MUTMAINNA TAMRIN
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui penetapan rendemen ekstrak etanol tumbuhan suku Myrtaceae menggunakan metode maserasi. Myrtaceae tergolong famili yang besar, dalam famili ini terdapat tanaman yang sangat dikenal yaitu cengkeh, jambu air, juwet, salam, jambu biji, kayu putih, dan ekaliptus yang semua dimanfaatkan orang sebagai obat tradisional baik daun, bunga, buah, dan kulit batangnya. Seluruh bagian tanaman ini mengandung minyak atsiri, misalnya disuling sebagai penghasil minyak cengkeh, minyak kayu putih, dan minyak ekaliptus. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan yaitu penetapan rendemen, penyajian data dalam bentuk deskriptif berupa tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan studi literatur diperoleh hasil nilai rendemen ekstrak etanol dari daun jambu biji 4,57%, daun juwet 21,95%, dan daun salam 12,77%. Kata kunci : Myrtaceae, rendemen, maserasi, pelarut etanol.
HELDA DWI FITRI
2022 · Book · Open Access
Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat di puskesmas di wilayah Surabaya, di puskesmas Wara kota Palopo, dan puskesmas kotamadya Pekanbaru. Tahap penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan membuat gambaran data-data tentang penyimpanan sediaan farmasi di puskesmas. Hasil penelitian menyatakan beberapa puskesmas yang terdapat di Wilayah Surabaya Timur dan Pusat belum memenuhi persyaratan lemari narkotika dan psikotropika serta lemari pendingin dan belum memenuhi persyaratan luas gudang obat, terdapatnya ventilasi dan cahaya, dan tidak melakukan observasi terhadap lantai dan dinding. Puskesmas Wara Kota Palopo telah memenuhi persyaratan penyimpanan obat, tetapi belum memenuhi persyaratan luas gudang obat, ventilasi dan cahaya, serta dinding. Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kotamadya Pekanbaru telah memenuhi persyaratan penyimpanan obat dan penyusunan obat, tetapi belum memenuhi persyaratan ventilasi dan cahaya, serta dinding.
NINIK LAILATUL ROFI'AH
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan aspek administratif penulisan resep di Puskesmas. Resep harus ditulis dengan jelas untuk menghindari peresepsi antara penulis resep dengan pembaca resep, kegagalan komunikasi antara penulis resep dengan pembaca resep adalah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya medication error. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif yang berasal dari beberapa penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah. Hasil dari beberapa literatur tentang kelengkapan aspek administratif penulisan resep di Puskesmas, aspek administratif yang memenuhi persyaratan meliputi: aspek nama pasien, umur pasien dan tanggal penulisan resep. Pada aspek administratif yang tidak memenuhi persyaratan adalah pada aspek berat badan pasien. Kesimpulan dari studi literatur menunjukkan bahwa aspek administratif penulisan resep di Puskesmas pada aspek berat badan pasien merupakan poin terbesar yang tidak sesuai.
DIAN NATALIA MAGDALENA
2022 · Book · Open Access
STUDI LITERATUR EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Pneumonia salah satu bentuk infeksi pernapasan akut yang menyerang paru-paru dengan pilihan terapi untuk infeksi adalah antibiotika. Penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia perlu diperhatikan, jenis antibiotik yang digunakan harus sesuai, serta penggunaan antibiotik harus tepat untuk mengurangi resiko resistensi dan meningkatkan efektivitas antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak tepat akan menimbulkan efek samping infeksi seperti komplikasi, waktu rawat inap lebih lama dan meningkatnya resiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia. Penelitian ini adalah jenis penelitian studi literatur. Objek penelitian ini adalah penggunaan antibiotika pada pasien pneumonia. Hasil studi literatur menunjukan penggunaan antibiotik berdasarkan jenis kelamin dan usia yang paling banyak terjadi pada laki-laki di RSUD Pontianak dr. Soedarso dan Sultan Syarif dengan usia 0-4 tahun berturut-turut (62,29%), (50,82%), dan (51,42%), 42,85%) dan di RSUD Ibnu Sina Makasar (58%) dengan usia 0-5 tahun (34%). Penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik tunggal ceftriakson di RSUD Pontianak dr. Soedarso dan Sultan Syarif dengan ampisilin-gentamisin berturut-turut (29,51%), (16,39%) dan (48,57%), (14,28%). RSUD Ibnu sina Makasar (44,1%) dan cefotaksim-gentamisin (57%). Evaluasi penggunaan antibiotik didapatkan tepat indikasi berturut-turut (93,02%), (100%) dan (62%). Tepat obat (100%), (100%) dan (62%). Tepat dosis (68,60%), (100%) dan (62%). Tepat lama pemberian (62,79%), (79,16%) dan (58%).
