YUSWAN NUR RAHMAN HARTONO
2020 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran zona hambat ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Escherichia coli. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki berbagai khasiat. Daun pepaya sendiri dapat digunakan sebagai antibakteri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pengukuran zona hambat yang ditimbulkan oleh EEDP 96% dengan konsentrasi tertinggi yaitu 30% 100%, dan 100% menghasilkan daya hambat berturut-turut sebesar 15,3mm, 9,1mm, dan 18,67mm. dan pada EEDP 70% dengan konsentrasi ekstrak 20% dan 100% menghasilkan zona hambat sebesar 14mm, dan 16mm. Kesimpulan dari studi litertaur bahwa zona hambat yang terbentuk bervariasi tergantung pada konsentrasi ekstrak, umur daun pepaya, perbedaan konsentrasi pelarut, dan kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol daun pepaya (EEDP).
KHOIRUN NISA
2020 · Thesis · Open Access
Jatropha dan Euphorbia termasuk famili Euphorbiaceae yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat salah satunya dalam bidang kesehatan. Daun jarak pagar (Jatropha curcas) dan daun jarak merah (Jatropha gossypifolia) digunakan untuk mengatasi sakit perut dan demam. Daun patikan kebo (Euphorbia hirta) digunakan untuk mengatasi sesak napas dan radang tenggorokan. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan hasil rendemen dengan etanol 70% dan etanol 96% ekstrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas), daun jarak merah (Jatropha gossypifolia) dan daun patikan kebo (Euphorbia hirta). Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil rendemen etanol 70% pada tumbuhan (Jatropha curcas), daun jarak merah (Jatropha gossypifolia) dan daun patikan kebo (Euphorbia hirta) masing-masing sebesar 21,5%, 21,23% dan 30%. Selain itu, pada etanol 96% masing-masing sebesar 11,28%, 4,38% dan 11,261%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah nilai rendemen pada etanol 70% lebih besar dibandingkan dengan etanol 96%.
HERNITA MONICA
2020 · Thesis · Open Access
Daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun madle mara (Tabernaemontana heyneana Wall.) merupakan tumbuhan bergenus Tabernaemontana dan anggota familia Apocynaceae. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai pengobatan, khususnya pada bagian kulit. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun madle mara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta dokumen yang terkait seperti KTI (Karya Tulis Ilmiah). Objek penelitiannya adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun madle mara terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Ekstrak metanol daun madle memiliki zona hambat yang lebih besar daripada ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak metanol daun madle mara memiliki zona hambat maksimum 12,66 ± 0,57 mm dengan daya hambat kategori kuat. Ekstrak etanol daun selutui puka memiliki zona hambat secara berurutan 6,09 mm, 6,24 mm, dan 6,25 mm yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.
NOVIANA
2020 · Thesis · Open Access
Boraks sering kali disalahgunakan sebagai pengenyal dan pengawet dalam pembuatan berbagai macam makanan salah satunya seperti lontong. Penggunaan boraks dalam waktu lama dan jumlah banyak dapat menyebabkan gangguan otak, hati dan ginjal. Jenis penelitian ini menggunakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari identifikasi boraks terhadap lontong dengan menggunakan kertas kurkumin dan uji nyala api. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kualitatif dengan metode kertas kurkumin dan uji nyala api memiliki kualitas pengujian sama nilainya untuk identifikasi boraks pada lontong. Dibuktikan oleh penelitian sebelumnya pada sampel lontong yang diidentifikasi hanya 1 sampel yang positif mengandung boraks, dimana memberikan hasil yang serupa pada metode kertas kurkumin dan uji nyala api. Pada uji nyala api yang menunjukkan terjadi nyala hijau diikuti pula metode kertas kurkumin yang menunjukkan terbentuk warna merah kecokelatan untuk sampel positif boraks.
MUHAMMAD ADE DWI PUTRA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Tumbuhan salam (Syzygium polyanthum (wight.) Walp) Dan Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense L.) termasuk ke dalam famili Myrtaceae. Daun dari kedua tumbuhan tersebut memilki zat aktif yang berkhasiat obat. Zat aktif dalam tumbuhan dapat di piashkan dari campuran dengan ekstraksi, sehingga nilai rendemen dapat diketahui. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai rendemen ekstrak daun salam dan daun jambu bol yang di ekstraksi secara maserasi dan sokletasi. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan tahapan penelitian yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Analisa data pada penelitian ini adalah analisa deskriptif, yaitu berupa nilai rendemen daun salam dan jambu bol berdasarkan metode maserasi dan soklet Hasil yang diperoleh dari perbandingan metode ekstraksi didapatkan nilai maserasi pada daun jambu bol 10,92% dan sokletasi 11,56% dan pada daun salam maserasi 22% dan sokletasi 44%.
