untuk meningkatkan keamanan khususnya obat high alert medication. Obat high alert adalah obat yang persentasinya tinggi dalam menyebabkan terjadi kesalahan. Obat yang membutuhkan penanganan khusus baik dari segi penyimpanan dan pelayanannya yang mana berbahaya jika terjadi kesalahan dalam pelayanan yang dapat membahayakan keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obathigh alert di instalasi farmasi rumah sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Objek penelitian ini adalah penyimpanan obat high alert di beberapa instalasi farmasi rumah sakit di Indonesia yaitu, RS wava husada kepanjen kabupaten malang, IFRS idaman banjarbaru kalimantan selatan dan IFRS bhayangkara sulawesi tenggara. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Kesimpulan yang dapat diambil pada penelitian ini adalah jumlah keseluruhan presentase kesesuaian penyimpanan obat high alert di IFRSD idaman banjarbaru yang sesuai SPO sebanyak 83,48% dan yang tidak sesuai sebanyak 16,52%. Kesesuaian penyimpanan obat high alert di RS wava husada kepanjen kabupaten malang pada depo rawat jalan sebesar 73,33%, depo rawat inap 73,33%, depo IGD 80,00%, dan depo OK 80,00%. Penyimpanan obat Look Alike Sound Alike di IFRS bhayangkara sudah sesuai dengan peraturan, tetapi penerapannya belum sepenuhnya dilakukan.
ZULFADHLI
2020 · Thesis · Open Access
Kualitas pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri pasien. Kualitas pelayanan dengan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat dicapai melalui penciptaan pelayanan yang berkualitas tinggi dalam hal penyediaan sarana yang baik, kehandalan petugas, daya tanggap petugas, jaminan pelayanan dan empati. Jika kepuasan pelanggan tinggi akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang demi kelangsungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Obyek penelitian ini adalah kualitas pelayanan di rawat jalan beberapa rumah sakit mencakup aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran perbandingan dari data-data yang diperoleh terhadap pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Hasil penelitian di RS. St. Elisabeth Semarang diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,716, berarti 71,6% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan, nilai koefisien determinasi RS. Thursina Duri sebesar 0,957, berarti 95,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dan nilai koefisien determinasi RS. Sarila Husada Sragen sebesar 0,377, artinya 37,7% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variasi variabel kualitas pelayanan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
FEBTRI ISSAN MALLISA
2020 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di Gudang Farmasi Puskesmas. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, menggunakan data yang diperoleh dengan mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah dokumen, atau jurnal ilmiah. Sebagai objek penelitian yaitu tata ruang gudang, sistem penyimpanan obat, dan penjagaan mutu obat di gudang farmasi Puskesmas di beberapa wilayah Indonesia. Analisa data dilakukan dengan metode analisis deskriptif, dengan membuat gambaran penyimpanan obat di gudang farmasi Puskesmas berdasarkan data-data yang terkumpul. Aspek pada penyimpanan obat di gudang Farmasi Puskesmas Teling Atas Kecamatan Wanea, Kota Manado dengan nilai persentase 95%, Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Kota Pekanbaru 93,33%, dan dua Puskesmas Bukit Hindu dan Puskesmas Pahandut di Kota Palangkaraya dengan nilai persentase 94,43%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penyimpanan obat pada gudang farmasi puskesmas secara umum adalah memenuhi persyaratan.
ANTHONIUS NIWA NIPPON
2020 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil penggunaaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di beberapa rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara penghimpunan data dari berbagai sumber. Obyek penelitian ini adalah obat yang digunakan pasien untuk pengobatan hipertensi di depo rawat jalan Rumah Sakit di kota Magelang Provinsi Jawa Timur, Rumah Sakit di kota Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, dan Rumah Sakit Dr. H. F. Larantuka di kota Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data yang terkumpul berdasarkan beberapa jurnal ilmiah tentang pola penggunaaan obat anti hipertensi. Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di rumah sakit berdasarkan urutan terbanyak adalah golongan antagonis kalsium, golongan penghambat ACE, golongan penghambat reseptor angiotensin, golongan diuretik, dan golongan beta blocker. Terapi kombinasi lebih banyak digunakan daripada terapi tunggal obat hipertensi.
