Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 29 dari 127

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap bakteri Streptococcus mutans.

MUCHAMAD ZAINAL FANANI
2023 · Book · Open Access

Infeksi bakteri adalah penyakit yang paling banyak yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Infeksi yang menyerang organ tubuh paling banyak dibandingkan organ lainnya adalah rongga mulut. Salah satu penyebab infeksi pada rongga mulut adalah bakteri Streptococcus mutans. Streptococcus mutans adalah bakteri utama penyebab penyakit karies gigi. Bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai zat antibakteri salah satunya tumbuhan alpukat, yang dapat dimanfaatkan salah satunya adalah bagian kulitnya. Kulit alpukat dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, dan flavonoid yang bekerja sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas antibakteri kulit buah alpukat (Persea americana Mill) sebagai antibakteri pada bakteri Streptococcus mutans. Objek yang diteliti adalah zona hambat ekstrak kulit buah alpukat terhadap bakteri Streptococcus mutans. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak kulit buah alpukat dan variabel terikat pada penelitian yaitu zona hambat yang terbentuk di daerah kertas cakram. Tahapan penelitian ini dimulai dengan pengumpulan sampel, pembuatan ekstrak kulit buah alpukat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%,uji skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 12,5; 25; 37,5%, kontrol negatif Dimetil sulfoksida 10%, kontrol positif Amoksisillin 1%. Data dianalisis menggunakan statistik dengan taraf kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol kulit buah alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri streptococcus kutans dengan kriteria kuat pada konsentrasi 10; 15; 20%.

EVALUASI KELENGKAPAN RESEP DI APOTEK SAHABAT SAMARINDA PERIODE MARET 2023

KHAIRUNNISA WORO DAMAYANTI
2023 · Book · Open Access

Kelengkapan resep merupakan aspek yang sangat penting dalam peresepan karena dapat membantu mengurangi terjadinya kesalahan pada resep dan dapat merugikan pasien akibat pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan. , skrining resep merupakan suatu pemeriksaaan resep yang pertama kali dilakukan oleh petugas apotek setelah resep diterima di apotek.Skrining resep meliputi skrining admninstratif, kesesuaian farmasetis, dan kesesuian klinis. Skrining administrastif adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari nama pasien, umur, jenis kelamin, tanggal penulisan resep, nama dokter, nomor Surat Izin Praktek (SIP), alamat pasien, nomor telepon pasien, dan paraf dokter. Skrining farmasetik adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri daribentuk dan kekuatan sediaan, aturan dan cara penggunaan obat, nama obat, jumlah obat, stabilitas, dan kompatibilitas (ketercampuran obat). Skrining Klinis adalah pengumpulan data dan informasi kelengkapan peresepan yang terdiri dari ketepatan indikasi, dosis obat, duplikasi dan interaksi obat.Skrining resep bertujuan untuk menjamin legalitas suatu resep dan meminimalkan kesalahan pengobatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase kelengkapan Resep di Apotek Sahabat Samarinda sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.73 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental bersifat deskriptif dengan melakukan analisis hanya pada taraf deskripsi atau hanya menggambarkan keadaan objek yang didasarkan pada data. Teknik pengambilan data adalah dengan metode purposive sampling dan hasil disajikan dalam bentuk tabel. Adapun data yang digunakan adalah resep di Apotek Sahabat Samarinda pada bulan Maret 2023. Pengambilan data bersifat retrospektif.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BIJI TIMUN SURI (Cucumis melo L) MENGGUNAKAN DPPH

DESI NOVIANI SIANG
2023 · Book · Open Access

Timun Suri (Cucumis melo L) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae yang memiliki kandungan metabolit sekunder pada kulit, buah, dan biji. Tujuan penelitian ini mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol biji timun suri (Cucumis melo L) dengan metode DPPH. Tahapan peneitian meliputi identifikasi tumbuhan, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, dan aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak biji timun suri mengandung senyawa alkoloid dengan dinyatakan hasil positif dari uji skrining fitokimia dari pereaksi mayer dan bouchardat. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukan bahwa ekstrak biji timun suri memiliki nilai IC50 sebesar 1226,8 ppm dengan kategori tidak ada aktivitas antioksidan.

