Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 16 dari 127

Studi Literatur Identifikasi Bahan Kimia Obat Deksametason Pada Jamu Pegal Linu Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis

MUHAMMAD ANDIRA SAPUTRA
2025 · Book · Open Access

Jamu pegal linu banyak dikonsumsi masyarakat karena dipercaya dapat meredakan nyeri otot secara alami. Namun, praktik penambahan bahan kimia obat (BKO) seperti deksametason secara ilegal dalam jamu menimbulkan risiko kesehatan serius. Deksametason adalah kortikosteroid sintetis yang mampu memberikan efek analgesik cepat, namun penggunaannya tanpa pengawasan dapat menyebabkan efek samping seperti osteoporosis, hipertensi, dan kerusakan organ. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan deksametason dalam jamu pegal linu melalui studi literatur terhadap tiga jurnal ilmiah yang menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa 2 dari 3 jurnal mendeteksi keberadaan deksametason dalam beberapa sampel jamu dengan nilai pembanding Rf berkisar antara 0,60 hingga 0,766. Pada penelitian pertama di kota Palopo terdapat 2 dari 5 sampel positif mengandung BKO deksametason dengan nilai Rf masing-masing 0,60 dan 0,62. Pada penelitian kedua, 2 dari 6 sampel dari pasar Cisalak kota Depok juga teridentifikasi positif mengandung BKO deksameton dengan nilai Rf sebesar 0,760 dan 0,773. Sedangkan pada penelitian ketiga, sebanyak 12 sampel jamu pegal linu dari marketplace tidak terindetifikasi adanya BKO deksametason, namun 2 dari 12 sampel positif mengandung BKO parasetamol yang mengindikasikan adanya kandungan bahan kimia obat lain dalam produk tersebut.

STUDI LITERATUR GAMBARAN POLA PENGGUNAAN OBAT ASMA PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

MUHAMMAD KHAIRIL ADIATMA FAUZAN
2025 · Book · Open Access

Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel. Gejala utama asma meliputi sesak napas, batuk, dan mengi, yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergen, infeksi, atau aktivitas fisik. Pengobatan asma bertujuan untuk mengendalikan gejala, mencegah eksaserbasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Terapi farmakologis terdiri dari obat pereda gejala (reliever) seperti agonis β2 adrenergik kerja pendek dan obat pengendali (controller) seperti kortikosteroid inhalasi serta antagonis reseptor leukotrien. Selain itu, beberapa obat non-asma, seperti antibiotik dan antihistamin, juga sering digunakan untuk menangani kondisi komorbid yang memperburuk gejala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat asma pada pasien rawat jalan berdasarkan kajian literatur. Hasil studi menunjukkan adanya variasi dalam pemilihan terapi yang dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Dengan memahami pola penggunaan obat ini, diharapkan terapi asma dapat lebih dioptimalkan sehingga memberikan manfaat yang lebih efektif dalam pengendalian penyakit serta meningkatkan standar pengobatan di layanan kesehatan rawat jalan. Hasil menunjukkan bahwa budesonide (15,23%) dan fluticasone (13,12%) merupakan kortikosteroid inhalasi yang paling dominan digunakan sebagai obat pengendali asma. Salbutamol, obat pereda gejala (reliever), digunakan lebih sering di BKPM Magelang. Penggunaan obat non-asma juga menunjukkan variasi, di antaranya amoxicillin lebih tinggi di BKPM Magelang (39,47%), loratadine lebih tinggi di RSUD Dr. Pirngadi Medan (32,78%), dan pseudoefedrin relatif seimbang. Secara keseluruhan, pemilihan terapi ini telah sesuai dengan tata laksana farmakologis asma menurut Koesnoe (2020), namun perlu dilakukan evaluasi berkala untuk menilai kesesuaian dan efektivitas terapi terhadap kondisi pasien.