YENI KUMALASARI
2020 · Thesis · Open Access
Proses pelayanan resep harus memperhatikan kualitas pelayanan yang baik. Penentuan kualitas pelayanan dapat dipengaruhi oleh waktu tunggu. Waktu tunggu pelayanan resep dapat mempengaruhi kepuasan pasien pada pelayanan farmasi rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang diperoleh, sehingga diperoleh kesimpulan yang benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian ini didapatkan dari jurnal-jurnal yang telah diteliti bahwa waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan pasien JKN di tiga rumah sakit berbeda belum memenuhi standar pelayanan kefarmasian yang telah diatur oleh Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008. Adapun faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep adalah jumlah SDM yang masih kurang secara kuantitas maupun kualitas, sarana dan prasarana yang kurang memadai, SOP di rumah sakit belum jelas dan belum diterapkan dengan baik, serta proses pelayanan resep yang terlalu lama di waktu jedanya.
HENGKY DUAWAN
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penulisan resep di apotek dengan melakukan pengkajian terhadap aspek administratif, memenuhi ketentuan standar pelayanan kefarmasian sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016 . Skrining resep merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara melakukan pengecekan administrasi peresepan meliputi nama dan alamat dokter, serta nomor Surat Izin Praktek; tanggal penulisan resep, tanda tangan atau paraf dokter penulis resep; nama, alamat, umur, jenis kelamin, dan berat badan pasien; nama obat, potensi, dosis, dan jumlah yang diminta; cara pemakaian yang jelas; informasi lainnya yang diperlukan. Skrining resep merupakan tahap awal untuk mencegah terjadi medication error. Studi literatur ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari jurnal-jurnal yang terkumpul. Berdasarkan penelitian yang terkumpul, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat kesamaan dari penelitian tersebut yaitu ditemukan banyak ketidaklengkapan penulisan resep pada beberapa apotek yang diteliti. Terdapat banyak kekurangan kelengkapan penulisan resep yang belum memenuhi kriteria aspek administratif sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 73 tahun 2016 yaitu aspek alamat pasien, alamat dokter, nomor telepon dokter dan paraf dokter.
VEBRYANI HABSYAH HERYSNAWATI
2020 · Thesis · Open Access
Propofol merupakan obat golongan hipnotik sedatif yang sering digunakan untuk induksi maupun pemeliharaan anestesi umum. Propofol diformulasikan dalam bentuk emulsi yang mengandung minyak kedelai, lesitin, dan gliserol. Formulasi propofol tersebut dapat menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Pada praktek sehari-hari sering dijumpai adanya penggunaan emulsi propofol yang sudah dibuka dari kemasan dan disimpan sampai dengan 24 jam dan digunakan kembali. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya kontaminasi bakteri pada sediaan propofol di luar kemasan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Obyek yang diteliti adalah kontaminasi bakteri pada sediaan propofol. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah data hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang terkait dengan studi penelitian. Penelitian ini menggunakan data hasil penelitian yang terbagi menjadi 3 kelompok penelitian. Hasil penelitian menunjukkan besaran presentase jumlah sampel propofol terkontaminasi berdasar interval waktu sejak kemasan terbuka pada jam ke 0-3 berada pada rentang 4,3% sampai dengan 37,5%, dan pada jam ke 6-12 besaran presentase sampel terkontaminasi berada pada rentang 5,2% hingga 12,9%, sedangkan besaran presentase sampel terkontaminasi pada jam ke 24 adalah 0% hingga 22,5%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah kontaminasi bakteri pada sediaan propofol tidak berhubungan secara signifikan dengan interval waktu sejak kemasan dibuka.
YUSTIKHASARI ARIYADINI
2020 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji kualitatif kandungan merkuri dalam krim pemutih wajah yang dijual di pasaran. Merkuri (Hg) merupakan salah satu zat berbahaya yang sering ditemukan dalam beberapa produk krim pemutih meskipun telah dilarang penggunaannya. Pemakaian merkuri pada produk krim pemutih dapat menimbulkan perubahan warna kulit, alergi dan iritasi kulit, serta pemakaian dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen otak dan dapat menyebabkan kanker. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Berdasarkan dari hasil telaah literatur menunjukkan bahwa identifikasi kandungan merkuri pada krim pemutih wajah dapat dilakukan dengan uji reaksi warna menggunakan FeCl3 (ungu kehitaman), KI (endapan merah orange) dan NaOH (endapan kuning) serta uji amalgam (abu-abu mengkilap). Beberapa sampel krim pemutih ditemukan mengandung merkuri.