RETNO SULISTYOWATI
2020 · Thesis · Open Access
Lipstik merupakan sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir. Dalam sediaan lipstik mengandung bahan pewarna. Zat warna yang biasa digunakan dalam produk lipstik dapat berupa zat warna sintesis dan zat warna alami. Buah naga merah adalah salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi zat pewarna alami pada produk kosmetika seperti lipstik. Penelitian ini merupakan penelitian jenis studi literatur yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kualitas sediaan lipstik menggunakan pewarna alami buah naga, mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak buah naga terhadap kualitas sediaan lipstik yang dihasilkan. Objek penelitian yang digunakan adalah formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna alami buah naga. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan literatur, perbandingan literatur, pengkajian literatur, dan menarik kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil peneltian menunjukkan bahwa ekstrak buah naga baik yang berasal dari daging buah maupun kulit dapat digunakan sebagai pewarna kosmetik seperti lipstik. Variasi konsentrasi ekstrak buah naga berpengaruh terhadap warna sediaan dan nilai pH, namun tidak berpengaruh pada homogenitas sediaan, hasil polesan dan pengujian iritasi.
NABILA SAFITRI
2020 · Thesis · Open Access
Tanaman pangi (Pangium edule Reinw.) secara empiris banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada kulit. Daun segar, getah daun, tumbukan daun dan biji juga digunakan sebagai antiseptik dan disinfektan untuk membersihkan luka bakar. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun, biji, dan kulit batang tumbuhan pangi (Pangium edule Reinw.). Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun, biji, dan kulit batang tumbuhan pangi (Pangium edule Reinw.); penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil skrining fitokimia. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa Ekstrak etanol daun pangi. positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Ekstrak etanol biji pangi positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Sedangkan ekstrak etanol kulit batang pangi positif mengandung senyawa alkaloid, tanin, dan saponin.
MUHAMMAD JAKA SETIAWAN
2020 · Thesis · Open Access
Antibiotik adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi (jamur) dan bakteri, memiliki khasiat untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, serta sifat toksik (racun) yang ditimbulkan bagi manusia relatif lebih kecil. Penggunaan antibiotik di Rumah Sakit pada negara maju sekitar 13-37% sedangkan pengguunaan antibiotik di Rumah Sakit pada negara berkembang sekitar 30-80%. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah. Objek penelitiannya adalah profil penggunaan antibiotik di Rumah Sakit. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Deskriptif adalah metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul. Berdasarkan hasil literatur yang di dapat tentang penggunaan antibiotik di Rumah Sakit dihasilkan dari ke 4 Rumah Sakit terbanyak yaitu golongan sefalosforin, sedangkan penggunaan antibiotik di Rumah Sakit yang paling jarang digunakan adalah antibiotik golongan penisilin. Ke 4 Rumah Sakit penggunaan paling banyak yaitu Rumah Sakit “X” Provinsi Jawa Barat sebesar (85,21%), sedangkan paling sedikit Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang (61,9%). Rata-rata penggunaan antibiotik di Rumah Sakit yang terbanyak adalah cefotaxim dan ceftriaxon.
RAULI DIMAS NUR RAHMAN
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman yang sama-sama bergenus Citrus. Kedua tanaman tersebut memilki kegunaan sebagai biolarvasida terutama pada bagian kulit buahnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendapatkan perbandingan efektivitas biolarvasida estrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi literatur yang dilakukan mulai dari mengumpulkan, menelaah dan mempelajari jurnal penelitian ilmiah serta dokumen seperti Karya Tulis Ilmiah. Objek dari penelitian ini adalah efektivitas biolarvasida ekstrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut terhdap larva nyamuk Aedes aegypti. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang sudah dikumpulkan dari pembandingan literatur yang didapat. Efektivitas biolarvasida ekstrak kulit jeruk nipis terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dari konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dan 7% konsentrasi yang efektif membunuh seluruh hewan uji adalah konsentrasi 6% dan 7%. Ekstak kulit jeruk purut dari konsentrasi 1%, 3%, 5%, 7% dan 9% yang memiliki efektivitas untuk membunuh seluruh larva nyamuk yang diujikan adalah pada konsentrasi 3% sampai 9% setelah perlakuan selama 1440 menit (24 jam). Kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut sama-sama memiliki kandungan senyawa kimia yang digunakan sebagai larvasida alami terhadap larva nyamuk Aedes aegypti yaitu senyawa limonoid atau limonen yang diklasifikasikan kedalam senyawa siklik monoterpen.
