Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 111 dari 127

STUDI LITERATUR NILAI RENDEMEN EKSTRAK TUMBUHAN Ficus MENGGUNAKAN METODE MASERASI

KRISTINA INDAH PRADILA
2020 · Book · Open Access

Tumbuhan Ficus merupakan tumbuhan yang termasuk dalam famili Moraceae dan telah tersebar luas diberbagai wilayah. Masyarakat memanfaatkan potensi yang dimiliki tumbuhan sebagai alternatif pengobatan tradisional. Secara empiris tumbuhan ficus memiliki khasiat sebagai antidiare, antikanker, antimikroba, analgesik, antiinflamasi, antioksidan, penawar racun, dan antibakteri. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui nilai rendemen ekstrak tumbuhan Ficus dengan menggunakan metode maserasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yang dilakukan dimulai dari pengumpulan data-data seperti jurnal-jurnal ilmiah, meringkas data, lalu kemudian mengolah data penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dari jurnal ilmiah. Berbagai literatur yang diperoleh memiliki bagian-bagian tumbuhan berbeda dengan proses ekstraksi maserasi dan penggunaan pelarut yang berbeda sehingga hasil filtrat ekstrak yang diperoleh bervariasi, hal tersebut juga dapat berasal dari tempat tumbuh tumbuhan Ficus yang berbeda-beda. Ekstraksi dengan metode maserasi terhadap tumbuhan Ficus pada spesies berbeda menghasilkan nilai rendemen ekstrak yang bervariasi diantaranya Ficus racemosa L. memperoleh ekstrak etanol pada buah sebanyak 9,2%, dan akar 1,3125%. Ekstrak n-heksan pada kulit batang sebanyak 2,28% dan ekstrak petroleum eter pada daun sebanyak 4,79%. Kemudian ekstrak etanol pada daun Ficus carica L. sebanyak 13,56%. Ekstrak etanol pada buah Ficus benjamina L. sebanyak 1,004%. Ekstrak etanol pada buah Ficus variegata Blume. sebanyak 4,5%. Tumbuhan Ficus memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK BIJI PANGI (Pangium edule Reinw.) DENGAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

DELFIA RANTE
2020 · Book · Open Access

Biji Pangi (Pangium edule Reinw.) dan Biji Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Senyawa metabolit tersebut memiliki potensi sebagai antibakteri. Stapylococcus aureus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri ekstak biji pangi dan ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku serta dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Objek penelitian ini adalah aktivitas antibakteri ekstrak biji pangi (Pangium edule Reinw.) dengan biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat yang terbentuk terhadap zat antibakteri yaitu ekstrak dari biji pangi (Pangium edule Reinw.) dan ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.). Uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak biji pangi memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak biji pepaya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococccus aureus dengan zona hambat terbesar yang terbentuk 20,3 mm pada konsentrasi 8%.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocarpus atilis) DAN DAUN CEMPEDAK (Artocarpus champeden.L) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BSLT

ANASTASIA RENI MANGALIK
2020 · Book · Open Access

Studi ini bertujuan untuk membandingkan uji toksisitas akut ekstrak etanol dengan dua daun yang berbeda yaitu daun sukun (Artocarpus atilis) dan daun cempedak (Artocarpus champeden.L) dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dan menggunakan analisis probit untuk menentukan LC50. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukkan konsentrasi ekstrak suatu tanaman yang dapat menyebabkan kematian hewan uji sebesar 50% dari jumlah hewan uji. Maka didapatkan LC50 daun sukun (Artocarpus atilis) adalah 3608.893 ppm dan daun cempedak (Artocarpus champeden.L) sebesar 314,78 ppm. Daun sukun dan daun cempedak mengandung flavonoid dan tanin. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa terjadi perbedaan nilai LC50 pada kedua jenis tanaman tersebut.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL TONGKOL JAGUNG (Zea mays. L) BERDASARKAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI DAN KONSENTRASI PELARUT

MARIA F.K. HAYON
2020 · Book · Open Access

Studi ini bertujuan untuk membandingkan metode maserasi dan refluks dengan menggunakan konsentrasi pelarut etanol 70% dan 75% terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol tongkol jagung. Perbandingan metode ekstraksi dan konsentrasi pelarut dapat menggambarkan tinggi atau rendahnya kadar fenolik total dalam suatu tanaman. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Hasil nilai rendemen tongkol jagung yang didapatkan untuk ekstraksi menggunakan maserasi dan refluks etanol 70% adalah 6,68% dan 7,86%. Nilai rendemen untuk ekstraksi menggunakan maserasi dan refluks etanol 75% adalah 7,83% dan 13,17%. Hasil kadar fenolik total yang dihasilkan dari ekstrak tongkol jagung menggunakan metode ekstraksi maserasi dan refluks sebesar 0,312 mg/g dan 0,397 mg/g (etanol 75%). Kesimpulan yang dapat diambil adalah metode ekstraksi refluks dengan pelarut etanol 75% memiliki nilai rendemen lebih besar dibandingkan dengan metode ekstraki maserasi yang akan berpengaruh terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol tongkol jagung.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI DAN DAUN PANGI (Pangium edule Reinw.)

