Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 15 dari 127

STUDI LITERATUR ANALISIS PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP VAKSINASI COVID-19 PADA MAHASISWA

NUR AINI HUMAIROH
2025 · Book · Open Access

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan besar bagi kesehatan masyarakat global, di mana vaksinasi menjadi strategi utama untuk membentuk kekebalan kelompok. Namun, keberhasilan program vaksinasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peran media sosial sebagai saluran utama penyebaran informasi maupun disinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap persepsi vaksinasi COVID-19 di kalangan mahasiswa melalui pendekatan studi literatur terhadap dua konteks berbeda, yakni Malawi dan Irlandia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, mengacu pada artikel ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa di Malawi, terdapat korelasi positif antara kepercayaan terhadap informasi vaksin di media sosial dan keterlibatan mahasiswa dalam diskusi daring, sedangkan di Irlandia tidak ditemukan hubungan signifikan antara media sosial dan keputusan vaksinasi. Sebaliknya, faktor-faktor seperti riwayat vaksinasi, jenis akomodasi, dan kurasi informasi digital lebih memengaruhi sikap vaksinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konteks sosial, budaya, serta literasi digital memainkan peran penting dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap vaksinasi. Oleh karena itu, strategi komunikasi vaksinasi harus disesuaikan dengan karakteristik lokal, didukung oleh literasi media yang kuat dan penyebaran informasi berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam merancang kampanye vaksinasi yang lebih efektif, khususnya di kalangan mahasiswa.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULITBUAH TAMPOI (Baccaurea Macrocarp) MENGUNAKAN METODE ABTS ( 2,2 -azinobis-(3-etilbenzoti- oazolin-6-asam sulfonat)

EVLINE CHRISTINA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Nama : Evline Christina Program Studi : Sarjana Farmasi Judul skripsi : Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Tampoi (Beccaurea Macrocarp) Menggunakan Metode ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzoti-oazolin-6-sulfonic acid) Pembimbing : 1. apt. Reksi Sundu, M. Sc. 2. Dr. apt.Triswanto Sentat, M. Farm-Klin. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan, sehingga sangat reaktif dan dapat merusak sel-sel tubuh melalui reaksi oksidasi. Kerusakan akibat radikal bebas dapat dicegah oleh senyawa antioksidan yang mampu menghambat proses oksidasi. Antioksidan alami dapat ditemukan dalam berbagai tanaman, salah satunya adalah kulit buah tampoi yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah tampoi menggunakan pelarut etanol 70%, berdasarkan nilai IC50 (Inhibitory Concentration). Penelitian ini bersifat eksperimental dan menggunakan metode ABTS (2,2-azinobis-(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat) secara kuantitatif, yang dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan vitamin C sebagai pembanding.Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, penetapan susut pengeringan (diperoleh sebesar 4,62%), penetapan kadar air (20,54%), skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah tampoi mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Semakin kecil nilai IC50, maka semakin tinggi aktivitas antioksidan suatu senyawa. Uji aktivitas antioksidan vitamin C sebagai pembanding yang digunakan sebagai standar memiliki IC50 rata-rata 0,6658 ppm. Sedangkan uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak etanol kulit buah tampoi menjukan nilai IC50 rata-rata Hasil 10,5387 ppm, yang termasuk dalam katagori aktivitas antioksidan sangat kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahawa ekstrak etanol kulit buah tampoi memiliki potensi sebagai antioksidan yang sangat kuat. Kata kunci : radikal bebas, antioksidan, Beccaurea macrocarp, IC50, ABTS. ABSTRACT Name : Evline Christina Study Program : Bachelor ofPharmacy Thesis Proposal Title : Antioxidant Activity Test of Tampoi Fruit Peel Extract (Beccaurea Macrocarp) Using ABTS Method (2,2- azinobis-(3-ethylbenzoti-oazolin-6-sulfonic acid) Counsellor : 1. apt. Reksi Sundu, M. Sc. 2. Dr. apt.Triswanto Sentat, M. Farm-Klin. Free radicals are atoms or molecules that have one or more unpaired electrons, making them very reactive and capable of damaging body cells through oxidation reactions. Damage caused by free radicals can be prevented by antioxidant compounds that can inhibit the oxidation process. Natural antioxidants can be found in various plants, one of which is the skin of the tampoi fruit, which has potential as a source of antioxidants. This study aims to determine the potential antioxidant activity of the tampoi fruit skin extract using 70% ethanol solvent, based on the IC50 (Inhibitory Concentration) value. This research is experimental and uses the ABTS (2,2-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) method quantitatively, which is analyzed using UV-Vis spectrophotometry with vitamin C as a comparator. The research stages include sampling, plant determination, simplisia preparation, extract preparation, determination of drying loss (obtained at 4.62%), determination of water content (20.54%), phytochemical screening, and antioxidant activity testing. The results of the phytochemical screening indicate that the extract of tampoi fruit peel contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. The lower the IC50 value, the higher the antioxidant activity of a compound. The results of the antioxidant activity test show that the ethanol extract of tampoi fruit peel has an average IC50 value of 10.5387 ppm, which falls into the category of very strong antioxidant activity. Keywords : free radical, antioxidant, Baccaurea macrocarp, IC50, ABTS.

