Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.528 item publik

Publikasi

Halaman 91 dari 127

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan MInum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru di UPT Puskesmas Bengkuring

FERRI AZHARI RAMADHAN
2021 · Book · Open Access

Tuberkulosis Paru termasuk penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan Survei Pravelensi TB oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI, dewasa ini diketahui bahwa Indonesia merupakan negara peringkat kedua dengan kasus TB terbanyak di dunia. Waktu pengobatan yang panjang dengan jenis obat lebih dari satu menyebabkan penderita sering terancam putus berobat selama masa penyembuhan dengan berbagai alasan, oleh karena itu penyakit ini sangat perlu mendapat perhatian untuk ditanggulangi. Obat TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis obat, dalam jumlah cukup dan dosis tepat selama 6 –8 bulan. Tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat anti tuberculosis secara teratur sampai tuntas dan patuh merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengobatan TB paru. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien Tuberculosis Paru Rawat Jalan di Puskesmas Bengkuring Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi.

HUBUNGAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL(Syzygium malaccense) BERDASARKAN VARIASI BENTUK SIMPLISIA DAN KONSENTRASI ETANOL

CINDY AULIA DEWI
2021 · Book · Open Access

Senyawa fenolik merupakan senyawa kimia yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, sehingga dapat berperan aktif sebagai tabir surya dan dapat mencegah efek merugikan dari paparan radiasi sinar UV terhadap kulit. Antioksidan yang terdapat pada senyawa fenolik bersifat sebagai oksidator dan berperan dalam menetralisasikan radikal bebas. Jambu bol (Syzygium malaccense) termasuk kedalam family Myrtaceae. Jambu bol merupakan tanaman yang memiliki kadar fenolik tinggi dan memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol berdasarkan variasi bentuk simplisia dan konsentrasi pelarut. Penelitian yang dilakukan ini bersifat eksperimental. Objek yang diteliti adalah kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol berdasarkan variasi bentuk simplisia (serbuk dan rajangan) dan konsentrasi pelarut. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol daun jambu bol dengan variasi bentuk simplisia (serbuk dan rajangan) dengan konsentrasi pelarut yang digunakan yaitu etanol 70%, 95% dan 100%. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar fenolik total dan nilai SPF ekstrak etanol daun jambu bol. Tahapan dalam penelitian ini dimulai dari determinasi sampel, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dengan metode maserasi, penetapan kadar air ekstrak, skrining fitokimia, penentuan kadar fenolik total dan uji aktivitas tabir surya dengan spektrofotometri UV-Vis. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung kadar air, skrinning fitokimia dan dilanjutkan dengan uji kadar fenolik total dengan menggunakan pembanding asam galat dan dihitung nilai SPF menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penetapan kadar fenolik total dinyatakan dalam mg/GAE dan dihitung menggunakan rumus TPC (Total Phenolic Content) dan nilai SPF dihitung menggunakan persamaan Mansur.

KARAKTERISASI EKSTRAK ETANOL DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack)

ASMI RISYAH EKAWATI
2021 · Book · Open Access

Selutui Puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat yang secara empiris digunakan oleh suku Dayak Desa Karangan Kecamatan Mook Manar Bulant dengan memanfaatkan air rebusan daun selutui puka sebagai obat sakit gigi dan sariawan, getahnya dapat diminum sebagai obat tumor dan dioles untuk mengobati penyakit kudis dan kulit melepuh. Adanya beberapa manfaat dari tumbuhan selutui puka yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, sehingga perlu dilakukan karakterisasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik spesifik dan non spesifik ekstrak daun selutui puka. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimen. Objek penetian adalah karakteristik ekstrak etanol daun selutui puka meliputi parameter spesifik : organoleptik ekstrak, kandungan senyawa metabolit sekunder, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan parameter non spesifik : kadar abu, kadar air, kadar abu tidak larut asam, total kapang, cemaran mikroba, bobot jenis. Tahapan penelitian meliputi identifikasi tumbuhan, pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi dan karakterisasi ekstrak. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dari objek yang akan diteliti