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Selutui Puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) Terhadap Pseudomonas aeruginosa Dengan Metode Difusi Sumuran

ELMIRA AYU FADILLAH
2023 · Book · Open Access

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui diameter zona hambat ekstrak daun selutui puka terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental yaitu dengan tahapan determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi, lalu ekstrak daun selutui puka diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan konsentrasi 25%, 35%, 45%, 55%, 65% dan 75%. Data dianalisis secara statistik dengan Anova/Kruskall Wallis dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa memiliki daya hambat pada konsentrasi 25%, 35%, 45%, 55%, 65% dan 75% secara berurutan 1,76 mm, 4,46 mm, 4,48 mm, 4,97 mm, 5,43 mm dan 5,83 mm kategori daya hambat lemah hingga sedang.

Gambaran Tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian pasien di apotek X DI kecamatan Palaran Periode Juli 2023

DICKY SETIAJI
2023 · Book · Open Access

Kepuasan merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesan terhadap kinerja atau hasil produk dan harapan-harapannya. Ada lima dimensi kualitas pelayanan yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen terhadap suatu pelayanan yaitu, tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy (SERVQUAL). Apotek X merupakan salah satu apotek yang berada di Jalan Adi Sucipto RT.02 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda, apotek ini merupakan apotek yang cukup ramai dikunjungi pasien. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata pasien yang berkunjung dan berobat perharinya adalah sekitar 50 hingga 80. Jumlah tenaga kefarmasian di apotek sebanyak 5 orang yang terdiri dari 1 apoteker dan 4 tenaga teknis kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan penelitian yaitu mengetahui tingkat kepuasan pasien di apotek terhadap pelayanan kefarmasian. Sampel dalam penelitian ini merupakan pasien atau konsumen yang datang yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di apotek. Jenis penelitian deskriptif. Cara pengambilan sampel dengan metode non-eksperimental sampling dengan teknik accident sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 303 responden. Metode perhitungan tingkat kepuasan konsumen menggunakan metode Skala Likert.

Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Suku Dayak Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur

ADDY ZEKARIAN ALFARIZI
2023 · Book · Open Access

Etnofarmasi merupakan bagian dari ilmu yang mempelajari penggunaan dan pengobatan obat untuk kelompok etnis atau kelompok tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan, bagian tumbuhan, cara penggunaan tumbuhan, dan khasiat tumbuhan yang digunakan masyarakat suku Dayak Basap. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif menggunakan tekhnik Snowbal sampling. Objek penelitian adalah penggunaan tumbuhan obat oleh suku Dayak Basap.Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang tumbuhan obat.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

MAULIDA SALSABILLA HIDAYAT
2023 · Book · Open Access

Pepaya (Carica papaya) umumnya masyarakat Indonesia lebih banyak mengkonsumsi daging buahnya sementara biji di dalam buah pepaya sering sekali dibuang sehingga kurang dimanfaatkan. Biji pepaya memiliki manfaat bagi tubuh manusia karena adanya kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain tanin, flavonoid, fenol, saponin, alkaloid dan memiliki kandungan vitamin E yang tinggi yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandugan fenol total dan aktivitas antioksidan pada ekstrak biji pepaya dengan menggunakan metanol dengan metode 2,2-diphenyl 1-picrylhidrazyl (DPPH). Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Objek penelitian ini adalah penetapan kadar dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol biji pepaya, aktivitas antioksidan dan kandungan kadar fenolik pada ekstrak biji pepaya merupakan variabel terikat dan untuk variabel kontrol DPPH merupakan radikal bebas, bahan simplisia biji pepaya, metanol merupakan pelarut dan vitamin C merupakan pembanding. Analisis data menggunakan analisis secara statistik.

GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH ATMA HUSADA MAHAKAM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

DYAN PUSPITA WULANDARI
2023 · Book · Open Access

Kepuasan adalah tanggapan pelanggan atau pengguna jasa untuk setiap pelayanan yang diberikan Rumusan Masalah : Bagaimana gambaran kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di IFRS RSJD Atma Husada Mahakam ? Jenis penelitian adalah non eksperimental dengan menggunakan kuesioner Unsur kualitas pelayanan yang diukur 1. Penampilan fisik petugas (tangible) 2. Kehandalan (reliability) 3. Ketanggapan Petugas (responsivenes) 4. Jaminan Petugas (assurance) 5. Empaty (emphaty)

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Labu Kuning Cucurbita moschata Durch Tethadap Bakteri Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Menggunakan Metode Well Diffusion

