Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 85 dari 127

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN ANTIOKSIDAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) DAN DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) DENGAN METODE DPPH

YUDHA PRATAMA PUTRA
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun sirih hijau (Piper betle) dengan metode DPPH. Tanaman sirih memiliki beberapa jenis, diantaranya sirih merah dan sirih hijau. Kandungan kimia tanaman ini yaitu saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Manfaat daun sirih yaitu menghentikan pendarahan, sariawan dan gatal-gatal. Tanaman sirih ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Uji aktivitas antioksidan umumnya dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis berdasarkan nilai IC50. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu mereduksi dan meringkas data, kemudian mengolah data penelitian dalam bentuk tabel, setelah itu melakukan penarikan kesimpulan dengan melakukan verifikasi kembali data-data yang telah diperoleh. Analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dari jurnal ilmiah.

PENGARUH PERBEDAAN PELARUT EKSTRAKSI DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP HASIL RENDEMEN

NAILA SALSABILA
2022 · Book · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaaan pelarut ekstraksi daun alpukat (Persea americana Mill) terhadap hasil rendemen. Pelarut yang dibandingkan dalam studi literatur ini adalah air, etanol, metanol, dan aseton. Daun alpukat mengandung komponen fitokimia seperti saponin, flavonoid dan alkaloid yang dapat digunakan sebagai obat-obatan. Studi ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, dan dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian berupa data rendemen dari perbedaan pelarut ekstraksi daun alpukat. Tahapan studi literatur meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dengan melihat data perbandingan hasil rendemen ekstrak daun alpukat, dengan menggunakan pelarut ekstraksi yang berbeda. Hasil penilitian nilai rendemen pada perbedaan pelarut dari ekstraksi maserasi daun alpukat menghasilkan nilai rendemen yang berbeda pada setiap pelarutnya, pada pelarut air mendapatkan hasil sebesar 17,61%, pelarut etanol 70% mendapatkan hasil sebesar 11,76%, pada pelarut methanol mendapatkan hasil sebesar 22,54%, dan pelarut aseton mendapatkan hasil sebesar 22,12%. Hal ini disebabkan oleh jenis pelarut yang digunakan, ukuran partikel, metode ekstraksi yang digunakan, dan lama waktu ekstraksi.

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

NOFIT ZUPRAMONO
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat anti diabetik pada pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menyimpulkan berbagai literatur yang digunakan dan meninjau kembali data-data yang didapat agar dapat disimpulkan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa gambaran penggunaan obat anti diabetik pada pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 pasien rawat jalan di rumah sakit

STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DENGAN METODE DPPH BERDASARKAN PERBEDAAN PELARUT

KHOIRUNNISA AYU PRATIWI
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode DPPH berdasarkan perbedaan pelarut. Sirsak merupakan tanaman dengan berbagai macam manfaat bagi kesehatan baik daging buah, daun maupun bijinya memiliki kandungan kimia yang bermanfaat untuk pengobatan, antara lain sebagai antibakteri, antivirus dan antioksidan. Antioksidan merupakan suatu zat yang memiliki kemampuan untuk memperlambat proses oksidasi yang berdampak negatif di dalam tubuh. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Tahapan penelitian yaitu mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai IC50 ekstrak daun sirsak pada setiap pelarut . Hasil IC50 dengan kategori sangat kuat terdapat pada ekstrak metanol daun sirsak (23,6 ppm) namun di penelitian lainnya ekstrak metanol daun sirsak menunjukkan nilai IC50 dengan kategori lemah (292,727 ppm) tetapi masih berpotensi sebagai antioksidan. Kategori kuat terdapat pada ekstrak etanol daun sirsak (79,320 ppm).

STUDI LITERATUR ANALISIS TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS

JIHAN HANA FADILLAH
2022 · Book · Open Access

Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di puskesmas. Diabetes melitus terjadi akibat kerusakan insulin. Kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus penting untuk mencapai tujuan pengobatan dan efektif dalam mencegah beberapa komplikasi diabetes melitus, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas. Tahap penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah berbagai literatur ilmiah dan melakukan verifikasi serta tinjauan ulang data yang didapat agar penarikan simpulan dilakukan dengan benar. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul.