LINDA PUSPITA SARI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Daun kratom adalah tumbuhan berkhasiat obat termasuk famili Rubiaceae. Daun kratom merupakan salah satu tanaman obat yang menghasilkan efek stimulan (pada dosis rendah) dan efek sedatif (pada dosis tinggi). Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sedatif daun kratom antara esktrak n-heksan, fraksi etanol, ekstrak etanolik dan ekstrak infusa dengan menggunakan dosis yang bervariasi. Spesies hewan yang digunakan yaitu mencit jantan galur BALB/c dan menggunakan diazepam sebagai kontrol positif. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang dihasilkan dari beberapa penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan memiliki dosis efektif 96 mg/kgBB yang artinya memberikan kemampuan efek sedatif lebih baik jika dibandingkan dengan diazepam. Fraksi etanol menunjukkan dosis efektif 27,20 mg/20g BB. Dosis efektif ekstrak etanolik yaitu 48,57 mg/20gBB, sedangkan ekstrak infusa efek sedatif yang diperoleh yaitu dengan dosis 7,80 g/KgBB namun potensinya masih lemah. Kesimpulan yang dapat diambil adalah efek sedatif pada ekstrak infusa lebih rendah jika dibandingkan dengan ekstrak n-heksan, fraksi etanol dan ekstrak etanolik. Hasil efek sedatif yang diperoleh bervariasi, tergantung pada pelarut yang digunakan dan dosis untuk pengujian efek sedatif sehingga terdapat perbedaan antara ekstrak n-heksan, fraksi etanol, ekstrak etanolik dan infusa. Semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin besar efek sedatif yang dihasilkan.
HANA YOSEVA SITUMORANG
2020 · Thesis · Open Access
Pangi (Pangium edule Reinw.) tumbuh subur di sebagaian besar wilayah Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Tumbuhan pangi merupakan tumbuhan serbaguna yang hampir semua bagian dari tumbuhan ini memiliki manfaat. Tumbuhan ini mengandung flavonoid, terpenoid, alkaloid, saponin dan berkhasiat sebagai antioksida. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas. Tumbuhan ini juga mengandung asam sianida dan mengandung asam glutamat. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antioksidan biji dan daun pangi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan daun dan biji pangi. Studi ini bermanfaat untuk digunakan sebagai kelengkapan informasi terkait antioksidan pangi. Data yang digunakan pada studi ini adalah data sekunder yang yang berasal dari beberapa penelitian. Nilai IC50 daun pangi, biji pangi tanpa perebusan, biji pangi dengan perebusan 5 menit, 10 menit, maupun 15 menit berurutan adalah 831,33 ppm, 9756,61 ppm, 10949,34 ppm, 12882,72 ppm dan 15704,79 ppm. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat persamaan aktivitas antioksidan dari daun dan biji pangi.
AZIZAH
2020 · Thesis · Open Access
Natrium benzoat merupakan bahan yang berfungsi sebagai pengawet dan bahan yang diperbolehkan terdapat dalam produk pangan, salah satunya adalah saus tomat. Saus tomat umumnya digunakan sebagai penyedap dan pelengkap makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Natrium Benzoat pada saus tomat dengan metode Alkalimetri dan Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat Studi Literatur. Tahapan penelitian ini meliputi pengumpulan artikel, pemilahan artikel, perbandingan hasil pada artikel dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dari Isran, dkk (2016), Sella (2013), Suryandari (2011), Yulinda (2015) dan Dewi (2011) saus tomat yang digunakan dari berbagai kota di Indonesia positif mengandung pengawet natrium benzoat dan memiliki kadar yang melebihi batas maksimum pemakaian. Peraturan yang berlaku mempersyaratkan kandungan maksimum natrium benzoat pada saus tomat yaitu sebesar 1000 mg/kg berat bahan. Hasil dari penentuan kadar pengawet natrium benzoat pada saus tomat dengan metode alkalimetri diperoleh sebesar 732-8.928 mg/kg berat bahan, sedangkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis adalah 2.440 mg/kg berat bahan.