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KECAMATAN TENGGARONG

MUHAMMAD YUDHA PRATAMA
2025 · Book · Open Access

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat, namun kenyataannya masih banyak pasien yang tidak patuh sehingga meningkatkan risiko kegagalan terapi. Dukungan keluarga adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepatuhan minum obat, karena keluarga berperan sebagai pengingat, motivator, dan pendamping selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru di Puskesmas Kecamatan Tenggarong. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan prospektif. Sampel penelitian adalah 60 pasien TB paru yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner dukungan keluarga, dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik (95%) dan memiliki tingkat kepatuhan tinggi (86,67%) dengan hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan (P-value = 0,000), begitu juga hasil analisis multivariat Principal Component Analysis (PCA) dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan memiliki korelasi positif.

Karakterisasi Madu Kelulut (Heterotrigona itama) Hasil Budidaya Kecamatan Loa Janan Kota Samarinda

MAULIDIA TRI ASTUTI
2025 · Book · Open Access

Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang mendukung produksi madu, termasuk madu kelulut (Heterotrigona itama) yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat. Madu kelulut memiliki ciri khas rasa manis dan asam serta kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai antioksidan, antibakteri, dan bahan penyembuh luka. Kecamatan Loa Janan merupakan salah satu tempat budidaya madu kelulut yang ada di Kota Samarinda . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi madu kelulut hasil budidaya Kecamatan Loa Janan, Kota Samarinda. Karakterisasi meliputi parameter spesifik dan non-spesifik. Madu kelulut diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 95% dan diperoleh rendemen ekstrak sebesar 58,25%. Hasil karakterisasi spesifik meliputi uji organoleptik berupa simplisia agak cair berwarna coklat gelap, berbau khas, dan rasa agak asam. Organoleptik ekstrak berupa ekstrak kental berwarna coklat muda, berbau khas, dan rasa pahit. Kadar rata-rata senyawa yang terlarut dalam air pada simplisia sebesar 66,69% dan ekstrak sebesar 68,99%. Kadar rata-rata senyawa yang terlarut dalam etanol pada simplisia sebesar 79,65% dan ekstrak sebesar 67,88%. Simplisia dan ekstrak madu kelulut menunjukkan hasil positif metabolit sekunder pada senyawa alkaloid, polifenol, flavonoid, dan triterpenoid. Hasil karakterisasi non-spesifik meliputi bobot jenis pada simplisia sebesar 1,33 g/mL dan ekstrak rata-rata sebesar 1,32 g/mL. Kadar air rata-rata pada simplisia sebesar 26,09% dan ekstrak sebesar 24,67%. Kadar abu total rata-rata pada simplisia sebesar 0,52% dan ekstrak sebesar 0,43%. Kadar abu tidak larut asam rata-rata pada simplisia sebesar 0,27% dan ekstrak sebesar 0,25%. Total keasaman rata-rata pada madu kelulut sebesar 188,86 mL NaOH/kg.