STUDY LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

MASRANSYAH NOOR
2025 · Book · Open Access

Tanaman sirih (Piper betle L.) khususnya bagian daunnya, mengandung berbagai jenis senyawa diantaranya senyawa fenol, flavonoid, minyak atsiri. Kandungan senyawa tersebut memiliki aktivitas biologi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih terhadap Staphylococcus aureus. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini yaitu aktivitas antibakteri esktrak daun sirih. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data hasil rendemen ekstrak, penapisan fitokimia dan diameter daya hambat terhadap Staphylococcus aureus. Simpulan dari studi literatur ini menyatakan bahwa ekstrak daun sirih hijau memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Staphyloccocus aureus.

STUDI LITERATUR PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU ANTIBIOTIK

MEGAWATI
2025 · Book · Open Access

Masalah kesehatan utama di Indonesia adalah tingginya prevalensi penyakit infeksi,terutama di negara berkembang. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan berbagai jenis antimikroba seperti antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoa. Penggunaan antibiotik yang terlalu tinggi akan menyebabkan dampak yang besar bagi munculnya penyebaran resistensi antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan antibiotik yaitu tingkat pengetahuan dari masyarakat.Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotic di Dusun Baloa Kec. Bajo Barat Kab. Luwut dan Di Kurnia Selatan Sungai Rumbai.Tahapan penelitian diawali dengan mencari dan mengumpulkan literatur berupa jurnal penelitian sesuai dengan tema penelitian, menelaah dan mempelajari data data dari jurnal, buku, sumber literatur lain yang relevan, menampilkan dalam table,membahas dan menyimpulkan. Kesimpulan dari studi literatur ini adalah edukasi mengenai DAGUSIBU antibiotik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat.

Studi Literatur Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Swamedikasi Obat Batuk di Apotek

ELGA ANDREANI
2025 · Book · Open Access

Swamedikasi merupakan pengobatan sendiri yang dilakukan masyarakat untuk meredakan gejala penyakit ringan. Banyak masyarakat yang melakukan swamedikasi tetapi tidak sesuai dengan kondisi pasien. Prevalensi tingkat swamedikasi menurut Badan Pusat Statistik tahun 2022 ada sekitar 84,34% dan tahun 2023 sekitar 79,75%. Salah satu swamedikasi yang sering dilakukan masyarakat adalah pengobatan batuk. Batuk adalah salah satu gejala dari dalam tubuh yang diakibatkan oleh zat-zat asing seperti debu, lendir, asap, dan rokok. Batuk diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu batuk produktif dan batuk non produktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di apotek. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi fasilitas pelayanan kesehatan serta menjadi referensi bagi penelitian. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Objek penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk di Apotek. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang hasilnya akan disajikan dalam bentuk tabel dan persentase tingkat pengetahuan masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat di 2 wilayah berbeda, yaitu Apotek Berlian Kandat Kabupaten Kediri dengan persentase 85,56% dan Apotek Kota Bukittinggi dengan persentase 86,53% memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap swamedikasi obat batuk. Responden memahami definisi batuk, jenis batuk, pemilihan obat yang sesuai serta aturan pakai. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mayaoritas pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi obat batuk termasuk kategori tinggi.

STUDI LITERATUR HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANTARA KEPATUHAN DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SMA

HANUM ARISTA PUTRI MAHMUD
2025 · Book · Open Access

Tingginya kasus anemia pada remaja putri disebabkan oleh siklus menstruasi bulanan yang menyebabkan kehilangan zat besi bersamaan dengan darah menstruasi. Faktor lain yang dapat menyebabkan anemia pada remaja yaitu kebiasaan makan yang buruk, kebiasaan mengonsumsi kopi dan teh yang dapat menghambat penyerapan zat besi, tingkat pengetahuan terkait anemia dan tablet tambah darah yang masih kurang, dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang rendah. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan antara kepatuhan dan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA. Studi literatur ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran hubungan tingkat pengetahuan antara kepatuhan dan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMA. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji Chi-Square dan uji Spearman’s rho dari data hasil tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan remaja putri didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 dan 0,001 0,05, dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, dimana pengetahuan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi seseorang dalam merubah perilaku seperti kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah.

Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Metabolit Fraksi N-Heksan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.)Urb)

ANANDA RIZKA KARTAWIJAYA
2025 · Book · Open Access

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, untuk mengetahui senyawa yang berperan terhadap aktivitas tersebut maka dianalisis secara spesifik melalui uji profil metabolit. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas antioksidan dan menganalisis profil metabolit yang ada pada umbi bawang dayak. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi, pembuatan fraksi n-heksan menggunakn metode ekstraksi cair-cair, uji aktivitas antioksidan metode DPPH, dan uji profil metabolit menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry). Pada uji profil metabolit sampel dianalisis dengan fase gerak berbasis air-asetonitril yang mengandung asam format, menggunakan kolom Phenyl Hexyl dalam gradien elusi dengan LC-HRMS. Hal ini diperkuat oleh uji statistik meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukan data berdistribusi normal pada IC50 vitamin C dan IC50 fraksi n heksan, yaitu: 0,262 dan 0,341 (p>0,05) selanjutnya, uji independen T-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (p0,05). Data yang diperoleh pada aktivitas antioksidan dilakukan dengan analisis yaitu uji independent sample t-test. Sedangkan uji profil metabolit dianalisis dengan LC-HRMS secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 108,975 ppm yang tergolong sedang dan hasil analisis profiling metabolit adanya keberadaan senyawa bioaktif menaquinone (Vitamin K2), kafeat asam phenetyl ester (CAPE) dan niacin (Vitamin B3).

STUDI LITERATUR EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN (Pharmaceutical Service Standards) DI PUSKESMAS

DEA AZHARI RAMADHANI
2025 · Book · Open Access

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat dan perorangan, termasuk pelayanan kefarmasian. Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas bertujuan untuk menjamin mutu pelayanan serta meningkatkan penggunaan obat yang rasional. Evaluasi terhadap penerapan standar ini penting dilakukan guna mengetahui sejauh mana pelaksanaannya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Tanjung Karang berdasarkan Permenkes No. 74 Tahun 2016. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data diperoleh dari dua artikel ilmiah yang masing-masing mengevaluasi pelaksanaan pelayanan kefarmasian di dua puskesmas berbeda. Analisis dilakukan berdasarkan tiga indikator, yaitu pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP, peralatan dan fasilitas pendukung, serta sumber daya manusia. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Puskesmas Pagesangan memperoleh nilai rata-rata 97,92% dengan capaian maksimal pada indikator pengelolaan sediaan farmasi dan sumber daya manusia, sedangkan Puskesmas Tanjung Karang memperoleh nilai rata-rata 92,5% dengan capaian tertinggi pada indikator sumber daya manusia. Keduanya belum memenuhi indikator ruang konseling pada fasilitas pendukung. Kesimpulan dari evaluasi dalam studi literatur ini menunjukkan bahwa kedua puskesmas telah melaksanakan sebagian besar indikator pelayanan kefarmasian sesuai dengan standar yang berlaku dengan tingkat pencapaian yang termasuk dalam kategori baik.

STUDI LITERATUR GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT LASA (LOOK ALIKE SOUND ALIKE) DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT DI INDONESIA

