NOVIYA MIRANDA
2020 · Thesis · Open Access
Kesalahan dalam tahap prescribing merupakan kesalahan yang terjadi pada proses penulisan resep kesalahan penulisan resep yang di maksud ialah ketidak lengkapan resep dan resep tidak terbaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan apa saja yang terjadi pada tahap peresepan di Rumah Sakit Kalimantan dan di Rumah Sakit Sulawesi. Penelitian dilakukan merupakan penelitian study literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan sumber-sumber yang relevan, mempelajari dan menelaah dokumen yang terkait seperti karya tulis ilmiah dan jurnal ilmiah. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesalahan pengobatan (medication error) yang terjadi pada tahap peresepan (prescribing) di Rumah Sakit Kalimantan dan di Rumah Sakit Sulawesi pada persyaratan administrasi dan persyaratan farmasetik dalam resep. Hasil penelitian persentase kesalahan tertinggi yang terdapat pada peryaratan administrasi ialah nama pasien RS X di Kota Manado 4,98%, umur pasien RS Bhayangkara Tk. III Manado 80,12%, nama dokter RSUD Taman Husada Bontang 1,5%, paraf dokter RSUD Taman Husada Bontang 7,5%, tanggal resep RS Dirgahayu Samarinda 10%. dan pada persyaratan farmasetik ialah nama obat RSUD Taman Husada Bontang 12%, bentuk sediaan RSUD Bintung 74,53%, dosis dan kekuatan sediaan RS Dirgahayu Samarinda 41,75%, jumlah obat RS X di Kota Manado 0,33%, dan pada aturan pakai RSUD Taman Husada Bontang 1,75%.
SHEILA DWI SABATINI
2020 · Thesis · Open Access
Selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack) dan Bintaro (Cebera odollam Gaertn) merupakan tumbuhan berfamili apocynaceae. Secara empiris daun selutui puka memiliki khasiat sebagai obat sakit gigi dan daun bintaro berkhasiat sebagai penyembuh luka. Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri daun selutui puka dan daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan karya tulis ilmiah. Objek penelitian gambaran aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka dan ekstrak daun bintaro terhadap bakteri staphylococcus aureus. Data yang digunakan dalam studi ini ialah kosentrasi yang di gunakan untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dari data yang disajikan, diketahui aktivitas antibakteri ekstrak daun selutui puka pada kosentrasi 5%, 10% dan 15% dengan menggunakan metode difusi kertas cakram memiliki daya hambat berturut-turut sebesar 6,09 mm, 6,24 mm dan 6,25 mm dengan katagori daya hambat sedang sedangkan daya hambat ekstrak daun bintaro pada kosentrasi 4% dengan menggunakan metode dilusi padat lebih kecil dengan katagori daya hambat minimum.
NYDA NATHALIA
2020 · Thesis · Open Access
Di Indonesia kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang sangat diminati oleh segala kalangan usia. Kerupuk merupakan makanan berbahan dasar tepung yang terkadang adonan kerupuk ditambahkan bahan berbahaya seperti boraks sebagai bahan pengawet. Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat (Na2B4O7.10H2O) yang sering digunakan dalam industri non pangan. Identifikasi boraks sebagai anion dapat dilakukan dengan uji nyala, uji kertas kunyit dan reaksi warna dengan reagen tertentu. Sedangkan identifikasi boraks pada pangan umumnya merujuk pada prosedur kerja Standar Nasional Indonesia No. 01-2894-1992 tentang Cara Uji Bahan Pengawet Makanan dan Bahan Tambahan Yang Dilarang Untuk Makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur kerja yang digunakan dalam mengidentifikasi boraks pada kerupuk. Tahapan penelitian studi literatur atau studi pustaka meliputi dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah sumber-sumber terpercaya seperti karya tulis ilmiah dan jurnal ilmiah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil telaah pada jurnal dan karya tulis ilmiah, didapatkan empat prosedur kerja untuk mengidentifikasi boraks yaitu, uji kertas kunyit, uji nyala, prosedur SNI No.01-2894-1992 dan prosedur kombinasi antara SNI No.01-2894-1992 dengan uji kertas kunyit.