FADHILA PUTRI SOFIANITA
2022 · Book · Open Access
STUDI LITERATUR EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP PASIEN LANSIA DI PUSKESMAS ABSTRAK Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang menderita hipertensi. Penderita hipertensi terbanyak adalah lansia. Hipertensi pada lansia dapat berkembang dan menyebabkan komplikasi dari penyakit yang lain. Penatalaksanaan hipertensi untuk mencegah kesakitan (morbiditas) dan angka kematian/ mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Penggunaan obat antihipertensi yang tidak tepat dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi yang dapat memperburuk keadaan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada lansia di Puskesmas. Penelitian ini adalah jenis penelitian studi literatur. Objek penelitian ini adalah penggunaan obat antihipertensi pada lansia di puskesmas. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah yang terkait. Hasil studi literatur menunjukkan penggunaan obat hipertensi di Puskesmas Sukarami Palembang, Puskesmas Lamasi Timur, Puskesmas Gondokusuman I berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak terjadi pada perempuan (59%) dengan rentang usia 60-74 tahun (91,67%). Penggunaan antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan yaitu golongan Calcium Channel Blocker (CCB) obat Amlodipin (94,44%), dan penggunaan antihipertensi dua kombinasi dengan golongan obat Calcium Channel Blocker (CCB) dan Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACE-I). Kata kunci: antihipertensi, lansia, puskesmas, penggunaan obat
FRINA SARASWATI
2022 · Book · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat inap di Rumah Sakit. Rawat inap adalah salah satu bentuk proses pengobatan atau rehabilitasi oleh tenaga pelayanan kesehatan pada pasien yang menderita suatu penyakit tertentu. Hipertensi adalah tekanan darah dimana sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Salah satu keberhasilan pengobatan hipertensi adalah pola penggunaan yang tepat pada pasien dalam mengkonsumsi obat. Kemungkinan terjadinya kesalahan penggunaan obat masih sangat besar. Tahap penelitian ini meliputi mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan.Objek penelitian yaitu gambaran pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien di RSUP Sanglah Denpasar dan RSUD Panembahan Senopati. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif analisis dengan memuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Berdasarkan pada hasil penelitian dari kedua jurnal tersebut telah disimpulkann bahwa terapi hipertensi pada pasien di RSUP Sanglah Denpasar yaitu obat golongan ACEi dengan presentase sebesar 21,4% , sedangkan di RSUD Penembahan Senopati yaitu obat golongan diuretik dengan presentase sebesar 11,3%. Pada penggunaan terapi obat kombinasi atau politerapi dari RSUP Sanglah Denpasar yaitu ACEi dan CCB dengan presentase 39,3%, sedangkan di RSUD Panembahan Senopati yaitu ARB dan CCB dengan presentase 24,5%.
PUTRI APRILIANA MAHARANI
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan membandingkan karakteristik dan hubungan pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 terhadap kepatuhan minum obat. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia sehingga gula menumpuk dalam darah sehingga gagal masuk ke dalam sel. Pengetahuan merupakan faktor penting untuk terbentuknya perilaku kesehatan yang baik termasuk dalam kepatuhan minum obat. Objek penelitian yaitu hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Mandau Kebupaten Bengkalis dan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah. Tahapan penelitian meliputi mengumpulkan jurnal, memilah jurnal, mereduksi data penyajian data, menganalisis data dari penelitian di Puskesmas Mandau Kebupaten Bengkalis dan Puskesmas Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah. Data yang dianalisis berupa data demografi, pengetahuan dan kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil studi literatur menunjukan karakteristik dari usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status pekerjaan, usia kurang dari 60 tahun atau sama dengan 60 tahun mendominasi pasien diabetes melitus 2. Jenis kelamin perempuan menunjukan adanya kecendrungan menjadi pengidap penyakit diabetes melitus tipe 2. Tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap kejadian penyakit diabetes melitus. Pengidap diabetes melitus tipe 2 banyak didominasi oleh ibu rumah tangga dan tidak bekerja, cenderung tidak mempunyai penghasilan tetap, sehingga memilih berobat di Puskesmas karena dapat berobat gratis. Hubungan pengetahuan dan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat pengetahuan maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien.