UJI TOKSISITAS AKUT MINYAK IKAN HARUAN (Channa striata) TERHADAP MENCIT JANTAN PUTIH (Mus musculus)

HERNIATHI DAUD
2025 · Book · Open Access

Ikan haruan (Channa striata) memiliki berbagai manfaat dan telah terbukti secara ilmiah, mampu meningkatkan kadar albumin, memperkuat daya tahan tubuh, serta mempercepat penyembuhan luka. Minyak ikan haruan mengandung asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6. Meskipun manfaat minyak dari ikan haruan dalam pengobatan telah terbukti, informasi mengenai keamanannya masih terbatas sehingga diperlukan uji toksisitas akut. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, bertujuan mengetahui nilai LD50 dan gejala toksisitas akut minyak ikan haruan terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Objek yang diteliti adalah minyak ikan haruan, variabel bebas pada penelitian ini adalah dosis minyak ikan dengan konsentrasi yang berbeda dari tiap dosisnya yaitu 15.000 mg/kgBB, 7.500 mg/kgBB, 3.750 mg/kgBB, 1.837 mg/kgBB, dan 937,5 mg/kgBB. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, determinasi hewan, penyiapan sampel ikan haruan, ekstraksi (wet rendering) diperoleh 1,8 kg, pengepresan minyak kasar diperoleh 78,69g, pemurnian minyak ikan diperoleh 60,50g yaitu 3,36%, penyiapan hewan uji selama 14 hari, perlakuan pada hewan uji selama 24 jam, dan dilanjutukan pengamatan selama 7 hari. Gejala gejala yang muncul pada hewan uji pada kelompok 1 yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok), pernapasan (sesak napas) bahkan sampai mengalami mengalami kematian. Sedangkan pada kelompok II, III, IV, dan V hanya menimbulkan tanda gejala toksik umum tidak sampai kematian yaitu perilaku (menggaruk-garuk, menunduk, dan ketakutan), syaraf otot (gemetar, ekor membengkok, dan pernapasan (sesak napas). Nilai LD50 dengan dosis 15.000 mg/kgBB didapatkan hasil dari perhitungan farmakope Indonesia yaitu 16.602,94 termasuk dalam kategori praktis tidak toksik.

STUDI LITERATUR GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK

ADELIA TRIVINA BULAN
2025 · Book · Open Access

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum di masyarakat. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 130/85 mmHg. Prevalensi hipertensi terus meningkat, sehingga pemahaman mengenai kondisi ini sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi di apotek. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan hasil dalam bentuk tabel dan persentase untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai tingkat pemahaman pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi serta membantu meningkatkan edukasi terkait pengelolaan dan pencegahan hipertensi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penggunaan obat antihipertensi, meskipun masih terdapat kekeliruan dalam pemahaman terkait konsumsi obat bersama makanan tertentu dan pentingnya keteraturan dalam minum obat. Perbedaan tingkat pendidikan dan usia pasien juga berkontribusi terhadap variasi pemahaman yang dimiliki. Studi ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada pasien guna meningkatkan kepatuhan dan efektivitas terapi antihipertensi.