MARIA LUHUNG
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Obat LASA (Look Alike Sound Alike) adalah obat yang memiliki penampilan dan ucapan yang mirip. Penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) dapat menyebabkan kesalahan pengobatan yang berakibat serius bagi pasien jika salah pemberian obat. Penyimpanan obat LASA dilakukan dengan diberikan penandaan khusus dan diletakan secara terpisah dengan obat lain, hal ini dilakukan agar petugas kefarmasian lebih jelih dan teliti dalam pengambilan obat untuk mencegah terjadinya kesalahan. Tahapan penelitian yang dilakukan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan karya ilmiah lainnya sehingga didapatkannya data. Analisis data yang dilakukan merupakan metode analisis deskriptif yang disajikan dalam tabel dan narasi. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Indonesia. Hasil telaah literatur menyimpulkan bahwa gambaran penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi di Indonesia telah cukup baik. RSUD Brig. Hasan Basry Kandangan disimpulkan bahawa penyimpanan obat LASA sudah sesuai dengan persyaratan yang berlaku menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016. Rumah Sakit Sariningsih dengan hasil angka yang didapat dari observasi tersebut sebesar 83,3% di karenakan terdapat satu persyaratan yang tidak sesuai dengan presentase 16,7% yang berarti hasil tersebut sudah cukup baik.

STUDI LITERATUR ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RESILIENSI DENGAN KINERJA AKADEMIK MAHASISWA FARMASI

AFINA TSANIYA RAHMADINI
2025 · Book · Open Access

Resiliensi akademik merupakan kemampuan mahasiswa untuk bangkit dari tantangan akademik, mengelola stres, dan tetap berfokus pada tujuan, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja akademik, khususnya pada pendidikan intensif seperti farmasi. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi akademik dan kinerja akademik mahasiswa farmasi berdasarkan studi literatur, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat resiliensi. Rancangan yang digunakan pada penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini adalah membandingkan pengaruh tingkat resiliensi akademik terhadap kinerja akademik mahasiswa farmasi di Malaysia dengan mahasiswa farmasi di Amerika Serikat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa gambaran kejadian tingkat resiliensi yang memengaruhi kinerja akademik mahasiswa farmasi. Hasil penelitian dari dua literatur yang dibandingkan yaitu kinerja akademik mahasiswa farmasi secara signifikan dipengaruhi oleh beberapa faktor tingkat resiliensi akademik seperti jenis kelamin, tahun studi, kemampuan individu dalam menyelesaikan masalah, dukungan sosial serta pemikiran yang adaptif. Kesimpulan dari studi literatur ini ialah tingkat resiliensi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja akademik mahasiswa farmasi.

STUDI LITERATUR TINGKAT PENGETAHUAN PADA REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA

TASYA ARUM VADHILLA
2025 · Book · Open Access

Anemia didefinisikan sebagai kondisi kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari nilai normal, yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Remaja putri memiliki resiko tinggi akibat pola makan tidak sehat dan kebutuhan zat besi yang meningkat selama pertumbuhan, serta siklus menstruasi. Gejala anemia mencakup kelelahan, pusing, dan penurunan produktivitas. Pravelensi anemia pada remaja putri cukup tinggi, mencapai 57,1% di Indonesia menurut survei kesehatan tahun 2012. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia. Tahap penelitian ini meliputi pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian ini mencakup informasi pengetahuan remaja putri tentang anemia. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yang membuat gambaran dari data yang telah terkumpul. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang masi rendah tentang anemia, baik di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta maupun di SMA Negeri 1 Wiradesa.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) SEGAR DAN KERING MENGGUNAKAN METODE DPPH

DIEN DAMAR'ATUS ZAHRA
2025 · Book · Open Access

Radikal bebas yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif, yang memicu berbagai penyakit degeneratif. Metabolit sekunder seperti yang ditemukan pada bunga rosela diketahui berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) segar dan kering menggunakan metode DPPH. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi bunga rosela adalah maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarutnya. Kadar antioksidan dalam bunga rosela ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis menggunakan pereaksi DPPH dengan parameter IC50. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa artikel penelitian. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif yang mencakup data kualitatif dan kuantitatif yang disajikan dalam bentuk narasi dan tabel untuk menggambarkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela segar dan kering. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela segar lebih tinggi daripada ekstrak etanol bunga rosela kering. Dilihat dari nilai IC50 ekstrak etanol bunga rosela segar dan kering yang mampu menangkal radikal 50% berturut-turut sebesar 212,11 ppm dan 581,5 ppm.