SUCI MAYRANI
2020 · Thesis · Open Access
Dalam studi ini bertujuan untuk membandingankan aktivitas antioksidan yang masih dalam satu golongan ordo Violales pada biji pangi (Pangium edule Reinw.) dan biji pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan tumbuhan pangi dengan pepaya dengan menggunakan metode DPPH. Antioksidan adalah senyawa yang mampu menangkal atau merendam dampak negatif oksidan dalam tubuh. Antioksidann merupakan senyawa kimia yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas di sekitar lingkungan. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Pada hasil penelitian biji pangi didapat hasil IC50 optimal dengan perebusan selama 5 menit sebesar 10949,34 ppm, pada hasil penelitian aktivitas antioksidan biji pepaya didapat sebesar 462,7 ppm, hasil aktivitas antioksidan ekstrak daun pangi sebesar 831,33 ppm dan hasil aktivitas antiosidan ekstrak kulit buah pepaya sebesar 95,824 ppm. Kesimpulan yang dapat diambil ialah terdapat perbedaan nilai IC50 pada kedua tumbuhan tersebut walaupun masih termasuk dalam satu ordo.
ANIN DITA PUTRI
2020 · Thesis · Open Access
Minuman ringan adalah minuman olahan berbentuk cair yang mengandung bahan tambahan lainnya baik alami atau buatan, salah satu bahan tambahan pangan yang sering digunakan adalah pemanis buatan yaitu siklamat. Siklamat adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai pemanis buatan. Kadar kemanisannya 30-50 kali lebih tinggi daripada gula. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil penetapan kadar pemanis buatan siklamat pada minuman ringan dengan dua metode berbeda yaitu alkalimetri dan gravimetri. Data yang dipakai pada studi literatur ini adalah data sekunder yang diambil dari beberapa penelitian. Pada penelitian menggunakan metode alkalimetri sampel yang diuji memiliki hasil yang berbeda-beda. Beberapa sampel tidak mengandung pemanis buatan siklamat namun beberapa sampel positif mengandung siklamat serta melebihi batas penggunaan pada pemanis buatan. Kemudian pada penelitian yang menggunakan metode gravimetri beberapa sampel yang diuji mengandung kadar siklamat malampaui kadar yang ditetapkan SNI 01-6993-2004 pada minuman ringan. Ketentuan pemanis buatan pada minuman ringan menurut SNI 01-6993-2004 adalah 1000 gr/kg sehingga dari keseluruhan sampel yang diambil kadar siklamat yang terkandung dalam minuman ringan beberapa melampaui kadar yang ditetapkan SNI 01-6993-2004.
ANIS FADHILAH
2020 · Thesis · Open Access
Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah dipanaskan dan digunakan untuk menggoreng secara berulang kali sehingga mengalami perubahan pada komposisi kimianya. Minyak jelantah apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama akan membahayakan tubuh karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif. Keberadaan asam lemak bebas dan bilangan peroksida dalam minyak jelantah dapat digunakan sebagai indikator kerusakan minyak. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Objek penelitian adalah hasil penetapan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak jelantah yang disesuaikan dengan standar persyaratan SNI 7709:2012. Metode yang digunakan pada beberapa penelitian yaitu titrimetri dengan penetapan kadar asam lemak bebas menggunakan titrasi alkalimetri dan penetapan bilangan peroksida menggunakan titrasi iodometri. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan hasil literatur, minyak goreng yang digunakan lebih dari 5 kali sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Ditemukan kadar asam lemak bebas tertinggi minyak jelantah sebesar 0,64% dan kadar bilangan peroksida tertinggi sebesar 78,9 mek O2/kg, kedua kadar tersebut didapatkan dari pedagang makanan kaki lima pada minyak jelantah yang berwarna hitam.