Studi Literatur Penatalaksanaan Infeksi Virus Cacar Monyet dengan Tecovirimat

SYAKIE RAMADANI TSURAYA
2025 · Book · Open Access

Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengevaluasi penatalaksanaan infeksi virus cacar monyet (Monkeypox) dengan pemberian tecovirimat, berdasarkan dua artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan terhadap data gejala klinis, lokasi dan jumlah lesi, riwayat vaksinasi, status HIV dan hepatitis, serta waktu terapi dan pemulihan. Dari 44 pasien yang dianalisis, gejala paling umum adalah demam (81,81%), sakit kepala (34,09%), dan myalgia (15,90%). Lesi dominan muncul di area kulit (trunk, lengan, kaki) dan mukosa (genital dan perianal). Mayoritas pasien belum pernah divaksinasi cacar kecil, dan 36,36% memiliki status HIV positif. Rata-rata pemberian tecovirimat dimulai 9,5 hari setelah gejala muncul, dengan durasi terapi 14 hari dan waktu pemulihan rata-rata 14,5 hari. Tecovirimat umumnya diterima dengan baik oleh tubuh pasien dengan efek samping minimal. Temuan ini menunjukkan bahwa tecovirimat merupakan terapi yang aman dan efektif untuk monkeypox, terutama bila diberikan sesuai pedoman dan dengan memperhatikan status imun pasien.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN RESISTENSI TERHADAP PENGOBATAN ANTIBIOTIK DALAM PENYAKIT INFEKSI SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT

AHMAD RIDHO SUBHI
2025 · Book · Open Access

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi dan menjadi perhatian utama di bidang kesehatan, terutama disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis pola resistensi antibiotik terhadap bakteri penyebab ISK di beberapa rumah sakit di Indonesia, dengan fokus utama pada tingkat resistensi terhadap antibiotik tertentu seperti ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan golongan β-laktam. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal dan hasil kultur urin pasien, kemudian dianalisis secara deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap antibiotik tertentu meningkat secara signifikan akibat penggunaan yang tidak rasional dan terapi empiris tanpa uji kepekaan. Escherichia coli tetap menjadi penyebab utama ISK dengan tingkat resistensi tinggi terhadap beberapa antibiotik, sementara antibiotik seperti amikacin, meropenem, dan ceftazidime masih menunjukkan efektivitas. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional dan pengawasan pola resistensi secara berkala untuk meningkatkan efektivitas pengobatan serta menekan perkembangan resistensi antibiotik di fasilitas kesehatan.

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Tampoi (Baccaurea macrocarpa) Dengan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil)

CINDY AULYA MISNAENI PUTRI
2025 · Book · Open Access

Perubahan pola hidup modern sering kali meningkatkan risiko penyakit degeneratif yang disebabkan oleh stres oksidatif akibat radikal bebas, seperti hidrogen peroksida, superoksida, dan radikal hidroksil. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan biomolekul seperti protein, lipid, dan DNA, sehingga berkontribusi terhadap penyakit seperti kanker, diabetes mellitus, hipertensi, dan penuaan dini. Untuk menangkal efek radikal bebas, diperlukan senyawa antioksidan yang mampu menetralisir dan mencegah kerusakan sel. Salah satu sumber antioksidan potensial adalah daun tampoi (Baccaurea macrocarpa), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun tampoi menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Proses penelitian melibatkan beberapa tahapan, yaitu determinasi tumbuhan untuk memastikan spesies, pembuatan simplisia daun tampoi, dan ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Selanjutnya, ekstrak diuji kandungan fitokimianya, meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak ditentukan melalui pengukuran nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis, yang mengukur kemampuan ekstrak dalam mereduksi radikal bebas DPPH. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dinarasikan dalam bentuk tabel.

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG TABLET DEKSAMETASON DI APOTEK

SRI ANDANI
2025 · Book · Open Access

Tablet deksametason adalah obat golongan kortikosteroid yang sering digunakan oleh pasien untuk mengobati berbagai keluhan penyakit diantaranya alergi yang parah, asma kronik, masalah kulit, artritis, pembengkakan pada usus, kanker, dan penyakit autoimun. Masyarakat di sekitar Apotek sering membeli obat Deksamethason tanpa mengetahui informasi obat deksamethason secara lengkap. Tablet deksametason merupakan obat keras yang penggunaannya harus dalam pengawasan dokter dan diresepkan oleh dokter. Perilaku kesehatan seorang pasien tentang penggunaan obat sangat dipengaruhi oleh Tingkat pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien dalam menggunakan tablet deksametason dalam mengobati penyakitnya. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental deskriptif dengan mengambil data dari lembar kuisioner yang diajukan kepada konsumen yang datang ke apotek.