HANA YOSEVA SITUMORANG
2020 · Book · Open Access

Pangi (Pangium edule Reinw.) tumbuh subur di sebagaian besar wilayah Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Tumbuhan pangi merupakan tumbuhan serbaguna yang hampir semua bagian dari tumbuhan ini memiliki manfaat. Tumbuhan ini mengandung flavonoid, terpenoid, alkaloid, saponin dan berkhasiat sebagai antioksida. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas. Tumbuhan ini juga mengandung asam sianida dan mengandung asam glutamat. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan aktivitas antioksidan biji dan daun pangi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah aktivitas antioksidan daun dan biji pangi. Studi ini bermanfaat untuk digunakan sebagai kelengkapan informasi terkait antioksidan pangi. Data yang digunakan pada studi ini adalah data sekunder yang yang berasal dari beberapa penelitian. Nilai IC50 daun pangi, biji pangi tanpa perebusan, biji pangi dengan perebusan 5 menit, 10 menit, maupun 15 menit berurutan adalah 831,33 ppm, 9756,61 ppm, 10949,34 ppm, 12882,72 ppm dan 15704,79 ppm. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat persamaan aktivitas antioksidan dari daun dan biji pangi.

PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCCOUS AUREUS DARI EKSTRAK ETANOL 70% PADA FAMILI FABACEAE

ERANI DIANI PUTRI
2020 · Book · Open Access

Penghambatan pertumbuhan bakteri diukur secara in vitro untuk menentukan potensi zat antibakteri dalam larutan, kosentrasi dalam cairan tubuh dan jaringan. Daun yang termasuk pada famili fabaceae ini memiliki bioaktivitas seperti antibakteri. Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak etanol pada tumbuhan famili fabaceae khususnya daun turi (Sesbania grandiflora L.), kayu secang (Caesalpinia sappan L.), dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Studi yang dilakukan yaitu dilakukan dengan mengumpulkan, mempelajari dan menelaah naskah publikasi serta dokumen yang terkait seperti skripsi serta jurnal ilmiah. Objek yang diteliti adalah bakteri Staphyloccocus aureus. Analisis data ini menggunakan data kuantitatif yang berupa zona hambat (zona bening) disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil studi literatur menyatakan bahwa aktivitas daya hambat ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) lebih besar dibandingkan ekstrak etanol daun turi (Sesbania grandiflora L.) dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.). Salah satu contoh yang dapat diambil adalah aktivitas daya hambat ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.), kedua penelitian tersebut menggunakan dua konsentrasi yang sama yaitu 25% dan 50%, pada hasil penelitian ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki rata-rata tingkat kekuatan zona hambat pada ketegori sangat kuat, yaitu sebesar 27,7 mm pada konsentrasi 25% dan 29 mm pada konsentrasi 50%, sedangkan ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.) mempunyai zona hambat kategori kuat menghasilkan diameter zona hambat 9,7 mm pada konsentrasi 25% dan 15 mm pada konsentrasi 50%. Berdasarkan hasil beberapa penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, ekstrak etanol pada tumbuhan famili fabaceae memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus

STUDI LITERATUR PROSEDUR KERJA IDENTIFIKASI BORAKS PADA KERUPUK

NYDA NATHALIA
2020 · Book · Open Access

Di Indonesia kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang sangat diminati oleh segala kalangan usia. Kerupuk merupakan makanan berbahan dasar tepung yang terkadang adonan kerupuk ditambahkan bahan berbahaya seperti boraks sebagai bahan pengawet. Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat (Na2B4O7.10H2O) yang sering digunakan dalam industri non pangan. Identifikasi boraks sebagai anion dapat dilakukan dengan uji nyala, uji kertas kunyit dan reaksi warna dengan reagen tertentu. Sedangkan identifikasi boraks pada pangan umumnya merujuk pada prosedur kerja Standar Nasional Indonesia No. 01-2894-1992 tentang Cara Uji Bahan Pengawet Makanan dan Bahan Tambahan Yang Dilarang Untuk Makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur kerja yang digunakan dalam mengidentifikasi boraks pada kerupuk. Tahapan penelitian studi literatur atau studi pustaka meliputi dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah sumber-sumber terpercaya seperti karya tulis ilmiah dan jurnal ilmiah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil telaah pada jurnal dan karya tulis ilmiah, didapatkan empat prosedur kerja untuk mengidentifikasi boraks yaitu, uji kertas kunyit, uji nyala, prosedur SNI No.01-2894-1992 dan prosedur kombinasi antara SNI No.01-2894-1992 dengan uji kertas kunyit.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN KADAR NITRIT PADA BERBAGI PRODUK OLAHAN BERBAHAN DASAR DAGING

