Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 80 dari 127

STUDI LITERATUR GAMBARAN KELENGKAPAN ASPEK ADMINISTRATIF PENULISAN RESEP DI APOTEK

YULI ARISKA
2022 · Book · Open Access

Aspek admnistratif merupakan skrining awal pada saat resep dilayani karena mencakup seluruh informasi dalam resep yang berkaitan dengan kejelasan tulisan obat, keabsahan resep, dan kejelasan informasi. Akibat ketidaklengkapan aspek administratif bisa berdampak buruk bagi pasien karena merupakan tahap skrining awal guna mencegah terjadinya medication error. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan kelengkapan aspek administratif. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah, berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisa data yang dilakukan dengan analisis data secara deskriptif yaitu mendiskripsikan atau memberi gambaran terhadap data yang sudah terkumpul yaitu data kelengkapan aspek administratif penulisan resep di apotek. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa penulisan resep dibeberapa apotek belum sesuai dengan aspek kelengkapan resep secara administratif. Berdasarkan 10 (sepuluh) aspek administratif yang paling banyak tidak terpenuhi adalah pada berat badan.

Penetapan Kadar Kafein Pada Kopi Bubuk Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS

BELLA OLIVIA
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein dalam kopi bubuk. Kopi merupakan minuman yang sangat digemari di Indonesia karena cita rasa dan aromanya yang khas. Kandungan utama dalam kopi adalah kafein, yang merupakan salah satu jenis alkaloid. Kafein memiliki banyak manfaat namun terdapat pula efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek samping dari kafein adalah gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual dan kejang bahkan dapat menimbulkan efek jangka panjang berupa penyakit degeneratif jika tidak dikonsumsi pada kadar yang benar. Sehingga, kadar kafein pada kopi bubuk perlu ditetapkan agar tetap aman untuk dikonsumsi. Penetapan kadar kafein ditentukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data penelitian berupa data sekunder, dengan tahapan penelitian meliputi mengumpulkan literatur, mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dalam tabel dekskriptif, penarikan simpulan dan melakukan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil perbandingan kadar kafein rata-rata yang terkandung pada kopi bubuk di Lombok lebih tinggi daripada kopi bubuk di Manado, yaitu kadar kafein rata-rata kopi bubuk di Lombok sebesar 1,25% dan kopi bubuk di Manado sebesar 1,15% namun keduanya dapat dikonsumsi karena memenuhi SNI yaitu tidak lebih dari 0,9-2%.

STUDI LITERATUR KARAKTERISTIK MUTU FISIK DAN DISOLUSI TABLET PARASETAMOL BERMEREK DAN GENERIK

HARIYADI BUDIMAN
2022 · Book · Open Access

Karakteristik mutu fisik tablet merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui mutu fisik sediaan tablet. Banyaknya penggunaan tablet parasetamol dan pandangan masyarakat meragukan tablet parasetamol generik. Oleh sebab itu perlu dilakukan studi pustaka karakteristik mutu fisik tablet parasetamol. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu fisik dan disolusi tablet parasetamol bermerek dan generik. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur dengan objek penelitian karakteristik mutu fisik dan disolusi tablet parasetamol. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data karakteristik fisik meliputi uji keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, kadar dan disolusi tablet. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk bermerek dan generik memiliki perbedaan yang tidak jauh lebih besar dari parameter uji tablet dan disolusi tablet, memenuhi persyaratan parameter uji tablet dan disolusi tablet pada produk bermerek dan generik

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL TUMBUHAN OBAT SUKU ASTERACEAE

RADIAH DAMAYANTI
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol tumbuhan obat dari suku asteraceae. Tumbuhan yang berasal dari suku asteraceae banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Beberapa spesiesnya seperti gulma siam, beluntas, kembang bulan diketahui mengandung senyawa antioksidan alami seperti senyawa flavonoid, tanin serta golongan alkaloid, minyak atsiri dan saponin. Objek penelitian adalah aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dari beberapa jenis tumbuhan suku Asteraceae yaitu gulma siam, beluntas, dan kembang bulan.Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel ilmiah, mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif. Hasil telaah literatur dapat disimpulkan, bahwa aktivitas ekstrak etanol daun gulma siam dan beluntas memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 berturut-turut adalah sebesar 15,5067 ppm dan 37,25 ppm. Ekstrak etanol daun kembang bulan memiliki aktivitas antioksidan lemah, dengan nlai IC50 sebesar 145,67 ppm

Studi literatur identifikasi kandungan merkuri pada krim pemutih

DEMI TRI AGUSTI
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi kandungan merkuri yang terdapat pada krim pemutih. Merkuri (Hg) termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Merkuri (Hg) adalah salah satu zat berbahaya yang banyak ditemukan pada beberapa krim pemutih, meskipun penggunaannya sudah dilarang. Jenis merkuri yang sering digunakan atau dicampurkan pada krim pemutih adalah merkuri anorganik. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan artikel, reduksi data, dan meringkas data sehingga data utama inti tulisan penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS SALEP EKSTRAK BINAHONG KOMBINASI ANTI INFLAMASI SEBAGAI PENGURANG PARUT LUKA