DELFIA RANTE
2020 · Thesis · Open Access
Biji Pangi (Pangium edule Reinw.) dan Biji Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Senyawa metabolit tersebut memiliki potensi sebagai antibakteri. Stapylococcus aureus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri ekstak biji pangi dan ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah aktivitas antibakteri ekstrak biji pangi (Pangium edule Reinw.) dengan biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat yang terbentuk terhadap zat antibakteri yaitu ekstrak dari biji pangi (Pangium edule Reinw.) dan ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.). Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak biji pangi memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak biji pepaya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococccus aureus dengan zona hambat terbesar yang terbentuk 20,3 mm pada konsentrasi 8%.
LILIK DINA LESTARI
2020 · Thesis · Open Access
Nanas (Ananas comossus (L.) Merr.) merupakan tanaman yang dipercaya untuk pengobatan dan tanaman buah yang selalu tersedia sepanjang tahun. Salah satu khasiat buah nanas dalam bidang kesehatan dikaitkan dengan kandungan enzim bromelin yang ada dalam buah nanas. Potensi enzim bromelin yaitu sebagai enzim proteolitik yang berperan dalam pemecahan protein yang merupakan salah satu penyusun membran bakteri staphylococcus aureus. Hal ini menyebabkan bakteri terhambat pertumbuhannya dan akhirnya mati. Tujuan studi ini untuk mengetahui potensi hand sanitizer yang mengandung buah nanas sebagai antibakteri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan. Obyek penelitian adalah potensi hand sanitizer ekstrak buah nanas sebagai antibakteri. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ekstrak kulit nanas pada konsentrasi 50% mempunyai daya hambat terhadap bakteri Staphylococus aureus sebesar 15,06 mm dengan kategori kuat. Ekstrak kulit nanas memiliki Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM) pada konsentrasi 1,56%. Fomula hand sanitizer dengan konsentrasi 1,5% ekstrak kulit nanas dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus sebesar 15,5 mm yang termasuk dalam kategori kuat.
DIA SRI LESTARI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pewarna bibir merupakan sediaan kosmetika, yang bertujuan untuk mewarnai bibir agar dapat menyempurnakan bentuk dan memberikan warna dekoratif pada bibir. Pewarna yang terkandung dalam sediaan pewarna bibir memegang peranan yang sangat penting sebab pewarna tersebut yang akan memberikan sentuhan warna pada bibir si pemakainya. Namun pemakaian sediaan pewarna bibir dalam jangka waktu yang panjang dapat memberikan efek samping bagi penggunanya oleh karena itu alternatif lain yang dapat diberikan untuk formula pewarna yang aman adalah dengan menggunakan bahan alam. Studi ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit buah naga merah sebagai zat warna alami dalam sediaan pewarna bibir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa formulasi sediaan pewarna bibir yang mengandung ekstrak kulit buah naga merah. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat yaitu data uji sifat fisik sediaan pewarna bibir meliputi uji homogenitas, uji organoleptik, uji titik lebur, uji iritasi, dan pengukuran pH. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak kulit buah naga merah mengandung senyawa betasianin yang berpotensi menjadi zat warna alami dalam sediaan pewarna bibir.
BAHARUDDIN
2020 · Thesis · Open Access
Penyediaan obat yang bermutu dengan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi hal yang penting dalam pelayanan kesehatan. Masyarakat seringkali beranggapan bahwa harga selalu berbanding lurus dengan kualitas obat. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi pustaka terhadap karakteristik fisik dan disolusi obat antihipertensi sebagai parameter kualitas suatu sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik fisik dan disolusi sediaan tablet obat antihipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian berupa karakteristik fisik dan disolusi tablet. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data karakteristik fisik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta disolusi tablet antihipertensi. Uji karakteristik fisik obat inovator, obat bermerek dagang dan produk obat generik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur memenuhi persyaratan yang tertera pada Farmakope Indonesia Edisi III dan pustaka penunjang lainnya. Namum, beberapa obat tidak memenuhi uji keseragaman bobot dan kekerasan hal tersebut dikarenakan setiap pabrik mempunyai formula dan metode pembuatan yang berbeda-beda. Profil disolusi menunjukkan hasil bahwa obat antihipertensi produk inovator, bermerek dagang dan produk obat generik memenuhi persyaratan pustaka yang terkait serta ekivalen antar produk berdasarkan parameter pengujian disolusi.