YOLINDA TANDI LINO
2020 · Book · Open Access

Produk daging olahan mudah rusak dalam penyimpanan karena daging mengandung air dan protein yang menyebabkan mikroorganisme tumbuh dan berkembang pada daging, sehingga diperlukan bahan tambahan pangan nitrit sebagai pengawet. Penggunaan nitrit yang berlebihan dapat menimbulkan efek toksik bagi kesehatan. Penggunaan maksimum pengawet nitrit pada daging olahan diatur dalam Perka BPOM No. 36 Tahun 2013, yaitu sebesar 30 mg/kg dan. Tujuan studi literatur ini adalah untuk membandingkan kadar nitrit yang terkandung pada berbagai produk olahan berbahan dasar daging. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek penelitian ini adalah hasil perbandingan kadar nitrit pada berbagai produk olahan berbahan dasar daging. Tahap penelitian meliputi pengumpulan literatur terkait analisis nitrit, reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dengan tabel deskriptif, penarikan kesimpulan dengan melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dari beberapa literatur. Persamaan dari beberapa literatur ialah menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi griess. Kadar nitrit yang terkandung pada beberapa produk olahan dengan rata-rata kadar adalah kornet (5,94 mg/Kg) daging asap (13,72 mg/Kg) nugget (22,23 mg/Kg) sosis B (64,58 mg/Kg) burger (81,99 mg/Kg) sosis A (362,88 mg/Kg).

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA UNTUK PENYAKIT INFEKSI SALURAN NAFAS AKUT (ISPA) PADA PASIEN ANAK

RIKA SRI WAHYUNINGSIH
2020 · Book · Open Access

Infeksi saluran nafas akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan utama yang paling sering terjadi, khususnya pada anak-anak. Tingginya penyakit ISPA serta dampak yang ditimbulkan menyebabkan tingginya penggunaan obat bebas dan antibiotika. Penyakit ISPA juga merupakan penyebab utama dari konsultasi ataupun rawat inap di fasilitas layanan kesehatan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika untuk penyakit infeksi saluran nafas akut (ISPA) pada pasien anak. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Prosentase penggunaan antibiotika untuk penyakit ISPA pada pasien anak adalah amoksisilin 80,8%, sefadroksil 60%, sefiksim 46,49%, sefotaksim 30%, eritromisin 15,79%, amoksisilin + asam klavulanat 31,87%, seftriakson 12,5%, azitromisin 8,77%, paranomisin sulfat 5,26%, kotrimoksazol 2,1%. Amoksisilin tetap menjadi pengobatan lini pertama pada penyakit ISPA pada pasien anak sesuai dengan pedoman Pharmaceutical Care 2005, diikuti penggunaan antibiotika golongan sefalosporin yakni seftriakson, sefiksim dan sefotaksim sebagai lini kedua.

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT MEDICATION DI RUMAH SAKIT

WARSINI
2020 · Book · Open Access

High Alert Medication merupakan obat yang harus diwaspadai karena sering terjadi kesalahan yang serius (Sentinel Event) dan obat yang beresiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Dinginkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan obat High Alert Medication salah satunya yaitu mengatur penyimpanan obat tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran penyimpanan obat High Alert Medication di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan mencari teori penlitian dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Tahapan penelitian yaitu: 1. Reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama ini tulisan; 2. Penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif; 3. Penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data agar penarikan simpulan dapat dilakukan dengan benar. Objek penelitian yaitu hasil dari Studi Literatul berjudul penyimpanan obat High Alert di Rumah Sakit. Hasil penelitian ini adalah dari lima indikator terdapat dua indikator yang belum dapat dipenuhi oleh Rumah sakit., hal ini dipengaruhi oleh ketersediaannya ruangan penyimpanan serta kurang pahamnya petugas akan pentingnya pelabelan obat High Alert Medication yang dapat mengurangi kekeliruan saat pengambilan obat yang dapat berakibat fatal pada pasien.

METODE IDENTIFIKASI MERKURI PADA KRIM PEMUTIH WAJAH

LITA INGRIA DESIANA
2020 · Book · Open Access

METODE IDENTIFIKASI MERKURI PADA KRIM PEMUTIH WAJAH ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengetahui berbagai metode yang digunakan dalam identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah. Merkuri (Hg) termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Merkuri digunakan sebagai bahan pemutih kulit karena berpotensi sebagai bahan pereduksi (pemucat) warna kulit dengan daya pemutih terhadap kulit yang sangat kuat. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian, metode yang dapat digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna (hasil positif jika dihasilkan endapan dengan warna tertentu), metode ini menggunakan larutan Kalium Iodida (menghasilkan endapan berwarna jingga) larutan Natrium hidroksida (menghasilkan endapan berwarna kuning) dan larutan Asam klorida (menghasilkan endapan putih). Metode uji kawat tembaga (menghasilkan kawat tembaga yang berwarna abu-abu mengkilap) dan metode uji nyala api (menghasilkan nyala api yang berwarna hijau). Kesimpulan yang dapat diambil adalah metode yang dapat digunakan untuk identifikasi merkuri pada krim pemutih wajah adalah metode reaksi warna (larutan Kalium Iodida, larutan Natrium hidroksida dan larutan Asam klorida), metode uji kawat tembaga dan metode uji nyala api.