NURUL MAGEFIRAH
2023 · Book · Open Access

Kulit labu kuning yang selama ini dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki potensi sebagai antibakteri. Ekstrak etanol kulit labu kuning (Cucurbita moschata) mengandung saponin, flavonoid yang berperan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah labu kuning terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Obyek yang diteliti adalah diameter zona hambat aktivitas antibakteri dari ekstrak kulit labu kuning terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak kulit labu kuning dan variabel terikat pada penelitian ini adalah diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar sumuran Tahapan penelitian meliputi determinasi tanaman, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi, skrining fitokimia, dan dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode well diffusion dengan konsentrasi ekstrak 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 15%, 20%. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramphenikol 0,1% dan kontrol negatif adalah DMSO (Dimetil sulfoksida) 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah labu kuning dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dengan kategori lemah. Rata-rata zona hambat yang didapatkan pada bakteri Escherichia coli 3,2 mm, 4,1 mm, dan 4,7 mm. Sedangkan pada Staphylococcus aureus didapatkan rata-rata zona hambat 2,7 mm, 3,1 mm, dan 4,1 mm.

Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit buah pepaya (Carica papaya L.) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

AINUN AZIZAH
2023 · Book · Open Access

Kulit buah pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki beberapa kandungan kimia sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antioksidan pada kulit buah pepaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel kulit buah pepaya, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, penetapan kadar aktivitas antioksidan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak metanol kulit buah pepaya, variabel terikat adalah kandungan antioksidan pada ekstrak kulit buah pepaya. Ekstraksi pada kulit buah pepaya dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut metanol. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dengan Vitamin C sebagai pembanding. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, berupa kadar aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai IC50. Hasil pada skrining esktrak kulit buah pepaya menujukkan adanya alkaloid dimana terdapat endapan coklat pada pereaksi bouchaedat, pada uji pereaksi dragendroff menunjukkan endapan merah bata, hasil uji senyawa saponin menunjukkan hasil positif terbentuk busa, dan hasil steroid atau triterpenoid mendapatkan hasil positif yang menujukkan warna biru ungu Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah pepaya menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) pada sampel esktrak kulit buah pepaya IC50 rata-rata sebesar 852 memiliki kategori tidak aktif dan pada sampel vitamin C IC50 rata-rata sebesar 13,70 memiliki kategori tidak aktif

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis MENGGUNAKAN METODE DIFUSI SUMURAN

EKI ALIFANAH
2023 · Book · Open Access

Selutui puka leaves (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) is one of the plants used by the community as a medicinal plant to treat various diseases. Selutui puka leaves contain alkaloid compounds, flavonoids, tannins, saponins and steroids that have antibacterial activity. Staphylococcus epidermidis is one of the bacteria that causes skin infections, these bacteria cause inflammation and become acne bumps. This study aims to determine the extract of selutui puka leaves has antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. The research conducted is experimental research. The research phase includes sampling, determination of selutui puka leaf plants, making simplisia, making selutui puka leaf extract and testing antibacterial activity using the well diffusion method using selutui puka leaf extract concentrations of 2.5%, 5%, 10%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55%, 65%, and 75%. The data were statistically analyzed with Anova/Kruskal Wallis and presented in tabular form. The inhibitory zone results obtained at concentrations of 2.5%, 5%, 10%, 15%, 25%, 35%, 45%, 55% in the weak category ( 5 mm) while at concentrations of 65% and 75% in the medium category with an average inhibitory zone of 5.20 mm and 5.30 mm. In the positive control ciprofloxacin was 27.86 mm with a very strong category.

Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata D.) Dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

YUDHA PRATAMA PUTRA
2023 · Book · Open Access

Labu kuning (Cucrbita moschata D.) merupakan bahan pangan kaya vitamin A, C, mineral, dan karbohidrat. Daging buah labu kuning diketahui memiliki beberapa kandungan kimia, salah satunya adalah flavonoid sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan pada buah labu kuning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan determinasi tumbuhan, pengumpulan sampel buah labu kuning, pembuatan ekstraksi, skrining fitokimia, uji kadar flavonoid total dan uji aktivitas antioksidan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan metode DPPH.Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak etanol buah labu kuning dan variabel terikat adalah kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah labu kuning. Ekstraksi pada buah labu kuning dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dengan AlCl3 10% sebagai reagen dan menggunakan standar kuersetin. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH dengan kuersetin sebagai pembanding. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, data yang diperoleh dari hasil pengujian kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dibuat dalam bentuk tabel dan kurva yang kemudian dideskripsikan.