DWI SARTIKA UTARI
2020 · Thesis · Open Access
Lip balm atau salep bibir adalah lilin substansi dioleskan pada bibir yang digunakan untuk menjaga bibir agar tidak mudah kering dan pecah-pecah. Lip balm bertujuan untuk melindungi dan menjaga kelembaban bibir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan lip balm dengan basis minyak zaitun, minyak biji anggur dan minyak buah merah. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah dokumen terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Tahapan penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data pada studi ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul yaitu sifat fisik sediaan lip balm meliputi uji organoleptis, homogenitas, titik lebur, pH dan iritasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan lip balm yang mengandung minyak zaitun, minyak biji anggur dan minyak buah merah memenuhi persyaratan uji homogenitas, organoleptis, titik lebur, pH, tidak mengiritasi kulit dan stabil selama penyimpanan 28 hari. Sifat fisik lip balm minyak biji anggur dan minyak buah merah lebih baik dari pada minyak zaitun.
DESTHY RETNO RAMADIANTHY
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk membandingkan hasil rendemen ekstraksi daun pepaya dengan menggunakan berbagai pelarut yang berbeda. Daun pepaya merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah tropis, masyarakat pada umumnya menggunakan daun pepaya sebagai pelunak daging, pengobatan malaria, demam berdarah, pereda nyeri haid dan juga anti jerawat. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, majalah ilmiah serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil penelitian nilai rendemen pada perbedaan pelarut dari ekstraksi maserasi daun pepaya menghasilkan nilai rendemen yang berbeda-beda disetiap pelarutnya hal ini disebabkan oleh pelarut apa yang digunakan, ukuran partikel, jumlah sampel, metode ekstraksi yang digunakan, lama waktu ekstraksi.
TIARA REZKI RAMADHANI
2020 · Thesis · Open Access
Bidara adalah tanaman yang secara empiris banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan. Bidara terdiri dari beberapa jenis yaitu ada Bidara cina, Bidara Arab, Bidara laut, dan lain-lain. Salah satu kandungan kimia yang terdapat pada tanaman bidara yaitu flavonoid. Flavanoid memiliki manfaat antara lain sebagai pelindung struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis flavonoid pada beberapa jenis tumbuhan bidara. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, yang bersumber dari jurnal ilmiah atau skripsi yang terkait dengan objek penelitian analisis flavonoid pada beberapa jenis tumbuhan bidara. Analisis data yang digunakan berupa data deskriptif. Hasil identifikasi dari ketiga jenis daun bidara yaitu bidara arab, bidara cina, dan bidara laut ketiga nya mengandung senyawa flavonoid dan kadar flavonoid total esktrak etanol dari bidara arab sebesar 1,53 % dan kadar flavonoid total dari ekstrak etanol buah bidara arab sebesar 0,65 %
M. RAHISSYA MAHENDRA
2020 · Thesis · Open Access
Hipertensi pada kehamilan menempati posisi kedua dalam penyebab kematian ibu di Indonesia. Pentingnya pemilihan obat antihipertensi pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya kematian karena hipertensi pada ibu hamil serta cacat pada janin, Tujuan perbandingan ini adalah untuk mengetahui hasil perbandingan profil peresepan obat antihipertensi pada ibu hamil. Studi ini bertujuan untuk membandingkan profil peresepan obat antihipertensi pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu penelitian dengan menggambarkan serta menginterpretasi suatu objek sesuai dengan kenyataan yang ada tanpa dilebih-lebihkan. Penelitian ini dimulai dari tahap pengumpulan data, analisis data, dan pengolahan data. Bahan dan sumber data penelitian ini diperoleh dari skripsi dan jurnal. Data yang di pakai dalam studi ini adalah data yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil data dari Kusmaningtyas 2015 didapat hasil obat yang sering di gunakan yaitu Nifedipin dengan presentase 62,68% dan Dyan permata sari 2018 36,27%.