AINUN AZIZAH
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas salep ekstrak binahong kombinasi anti inflamasi terhadap pengurang parut luka. Luka merupakan cidera yang dialami karena faktor luar baik pendarahan maupu tidak dimana kondisi terputusnya jaringan baik saraf, otot, kulit, dan pembuluh darah. Obat-obat anti inflamasi Non steroid (NSAID) mencegah tranduksi dengan menghambat berbagai mediator inflamasi. Diklofenak dan aspirin termasuk obat NSAID yang memiliki kemampuan untuk mengurangi generasi prostanoid dengan menghambat aktivitas isozim siklooksigenase. Salah satu tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat adalah binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) digunakan sebagai obat tradisional yang memiliki khasiat obat seperti anti inflamasi dan analgetik. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah dengan cara pembuatan salep. Salep merupakan sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selapit lendir. Metode penelitian ini merupkan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah serta literatur yang terkait. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang data-data hasil penelitian yang telah terkumpul berupa hasil pembuatan sifat fisik dan aktivitas salep ekstrak binahong kombinasi anti inflamasi sebagai pengurang parut luka pada penyembuhan luka.

POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidiodes) TERHADAP BAKTERI Bacillus cereus DAN Staphylococcus aureus

VITA HANI ISLAMI
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidiodes) terhadap bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Crassocephalum crepidiodes atau daun sintrong merupakan tumbuhan dari suku asteraceae yang sering ditemukan di daerah tropis. Tumbuhan ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional yang dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol serta golongan saponin dan minyak atsiri. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa nilai zona hambat dari bakteri Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus yang diperoleh dari jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sintrong memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Bacillus cereus pada konsentrasi 20%, 40%, 60%. 80% dan 100% yang merupakan daya hambat dengan kategori kuat dan terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% yang merupakan daya hambat dengan kategori sedang.

PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL ROSELLA ( Hibiscus sabdariffa ) MERAH DAN UNGU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS

HASVINA
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa fenolik total dari rosella (Hibiscus sabdariffa)merah dan ungu.Rosellamerah danungu merupakan tanaman berkhasiat yang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional.Salah satu kandungan utamanya adalah antosianin yang merupakan bagian dari senyawa fenolik dan berkhasiat sebagai antioksidan.Kadar fenolik total ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-Ciocalteu dan menggunakan asam galat sebagai senyawa pembanding.Prinsip dari metode ini adalahterbentuknya senyawa kompleks berwarna biru dari fosfomolibdat-fosfotungstat yang direduksisenyawa fenolik dalam suasana basa, yang dapat diukur secara spektrofotometri. Penelitian ini diilakukan dengan mengumpulkan,mempelajaridan menelaah literatur ilmiah yang berhubungan dengan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif, berdasarkan jurnal pebandingan diperoleh hasil kadar senyawa fenolik total ekstrak etanol rosella (Hibiscus sabdariffa) merah sebanyak 1,8537 mg GAE/g ekstrak dengan persentase kadar fenol total (b/b) sebesar 0,1853 % dan ekstrak etanol rosella (Hibiscus sabdariffa) ungu sebanyak 16,7265 mg GAE/g ekstrak dengan persentase kadar fenol total (b/b) sebesar 1,6726 % yang artinya kadar fenolik total rosella ungu lebih tinggi dibandingkan rosella merah.

PERBANDINGAN AMILUM UMBI PUTIH (Dioscorea rotundata L) DAN GEMBILI (Dioscorea esculenta L) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT PADA FORMULASI TABLET PARACETAMOL

MELIANAWATI
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mutu fisik tablet parasetamol dengan bahan pengikat amilum umbi putih dan amilum umbi gembili. Umbi gembili dan umbi putih merupakan tumbuhan berfamili Dioscorea. Kedua tumbuhan tersebut memiliki kandungan amilopektin yang tinggi yaitu 72-81%, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pengikat dalam formulasi tablet. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan karakteristik mutu fisik tablet parasetamol yaitu keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah terkumpul berupa hasil karakteristik mutu fisik tablet parasetamol. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh evaluasi mutu fisik tablet parasetamol dengan menggunakan amilum umbi gembili sebagai bahan pengikat dapat memenuhi persyaratan dalam Farmakope Indonesia dan literatur terkait, sedangkan pada mutu fisik tablet parasetamol dengan menggunakan amilum umbi putih terdapat satu formula yang tidak memenuhi persyaratan dari evaluasi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Dapat ditarik kesimpulan bahwa amilum umbi gembili memiliki daya ikat yang lebih baik dari amilum umbi putih.