SITI WASRI
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri dan penggunaan pelarut yang dapat menghambat bakteri dari ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam). Proses memperoleh zat aktif menggunakan pelarut yang sesuai. Pelarut yang digunakan dalam studi literatur ini adalah pelarut etanol 70%, etanol 96% dan air. Daun bidara mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, fenol dan steroid yang dapat digunakan untuk antibakteri. Studi ini dilakukan dengan cara pengumpulan data, menelaah, dan mempelajari data-data pada jurnal, literatur, catatan dan laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan. Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian berupa data nilai zona hambat bakteri pada masing-masing pelarut. Tahapan studi literatur meliputi mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai data zona hambat bakteri pada masing-masing konsentrasi pelarut. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun bidara berpotensi sebagai antibakteri. Hasil studi literatur diperoleh bahwa bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dapat menghambat ekstrak daun bidara. Pada pelarut etanol 70% diperoleh zona hambat paling besar yaitu pada bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 70% sebesar 12,0 mm dan zona hambat yang terbentuk pada bakteri Escherchia coli pada konsentrasi 9% sebesar 15,66 mm. Dari kedua bakteri dihasilkan zona hambat dengan kategori kuat.
MAULIDA RACHMAWATI
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di rumah sakit. Sectio caesarea (SC) berasal dari bahasa latin caedere yang berarti memotong atau mengiris yang mengacu pada tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi dengan membuka dinding perut dan rahim ibu. Risiko yang mungkin terjadi setelah persalinan dengan operasi sectio caesarea adalah infeksi. Antibiotik profilaksis dianjurkan pada persalinan bedah sesar karena dapat mengurangi kejadian infeksi yang disebabkan oleh kuman pada saat operasi. Objek penelitian yaitu penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di rumah sakit. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul yaitu data demografi pasien dan data penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar (sectio caesarea) di RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan RSUD Provinsi NTB. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis antibiotik profilaksis yang terbanyak digunakan pada kasus sectio caesarea dirumah sakit adalah antibiotik dosis tunggal yaitu seftriakson yang termasuk golongan sefalosporin generas ketiga. Selain itu juga digunakan antibiotik ampisilin, sefazolin dan sefotaksim. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa antibiotik profilaksis yang paling banyak dan sering digunakan adalah antibiotiik golongan sefalosporin yaitu sefazolin dan seftriakson.
MUHAMMAD ADITYA BARQAH SAPUTRA
2022 · Book · Open Access
Bawang dayak (Eleutherine palmifolia, (L.) Merr) merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah. Tanaman ini sudah secara turun temurun dipergunakan masyarakat Dayak sebagai tanaman obat. Tanaman ini memiliki warna umbi merah dengan daun hijau berbentuk pita dan bunganya berwarna putih. Dalam umbi bawang dayak terkandung senyawa fitokimia yakni alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian ilmiah tentang kandungan kimia, berbagai khasiat serta aktivitas farmakologi tanaman bawang dayak. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian studi literatur, yaitu melakukan kajian pustaka dari hasil-hasil penelitian dan buku-buku serta sumber pustaka lainnya yang relevan. Tahapan penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif. Data yang diambil dari jurnal yang berhubungan dengan potensi tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) sebagai bahan obat, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Objek penelitian yaitu potensi bawang dayak sebagai bahan obat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul berupa data aktivitas farmakologi dan kandungan senyawa kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bawang dayak memiliki potensi sebagai bahan obat berkhasiat karena memiliki aktivitas farmakologi sebagai antibakteri, antioksidan, antikanker, antidiabetes, antikolestrol, dan antihipertensi. Kandungan metabolit sekunder yang berkhasiat untuk aktivitas farmakologi tersebut adalah flavonoid, polifenol, dan terpenoid, serta turunan dari senyawa naftokuinon yaitu, eleuterol, eleuterin, dan isoeleuterin.