ANGGA FITRIANSYAH
2020 · Thesis · Open Access
Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang digunakan secara turun temurun. Bahan kimia obat (BKO) yang merupakan bahan kimia sintetik atau hasil isolasi tidak boleh ditambahkan ke dalam jamu karena bertentangan dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor: HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 Tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahan kimia obat sildenafil sitrat pada jamu penambah stamina pria menggunakan metode KLT, Spot test, Uji Strip. Penelitian yang dilakukan adalah Studi Literatur. Tahapan penelitian dimulai dari penyuntingan dan meringkas isi artikel ilmiah, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Metode yang dapat digunakan KLT, Spot test dan Uji strip dalam mengidentifkasi bahan kimia obat sildenafil sitrat adalah Uji Strip karena lebih mudah dalam mengidentifikasi bahan kimia obat.
YUSFA RAHMI HANIFAH
2020 · Thesis · Open Access
Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Setiap apoteker dan atau tenaga teknik kefarmasian yang menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di Puskesmas wajib mengikuti standar pelayanan kefarmasian. Kepuasan konsumen merupakan tanggapan pelanggan atau pengguna jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah penelitian yang sama dan sudah dilakukan. Objek pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di tiga Puskesmas didapatkan hasil rata-rata kepuasaan tertinggi tingkat kepuasan tertinggi adalah terdapat pada Puskesmas Baru Ilir Balikpapan rata-rata 95,88% responden merasa sangat puas. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Harapan Baru rata-rata 96,44% responden merasa puas. Puskesmas Gunung Sari Ulu, 3 dimensi (Reliability, Emphaty, dan Responsibility) dikategorikan memuaskan, dan 2 dimensi (Assurance dan Tangibility) dikategorikan belum memuaskan.
RATNA
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran profil penggunaan antibiotika pada pasien di puskesmas. Antibiotika merupakan suatu zat yang dapat membunuh atau melemahkan bakteri, parasit ataupun jamur. Penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang, termasuk indonesia. Berbagai studi menemukan bahwa sekitar 40-62% antibiotik yang digunakan secara tidak tepat antara lain untuk penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotik. Data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama dan penyajian data dalam tabel deskriptif, yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran penggunaan antibiotika dari data-data yang telah terkumpul. Penggunaan antibiotik pada penelitian di Puskesmas Bengkuring jenis antibiotik yang paling banyak digunakan adalah amoxicillin dengan presentase (64%), berdasarkan usia 26-45 tahun dengan presentase 49%, berdasarkan pada jenis kelamin yang lebih banyak mendapatkan terapi antibiotik yaitu perempuan dan pada penelitian Puskesmas Kendal jenis antibiotik amoxicillin dengan presentase 84,14%, berdasarkan usia 25-55 tahun dengan presentase 37,71%, berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan presentase 42,61% serta pada penelitian disalah satu Puskesmas di Kota Yogyakarta jenis antibiotik amoxicillin dengan presentase 75,84%, berdasarkan usia 20-30 tahun dengan presentase 45,93%, serta berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan presentase 70,63%.
MUHAMMAD FAIDILLAH
2020 · Thesis · Open Access
Studi ini bertujuan untum membandingkan Analisis respon konsumen terhadap strategi bauran pemasaran yang berasal dari beberapa penelitian, Marketing Mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen Keempat unsur atau variabel strategi acuan yaitu gabungan dari beberapa variabel pemasaran membentuk strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang teridiri dari empat variabel yaitu produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon konsumen terhadap penerapan strategi bauran pemasaran (marketing mix) diapotek. Hasil penelitian dari ke 4 litelatur yang di bandingkan yaitu apotek Sahid Sahirman, apotek XM, apotek SR dan apotek K, terdapat perbedaan persentase tingkat penilaian pada masing-masing litelatur dikarenakan mungkin adanya perbedaan jumlah sampel, jumlah kuesioner, karakteristik responden dan respon konsumen yang berbeda, hal ini yang menyebabkan terdapat perbedaan pada setiap litelatur yang dibandingkan. Pada penelitian ini persentase tingkat respon konsumen tertinggi adalah terdapat pada apotek K dengan rata-rata persentase 84,75 %.