PENGARUH TERAPI FARMAKOLOGI DAN NON- FARMAKOLOGI TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA BANDUNG

VIFI SRY RAHAYU CESAR
2025 · Book · Open Access

Nyeri menstruasi (dismenore) adalah nyeri pada sebelumatausaatberlangsungnyamenstruasi di bagian bawah perut akibat kram rahim. Prevalensi terjadinya dismenore di Indonesia yaitu 54,89% dismenoreprimer dan 9,38% dismenore sekunder. Nyeri hebat yang dirasakan saat menstruasi 10% remaja putri mengalami absen sekolah dan kerja selama 3hari setiap bulannya. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi non-farmakologi terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode studi literatur, yang mengacu pada berbagai jurnal yang membahas resiko utama. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini analisis deskriptif yaitu tentang gambaran dari data-data hasil penelitian yang telah terkumpul yaitu gambaran pengaruh terapi non-farmakologi terhadap nyeri menstruasi pada mahasiswi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi non-farmakologi seperti kompres hangat, kompres dingin, dan abdominal stretching efektif dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Kompres hangat terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah dan merelaksasi otot rahim, sedangkan abdominal stretching mampu merangsang produksi endorfin yang berfungsi sebegai analgesik alami tubuh. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah bahwa terapi non-farmakologi dapat menjadi alternatif yang efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk mengurangi nyeri menstruasi pada mahasiswi tanpa efek samping yang berbahaya.

Uji Aktivitas Inhibisi Tirosinase Ekstrak Metanol Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) Sebagai Agen Penghambat Hiperpigmentasi

FIERDA RAPANG
2025 · Book · Open Access

Melanin merupakan pigmen utama yang membentuk warna kulit, akan tetapi pigmen melanin yang diproduksi secara berlebihan dapat menyebabkan permasalahan pada kulit seperti hiperpigmentasi. Salah satu cara untuk mengatasi hiperpigmentasi yaitu dengan adanya penghambatan terhadap aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin pada kulit yang menyebabkan hiperpigmentasi. Jahe merah merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid dan fenol yang berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor enzim tirosinase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) sebagai inhibitor enzim tirosinase yang digunakan sebagai bahan aktif pencerah kulit. Data yang didapatkan berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pembuatan simplisa, penetapan susut pengeringan, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, penetapan kadar air, skrining fitokimia, dan penentuan aktivitas inhibitor enzim tirosinase dinyatakan dengan nilai IC50 menggunakan metode enzimatik secara in-vitro. Pengujian dilakukan dengan menggunakan asam kojat sebagai kontrol positif dan untuk mengukur absorbansi digunakan microplate reader. Berdasarkan hasil penelitian, uji penetapan susut pengeringan menunjukkan nilai sebesar 11,27 ± 0,12, sementara rendemen ekstrak metanol rimpang jahe merah yang diperoleh adalah 5,99%. Penetapan kadar air didapatkan nilai 9,03 ± 2,48. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa rimpang jahe merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, dan triterpenoid. Selain itu, panjang gelombang yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 475 nm. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol rimpang jahe merah memiliki aktivitas inhibitor tirosinase yang tergolong sedang dengan nilai IC50 sebesar 247,9048 ± 55,6930.