INDAH APRILIA
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada beberapa jenis cabai. Vitamin C atau asam askorbat adalah salah satu vitamin yang larut dalam air, mudah teroksidasi, dan peka terhadap rangsangan cahaya. Vitamin C banyak terdapat di buah dan sayuran, salah satunya pada cabai. Vitamin C pada cabai memiliki fungsi sebagai antioksidan yang baik untuk tubuh mampu meningkatkan daya tahan tubuh yang diserap oleh kalsium dalam tubuh, membantu proses metabolisme tubuh. Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen interseluler. Pengukuran kadar vitamin C penting dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian studi literatur. Tahap penelitian yaitu, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas, sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan, melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data yang digunakan adalah dengan metode deskriptif berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dipaparkan secara baik sehingga dapat diinterpretasikan secara mudah. Hasil perbandingan kadar vitamin C pada beberapa jenis cabai mulai dari yang tertinggi berturut-turut adalah cabai keriting (571,4 mg/100 g), cabai rawit (431 mg/100 g), cabai katokkon (211,4 mg/100g), cabai paprika merah (29,961 mg/100 g), cabai paprika kuning (19,155 mg/100 g), dan cabai paprika hijau (11,967 mg/100 g).
RESTI JULIA ARTIKA
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui profil penyimpanan obat di beberapa Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Sulawesi Utara. Gudang adalah tempat pemberhentian sementara barang sebelum dialirkan dan berfungsi mendekatkan barang kepada pemakai sehingga menjamin kelancaran permintaan dan keamanan persediaan. Instalasi farmasi merupakan unit pelaksana yang dapat menyelenggarakan pengelolaan sediaan farmasi. Penyimpanan bertujuan untuk memelihara mutu sediaan farmasi khususnya obat dan menjaga ketersediaan obat. Penyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan obat, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga dan dapat mengurangi kerugian dari rumah sakit yang diakibatkan dari obat - obatan yang rusak. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, menelaah jurnal ilmiah. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu membuat gambaran berdasarkan data – data yang dikumpulkan dari jurnal ilmiah. Hasil penelitian pada prosedur penyimpanan obat di beberapa Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Sulawesi Utara dengan menyesuaikan ketentuan Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016, prosedur penyimpanan obat di Gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit Advent Manado dan Rumah Sakit Bhayangkara Manado sudah sesuai, sedangkan untuk Rumah Sakit yang belum memenuhi yaitu di RSUD Noongan Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang belum menerapkan penyimpanan obat berdasarkan kelas terapi dan juga belum memiliki pengaturan kelembaban, pengaturan suhu ruangan dan papan alas (pallet).
CLARA INGKARISTA TOSAWAKA
2022 · Book · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kencur terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae. Tanaman dapat dikatakan memiliki aktivitas antibakteri apabila memiliki daya hambat terhadap suatu jenis bakteri tertentu. Kaempferia galanga L atau kencur adalah tumbuhan dari famili Zingiberaceae. Tanaman kencur merupakan salah satu tanaman obat potensial dengan rimpang aromatik. Tumbuhan ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional yang dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Konsentrasi ekstrak kencur yang digunakan pada penelitian ini adalah 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyajian data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae yang diperoleh dari jurnal ilmiah.Berdasarkan hasil penelitian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak kencur (Kaempferia galanga L) Terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Klebsiella pneumoniae, dapat disimpulkan bahwa, ekstrak kencur (Kaempferia Galanga L.) dengan konsentrasi dan bakteri yang berbeda memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumonia.
BINTI RAHMAWATI
2022 · Book · Open Access
Prevalensi penderita diabetes mellitus di indonesia meningkat dari 13,7 pada 2019 menjadi 16,6 juta jiwa pada tahun 2045 berdasarkan data IDF. Diabetes mellitus tipe II memiliki angka kejadian 9 kali lebih banyak dari tipe diabetes mellitus yang lain. Pemberian obat hipoglikemik oral sebagai salah satu pilihan terapi untuk mengatur kadar gula dalam darah. Pada pasien diabetes mellitus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien diabetes melitus tipe II rawat jalan di rumah sakit. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan metode studi literatur pada penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien rawat jalan di rumah sakit. Objek yang diteliti adalah pola penggunaan obat hipoglikemik oral pada pasien diabetes mellitus tipe II rawat jalan di rumah sakit. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur dari ketiga jurnal menunjukkan bahwa penderita diabetes mellitus tipe 2 terbanyak adalah perempuan sebesar (65.8%) dengan rentan usia penderita terbanyak adalah ≥ 45 tahun (68,4%). Terapi oral tunggal dari ketiga rumah sakit yang paling banyak digunakan adalah metformin (30,33%) yang merupakan golongan biguanid dan pola penggunaan obat kombinasi yang sering digunakan adalah golongan sulfonilurea ditambah biguanid.