STUDI LITERATUR IDENTIFIKASI BORAKS PADA BAKSO DENGAN METODE UJI NYALA DAN KERTAS KUNYIT

ARMAN PAWAREKI
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi boraks pada bakso dengan metode uji nyala dan kertas kunyit. Boraks merupakan zat pengawet berbahaya yang tidak diizinkan digunakan sebagai campuran bahan makanan. Kenyataannya masih banyak produsen makanan yang menggunakan bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan. Bila tertelan senyawa ini dapat menyebabkan efek negatif pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Ada beberapa metode dalam identifikasi boraks diantaranya dengan metode uji nyala dan kertas kunyit (tumerik). Penelitian ini merupakan studi literatur dengan tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan pemilahan jurnal ilmiah, reduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Kata Kunci: Bakso, Boraks, Kertas Kunyit, dan Metode Uji Nyala

Studi Literatur Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Dan Kulit Batang Tumbuhan Kelor (Moringa oleifera L)

HELENA LEM
2022 · Book · Open Access

Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit batang tumbuhan kelor. Tumbuhan kelor (Moringa oleifera L.) Merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat, yang mengandung nutrisi berupa vitamin esensial, mineral, asam amino, antioksidan, dan antiinflamasi. Semua bagian tumbuhan kelor memiliki manfaat sebagai obat diantaranya yaitu bagian daun dan kulit batang kelor sebagai antimikroba dan antioksidan. Objek penelitian adalah hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit batang tumbuhan kelor (Moringa oleifera L.). Tahap penelitian meliputi mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama inti tulisan, penyajian data berupa tabel deskriptif, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, berupa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun dan kulit batang tumbuhan kelor. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Sedangkan ekstrak etanol kulit batang kelor mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid.

STUDI LITERATUR PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA KIMIA EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L)

HADIJAYANTI MANDA SARI
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap kandungan senyawa kimia ekstrak daun sirih (Piper betle L).Tanaman sirih merupakan tanaman yang banyak di manfaatkan oleh masyarakat sebagai obat dari berbagai penyakit seperti sariawan, bisul, jerawat, mencegah diare, tuberculosis, mengatasi bau badan, bau mulut, mengobati keputihan.Studi literatur ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah buku-buku, serta dokumen yang terkait seperti jurnal ilmiah. Tahapan penelitian mereduksi data berupa penyuntingan dan meringkas sehingga didapatkan data utama berupa kandungan senyawa kimia ekstrak daun sirih (Piper betle L);penyajian data, yaitu data dalam tabel deskriptif berupa data penelitian sebelumnya, data hasil skrining fitokimia. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang kandungan senyawa kimia daun sirih yang di ekstraksi dengan beberapa jenis pelarut berbeda.Hasil telaah literatur menyatakan, bahwa didapatkan hasil kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun sirih yang positif mengandung senyawa alkaloid,flavonoid,steroid,dan minyak atsiri. Sedangkan ekstrak metanol daun sirih yang positif mengandung fenolik.

Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Beberapa Krim Pemutih Wajah Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

YULIANA
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis kandungan merkuri (Hg) pada beberapa krim pemutih wajah dengan metode spektrofotometri serapan atom. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya dan dalam konsentrasi rendah pun dapat bersifat racun. Namun merkuri sering digunakan dalam kosmetika, salah satunya dalam krim pemutih wajah. Krim pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya yang berkhasiat untuk memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Analisis kandungan merkuri (Hg) dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan merkuri yaitu metode spektrofotometri serapan atom. Data yang digunakan dalam studi literatur ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil telaah literatur didapatkan hasil pennelitian dari Parengkuan, dkk (2013), terdapat lima sampel dari sepuluh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,03 - 0,06 ppm. Pada penelitian yang dilakukan oleh Mona, dkk (2018), terdapat tiga sampel dari tujuh sampel yang positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi yaitu 0,06 - 0,18 ppm dan pada penelitian yang dilakukan oleh Rohaya, dkk (2016), semua sampel positif mengandung merkuri dengan kisaran konsentrasi 0,0035 – 5,3494 ppm.

KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) BERDASARKAN VARIASI PELARUT

ALDI FAHMI ZAIN
2022 · Book · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstraksi kulit buah manggis dengan menggunakan variasi pelarut. Pelarut yang dibandingkan dalam penelitian ini adalah etanol 95 %, metanol, dan etil asetat. Etanol 95% dan methanol merupakan pelarut yang bersifat polar sedangkan etil asetat adalah pelarut yang bersifat semi polar. Kulit buah manggis memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antifungi, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari menelaah buku-buku, dokumen yang terkait seperti skripsi dan jurnal ilmiah. Data yang diambil dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Berupa data metabolit sekunder dari perbedaan pelarut ekstraksi kulit buah manggis. Tahap penelitian meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dengan melihat data perbandingan hasil metabolit sekunder kulit buah manggis, dengan menggunakan pelarut ekstraksi yang berbeda. Hasil penelitian kandungan metabolit sekunder yang ada pada kulit buah manggis dari variasi pelarut didapatkan hasil yang berbeda. Pada pelarut Etanol 95% mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polivenol. Serta steroid dan triterpenoid. Sedangkan pada pelarut Etil asetat dan metanol mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol serta triterpenoid.