BESTARI YUNITA
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Salmonella sp. Aktivitas antibakteri dapat menggambarkan zona hambat yang terbentuk. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Konsentrasi ekstrak etanol yang digunakan dalam menghambat bakteri Escherichia coli yaitu 30%, 40%, 50%, 60% dan 70% dengan rerata diameter zona hambat 1,7 mm, 2,7 mm, 4,7 mm, 6,8 mm dan 6,5 mm. Berbeda dengan konsentrasi yang digunakan pada bakteri Staphylococcus aureus yaitu 25%, 50% dan 75% dengan rerata diameter zona hambat 6,3 mm, 6,7 mm dan 6,8 mm. Bakteri Salmonella sp dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% dengan rerata diameter zona hambat 37,0 mm, 32,0 mm dan 46,0 mm. Kesimpulan yang diperoleh bahwa ekstrak etanol daun mengkudu memberikan hambatan terkuat pada bakteri Salmonella sp dibandingkan dengan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada pengujian dengan konsentrasi terendah yaitu 10% dengan diameter zona hambat sebesar 37,0 mm.
TARIS AMAZIDA ZATAYUMNI
2020 · Thesis · Open Access
Bakteri Streptococcus mutans merupakan salah satu flora normal yang hidup di rongga mulut, tapi pada jumlah yang berlebih merupakan agen penyebab utama karies gigi. Daun selutui puka dan daun kamboja secara empiris digunakan sebagai bahan untuk pengobatan oleh masyarakat, metabolit sekunder yang terkandung memiliki manfaat sebagai antibakteri. Studi literatur ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun kamboja terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode yang dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti skripsi, karya tulis ilmiah serta jurnal ilmiah. Objek penelitian studi literatur ini adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun kamboja terhadap bakteri Streptococcus mutans. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil Perbandingan menyatakan bahwa zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak etanol daun selutui puka lebih kecil dibandingkan zona hambat yang dihasilkan ekstrak etanol daun kamboja. Pada konsentrasi yang sama, yaitu 25 % dan 50 % didapatkan hasil yang berbeda, diameter zona hambat yang dihasilkan ekstrak etanol daun selutui puka pada konsentrasi 25 % dan 50 % secara berurut adalah 6,5 mm dan 6,9 mm sedangkan ekstrak etanol daun kamboja menghasilkan diameter 8,36 mm pada konsentrasi 25 % dan 10,38 mm pada konsentrasi 50 %.
INDAH TRI HANDAYANI
2020 · Thesis · Open Access
Kosmetik merupakan produk perawatan pribadi untuk meningkatkan penampilan tubuh manusia. Salah satu jenis dari kosmetik yang paling banyak digunakan adalah lipstik. Lipstik merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk mempercantik dan mempertegas warna pada bibir. Lipstik harus aman dan tidak boleh mengandung logam timbal (Pb). Timbal merupakan timah hitam yang digunakan pada lipstik agar tahan dari pengoksidasi udara dan tahan terhadap air. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis logam timbal (Pb) pada sediaan lipstik dengan metode spektrofotometri serapan atom Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian jenis studi literatur. Objek yang diteliti adalah analisis kadar logam timbal (Pb) pada sediaan lipstik. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan literatur, perbandingan literatur, pengkajian literatur, dan menarik kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif. Hasil yang diperoleh pada sampel lipstik dengan metode kualitatif positif mengandung logam timbal (Pb) dengan ditandai terbentuknya endapan kuning oleh reagen KI. Pada metode kuantitatif yaitu menggunakan metode spektrofotometri serapan atom sampel lipstik mengandung logam timbal, dengan hasil kadar logam timbal (Pb) yaitu dari 0,45999 µg/g hingga kadar logam timbal yang melebihi batas yaitu 56,6496 µg/g (20 ppm).
ARPIAH
2020 · Thesis · Open Access
Tumbuhan genus Millettia merupakan tumbuhan yang memiliki senyawa metabolit sekunder yang diketahui menghasilkan aktivitas biologis seperti sitotoksik, antimalaria, antiinflamasi, antifungi, dan antibakteri. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat dari tumbuhan genus Millettia terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Penelitian bersifat studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas daya hambat dari tumbuhan genus Millettia terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tahap penelitian meliputi reduksi, meringkas, menyajiakan, meninjau dan menarik simpulan. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder berupa daya hambat tumbuhan genus Millettia terhadap bakteri. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun Millettia aboensis memiliki daya hambat terhadap Staphilococcus aureus tertinggi 6,05 mm (400 mg/ml) dan tidak menghambat Escherichia coli. Ekstrak Batang Millettia Pinnata memiliki daya hambat lebih besar terhadap Staphilococcus aureus dibandingkan Escherichia coli daya terendah 4 mm,3mm (10 mg/ml), daya hambat tertinggi 20 mm, 12 mm (400 mg/ml). Ekstrak Millettia Peguensis dengan tiga pelarut berbeda daya hambat tertinggi yaitu petroleum eter disusul kloroform dan heksana. Ekstrak millettia peguensis memiliki daya hambat lebih besar terhadap Escherichia coli dibandingkan Staphilococcus aureus yaitu daya hambat tertinggi 17,5 mm, 15 mm konsentrasi ekstrak petroleum eter (400 mg/ml).