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli

ADE DWI AGUSTINA
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Limbah kulit pisang kepok memiliki khasiat sebagai antibakteri, karena mengandung senyawa metabolit tanin, terpenoid dan flavonoid. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan berupa ringkasan terkait aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.), penyajian data berupa tabel deskriptif, analisis data yang dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil pengukuran zona hambat dengan konsentrasi Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (EEKPK) 96% konsentrasi 0,1, 0,3, dan 0,5% mendapatkan zona hambat secara berurutan yaitu 10,7, 11,7, dan 14,00 mm untuk bakteri S.aureus dan 3,5, 6,75, dan 14,75 mm untuk bakteri E.coli. Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (EEKPK) 96% konsentrasi 10% memiliki rata-rata zona hambat 18,67 mm untuk bakteri S.aureus dan 19,17 mm untuk bakteri E.coli. Ekstrak etanol kulit pisang kepok (EEKPK) 70% dengan konsentrasi ekstrak 0,3125, 0,625, 1,25, 2,5, dan 5% memiliki zona hambat berurutan 8,13, 8,63, 9,12, 10,93, dan 11,66 mm untuk bakteri S.aureus dan memiliki zona hambat 8,45, 9,08, 10,02, 11,45, dan 13,99 mm untuk bakteri E.coli. Sedangkan ekstrak etanol kulit pisang kepok (EEKPK) 70% pada konsentrasi ekstrak 25,50,75, dan 100% memiliki zona hambat secara berurutan sebesar 1,7, 1,4, 1,2, dan 8,8 mm untuk bakteri S.aureus. Kesimpulan yang dapat diambil adalah aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) bahwa konsentrasi uji yang dilakukan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas antibakteri yang terbentuk bervariasi tergantung pada konsentrasi ekstrak dan pelarut yang digunakan.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAN OBAT DI RUMAH SAKIT.

BAYU SETIAWAN
2022 · Book · Open Access

Terlaksananya unsur-unsur pengendalian intern yang baik menghasilkan informasi persediaan barang yang baik, dan informasi yang baik serta akurat sangat berperan penting dalam manajemen sebuah Rumah Sakit agar terciptanya pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas sistem pengendalian intern persediaan obat di beberapa Rumah Sakit di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah gambaran penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah literatur ilmiah yang terkait dan dilakukan verifikasi serta meninjau kembali data yang didapat agar dapat dilakukan penarikan kesimpulan dengan benar. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah didapat pada tiap-tiap jurnal yang akan diteliti. Didapatkan hasil bahwa penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Surakarta telah efektif pada 3 unsur yaitu unsur sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, praktik yang sehat, dan unsur karyawan, adapun 1 unsur yang belum efektif yaitu unsur struktur organisasi. Penerapan sistem pengendalian intern persediaan obat di Rumah Sakit Astrini Wonogiri telah efektif pada 2 unsur yaitu unsur praktik yang sehat, dan karyawan, adapun 2 unsur yang belum efektif yaitu unsur struktur organisasi dan unsur sistem otorisasi dan prosedur pencatatan.

STRATEGI PENGEMBANGAN INSTALASI FARMASI DI RUMAH SAKIT

ANISARIA
2022 · Book · Open Access

Studi ini bertujuan untuk membandingkan strategi pengembangan instalasi farmasi di RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow, RSUD dr. Harjono Ponorogo, dan RSUD Sayang Rakyat Makassar. Rumah sakit adalah lembaga pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang dituntut untuk menyediakan layanan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Satu-satunya divisi rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengendalian seluruh sediaan farmasi serta perbekalan kesehatan lain yang beredar dan digunakan di rumah sakit adalah instalasi farmasi rumah sakit (IFRS). Seiring dengan bertambah tingginya tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka instalasi farmasi rumah sakit perlu membuat strategi-strategi dengan melakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal yang dikenal dengan analisis SWOT. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari dua jurnal penelitian. Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan menelaah literatur ilmiah yang terkait.

Penetapan Kadar Flavanoid Total Ekstrak Etanol Daun dan Kulit Buah Alpukat (Persea Americana Mill) dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis

SIELFY ADE NUARI
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit buah dan daun alpukat secara empiris spektrofotometri Uv-Vis. Tanaman alpukat (Persea americana) termasuk dalam famili Lauraceae yang berkhasiat obat. Manfaat tanaman ini antara lain mengobati penyakit seperti sariawan, kencing batu, sakit gigi, muka kering, bengkak karena peradangan dan juga kencing manis. Kandungan zat aktif kulit buah alpukat adalah senyawa flavonoid yang dapat digunakan untuk melindungi kulit terhadap sinar UV atau mampu mengurangi kerusakan kulit, karena senyawa ini bekerja sebagai bahan aktif tabir surya sedangkan daun alpukat mengandung komponen fitokimia seperti saponin, tanin,flavonoid,dan alkaloid. Tahap penelitian meliputi pengumpulan literatur, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif, penarikan kesimpulan,melakukan verifikasi dan tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Hasil menunjukkan bahwa kadar flavonoid total ekstrak etanol 90% daun alpukat lebih tinggi yaitu sebesar 64,12 mg/g dibandingkan ekstrak etanol 96% kulit alpukat yaitu sebesar 4,0122 mg/g