Analisis Biaya Minimal Candesartan Dibandingkan Amlodipin Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di RS Samarinda Medika Citra

TOUFIK RIANNUR
2021 · Book · Open Access

Biaya pengobatan hipertensi yang minimal dapat menghemat biaya yang disebabkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya yang lebih minimal antara penggunaan candesartan dan amlodipin pada pasien hipertensi rawat jalan menggunakan metode cost minimization analysis berdasarkan perspektif rumah sakit. Penelitian ini merupakan suatu survei epidemiologik dengan rancangan deskriptif, data diambil secara retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien hipertensi rawat jalan di RS Samarinda Medika Citra yang mendapatkan terapi candesartan atau amlodipin. Pengambilan sampel dengan teknik purposive non random sampling. Biaya yang diukur adalah biaya medik langsung pasien hipertensi rawat jalan. Data tersebut dianalisis dengan mengidentifikasi gambaran penggunaan antihipertensi, total biaya medik langsung dan cost minimization analysis.

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Sekilang ( Embelia borneensis Scheff) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Menggunakan Metode Diffusi disc

INAYAH HERMAN GOETIE
2021 · Book · Open Access

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai keragaman hayati, dari total 28.000 spesies tumbuhan obat di Indonesia, ada sekitar 1.845 yang memiliki khasiat sebagai obat. Obat tradisional memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kini telah banyak masyarakat yang menjadikan obat tradisional sebagai pilihan pertama karena sangat terjangkau dan mudah digunakan. Sekilang merupakan salah satu tumbuhan yang ada di Kalimantan Utara dan terdapat di Hutan Ampan Ibau. Tumbuhan ini secara empiris digunakan oleh masyarakat Desa Long Temuyat sebagai racun dari bahan alami untuk menangkap ikan dan juga dapat digunakan sebagai pengusir lintah. Kulit batang sekilang menimbulkan busa ketika dikocok kedalam air sungai dan hal inilah yang menyebabkan ikan mudah untuk ditangkap. Escherichia coli merupakan penyebab penyakit diare akut yang diderita oleh semua usia. Bakteri Escherichia coli menghasilkan toksin yang dapat melekat dan merusak sel-sel mukosa usus halus. Staphylococcus aureus merupakan penyebab terjadinya infeksi yang bersifat piogenik. Infeksi yang di sebabkan oleh bakteri ini biasanya timbul dengan tanda khas yaitu peradangan, nekrosis, dan pembentukan abses dan dapat menimbulkan berbagai masalah infeksi kulit seperti jerawat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek yang diteliti adalah antibakteri ekstrak kulit batang Sekilang terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak kulit batang sekilang dan variabel terikat yaitu zona hambat yang terbentuk di daerah kertas cakram. Penelitian ini menggunakan 3 konsentrasi sampel tumbuhan sekilang yaitu 10%, 15% dan 20%.

UJI TABIR SURYA EKSTRAK BAWANG DAYAK ( Eluetherine palmifolia ( L ) Merr ) PADA TIKUS PUTIH DAN FORMULASI EMULGEL TABIR SURYA EKSTRAK BAWANG DAYAK ( Eluetherine palmifolia ( L ) Merr )