Pemanfaatan Kulit Pisang Kepok Terhadap Penurunan Bilangan Peroksida Pada Minyak Jelantah

KHUSNUL KUSUMA NINGSIH
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui berat kulit pisang kepok dan lama waktu perendaman kulit pisang kepok yang paling optimal dalam menurunkan bilangan peroksida pada minyak jelantah. Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan masyarakat, oleh karena itu penggunaan minyak goreng sulit dipisahkan dari kehidupan. Masyarakat sering menggunakan minyak goreng secara berulang, yang disebut sebagai minyak jelantah. Salah satu cara untuk menurunkan nilai bilangan peroksida minyak jelantah dapat dilakukan dengan memanfaatkan kulit pisang kepok sebagai adsorben Metode yang digunakan pada penetapan bilangan peroksida yaitu metode iodometri. Objek penelitian adalah jumlah dan waktu perendaman kulit pisang kepok pada penurunan bilangan peroksida minyak jelantah. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif yaitu analisis dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul. Hasil studi literatur menunjukkan uji terbaik diperoleh pada bubuk kulit pisang kepok (variasi 5; 7,5 dan 10 g/100 ml jelantah) dengan perendaman 48 jam yang menghasilkan nilai bilangan peroksida 10 mekO2/kg sehingga memenuhi persyaratan. Adapun rajangan kulit pisang kepok (10 g/100 ml minyak jelantah) dengan perendaman 4 jam dapat menurunkan nilai bilangan peroksida menjadi 23,11 mekO2/kg namun tidak memenuhi persyaratan dalam SNI 7709:2012.

Studi Literatur Analisis Kandungan Vitamin C pada Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

TRIA NUR QOMARIYAH
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis kandungan vitamin C pada daun kelor segar, simplisia, ekstrak, dan yang telah mengalami proses perebusan, dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Tanaman kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman yang mengandung banyak vitamin C. Dalam 100 gram daun kelor mengandung vitamin C yang setara dengan 7 kali kandungan yang ada pada buah jeruk. Vitamin C memiliki banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya untuk pencegahan dan pengobatan skorbut serta sebagai antioksidan kuat. Kandungan vitamin C dapat ditentukan dengan beberapa metode, salah satu metode yang digunakan untuk menentukan kandungan vitamin C yaitu metode spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan literatur, reduksi data, penyajian data dalam tabel deskriptif, dan pengambilan kesimpulan. Analisis data yang digunakan berupa analisis secara deskriptif. Hasil penelitian dari ketiga literatur yang digunakan menunjukkan kandungan vitamin C paling tinggi terdapat pada ekstrak air natrium daun kelor pada ketinggian 296 mdpl sebanyak 413,71 ppm, ketinggian 20 mdpl sebanyak 296,4 ppm, ketinggian 50 mdpl sebanyak 267,12 ppm, kemudian kandungan vitamin C daun kelor segar 37,92 ppm, daun kelor rebus 15 menit 33,90 ppm, daun kelor rebus 30 menit 12,19 ppm, daun kelor kering 8,17 ppm, dan kandungan vitamin C paling rendah yaitu ekstrak etanol daun kelor sebanyak 3,22 ppm.

Studi literatur analisis timbal (pb) pada sediaan eyeshadow dan eyeliner pencil dengan metode spektrofotometri serapan atom