ERANI DIANI PUTRI
2020 · Thesis · Open Access
Penghambatan pertumbuhan bakteri diukur secara in vitro untuk menentukan potensi zat antibakteri dalam larutan, kosentrasi dalam cairan tubuh dan jaringan. Daun yang termasuk pada famili fabaceae ini memiliki bioaktivitas seperti antibakteri. Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etanol pada tumbuhan famili fabaceae khususnya daun turi (Sesbania grandiflora L.), kayu secang (Caesalpinia sappan L.), dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Studi yang dilakukan yaitu dilakukan dengan mengumpulkan, mempelajari dan menelaah naskah publikasi serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek yang diteliti adalah bakteri Staphyloccocus aureus. Analisis data ini menggunakan data kuantitatif yang berupa zona hambat (zona bening) disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil studi literatur menyatakan bahwa aktivitas daya hambat ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) lebih besar dibandingkan ekstrak etanol daun turi (Sesbania grandiflora L.) dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.). Salah satu contoh yang dapat diambil adalah aktivitas daya hambat ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.), kedua penelitian tersebut menggunakan dua konsentrasi yang sama yaitu 25% dan 50%, pada hasil penelitian ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki rata-rata tingkat kekuatan zona hambat pada ketegori sangat kuat, yaitu sebesar 27,7 mm pada konsentrasi 25% dan 29 mm pada konsentrasi 50%, sedangkan ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.) mempunyai zona hambat kategori kuat menghasilkan diameter zona hambat 9,7 mm pada konsentrasi 25% dan 15 mm pada konsentrasi 50%. Berdasarkan hasil beberapa penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol pada tumbuhan famili fabaceae memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus
MAYA PUSPITA SARI
2020 · Thesis · Open Access
Boraks banyak disalahgunakan dalam pembuatan berbagai macam makanan seperti bakso, mie basah, siomay, lontong, ketupat, pangsit, dan lemper. Boraks digunakan oleh pedagang atau produsen yang curang sebagai pengawet pada makanan dan membuat makanan menjadi lebih kenyal. Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui hasil identifikasi boraks pada pentol bakso menggunakan perbandingan metode yaitu metode uji nyala api dan uji warna kertas tumerik. Hasil studi literatur dari kelima jurnal yang ditelaah terdapat 2 penelitian pada jurnal yang menunjukkan bahwa 3 sampel pentol bakso dari 10 sampel dan 1 sampel dari 7 sampel pentol bakso positif mengandung boraks yang ditunjukkan dengan pada uji nyala api menghasilkan warna nyala hijau dan pada uji warna kertas tumerik menghasilkan warna merah kecoklatan dan pada 3 penelitian lainnya hasil identifikasi boraks pada pentol bakso yaitu negatif yang ditunjukkan dengan warna nyala api tidak berwarna hijau dan tidak adanya perubahan warna pada kertas tumerik (tetap berwarna kuning).
SHASA NAJMIATI
2020 · Thesis · Open Access
Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan pulai (Alstonia scholaris R. B.r) adalah tumbuhan dengan famili yang sama yaitu Apocynaceae dan memiliki kandungan metabolit sekunder yang sama seperti tanin, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun pulai (Alstonia scholaris R. .B.r) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur, analisis data dilakukan denan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, skripsi, serta karya tulis ilmiah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul Pada daun selutui puka dengan ekstrak etanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,25 mm. Pada daun pulai dengan ekstrak metanol menggunakan konsentrasi 10% dengan zona hambat yang didapat adalah 6,75 mm. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka menghasilkan zona hambat yang lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak metanol daun pulai.
MELINDA
2020 · Thesis · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan profil penggunaan obat asma pada pasien asma di dua Rumah Sakit yang berbeda yaitu Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Asma adalah gangguan inflamasi kompleks pada saluran pernafasan, melibatkan aktivasi dan pelepasan mediator inflamasi yang mengakibatkan perubahan patofisiologis khas seperti peradangan bronkial, peningkatan hiperesponsif jalan nafas. Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta adalah rumah sakit dengan jumlah pasien asma yang relatif tinggi, asma merupakan salah satu diantara 10 besar penyakit yang paling sering diderita oleh pasien rawat jalan, sementara RSUD Dr. Moewardi Surakarta juga merupakan rumah sakit dengan rujukan asma tertinggi untuk daerah kota Surakarta dan sekitnya.Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pada Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan kortikosteroid 28,30%, beta adrenergik agonis 25,82%, mukolitik 23,63%, xantin 12,91%, antihistamin 8,52%, dan adrenergik 0,82%. Sementara pada RSUD Dr. Moewardi Surakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan beta adrenergik agonis 41,97%, kortikosteroid 18,23%, ekspektorans 15,10%, xantin 10,98%, kombinasi 8,04%, dan mukolitik 5,68%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat perbedaan profil penggunaan obat asma pada kedua Rumah Sakit tersebut.