SANTY PRATIWI
2021 · Book · Open Access

Sinar matahari menghasilkan radiasi yang sangat berbahaya karena memiliki energi yang sangat tinggi dan bersifat karsinogenik. Sinar matahari yang sampai di permukaan bumi sebanyak lebih dari 90% adalah sinar UV A dan kurang dari 10% adalah sinar UV B. Tingginya intensitas radiasi UV dapat menimbulkan efek negatif seperti munculnya eritema, sunburn, pigmentasi, dan penuaan dini kulit. Tabir surya sebagai pemblok fisik (Physical blocker) dapat menghalangi sinar UV menembus lapisan kulit dengan cara menghamburkan sinar. Emulgel adalah salah satu bentuk tabir surya yang berupa suatu emulsi minyak dalam air atau air berminyak, yang dibuat menjadi bentuk gel dengan cara mencampurnya dengan suatu gelling agent. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) merupakan tumbuhan di hutan Kalimantan yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang terdiri atas senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid, tanin, antrakuinon, triterpenoid, saponin, dan azulen. Flavonoid juga diduga memberikan efek perlindungan terhadap radiasi UV dengan berperan penyerap UV. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas ekstrak bawang dayak secara in vivo pada tikus putih dan memformulasi ekstrak bawang dayak dalam bentuk emulgel yang memenuhi persyaratan fisik. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Objek penelitian adalah aktivitas tabir surya ekstrak bawang dayak pada tikus dan sifat fisik emulgel ekstrak bawang dayak. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi konsentrasi karbopol dalam formulasi emulgel ekstrak bawang dayak dan variabel terikat pada penelitian ini adalah potensi tabir surya ekstrak bawang dayak dan sifat fisik emulgel ekstrak bawang dayak. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 5 kelompok. Evaluasi sedian yang dilakukan berupa uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, dan uji aktivitas perlindungan tabir surya. Data yang diperoleh dari penelitian adalah data kuantitatif berupa nilai pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, nilai SPF. Data diolah secara statistik menggunakan one-way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% ( α = 0,05).

Evaluasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong

NUR FEBRIA SARI
2021 · Book · Open Access

Standar pelayanan kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian dan pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas, maka ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong.Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021. Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian cohort.Data diperoleh dari pengisian lembar wawancara, lembar kuesioner oleh pasien dan lembar daftar tilik berdasarkan pengamatan langsung di ruang farmasi Puskesmas Loa Ipuh.Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar yang ada pada kepustakaan dan dianalisis menggunakan uji ChiSquare dan Spearman’s.

Gambaran Penggunaan Radiofarmaka di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

EDDY SUHARMANTO
2021 · Book · Open Access

Radiofarmaka digunakan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit terutama untuk diagnostik dan terapi berkaitan erat dengan jumlah fasilitas kedokteran nuklir yang masih terbatas dan ketersediaan radiofarmaka di Indonesia yang merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi, mengingat kendala masa tunggu pasien yang cukup lama mulai hitungan bulan hingga satu tahun. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran penggunaan radiofarmaka pada pasien rawat jalan dan rawat inap di Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda selama periode 2018–2020, meliputi proporsi berdasarkan jumlah pasien, asal pasien, jenis kelamin, rentang usia, jenis penyakit, kombinasi pemeriksaan dan radiofarmaka yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode deskriptif menggunakaan data retrospektif, dan data yang dipilih adalah rekam medik pasien. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021, sampel diambil secara total sampling dan hasil analisis disajikan secara ilmiah dalam bentuk tabel atau grafik.

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI AKAR KUNING (Fibraurea tinctoria Lour) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

LUSI MARDIKA ARIYANTI
2021 · Book · Open Access

Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) merupakan tumbuhan khas yang dapat dijumpai di Kalimantan. Akar kuning biasa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai obat gatal, penyakit kuning dan diare. Salah satu senyawa kimia yang terkandung dalam akar kuning adalah berberin yang berpotensi memiliki khasiat sebagai antidiabetes, antivirus, antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tumbuhan Akar Kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode disc diffusion. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Kata kunci: antibakteri, akar kuning, berberin, Fibraurea tinctoria Lour.