NURRAHMANI RIZKY
2022 · Book · Open Access

Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisi timbal (pb) pada sediaan eyeshadow dan eyeliner pencil dengan metode spektrofotometri serapan atom. Kosmetika merupakan zat yang digunakan sebagai produk perawatan pribadi untuk meningkatkan dan melindungi penampilan atau menutupi bau tubuh manusia.jenis kosmetik yang paling banyak digunakan adalah Eyeshadow dan Eyeliner. Eyeshadow adalah salah satu kosmetik yang sangat digemari kaum hawa dengan penggunaannya di bagian kelopak mata dan bagian bawah alis. Kosmetik ini digunakan untuk membuat kelopak mata atau mata lebih terlihat cantik.Eyeliner Pencil merupakan sediaan kosmetika yang di aplikasikan pada kulit tipis disekitar mata. oleh sebab itu bahan yang terkandung didalamnya harus aman, Timbal (Pb) merupakan logam yang mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang toksik (beracun) terhadap manusia, mengapa Pb terdapat di dalam kosmetik di karenakan kontaminasi dari bahan baku atau penggunaan pigmen warna tersebut. Penelitian ini yang dilakukan merupakan penelitian jenis studi literatur. Objek yang diteliti adalah analisis kadar logam timbal pada sediaan eyeshadow dan eyeliner pencil. Adapun tahapan penelitian meliputi pengumpulan literatur, perbandingan literatur, pengkajian literatur, dan menarik kesimpulan.Analisis data yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif.Hasil yang diperoleh pada sampel eyeshadow dan eyeliner pencil dengan metode kuantitatif yaitu menggunakan spektrofotometri serapan atom pada sampel eyeshadow mengandung logam timbal, dengan hasil kadar logam timbal (Pb) eyeshadow No BPOM sebesar Eyeshadow-1 127.356, Eyeshadow-2 16,194, Eyeshadow-3 6.864, dan eyeshadow sudah teregistrasi sebesar Eyeshadow-1 3.801, Eyeshadow-2 7.605, Eyeshadow-3 2.331 terdapat 5 sampel yang aman digunakan. Hasil analisis dari sampel eyeliner pencil sebesar Eyeliner P-1 4.0157, Eyeliner P-2 1.5480, Eyeliner P-3 0.9136, Eyeliner P-4 1.0739, Eyeliner P-5 0.9961 dari kelima sampel tersebut aman digunakan, karena kadar logam timbal tidak boleh lebih dari 20mg/L. Kata kunci : Eyeshadow, Eyeliner Pencil, Timbal, Spektrofotometri Serapan Atom

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN, BUAH, DAN KULIT BATANG TUMBUHAN KERSEN (Muntingia calabura L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHENYL-2-PICRYLHYDRAZYL).

RIO ASHARI RAWA
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen dengan metode DPPH. Tumbuhan kersen (Muntingia calabura L.) diketahui memiliki senyawa antioksidan alami seperti senyawa flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan triterpenoid. Objek penelitian adalah aktivitas antioksidan dari daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen. Tahapan penelitian yaitu, mengumpulkan artikel ilmiah kemudian mereduksi data dan meringkas sehingga didapatkan data utama tulisan, penyajian secara deskriptif dalam bentuk tabel, selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan tentang perbandingan aktivitas daun, buah, dan kulit batang tumbuhan kersen dengan melihat nilai IC50. Berdasarkan studi literatur dapat disimpulkan bahwa pada tumbuhan kersen memiliki aktivitas antioksidan etanol kulit batang tumbuhan kersen memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dari bagian daun dan buah tumbuhan kersen. Ekstrak etanol kulit batang kersen memiliki nilai IC50 19,632 ppm, termasuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat, sedangkan ekstrak etanol daun dan buah tumbuhan kersen memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar 164,12 ppm dan 250 ppm, nilai tersebut termasuk kategori antioksidan yang lemah.

STUDI LITERATUR UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus.

EKI ALIFANAH
2022 · Book · Open Access

Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap bakteri staphylococcus aerus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mempelajari dan menelaah jurnal-jurnal. Objek penelitian yaitu aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dengan cara membandingkan literatur yang ada. Pada penelitian Lusi dkk (2016) diameter zona hambat terbesar pada konsentrasi 80% adalah 20.50 mm, pada penelitian Edi Suriaman, dkk (2017) zona hambat terbesar yang didapat adalah 0.57 mm pada konsentrasi 100%, sedangkan pada penelitian Elza Savitril, dkk (2018) zona hambat terbesar adalah 14.02 mm pada konsentrasi 80%.

STUDI LITERATUR GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

RAFFI AFNAN AL NAWAWI
2022 · Book · Open Access

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Salah satu faktor keberhasilan pengobatan tuberkulosis adalah kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat secara teratur sampai tuntas. Kemungkinan terjadinya ketidakpatuhan selama pengobatan masih sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Objek yang diteliti adalah gambaran kepatuhan minum obat pada kasus pasien paru tuberkulosis. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang telah didapat pada tiap-tiap jurnal. Hasil studi literatur menunjukan tingkat kepatuhan di Rumah Sakit Paru Surabaya sebanyak 51 orang (88%) dan Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Klaten sebanyak 24 orang (75%). Perbedaan kepatuhan pasien dapat dilihat dari faktor usia pasien yang dimana pada Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Klaten banyak pasien yang umurnya diatas 40 tahun sehingga memiliki penyakit bawaan yang menyebabkan polifarmasi sehingga merasa bosan untuk meminum obat dalam jangka panjang.