UJI KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MUDA DAN TUA MATOA ( POMETIA PINNATA)

AJI GHINA OCTAVIA NOOR
2025 · Book · Open Access

Kadar senyawa aktif dan aktivitas farmakologi tanaman dapat dipengaruhi oleh umur tanaman atau bagian tanaman yang digunakan. Daun matoa (Pometia pinnata) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa berdasarkan daun muda dan tua. Tahapan penelitian meliputi determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, penetapan susut pengeringan simplisia, ekstraksi secara maserasi, penetapan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun matoa mengandung metabolit sekunder berupa Flavonoid, Saponin, Tanin, Steroid. Berdasarkan hasil penetapan kadar flavonoid ekstrak daun matoa tua dengan rata-rata kadar flavonoid lebih tinggi yaitu sebesar 25,237 ± 0,898 mgQE/g dibandingkan dengan ekstrak daun matoa muda 19,821 ± 0,357 mgQE/g, dan Aktivitas antioksidan ekstrak daun matoa tua lebih tinggi dengan nilai IC50 14,65 ppm dan daun muda dengan rata-rata 15,09 ppm.

Skrining fitokimia ekstrak etanol kulit pisang kepok (musa paradisaca L) berdasarkan perbedaan metode ekstraksi

WIRANTO
2025 · Book · Open Access

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L) merupakan limbah yang banyak ditemukan sebagai sisa buangan buah pisang, yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibiarkan saja. Kandungan senyawa aktif dalam kulit pisang kepok diantaranya adalah flavonid, saponin dan triterpenoid memiliki aktivitas farmakologi antioksidan dan antibakteri. Senyawa aktif dalam simplisia dapat dimanfaatkan setelah dilakukan proses ekstraksi. Metode ekstraksi yang digunakan dapat mempengaruhi hasil skrining fitokimia. Studi Literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol kulit pisang kepok dengan perbedaan metode ekstrasi. Skrining fitokimia merupakan langkah awal untuk mengetahui bahan aktif yang merupakan metabolit sekunder pada tumbuhan. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan; penyajian data ; penarikan simpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapatkan agar penaRIkan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data berupa analisis deskriptif berupa golongan senyawa hasil ektraksi kulit pisang kepok secara maserasi dan perkolasi. Berdasarkan hasil skrining fitokimia dari kedua literatur dapat disimpulkan bahwa perbedaan metode ekstrasi ekstrak etanol kulit pisang kepok mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, fenolik, steroid dan terpenoid.

Studi Literatur Evaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di beberapa Rumah Sakit

NOVA AGUSTINA
2025 · Book · Open Access

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang, salah satunya melalui terapi insulin. Insulin membantu menurunkan kadar glukosa darah, khususnya pada pasien dengan defisiensi insulin. Namun, efektifitas penggunaannya dapat dipengaruhi oleh karakteristik pasien dan jenis insulin. Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kajen dan Rumah Sakit (RS) St. Elisabeth Semarang. Rancangan penelitian merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan pengumpulan data, menelaah dan menganalisis data pada beberapa jurnal penelitian. Objek penelitian yaitu evaluasi penggunaan insulin pada pasien DM tipe II di RSUD Kajen dan RS St.Elisabeth Semarang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, mencakup karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, berat badan), hasil pemeriksaan laboratorium, jenis insulin, kesesuaian insulin, dan ketepatan dosis insulin. Hasil menunjukkan sebagian besar pasien berusia ≥ 45 tahun, dengan kadar gula darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dL, gula darah post prandial (GDPP) ≥ 200 mg/dL, dan hemoglobin (HbA1C) ≥ 9% - 10%. Jenis insulin yang umum yaitu insulin kerja panjang (long acting), kombinasi insulin long acting-premixed, serta kombinasi rapid acting-long acting. Tingkat kesesuaian insulin tinggi (94%), namun ketepatan dosis masih rendah, khususnya di RS St. Elisabeth Semarang (19,30%).