MUHAMMAD APRIYANDI
2020 · Thesis · Open Access
Kopi merupakan salah satu tanaman yang terkenal di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kopi mengandung senyawa polifenol seperti asam kafeat, asam klorogenat, asam koumarat yang berkhasiat sebagai antioksidan. Perbedaan tempat tumbuh tanaman kopi robusta berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta berdasarkan perbedaan tempat tumbuh tanaman. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Tahapan penelitian dimulai dari penyuntingan dan meringkas isi artikel ilmiah, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan ekstrak biji kopi robusta Bandung, Bogor dan Garut memiliki nilai IC50 sebesar 55,13 ppm, 56,48 ppm, dan 54,14 ppm), Provinsi Jawa Barat (Bogor, Kuningan, Sumedang memiliki IC50 sebesar 62,04 ppm, 59,94 ppm 52,24 ppm), Provinsi Jawa Tengah (Temanggung, Boyolali, Wonosobo memiliki IC50 sebesar 50,18 ppm, 9,88 ppm 42,63 ppm), dan Provinsi Jawa Timur (Jombang, Malang, dan Kediri memiliki IC50 sebesar 76,59 ppm, 37,47 ppm 42,77 ppm). Aktivitas antioksidan ekstrak kopi robusta Wonosobo paling kuat dibandingkan kopi robusta dari sembilan daerah lainnya di Pulau Jawa.
JHISA BICA JHASKIA
2020 · Thesis · Open Access
THERESIA MERLIANA SIHOMBING
2020 · Thesis · Open Access
Infeksi merupakan penyakit yang memiliki tingkat keparahan yang beragam hingga pada infeksi berat yang disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang dapat menyebabkan infeksi kulit terutama pada lingkungan yang lembap, hangat atau kulit mengalami luka terbuka. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat untuk herpes, kudis, kulit gatal dan melepuh. Tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don.) merupakan tumbuhan hias yang dapat digunakan sebagai obat untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan daun tapak dara memiliki aktivitas antibakteri lebih baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan daun selutui puka. Zona hambat daun selutui puka menggunakan metode kertas cakram pada konsentrasi 5%,10% dan 15% adalah 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm termasuk kategori daya hambat sedang dan daun tapak dara menggunakan metode sumuran pada konsentrasi 20%, 50% dan 75% adalah 13,3 mm, 17,33 mm dan 20,00 mm termasuk kategori kuat.
SULLY MARGARETA
2020 · Thesis · Open Access
Perkembangan obat sangat didukung dengan penemuan bentuk sediaan baru yang melibatkan eksipien pendukung sebagai campuran untuk mendapatkan pengembangan suatu formula yang baik dan aman, salah satu bahan yang dapat dikembangkan dalam sediaan farmasi yaitu pati biji durian. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik pati biji durian yang memenuhi persyaratan sebagai eksipien farmasetika. Penelitian ini merupakan studi literatur. Objek yang diteliti adalah karkateristik pati biji durian dan pati biji lai. Tahapan penelitian dimulai mereduksi data yaitu melakukan penyuntingan dan meringkas data yang berasal dari jurnal, sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif kemudian akan dilakukan penarikan kesimpulan yaitu verifikasi dan tinjauan ulang dari penarikan data kesimpulan agar data penelitian ini didapatkan dengan benar. Analisis penelitian ini dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa kedua jenis pati biji durian semuanya memenuhi persyaratan standar sebagai bahan eksipien farmasi, pemeriksaan organoleptik memiliki bentuk serbuk halus; warna putih kecoklatan; tidak berasa dan bau khas pati biji durian, pemeriksaan kadar air 9,45%, 8,06% dan 8%-13%, kadar abu hanya dimiliki kode B sebesar 1,32%, kadar pati 27,22%, 38,89%, dan 26,16%, daya kembang 6,03%, 3,23%, dan 11,63%. Dengan demikian pati biji durian memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan eksipien farmasetika.