ERMAWATI CAHYANTI PUTRI
2020 · Thesis · Open Access
Diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari yang disertai adanya perubahan bentuk dan konsistensi tinja penderita. Faktor penyebab diare antara lain karena kesehatan lingkungan yang belum memadai, keadaan gizi yang belum memuaskan serta keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi terjadinya diare. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan obat diare di Puskesmas. Tahapan penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, meringkas data, menyajian data dalam bentuk tabel deskriptif, penarikan kesimpulan. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah penggunaan obat diare di Puskesmas. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis obat yang banyak di gunakan di puskesmas adalah oralit dan zink.
RISKA OKVARIDA
2020 · Thesis · Open Access
Tumbuhan beluntas (Pluchea indica L) dan tumbuhan prasman (Eupotarium triplinerve) merupakan tumbuhan dari suku Asteraceae yang banyak dikenal di beberapa daerah Indonesia. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai obat, khususnya bagian daunnya. Khasiat obat dari suatu tumbuhan dikarenakan adanya senyawa aktif dalam tumbuhan tersebut. Senyawa aktif dapat dipisahkan dari campurannya dengan cara ekstraksi. Hasil ekstraksi berupa ekstrak yang dapat ditentukan nilai rendemennya. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai rendemen adalah konsentrasi pelarut. Tujuan penelitian studi literatur ini adalah mengetahui nilai rendemen ekstrak etanol daun beluntas dan daun prasman berdasarkan variasi konsentrasi pelarut. Tahap penelitian meliputi pengumpulan literatur terkait rendemen ekstrak , reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dalam tabel ; menganalisa data dan penarikan simpulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa jurnal penelitian. Hasil telaah literatur menyimpulkan nilai rendemen ekstrak daun beluntas dengan konsentrasi etanol 60% sebesar 36,5393%; konsentrasi 70% sebesar 34,1831%; konsentrasi 80% sebesar 37,2404%; konsentrasi 96% sebesar 38,2167%. Nilai rendemen ekstrak daun prasman dengan konsentrasi etanol 60% sebesar 3,92%; konsentrasi 80% sebesar 4,40%, konsentrasi 96% sebesar 5,33%.
YOLINDA TANDI LINO
2020 · Thesis · Open Access
Produk daging olahan mudah rusak dalam penyimpanan karena daging mengandung air dan protein yang menyebabkan mikroorganisme tumbuh dan berkembang pada daging, sehingga diperlukan bahan tambahan pangan nitrit sebagai pengawet. Penggunaan nitrit yang berlebihan dapat menimbulkan efek toksik bagi kesehatan. Penggunaan maksimum pengawet nitrit pada daging olahan diatur dalam Perka BPOM No. 36 Tahun 2013, yaitu sebesar 30 mg/kg dan. Tujuan studi literatur ini adalah untuk membandingkan kadar nitrit yang terkandung pada berbagai produk olahan berbahan dasar daging. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek penelitian ini adalah hasil perbandingan kadar nitrit pada berbagai produk olahan berbahan dasar daging. Tahap penelitian meliputi pengumpulan literatur terkait analisis nitrit, reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dengan tabel deskriptif, penarikan kesimpulan dengan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dari beberapa literatur. Persamaan dari beberapa literatur ialah menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi griess. Kadar nitrit yang terkandung pada beberapa produk olahan dengan rata-rata kadar adalah kornet (5,94 mg/Kg) daging asap (13,72 mg/Kg) nugget (22,23 mg/Kg) sosis B (64,58 mg/Kg) burger (81,99 mg/Kg) sosis A (362,88 mg/Kg).