Karakterisasi Dan Skrining Fitokimia Kulit Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Dutch)

THESSALONIKA PUTRI
2023 · Book · Open Access

Buah labu kuning diketahui sebagai sumber fenolat yang baik, termasuk flavonoid, antosianin, dan karotenoid. Buah labu kuning memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif. Kulit buahnya memiliki tekstur yang keras dan cukup tebal hal tersebut menyebabkan buah labu kuning lebih awet dibandingkan buah lainnya. Selama ini kulit buah labu kuning dianggap sebagai limbah. Namun ternyata kulit buah labu kuning memiliki potensi sebagai antibiotik dan antioksidan. Penelitian tentang kulit labu kuning masih terbatas, sehingga perlu dilakukan eksplorasi agar pemanfaatannya lebih optimal. Sebagai langkah awal dilakukan karakterisasi simplisia dan ekstrak serta skrining fitokimia. Karakterisasi dimaksudkan untuk mengetahui mutu dari simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning serta kandungan senyawa metabolit sekunder nya. Metode penelitian ini meliputi, determinasi tumbuhan, pengambilan sampel, pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, karakterisasi spesifik dan non spesifik simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning.Variabel bebas pada penelitian ini adalah simplisia dan ekstrak kulit buah labu kuning. Variabel terikat meliputi hasil skrining fitokimia dan hasil pengukuran karakteristik simplisia dan ekstrak.

Uji In Vitro Antikolesterol Ekstrak dan Fraksi Umbi Bawang Dayak

ELAND ARI CRYFONES
2023 · Book · Open Access

Umbi bawang dayak (Eleuhterine bulbosa (Mill) Urb) merupakan tanaman khas Kalimantan yang telah banyak digunakan masyarakat sekitar untuk mengobati penyakit seperti antiemetik, sembelit, radang usus, disentri, penyakit kuning, luka, bisul, diabetes mellitus, hipertensi, kanker payudara dan menurunkan kolesterol. Kolesterol merupakan senyawa dengan sifat fisik serupa lemak tetapi mempunyai gugus steroida. Kolesterol dalam jumlah normal dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis). Umbi bawang dayak (Eleuhterine bulbosa (Mill) Urb) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki potensi sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antikolesterol pada ekstrak etanol dan fraksi umbi bawang dayak secara in vitro dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Objek penelitian adalah aktivitas antikolesterol ekstrak dan fraksi umbi bawang dayak. Analisis data menggunakan uji one way anova untuk melihat aktivitas antikolesterol pada ekstrak etanol umbi bawang dayak.

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL FRAKSI ETIL ASETAT PADA DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (L) DC) SECARA IN-VITRO

DEVI SETIANI
2023 · Book · Open Access

Kecenderungan manusia mengkonsumsi makanan instan dan cepat saji yang ternyata membawa kerugian dalam tubuh karena banyak mengandung asam lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi bukanlah rahasia umum lagi. Kolesterol adalah lemak yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam sel tubuh, yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Kolesterol dalam jumlah normal dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah (ateloskrelosis). Tanaman sembung (Blumea balsamifera (L.) DC) mengandung senyawa saponin dan tanin yang memiliki potensi sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antikolesterol pada fraksi tanaman sembung secara in vitro dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.

Perbandingan Kadar Fenolik Total Tumbuhan Paku (Asplenium nidus L., Asplenium adiantum nigrum L., dan Aspidium biserratum Sw.) dengan Metode Spektrofometri UV-Vis.

SITI RAHMAH NURJANAH
2023 · Book · Open Access

The leaves of the ferns Asplenium nidus L., Asplenium adiantum nigrum L., and Aspidium biserratum Sw. contains secondary metabolites of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and phenols. Phenolic compounds are the largest secondary metabolites in plants. The benefits of phenolic compounds are as antioxidants and their ability to prevent various diseases such as cancer, anti-inflammatory, anti-microbial and anti-diabetic. The purpose of this study was to compare the total phenolic content of the ethanol extracts of the leaves of the ferns Asplenium nidus L., Asplenium adiantum nigrum L., and Aspidium biserratum Sw. by UV-Vis spectrophotometry method. The research conducted was non-experimental research. The objects studied were the total phenolic content of the ethanol extract of the leaves of the ferns Asplenium nidus L., Asplenium adiantum nigrum L., and Aspidium biserratum Sw. The research phase included plant determination, sample collection, simplicia processing, extract preparation, water content determination, extract phytochemical screening, and phenol content determination using the UV-Vis spectrophotometry method using Folin Ciaocalteau reagent. Total phenol content is expressed in units of mg GAE (gallic acid equivalent)/g extract. The data analysis used in this study used statistics using the one way ANOVA program in the form of the results of testing the total phenolic ethanol extract of the ferns Asplenium nidus L., Asplenium adiantum-ningrum L., and Aspidium biserratum Sw.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX D.C) TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS DAN PORPHYROMONAS GINGIVALIS MENGGUNAKAN METODE DIFUSI SUMURAN