Gambaran Drug Related Problems (DRPs) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Pasien Pediatri Instalasi Rawat Inap RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL

MADE DIAH AYU DWI PUTRI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Nama : Made Diah Ayu Dwi Putri Program Studi : Sarjana Farmasi Judul Skripsi : Gambaran Drug Related Problems (DRPs) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Pasien Pediatri Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Soewondo Kendal Pembimbing : 1. apt. Rusdiati Helmidanora, M.Sc. 2. apt. Heri Wijaya, S.Farm., M.Si.,Ph.D. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang umum ditemukan pada pasien anak yang menjalani perawatan di rumah sakit. Penanganan terapi ISPA pada populasi pediatri memerlukan ketelitian tinggi karena adanya risiko terhadap Drug Related Problems (DRPs). Kondisi fisiologis anak yang belum matang serta kebutuhan penyesuaian dosis berdasarkan usia menjadikan kelompok ini lebih rentan terhadap ketidaktepatan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian DRPs pada pengobatan pasien pediatri dengan diagnosis ISPA di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Soewondo Kendal selama periode 2022–2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari rekam medis pasien anak usia 0–18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel sebanyak 105 pasien, diambil melalui metode total sampling berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus Slovin. Identifikasi DRPs mengacu pada klasifikasi Cipolle yang mencakup: kebutuhan obat yang belum terpenuhi, penggunaan obat yang tidak diperlukan, ketidaktepatan pemilihan obat, dosis terlalu tinggi atau terlalu rendah, efek samping obat, serta masalah kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian DRPs paling banyak ditemukan pada kategori dosis tidak tepat sebanyak 48 kejadian (45,71%), diikuti oleh penggunaan obat tanpa indikasi sebanyak 39 kejadian (37,14%), kebutuhan obat yang belum terpenuhi sebanyak 14 kejadian (13,33%), dan ketidaktepatan pemilihan obat sebanyak 4 kejadian (3,81%). Obat yang paling sering terlibat dalam DRPs adalah antibiotik golongan sefalosporin, terutama ceftriaxone, serta obat simtomatik seperti ambroxol dan paracetamol. Dalam penelitian ini juga tercatat 29 kasus interaksi obat yang terdiri atas 2 kategori major, 23 kategori moderate, dan 4 kategori minor. Kombinasi interaksi yang paling sering ditemukan adalah antara FDC rifampicin, isoniazid, dan pyrazinamide dengan parasetamol.

PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRA ETANOL MADU HUTAN KECAMATAN KAYAN HILIR DAN KECAMATAN KAYANA SELATAN KALIMANTAN UTARA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

SITI SUKA
2025 · Book · Open Access

Madu merupakan cairan alami yang umumnya memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah dan memiliki senyawa fenolik. Madu hutan dihasilkan oleh lebah liar Apis dorsata yang bersifat agresif. Madu merupakan produk turunan lebah yang mengandung berbagai senyawa fenolik dan memiliki aktivitas antivirus. Fenolik merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih gugus hidroksil (OH‾) yang menempel pada cincin aromatik.i Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan Kalimantan Utara dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini meliputi determinasi hewan, ekstraksi, uji organoleptis, uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji kadar fenolik total dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-ciocalteau dan pembanding asam galat. Hasil penelitian skrining fitokimia yang terdapat pada ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan terdapat metabolit sekunder yaitu, flavonoid, polifenol, dan triterpenoid. Hasil ekstraksi rendeman madu hutan Kayan Hilir sebesar 77,18% sedangkan madu hutan Kayan Selatan sebesar 79,96%. Kadar fenolik total ekstrak etanol madu hutan kecamatan Kayan Hilir sebesar 1,7303 ± 0,0169 mg GAE/g, sedangkan kadar fenolik total ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Selatan sebesar 1,5096 ± 0,0504 mg GAE/g. Analisis data pada ekstrak madu hutan kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Selatan homogen dan normal dilanjutkan uji independen T-test Two-Sampel Assuming Equal Variances didapatkan hasil p-value yaitu 0,002 (p 0,05) (adanya perbedaan yang signifikan).