YOANDA APRILIA UTAMA
2020 · Thesis · Open Access
Penuaan dini merupakan proses dari penuaan kulit yang lebih cepat dari seharusnya. Namun, penuaan dini dapat dicegah dengan menggunakan perawatan anti-aging. Anti-aging merupakan proses mencegah atau memperlambat penuaan dini. Perawatan anti-aging dapat dilakukan dengan menggunakan masker wajah dari bahan alami. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efek anti-aging masker wajah dari ekstrak bahan alam yaitu ekstrak etanol buah andaliman 5%, ekstrak teh hijau 5%, dan ekstrak etanol kentang kuning 6%. Rancangan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah skripsi dan jurnal ilmiah. Objek penelitian yaitu data uji fisik dan data pengukuran efek anti-aging pada sediaan masker wajah ekstrak bahan alam. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan melihat data uji fisik dan data pengukuran efek anti-aging pada sediaan masker wajah ekstrak bahan alam. Data berupa persentase rata-rata pemulihan parameter yang diukur dengan alat skin analyzer. Masker ekstrak etanol kentang kuning memiliki persentase rata-rata pemulihan kadar air, kehalusan, pori-pori, dan noda yang paling besar. Persentasenya secara adalah kadar air 30,4%, kehalusan 23,075, pori-pori 34%, noda 36,2%. Persentase rata-rata pemulihan keriput yang paling besar ada pada masker ekstrak teh hijau sebesar 21,25%.
UMI HASANAH
2020 · Thesis · Open Access
Pengkajian resep merupakan tindakan yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penulisan resep dengan aspek kelengkapan resep secara administratif dan farmasetis di Apotek. Jenis penelitian adalah studi literatur secara deskriptif. Objek penelitian adalah kelengkapan penulisan resep meliputi administratif dan farmasetik di Apotek. Data diperoleh dengan cara mengamati data atau jurnal yang telah terkumpul dan dilakukan perbandingan. Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu menggambarkan hasil dari literatur yang telah dikumpulkan. Berdasarkan literatur yang dikumpulkan masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan resep di Apotek. Pada aspek administratif berat badan pasien merupakan poin terbesar yang tidak sesuai. Pada aspek farmasetis bentuk sediaan merupakan poin terbesar yang tidak sesuai.
NOFI
2020 · Thesis · Open Access
Penyimpanan obat merupakan salah satu pengelolaan obat yang menjamin tercapainya ketepatan jumlah obat dan jenis perbekalan farmasi lainnya. Selain penyimpanan ada aspek lain yang merupakan rangkaian kegiatan pengelolaan obat yaitu perencanaan, pengadaan, pendistribusian dan penghapusan yang dikelola secara optimal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di puskesmas berdasarkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Materi Pelatihan Manajemen Kefarmasian Di Puskesmas tahun 2010. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari jurnal, skripsi, dan Karya Tulis Ilmiah atau penelitian sebelumnya. Objek penelitian ini adalah persyaratan gudang obat, pengaturan penyimpanan obat, dan tata cara penyusunan obat dipuskesmas. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang telah direduksi, dan disajikan menggunakan tabel yang disertai narasi. Hasil dari studi literatur ini adalah penyimpanan obat di puskesmas belum memenuhi syarat dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Materi Pelatihan Manajemen Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2010.