DELA MONIKA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Hidrokuinon adalah bahan yang sering digunakan dalam krim pemutih wajah, hidrokuinon digunakan dalam produk pemutih kulit sebagai agen depigmentasi dengan mekanisme menghambat enzim tirosinase yang bertanggung jawab dalam pembentukan melanin. Studi ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar hidrokuinon dengan metode spektrofotometri uv-vis pada krim pemutih wajah yang beredar dibeberapa kota dan m hasil engetahui kadar hidrokuinon yang beredar dibeberapa kota dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis telah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.445/MENKES/PER/V/1998. Hasil studi literatur dari kelima jurnal semua krim pemutih wajah positif mengandung hidrokuinon dengan kadar yang masih aman atau kurang dari 2%, akan tetapi terdapat 1 penelitian pada jurnal yang menunjukan bahwa 2 sampel krim pemutih wajah yang beredar di kabupaten Sidoarjo yang diperjual belikan di Klinik Kecantikan dengan kadar melebihi batas yang telah ditetapkan yaitu krim dengan kode CW1 = 4,05% dan krim dengan kode CW2=3,09%.
MUCHDITTA SARI
2020 · Thesis · Open Access
Infeksi saluran kemih (ISK) memiliki keterlibatan bakteri tersering di komunitas dan hampir 10% orang pernah terkena ISK selama hidupnya. Sekitar 150 juta penduduk di seluruh dunia tiap tahunnya terdiagnosis menderita infeksi saluran kemih. Antibiotik termasuk kelompok obat yang paling sering digunakan dalam infeksi. Banyaknya jenis antibiotik menjadikan hal tersebut perlu dikaji untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik yang digunakan untuk infeksi saluran kemih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan profil penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di instalasi rawat inap pada rumah sakit di Sulawesi dan Jawa. Penelitian ini adalah jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan mengumpulkan gambaran dari data-data rekam medik pada pasien ISK di instalasi rawat inap yang didapat dari jurnal ilmiah dan skripsi meliputi penggunaan antibiotik di rumah sakit yang dipilih. Hasil penelitian menunjukan penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Sulawesi menggunakan Ciprofloxacin, sedangkan pada Rumah Sakit di Jawa menggunakan antibiotik Ceftriaxon. Untuk ketepatan dosis antibiotik didapati Rumah Sakit di Sulawesi dan Jawa memiliki persentase tepat yang tinggi. kecuali untuk RSUP X Klaten yang memiliki persentase tepat yang rendah. Untuk durasi ketepatan dalam pemberian antibiotik didapati Rumah Sakit di Sulawesi menunjukan tidak tepat yang tinggi, sedangkan pada Rumah Sakit di Jawa menunjukan tepat yang tinggi.
NI PUTU DYAH CLAUDIA SARI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pemakaian setiap bahan atau zat memiliki potensi yang bersifat toksik atau menyebabkan keracunan tergantung takarannya. Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) secara empiris digunakan sebagai obat sakit gigi, tumor, dan kanker. Kamboja putih (Plumeria alba L.) digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi, pencahar, dan antigatal. Khasiat kedua famili Apocynaceae ini selain digunakan masyarakat sebagai obat sakit gigi juga dilaporkan pada pemakaian jumlah tertentu dapat menyebabkan keracunan atau toksik di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan LC50 ekstrak etanol daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan daun kamboja putih (Plumeria alba L.) terhadap larva Artemia Salina Leach. Penelitian yang dilakukan adalah studi literatur. Objek yang diteliti adalah toksisitas ekstrak etanol daun selutui puka dan daun kamboja putih terhadap larva Artemia salina Leach. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data terkumpul. Hasil penelitian menunjukan toksisitas pada daun selutui puka menghasilkan nilai LC50 0,7440 µg/mL dan untuk nilai LC50 ekstrak etanol daun kamboja putih adalah 132,340 µg/mL. Kedua tumbuhan ini masuk dalam kategori sangat toksik.
INDRI ANGRAINI
2020 · Thesis · Open Access
Sibutramin HCl adalah obat terapi tambahan dalam program penurunan berat badan dan hanya diperoleh menggunakan resep dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi bahan kimia obat Sibutramin HCl pada jamu pelangsing dengan metode Kromatografi Lapis Tipis. Jenis penelitian adalah penelitian studi literatur menggunakan data sekunder yang telah ditelaah dari beberapa literatur dan dituangkan dalam bentuk tabel. Tahapan penelitian yaitu: (1) melakukan kompilasi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan (2) penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif penarikan kesimpulan (3) melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Penelitian ini menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dan hasil identifikasi bahan kimia obat sibutramin HCl pada jamu pelangsing didapatkan hasil sampel positif dengan menggunakan 2 eluen. Eluen I etil asetat : n-heksan (7:3) dan eluen II aseton : kloroform (7:3) dan dihasilkan nilai Rf yang sama dengan nilai Rf pembanding.