NOVITA MOURYLLIA
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol yang terdapat dalam biji, buah dan kulit buah alpukat (Persea americana Mill.) dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Biji, buah dan kulit buah alpukat masing-masing mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, steroid, flavonoid, dan glikosida yang memiliki manfaat sebagai antioksidan. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data yang akan disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang aktivitas antioksidan pada biji, buah dan kulit buah tanaman alpukat dengan melihat nilai Inhibitory Concentration fifty (IC50). Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa tanaman alpukat memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan dinyatakan sebagai IC50 dengan satuan % dan ppm. Biji buah alpukat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 93,045%. Kulit buah alpukat memiliki aktivitas antioksidan kategori sedang dengan nilai IC50 sebesar 137, 34 ppm dan buah alpukat termasuk dalam kategori antioksidan lemah dengan nilai IC50 sebesar 934,72 ppm atau bisa dikatakan tidak memiliki aktivitas antioksidan sama sekali.
PATRICIA AMANDA KRISTANTI
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas Kalimantan Timur. Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal penelitian yang sama dan sudah dilakukan. Analisis data yang digunakan dengan metode deskriptif. Objek pada penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian studi literatur perbandingan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di tiga puskesmas, didapatkan hasil rata-rata kepuasan tertinggi adalah Puskesmas Baqa Samarinda dengan rata-rata 86,27% pada dimensi jaminan, responden merasa sangat puas. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Sempaja Samarinda rata-rata 81,4% responden merasa puas. Ketidakpuasan pasien tertinggi terdapat pada Puskesmas Loa Ipuh sebesar 23,5% responden tidak puas dalam dimensi jaminan.
ULFAH DWI YANTI
2022 · Book · Open Access
Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun salam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Daun salam adalah tumbuhan Indonesia yang bermanfaat sebagai antibakteri. Studi literatur ini membahas nilai zona hambat ekstrak antibakteri daun salam terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Daun salam (Syzygium polyanthum Wight.) memiliki kandungan kimia berupa minyak atsiri (0,05 % yang terdiri dari sitral dan eugenol), tanin dan flavonoid. Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal ilmiah. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum W.), sedangkan variabel terikatnya adalah diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans. Metode kerja yang digunakan adalah difusi sumuran. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil studi literatur, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun salam dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 2,5%, 5%, 10% dan 20% dengan kategori lemah, sedangkan konsentrasi 7,5%, 10% dan 40% termasuk kategori sedang. Aktivitas daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 10%, dan 15% dengan kategori lemah, pada konsentrasi 0,5% dan 25% kategori sedang, sedangkan pada konsentrasi 5%, 7%, dan 10% termasuk kategori kuat.
RIZKY APRILIA FERLITA
2022 · Book · Open Access
STUDI LITERATUR PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI
YULIA HIDAYAH
2022 · Book · Open Access
Studi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak daun Kemangi mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang teridentifikasi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah. Pembuatan ekstrak etanol daun kemangi dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode difusi agar menggunakan kertas cakram dan difusi lubang sumuran. Hasil penelitian yang diperoleh dari data jurnal tersebut menujukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5%-100%, dengan daya hambat yang diperoleh 8,31mm-19,9mm. Pada penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki antivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat yang dikategorikan sedang hingga kuat.
HANIFAH NUR AINI IRIANTO
2022 · Book · Open Access
Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit buah manggis. Skrining fitokimia merupakan tahap pendahuluan suatu penelitian fitokimia yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang golongan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan yang sedang diteliti. Tumbuhan manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tumbuhan tahunan yang dapat dipanen hanya satu kali dalam setahun. Buah manggis mengandung zat besi, serat, kalsium, kalium, protein, fosforus, natrium, vitamin B2, vitamin C, yang berkhasiat bagi kesehatan. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ektrak etanol daun dan kulit buah manggis. Tahap penelitian meliputi reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun manggis mengandung senyawa steroid, flavonoid, tannin, dan saponin. Sedangkan ekstrak etanol kulit buah manggis mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid.