IMAM SAFI'I
2020 · Thesis · Open Access
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) DAN EKSTRAK DAUN GINJE (Thevetia peruviana) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ABSTRAK Daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun ginje (Thevetia peruviana) merupakan tumbuhan berfamili Apocynaceae. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai pengobatan, khususnya pada bagian kulit. Studi literatur ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun ginje terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti KTI (Karya Tulis Ilmiah) dan skripsi. Objek penelitiannya adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun ginje terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Ekstrak daun ginje memiliki zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun ginje memiliki zona hambat maksimum 6,45 mm dengan daya hambat kategori kuat. Ekstrak etanol daun selutui puka memiliki zona hambat secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm, dan 6,25 mm yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.
NUR DILLA SHINTIA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Rambutan merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat. Khasiat rambutan yang baik untuk kesehatan tidak lepas dari kandungan kimia di dalamnya. Bagian rambutan yang digunakan sebagai obat diantaranya daun dan kulit buah. Daun rambutan mengandung senyawa saponin dan tanin, sedangkan kulit buahnya mengandung senyawa golongan saponin, polifenol dan tanin. Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat diantaranya yaitu sebagai astringen, anti diare, antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin pada daun dan kulit buah rambutan. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait, seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriftif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, daun muda dan daun tua serta kulit buah rambutan mengandung tanin terhidrolisis. Kadar rata-rata tanin daun muda dan daun tua secara spektrofotometri adalah 6,25% dan 6,62%. Kadar tanin kulit buah rambutan secara permanganometri adalah 23,25%. Kata kunci :Tanin, daun dan kulit rambutan, spektrofotometri UV-Vis, permanganometri.
BUDI SANTOSO
2020 · Thesis · Open Access
Biji kopi mengandung senyawa seperti kafein, asam klorogenat dan senyawa-senyawa nutrisi. proses penyangraian merupakan tahapan pembentukan aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan hasil rendemen, penetapan kadar air, Skirining Fitokimia biji kopi robusta (Coffea canephora) berdasarkan pengaruh penyangraian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti Karya Tulis Ilmiah. Data dianalisis secara deskriptif dengan cara membandingkan literatur tentang rendemen, perhitungan kadar air, dan skrining fitokimia biji kopi robusta. Berdasarkan hasil penelusuran jurnal dan literatur, dapat disimpulkan bahwa hasil rendemen tertinggi biji kopi robusta yang tidak disangrai yaitu 35%, lalu hasil penetapan kadar air tertinggi pada biji kopi yang disangrai yaitu 4,28% dan hasil skirining fitokimia biji kopi yang tidak disangrai menghasilkan senyawa terbanyak yaitu alkaloid, flavonoid, tannin, fenol, terpenoid, minyak atsiri, saponin
DELVI ARIYANTI ADHA
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak daun bidara. Berdasarkan hasil studi literatur yang telah ditelaah dapat disimpulkan bahwa yang memiliki aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50 dari ekstrak daun bidara (Ziziphus spina-christi L) diperoleh nilai IC50 pada ekstak metanol sebesar 33,48 ppm dikategorikan sangat kuat, pada ekstrak etil asetat diperoleh nilai IC50 sebesar 60,48 ppm dikategorigan kuat, pada ekstrak etanol 70% diperoleh nilai IC50 90,95 ppm dikategorikan kuat, pada ekstrak etanol diperoleh nilai IC50 sebesar 127,87 ppm dikategorikan sedang, pada ekstrak n-heksana diperoleh nilai IC50 sebesar 211,48 ppm dikategorikan sedang. Sedangkan pada daun (Ziziphus mauritiana L) diperoleh nilai IC50 paling kuat pada ekstrak etanol 96% sebesar 59,52 ppm dikategorikan kuat, pada ekstrak metanol 80% nilai IC50 sebesar 875 ppm (tidak aktif).
JAUHARAH SEPTIRIANDA HANDARI
2020 · Thesis · Open Access
Uji toksisitas akut adalah salah satu cara yang dirancang untuk menentukan dosis LD50 atau LC50 dari suatu zat dan kemungkinan mekanisme kerja dan target organnya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 dari kulit kayu terap (Artocarpus odoratissimus Blanco) terhadap larva Artemia salina Leach dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas biologi dari senyawa yang terkandung dalam tanaman adalah jumlah kematian pada larva Artemia salina Leach yang kemudian akan ditentukan tingkat ketoksikan senyawa yang dinyatakan dalam nilai LC50. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukkan konsentrasi ekstrak suatu tanaman yang dapat menyebabkan kematian hewan uji sebesar 50% dari jumlah hewan uji. Metode pada penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, methanol, fraksi n-heksan dan etil asetat. Hasil uji dari keempat penelitian dapat disimpulkan bahwa pelarut yang paling banyak bersifat toksik yaitu yang menggunakan pelarut fraksi n-heksan dengan range 30-1000 ppm (Toksik). Hasil uji fitokimia didapatkan metabolit sekunder kulit kayu terap seperti alkaloid, saponin, triterpenoid dan flavonoid.
YUNI SULISTIAWATI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Studi Literatur menjelaskan tentang Escherichia coli merupakan golongan bakteri coliform yaitu flora normal didalam usus manusia dan menimbulkan penyakit bila masuk kedalam organ atau jaringan lain, seperti pneumonia, endocarditis, infeksi pada luka, dan penyakit diare. Secara tradisional biji pepaya memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder pada ekstrak biji pepaya dan penghambatan antibakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri biji pepaya (Carica papaya L.) pada Escherichia coli. Tahapan penelitian dimulai dari data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan melakukan verifikasi dan tujuan ulang data yang didapat agar kesimpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan skrining fitokimia pada ekstrak biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan aktivitas antibakteri ekstrak biji pepaya mampu menghambat pada konsentrasi 1,25%, 10%, 20%, 50% dengan pelarut etanol 96% dan pada etanol 70% mampu menghambat pada konsentrasi 1%. Kesimpulan dari penelitian studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya sudah mampu menghambat pada konsentrasi 1,25% menghasilkan zona hambat 3,60 mm pada pelarut etanol 96% dan dengan konsentrasi 1% mengasilkan zona hambat 9 mm pada pelarut etanol 70%.
MELINDA WULANDARI
2020 · Thesis · Open Access
Natrium benzoat merupakan bahan pengawet yang sering digunakan untuk menghambat, menahan atau menghentikan, dan memberikan perlindungan bahan makanan dari proses pembusukan. Selai buah merupakan salah satu produk olahan buah-buahan yang sering ditambahkan pengawet natrium benzoat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar natrium benzoat dari selai buah dengan metode alkalimetri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Tahap penelitian meliputi pengumpulan data literatur terkait analisi natrium benzoat pada selai buah dengan metode alkalimetri, reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian telaah literatur menunjukkan bahwa semua sampel selai mengandung natrium benzoat namun masih ditemukan sampel yang tidak memenuhi syarat dalam peraturan terbaru yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala BPOM No.36 Tahun 2013 yaitu sebesar 500 g/kg berat bahan.
FITRIA
2020 · Thesis · Open Access
Aromaterapi merupakan suatu metode pengobatan alternatif yang berasal dari bahan tanaman mudah menguap, dikenal pertama kali dalam bentuk minyak atsiri. Minyak atsiri yang diuapkan juga dianggap sebagai komponen utama dalam aromaterapi yang digunakan untuk merelaksasikan tubuh salah satunya lilin aromaterapi yang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai alat penerangan, media terapi dan penyegar ruangan. Lilin aromaterapi akan menghasilkan aroma yang memberikan efek terapi dan bau bila dibakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik lilin aromaterapi yang dihasilkan Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah artikel. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakn metode analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat diambil adalah kombinasi paraffin dan stearin dengan perbandingan (40:60), (10:30), (10:90) dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi yang memenuhi persyaratan SNI 0385-1989-A/II 0348-1980. Lilin aromaterapi dengan minyak atsiri minyak lavender, minyak jeruk lemon dan minyak nilam memberikan efek nyaman. Lilin dengan minyak minyak mint, minyak rosemary dan minak nilam memberikan efek rileks. Sedangankan, lilin dengan minyak atsiri jasmine memberikan efek segar dan rileks.
NATALLISA DELVY BURING
2020 · Thesis · Open Access
Tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) merupakan tumbuhan alam yang berpotensi sebagai antibakteri. Secara empiris tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) memiliki khasiat sebagai obat diare, penyakit kulit, radang, pilek. Bakteri yang menyebabkan infeksi kulit salah satunya Staphylococcus aureus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa hasil Uji aktivitas antibakteri tumbuhan putat (Barringtonia acutangula) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil aktivitas antibakteri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil uji aktivitas antibakteri Rata-rata zona hambat yang terbentuk di setiap bagian tumbuhan yang di uji adalah biji dengan konsentrasi 1000 µg/ml (22.4±0.55mm) dan 125 µg/ml (21.3±0.65 mm) dan kulit batang dengan konsentrasi 30 µg/ml (12 mm) dan 50 µg/ml (12 mm). Terdapat dari hasil uji aktivitas antibakteri yang di uji kesetiap bagian tumbuhan dimana aktivitas antibakteri yang lebih baik adalah di konsentrasi 30 µg/ml 12 mm dimana dengan konsentrasi terkecil sudah masuk dalam kategori kuat.
ERHIC MA'SHUM KHAQIQI
2020 · Thesis · Open Access
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL PADA FAMILI ASTERACEAE DAN LAMIACEAE DENGAN METODE SPEKTOFOTOMETRI ABSTRAK Senyawa fenolik merupakan produk alami yang memiliki sifat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Beberapa famili tumbuhan yang mempunyai senyawa fenolik adalah Asteraceae dan Lamiaceae. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kadar fenolik total pada famili Asteraceae dan Lamiaceae. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur dengan tahapan ngumpulkan, jurnal-jurnal, artikel dan data yang terkait tentang perbandingan kadar fenolik yang diperoleh secara Spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari kajian beberapa literatur diperoleh kadar fenolik yang paling tinggi pada famili Lamiaceae ekstrak etanol 96% daun nilam sebesar 327,84mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun selasih 167,4512mg GAE/gram, diikuti famili Asteraceae ekstrak metanol daun beluntas 84,11mg GAE/gram, ekstrak etanol 96% daun insulin 67,41mg GAE/gram, ekstrak etanol 70% daun tapak liman 20,5392mg GAE/gram dan terendah pada ekstrak etanol 96% daun kenikir 7,2mg GAE/gram, dengan metode maserasi dan spektrofotometri UV-Vis.
MELY KURNIA FEBRIANTI
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran bakteriologis pada depo air minum isi ulang dengan menggunakan metode MPN (Most Probable Number). Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang diambil dari beberapa literatur. Tahap penelitian reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam table deskriptif, dan penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dari tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil uji MPN (Most Probable Number) yang didapatkan dari kelima jurnal yang telah ditelaah menyatakan bahwa 3 literatur menyatakan adanya cemaran bakteriologis dan 2 literatur tidak mengandung cemaran bakteriologis. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas depot air minum isi ulang salah satunya ditentukan oleh parameter uji bakteriologis.
RAHMATIKA
2020 · Thesis · Open Access
Rhodamin B merupakan zat pewarna berupa serbuk kristal berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, serta mudah larut dalam larutan warna merah terang berflouresensi. Penggunaan jangka pendek dari Rhodamin B pada kulit dapat menyebabkan iritasi kulit, dan apabila Rhodamin B digunakan dalam kosentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi zat warna Rhodamin B pada sediaan lipstik dengan metode Kromatografi Lapis Tipis. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian jenis studi literatur. Tahapan penelitian meliputi, pengumpulan literatur, perbandingan literatur, pengkajian literatur, dan menarik kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat sampel lipstik yang positif mengandung Rhodamin B dan terdapat sampel lipstik yang tidak mengandung Rhodamin B. Terdapat tiga eluen yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi Rhodamin B yaitu eluen I etil asetat : metanol : amoniak (15 : 3 : 3), eluen II n-butanol : etanol : air : asam asetat gasial (60 : 10 : 20 : 0,5) dan eluen III etil asetat : n-butanol : amoniak (20 : 55 : 25).
KADEK AGUS INDRIAWAN
2020 · Thesis · Open Access
Obat merupakan komponen penting dalam upaya pelayanan kesehatan karena pengobatan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat atau farmakoterapi. Masyarakat seringkali beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas obat. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi literatur terhadap karakteristik dan disolusi tablet antihiperlipidemia golongan statin sebagai parameter kualitas suatu sediaan tablet. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan karakteristik fisik dan disolusi tablet antihiperlipidemia golongan statin generik dan bernama dagang. Penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik fisik dan disolusi tablet. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat yaitu data karakteristik fisik meliputi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan penetapan kadar serta data disolusi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengujian mutu tablet antihiperlipidemia golongan statin pada obat generik, generik bernama dagang dan produk innovator meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur menunjukkan bahwa terdapat satu tablet atorvastatin generik yang tidak memenuhi salah satu waktu hancur tablet yaitu dan satu merek tablet e-catalogue BPJS yang tidak memenuhi persyaratan uji penetapan kadar. Untuk tablet lainnya telah memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait. Uji disolusi tablet antihiperlipidemia pada obat generik, generik bernama dagang dan produk inovator telah memenuhi persyaratan uji disolusi yang terdapat dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait.
ANANDHA ROSSALINDA
2020 · Thesis · Open Access
Jenis limbah Rumah Sakit meliputi limbah infeksius dan benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksis, limbah kimiawi, limbah dengan kandungan logam tinggi, kontainer bertekanan dan limbah radioaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah padat Rumah Sakit berdasarkan Peraturan MENLHK No. P.56 Tahun 2015 dan Kepmenkes No.1204/MENKES/SK/X/2004. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah yang berhubungan dengan penelitian pengelolaan limbah padat di Rumah Sakit. Analisis penelitian secara deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran pengelolaan limbah padat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya, Rumah Sakit Umum Daerah kota Dumai, Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju provinsi Sulawesi Barat, Rumah Sakit Dr. H. Moch.Ansari Saleh Banjarmasin, Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu Pengelolaan limbah padat yang sesuai dengan Peraturan MENLHK No. P.56 Tahun 2015 adalah RSUD Dr. Soetomo. Sedangkan yang tidak sesuai dengan Peraturan tersebut adalah RSU Mattaher Jambi. Pengelolaan limbah padat yang sesuai dengan Peraturan Kepmenkes No.1204/MENKES/SK/X/2004 adalah RSUD Dr. Soetomo dan RSUD Kota Dumai. Sedangkan yang tidak sesuai dengan peraturan tersebut adalah RSUD Mamuju dan RS Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Peneliti menyarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan oleh peneliti lainnya untuk studi literatur selanjutnya guna meningkatkan sistem pengelolaan limbah padat agar sesuai standar peraturan yang telah ditetapkan.
ANASTASIA RENI MANGALIK
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut ekstrak etanol dengan dua daun yang berbeda yaitu daun sukun (Artocarpus atilis) dan daun cempedak (Artocarpus champeden.L) dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan LC50. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukkan konsentrasi ekstrak suatu tanaman yang dapat menyebabkan kematian hewan uji sebesar 50% dari jumlah hewan uji. Maka didapatkan LC50 daun sukun (Artocarpus atilis) adalah 3608.893 ppm dan daun cempedak (Artocarpus champeden.L) sebesar 314,78 ppm. Daun sukun dan daun cempedak mengandung flavonoid dan tanin. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa terjadi perbedaan nilai LC50 pada kedua jenis tanaman tersebut.
MARIA F.K. HAYON
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk membandingkan metode maserasi dan refluks dengan menggunakan konsentrasi pelarut etanol 70% dan 75% terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol tongkol jagung. Perbandingan metode ekstraksi dan konsentrasi pelarut dapat menggambarkan tinggi atau rendahnya kadar fenolik total dalam suatu tanaman. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil nilai rendemen tongkol jagung yang didapatkan untuk ekstraksi menggunakan maserasi dan refluks etanol 70% adalah 6,68% dan 7,86%. Nilai rendemen untuk ekstraksi menggunakan maserasi dan refluks etanol 75% adalah 7,83% dan 13,17%. Hasil kadar fenolik total yang dihasilkan dari ekstrak tongkol jagung menggunakan metode ekstraksi maserasi dan refluks sebesar 0,312 mg/g dan 0,397 mg/g (etanol 75%). Kesimpulan yang dapat diambil adalah metode ekstraksi refluks dengan pelarut etanol 75% memiliki nilai rendemen lebih besar dibandingkan dengan metode ekstraki maserasi yang akan berpengaruh terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol tongkol jagung.
RABIATUL ADAWIYAH
2020 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran zona hambat ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Daun pepaya (Carica papaya L.) merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil pengukuran zona hambat dengan konsentrasi tertinggi EEDP (Ekstrak Etanol Daun Pepaya) 96% konsentrasi 30%, EEDP 96% konsentrasi 100%, EEDP 96% konsentrasi 8%, EEDP 70% konsentrasi 100% dan EEDP 70% konsentrasi 2,5% berurutan adalah 16,3 mm, 13,2 mm, 8,51 mm, 4 mm dan 3 mm. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pengukuran zona hambat bervariasi tergantung pada varietas tumbuhan pepaya dan pelarut yang digunakan.
RIDA RUDIANA PAJRIN
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut genus Syzygium dari spesies yang berbeda yaitu daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan daun jambu air (Syzygium samarangense) sehingga didapatkan pebedaan LC50 dan potensi ketoksikan dari kedua spesies. Uji toksisitas kedua spesies menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Didapakan LC50 daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) 347,216 bpj dan daun jambu air (Syzygium samarangense) 170,01 bpj. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan daun jambu air (Syzygium samarangense) mengandung flavonoid dan tanin. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah daun salam dan daun jambu air memiliki potensi ketoksikan kategori toksik.
INDRIAYANI LESTARI
2020 · Thesis · Open Access
Daun cengkeh (Syzygum aromaticum L.), daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) dan daun karamunting (Melastoma malabathricum L.) adalah tumbuhan dengan ordo Myrtales, memiliki kandungan seyawa kimia berupa flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid dari daun cengkeh, daun pacar kuku dan daun karamunting. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, pembahasan dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian adalah kadar flavonoid ekstrak etanol daun cengkeh, daun pacar kuku dan daun karamunting. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid daun cengkeh sebesar 7,308%, daun pacar kuku 6,15% dan daun karamunting 0,011% menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi AlCl3 sebagai pembentuk komplek.
BAHARIA
2020 · Thesis · Open Access
Tablet adalah salah satu sediaan yang banyak mengalami perkembangan dari segi formulasi. Sediaan tablet mempunyai beberapa persyaratan yaitu persyaratan karakteristik mutu fisik dan disolusi yang dijadikan dasar acuan untuk menetapkan kebenaran khasiat dan keamanan serta mutu suatu sediaan obat. Studi literatur ini bertujuan mengetahui perbandingan karakteristik fisik dan disolusi tablet metformin hidroklorida yang beredar dipasaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik mutu fisik dan disolusi tablet metformin hidroklorida. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Pengujian mutu karakteristik fisik tablet metformin hidroklorida telah memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dari literatur terkait serta mempunyai mutu fisik tablet yang baik serta, memiliki profil disolusi yang tidak indentik satu sama lain. Namun untuk tablet dengan merek dagang dan generik dari pabrik yang sama profil disolusinya relatif sama.