PASKALIA DWI AJENG PUTRI BASKORO
2023 · Book · Open Access

Karies gigi dan periodontitis salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jeruk purut terhadap Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini bersifat eksperimental. Objek yang diteliti adalah zona hambat (zona bening) ekstrak daun jeruk purut terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis. Penelitian dimulai dari pengumpulan bahan baku, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun jeruk purut terhadap bakteri Streptococcus mutans dan Porphyromonas gingivalis dengan metode sumuran pada konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 40%, dan 60%. Kontrol positif yang digunakan yaitu chlorhexidine dental dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Data yang diperoleh, data kualitatif berupa hasil skrining fitokimia yang disajikan secara deskriptif dan data kuantitatif berupa hasil zona hambat (zona bening) antibakteri yang dianalisis secara statistik dengan menggunakan metode Kruskal Wallis.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) TERHADAP Escherichia coli MENGGUNAKAN METODE DIFUSI SUMURAN

FAUZIAH ZULIANI
2023 · Book · Open Access

Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Kandungan ekstrak etanol daun selutui puka mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah zona hambat ekstrak daun selutui puka terhadap bakteri Escherichia coli. Tahapanpenelitian dimulai dari determinasi tumbuhan, pengumpulan bahan baku, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode difusi sumuran pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 25%, 35% dan 45%. Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicillin 0,1% dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun selutui puka terhadap bakteri Escherichia coli memiliki daya hambat pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 25%, 35% dan 45% secara berurutan 2,53 mm, 3 mm, 4,9 mm, 5 mm, 5,3 mm, 6,23 mm, dengan kategori daya hambat sedang.

PENGARUH METODE PENGERINGAN SIMPLISIA BIJI BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP KADAR PROANTOSIANIDIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

SELA SAFITRI
2023 · Book · Open Access

Biji alpukat memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengobati sakit gigi, maag kronis, hipertensi dan diabetes melitus. Ekstrak etanol biji alpukat (Persea Americana Mill.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan proantosianidin. Pemanfaatan biji dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi simplisia, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi simplisia adalah proses pengeringan guna mendapatkan simplisia yang bermutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh metode pengeringan simplisia menggunakan oven suhu 60oC dan sinar matahari pada biji buah alpukat terhadap kadar proantosianidin secara spektrofotometri UV- Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan biji buah alpukat yang diperoleh dari kebun alpukat Desa Berambai kota Samarinda, pengolahan simplisia dengan variasi metode pengeringan, pembuatan ekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%, skrining fitokimia, dan penetapan kadar proantosianidin menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding katekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji buah alpukat mengandung sejumlah besar alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, proantosianidin, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak diuji secara kuantitatif dengan spektrofotometer didapatkan panjang gelombang maksimum katekin adalah 499 nm. Kurva baku katekin adalah : y = 0,04903x + 0,42133 nilai r hitung = 0,99257. Berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak etanol biji alpukat, pengeringan dengan metode sinar matahari memiliki kadar proantosianidin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar proantosianidin dengan pengeringan metode oven. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pengeringan yang berbeda dapat mempengaruhi kadar proantosianidin pada ekstrak.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BIJI KUNDUR (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn) DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)

YOHANA
2023 · Book · Open Access

Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu. Salah satu penyebab penyakit degeneratif adalah radikal bebas di dalam tubuh yang tidak dapat dinetralkan. Radikal bebas dapat ditangkal menggunakan antioksidan yang berperan sebagai agen penetralisir. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan alami adalah labu kundur yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae (suku labu-labuan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol biji kundur (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn). Metode penelitian ini meliputi preparasi sampel, determinasi, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri UV-Vis. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis secara deskriptif, disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol biji kundur memiliki nilai IC50 sebesar 544.0936 ppm dengan kategori aktivitas antioksidan tidak aktif.