GLORIA PATRIA
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun kratom (Mitragyna speiosa Korth.). Daun kratom secara tradisional dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Antioksidan merupakan senyawa yang berguna mengatasi kerusakan oksidatif akibat radikal bebas sehingga berperan mencegah berbagai macam penyakit. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa jurnal penelitian. Hasil uji fitokimia pada ke-empat literatur didapatkan ekstrak daun kratom teridentifikasi mengandung senyawa flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Nilai IC50 dengan kategori sangat kuat terdapat pada ekstrak etanol daun kratom (38,56 ppm ; 3,6078 ppm) dan ekstrak metanol daun kratom (34,07 ppm ; 37,08 ppm), kategori sedang terdapat pada ekstrak alkaloid daun kratom (104,8 ppm), dan kategori sangat lemah terdapat pada ekstrak air daun kratom (213,4 ppm). Semakin kecil nilai IC50 maka semakin besar aktivitas antioksidannya. Hasil studi literatur menunjukkan terdapat perbedaan nilai IC50 daun kratom pada setiap pelarut ekstraknya.
RIZKY AGUNG NURCHOLIK HARTONO
2020 · Thesis · Open Access
Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Limbah rumah sakit bisa mengandung bermacam–macam mikroorganisme bergantung pada jenis limbah yang dihasilkan oleh Rumah Sakit. Limbah medis padat rumah sakit meliputi : limbah infeksius dan benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksik, limbah kimiawi, limbah dengan kandungan logam berat tinggi, limbah kontainer bertekanan dan limbah radioaktif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelah jurnal – jurnal ilmiah dan skripsi serta dokumen yang terkait atau yang berhubungan dengan pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit. Objek penelitian ini adalah gambaran pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Daerah dan Swasta. Hasil penelitian berdasarkan literatur, menunjukan bahwa semua Rumah Sakit yang diteliti masih belum memenuhi syarat pengelolaan limbah medis padat secara baik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019.
AINAYA
2020 · Thesis · Open Access
Pengelolaan obat oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit, oleh karena itu pengelolaan obat yang kurang efisien pada tahap penyimpanan akan berpengaruh terhadap peran rumah sakit secara keseluruhan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan sediaan obat di gudang farmasi Rumah Sakit. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan bahwa di beberapa Rumah Sakit dari artikel dan jurnal ilmiah yang didapat dalam sistem penyimpanan obat di gudang farmasi Rumah Sakit secara umum masih ditemukan beberapa kriteria yang tidak memenuhi persyaratan standar penyimpanan obat menurut PerMenKes Nomor 72 tahun 2016. Kriteria yang belum memenuhi standar, antara lain: gudang yang tidak terlalu luas untuk menyimpan semua persediaan obat, gudang penyimpanan obat tidak terpisah dari instalasi pelayanan, tidak adanya pengatur kelembaban, tidak adanya papan alas dan obat diletakkan langsung dilantai, tidak ada keterangan untuk obat mudah terbakar, tidak ada alarm untuk mencegah pencurian, dan penyimpanan obat yang tidak disimpan berdasarkan kelas terapi.
DINDA RIHHADATUL'AISY
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk membandingkan penelitian dari jurnal ilmiah dan skripsi dari pihak terkait tentang pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik berdasarkan umur dan tingkat pendidikan. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penilitian. Total butir dalam distribusi berdasarkan umur responden adalah 37% dalam kategori baik, 36% dalam kategori cukup, dan 28,57% dalam kategori baik. Dan dari tingkatan umur 17-30, 31-40, 41-60. Total butir distribusi berdasarkan tingkat pendidikan responden adalah 35% kategori cukup, 51% kategori baik, 28,57 kategori cukup. Dari tingkatan pendidikan SD, SMP, SMA, SARJANA/AKADEMIK. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada ketiga penelitian terdapat hasil yang berbeda-beda dalam ketegori tingkat pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yaitu dari segi tingkat pendidikan dan umur responden
SISKA MEILANI
2020 · Thesis · Open Access
Limbah Rumah Sakit merupakan semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit. Secara umum limbah rumah sakit dibagi menjadi dua kelompok yaitu limbah medis rumah sakit dan limbah non medis. Limbah medis rumah sakit dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan memiliki karakteristik infeksius. Pengelolaan limbah B3 meliputi pengurangan dan pemilahan limbah B3, penyimpanan limbah B3, pengangkutan limbah B3, pengolahan limbah B3, penguburan atau penimbunan limbah B3. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah tentang pengelolaan limbah. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit Swasta dan Pemerintah. Hasil penelitian pengelolaan limbah menunjukkan bahwa beberapa Rumah Sakit yang diteliti masih belum memenuhi syarat pengelolaan limbah berdasarkan Kepmenkes RI No. 1204 tahun 2004 dan Permen LHK RI No. 56 tahun 2015