ONE NURHIDAYATI
2020 · Thesis · Open Access
Kepatuhan pasien dalam terapi sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Penyakit Paru Obstruktif Kronis ( PPOK ) terjadi karena faktor kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok yang ditandai dengan hambatan aliran udara dari saluran napas yang bersifat progresif irreversible atau reversible yang meliputi emfisema dan bronkitis. Studi ini bertujuan untuk membandingkan beberapa tingkat pengetahuan pasien asma dan ppok mengenai kepatuhan dalam pemakaian obat. Penelitian ini dilakukan dengan reduksi data yaitu berupa penyuntingan dan meringkas data dalam tabel deskriptif penarikan kesimpulan dengan menganalisa penelitian terdahulu yang bersumber pada studi literatur, jurnal ilmiah, karya tulis ilmiah, menelaah buku - buku yang objek penelitian yaitu kepatuhan pasien asma dan PPOK pada penggunaan obat .
ASKUR ARMUNAH
2020 · Thesis · Open Access
Penyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan obat serta kerugian, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga sampai obat didistribusikan ke pasien.Profil penyimpanan obat di Rumah Sakit dapat menggambarkan metode penyimpanan yang dapat dilakukan berdasarkan kelas terapi, menurut bentuk sediaan alfabetis dengan menerapkan prinsip FEFO (First Expired First Out) dan FIFO (First In First Out), dan disertai sistem informasi yang selalu menjadi ketersediaan persediaan farmasi sesuai kebutuhan. Studi ini bertujuan untuk membandingkan tata cara penyimpanan obat di beberapa Rumah Sakit di Indonesia.Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode deskriptif yang menggambarkan profil penyimpanan obat di beberapa Rumah Sakit yang dirangkum dan dijelaskan dalam bentuk tabel dan grafik.Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahap penelitian meliputi : (1) pengumpulan data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan; (2)penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif; (3) penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil dari evaluasi Kondisi Ruangan dan Fasilitas pada Gudang Penyimpanan Obat berdasarkan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Republik Indonesia 2010 pada Rumah Sakit Siloam Manado Telah memenuhi syarat sebesar 89 % , Rumah Sakit Nashrul Ummah Lamongan 78% dan untuk RSUD Abdul Wahab Sjahranie sebesar 96 %. Sedangkan Hasil evaluasi Prosedur Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Ketentuan dalam Standart Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit Permenkes No. 58 tahun 2014 Pada Rumah Sakit Siloam Manado memenuhi syarat sebesar 93 %, Rumah sakit Nashrul Ummah Lamongan sebesar 87 % dan untuk RSUD Abdul Wahab Sjahranie sebesar 100 %.
WARSINI
2020 · Thesis · Open Access
High Alert Medication merupakan obat yang harus diwaspadai karena sering terjadi kesalahan yang serius (Sentinel Event) dan obat yang beresiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Dinginkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan obat High Alert Medication salah satunya yaitu mengatur penyimpanan obat tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran penyimpanan obat High Alert Medication di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan mencari teori penlitian dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Tahapan penelitian yaitu: 1. Reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama ini tulisan; 2. Penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif; 3. Penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data agar penarikan simpulan dapat dilakukan dengan benar. Objek penelitian yaitu hasil dari Studi Literatul berjudul penyimpanan obat High Alert di Rumah Sakit. Hasil penelitian ini adalah dari lima indikator terdapat dua indikator yang belum dapat dipenuhi oleh Rumah sakit., hal ini dipengaruhi oleh ketersediaannya ruangan penyimpanan serta kurang pahamnya petugas akan pentingnya pelabelan obat High Alert Medication yang dapat mengurangi kekeliruan saat pengambilan obat yang dapat berakibat fatal pada pasien.