analisis efektivitas biaya kontrasepsi di puskesmas loa janan

WIWID VERRI YANTI
2021 · Book · Open Access

Keluarga Berencana (KB) adalah program skala nasional untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan penduduk di suatu negara. Tujuan KB yaitu memiliki tiga fase yang pertama fase menunda/mencegah kehamilan, kedua adalah fase menjarangkan kehamilan dan ketiga adalah fase menghentikan/ mengakhiri kehamilan/ kesuburan. Penggunaan kontrasepsi pada KB merupakan usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Tujuan penelitian adalah mencari solusi, baik bagi pemerintah maupun akseptor untuk menentukan metode kontrasepsi yang paling cost effective antara suntik, pil, dan IUD berdasarkan lama pemakaian dalam kaitannya dengan kualitas hidup akseptor di Puskesmas Loa Janan. Objek penelitian yang digunakan rasio efektivitas biaya kontrasepsi IUD, suntik, dan pil. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu penggunaan kontrasepsi. Variabel terikat yaitu efektivitas dan biaya kontrasepsi di Puskesmas Loa Janan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis perhitungan Average Cost-Effentivenes Ratio (ACER) dan Incrementar Cost-Effectiveness Ratio (ICER) kemudian menentukan hubungan antara efektivitas biaya kontrasepsi dan kualitas hidup akseptor.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL HANDSANITIZER DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

EGA DAMAYANTI
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kebersihan tangan. Tangan merupakan media yang sangat mudah untuk penyebaran penyakit dan infeksi pada manusia yang salah satu penyebabnya adalah bakteri Staphylococcus aureus. Tumbuhan selutui puka memiliki metabolit sekunder pada serbuk daun simplisia yaitu diantaranya alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Ekstrak etanol daun selutui puka bersifat antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Sediaan gel merupakan sediaan semi padat yang lebih mudah penggunaan dan penyebarannya pada kulit. Tujuan penelitian adalah mengetahui aktivitas antibakteri gel handsanitizer daun selutui puka terhadap Staphylococcus aureus dan menentukan konsentrasi optimum ekstrak dalam sediaan gel yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental. Tahapan penelitian meliputi pengambilan bahan baku, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol, penentuan kadar air, uji skrinning fitokimia, pembuatan formula gel, uji evaluasi gel dan uji aktivitas antibakteri pada gel handsanitizer daun selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi kertas cakram pada konsentrasi ekstrak sediaan gel 5%, 10% dan 15%, menggunakan kontrol positif gel klindamisin 1%. Data yang diperoleh akan dianalisis secara statistik menggunakan metode Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjutan Duncan.

FORMULASI GRANUL SIRUP KERING EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) SEBAGAI SEDIAAN FOOD SUPPLEMENT

RANNY WIDIANTI
2021 · Book · Open Access

Indonesia dikenal sebagai salah satu dari tujuh negara dengan keanekaragaman hayati terbesar dan memiliki potensi dalam pengembangan obat herbal dalam bidang kesehatan. Obat herbal yang biasa digunakan dimasyarakat adalah tanaman, yang menghasilkan senyawa metabolit sekunder. Salah satu tanaman yang memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu tanaman kemangi (Ocimum santcum L.), senyawa yang terdapat pada tanaman kemangi diantaranya adalah flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan farmasi yaitu granul sirup kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan campuran Natrium CMC dan Avicel pH 101 sebagai suspending agent yang dapat menghasilkan granul sirup kering yang memenuhi persyaratan fisik sirup kering. Penelitian ini meliputi beberapa tahan diantaranya determinasi tanaman, pengambilan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, pembuatan granul sirup kering dan evaluasi sediaan granul sirup kering. Formulasi granul sirup kering dibuat dalam tiga variasi konsentrasi dengan perbandingan Natrium CMC dan Avicel pH 101 sebagai suspending agent yaitu Formula I (0,5% : 1,5%), formula II (1% : 1%), dan formula III (1,5% : 0,5%). Sediaan yang dihasilkan dilakukan evaluasi karakteristik fisik granul yaitu uji organoleptis, uji higroskopis, kandungan lembab, sifat alir, densitas massa, distribusi ukuran partikel, dan waktu rekonstitusi dan karakteristik fisik granul setelah rekonstitusi uji viskositas, uji pH dan uji bobot jenis.

TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (TTK) TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI KABUPATEN KUTAI BARAT

ANINDAYANA YUNISA EXELSA
2021 · Book · Open Access

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang menular, disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2). Pencegahan COVID-19 didukung dengan adanya pengetahuan sebagai dasar seseorang dalam mengambil sebuah keputusan serta menentukan sikap dan tindakan dalam menghadapi masalah Pandemi COVID-19 saat ini. Tenaga Teknis Kefarmasian memiliki peranan penting sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi COVID-19, selama berada di Fasilitas Kesehatan TTK sangat berisiko terpapar COVID-19. Tugas TTK ketika pelayanan kepada pasien dan berinteraksi dengan Tenaga Kesehatan sangat berisiko terpapar COVID-19. TTK tersebut bisa saja sebagai pembawa virus kepada keluarga dan lingkungannya. Tujuan dan objek dari penelitian ini adalah mengukur tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga teknis kefarmasian terhadap pencegahan COVID-19 di Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian deskriptif (non eksperimental) bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari kuisioner yang diberikan kepada TTK yang bekerja di Kabupaten Kutai Barat. Data diolah secara statistik dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Metode analisis data yaitu analisis univariat dan metode statistik menggunakan distribusi frekuensi untuk melihat gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan tenaga teknis kefarmasian di Kabupaten Kutai Barat terhadap pencegahan COVID-19.

uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang ( ebmelia bornensis scheff) terhadap bakteri Propionibacterium acne dan staphyllococus epidermidis

ARI SAPTOWO
2021 · Book · Open Access

Tumbuhan sekilang (Embelia borneensis) merupakan tumbuhan liar yang ditemukan di hutan tropis, salah satunya dihutan Ampah Iban, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau. Suku Dayak Kenyah yang memanfaatkan berdasarkan ilmu dan diwariskan leluhur secara turun-temurun sebagai pengusir lintah, untuk menangkap ikan dan perawatan rambut. Sekilang mengandung senyawa metabolit sekunder saponin. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphyllococus epidermidis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Tahapan penelitian dimulai dengan pengumpulan kulit batang sekilang, determinasi tumbuhan, pengolahan menjadi simplisia, ekstraksi kulit batang sekilang menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, skrining fitokimia ekstrak, pengujian aktivitas antibakteri ekstrak terhadap bakteri Propionibacterium acnes staphyllococus epidermidis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Kata kunci: Sekilang (Embelia borneensis), Antibakteri, Propionibacterium acnes, sthapyllococus epidermidis.

Evaluasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda

EKA OKTAVIATI
2021 · Book · Open Access

Rumah Sakit merupakan suatu unit pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu bagian di Rumah Sakit yang bertanggung jawab atas proses pengelolaan obat adalah Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Pengelolaan perbekalan farmasi merupakan suatu siklus kegiatan, dimulai dari pemilihan, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui profil pengelolaan obat dan kesesuaian pengelolaan obat di Instalasi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda. Sumber data yang digunakan adalah berupa hasil wawancara dan hasil observasi langsung serta telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Maret 2021. Obyek penelitian adalah sistem pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tingkat IV Samarinda. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif.

HUBUNGAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense) DENGAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR

MUHAMMAD RIZKI WAHYUDI
2021 · Book · Open Access

Daun jambu bol (Syzygium malaccense) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tabir surya karena memiliki aktivitas antioksidan yang cukup kuat. Daun jambu bol termasuk ke dalam keluarga Myrtaceae yang digunakan sebagai antioksidan alami. Hasil skrining fitokimia terhadap daun jambu bol menunjukan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tannin, terpenoid dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bentuk simplisia dan variasi konsentrasi pelarut terhadap nilai SPF (Sun Protection Factor) dan kadar flavonoid ekstrak etanol daun jambu bol. Variabel bebas pada penelitian ini ialah bentuk simplisia yang digunakan yaitu serbuk dan rajangan serta variasi pelarut etanol yaitu 70%, 95% dan 100%, variabel terikat ialah nilai SPF (Sun Protection Factor) dan kadar flavonoid dari masing-masing ekstrak etanol daun jambu bol dan variabel kontrol pada penelitian ini ialah sampel daun jambu bol dan spektrofotometri UV-Vis. Tahapan penelitian ini di awali dengan melakukan determinasi tanaman daun jambu bol, pengambilan sampel daun jambu bol yang dilakukan pada pagi hari, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak etanol daun jambu bol dengan variasi konsentrasi pelarut 70%, 95% dan 100%, dilakukan perhitungan rendemen ekstrak, dilakukan skrining fitokimia selanjutnya dilakukan penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) dan penentuan kadar flavonoid ekstrak etanol daun jambu bol, terakhir ditutup dengan analisis data. Penelitian yang dilakukan ialah penelitian secara eksperimental, objek yang diteliti ialah nilai SPF (Sun Protection Factor) dan kadar flavonoid ekstrak daun jambu bol dengan metode ekstraksi maserasi. Serbuk simplisia dan simplisia rajang daun jambu bol diekstraksi secara maserasi menggunakan variasi konsentrasi pelarut etanol 70%, 95% dan 100% selama 24 jam. Penentuan nilai SPF (Sun Protection Factor) dan kadar flavonoid ekstrak daun jambu bol dengan spektrofotometri UV-Vis. Kata kunci : Syzygium malaccense, nilai SPF (Sun Protection Factor), flavonoid, maserasi, spektrofotometri UV-Vis.

PENGARUH EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GLOMERULUS MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) BETINA YANG DIPAPAR RHODAMIN B

NURUL HOLIFAH
2021 · Book · Open Access

Rhodamin B merupakan pewarna tekstil yang masih digunakan untuk pewarna makanan, zat ini akan menjadi radikal bebas yang dapat merusak organ tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dengan jangka waktu yang lama. Salah satu organ yang terkena dampak dari radikal bebas, yaitu ginjal terutama pada glomerulus bagian ruang bowman. Ruang bowman penting pada proses ekskresi untuk menampung hasil filtrat, apabila ruang bowman menyempit maka produksi filtrat akan menurun. Upaya untuk menanggulangi radikal bebas, yaitu dengan menggunakan antioksidan. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) adalah salah satu umbi yang memiliki antioksidan alami karena adanya senyawa flavonoid dan polifenol. Gugus hidroksil yang terdapat pada flavonoid dapat menangkap radikal bebas yang dihasilkan dari reaksi peroksidasi lipid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak umbi bawang dayak terhadap lebar ruang bowman pada mencit putih jantan yang dipapar rhodamin B dan untuk mengetahui dosis ekstrak umbi bawang dayak yang paling optimal dalam mempengaruhi lebar ruang bowman. Metode penelitian, yaitu true eksperimental dengan rancangan test-only-control group design yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok perlakuan kontrol negatif (Rhodamin B dosis 0,08 mg/25gBB, kontrol positif (Rhodamin B dosis 0,08 mg/25gBB dan vitamin C dosis 1,3 mg/25gBB), kelompok perlakuan I, II dan III masing-masing diberikan rhodamin B sebanyak 0,08 mg/25gBB dan dosis bertingkat ekstrak umbi bawang dayak sebanyak 1,25 mg/25gBB; 2,5 mg/25gBB; dan 5 mg/25gBB secara peroral selama 15 hari. Mencit putih betina pada 5 kelompok perlakuan kemudian dibedah, dibuat preparat dan diperiksa preparat histopatologi. Analisis data statistik menggunakan One Way ANOVA. Kata kunci: umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.), antioksidan, rhodamin B, glomerulus, ruang bowman.

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI KOMBINASI CANDESARTAN-AMLODIPINE DIBANDINGKAN DENGAN RAMIPRIL-AMLODIPINE PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RS SAMARINDA MEDIKA CITRA

M. ABDIANNUR
2021 · Book · Open Access

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membutuhkan perawatan yang lama bahkan sampai seumur hidup. Terapi pengobatan penyakit hipertensi dilakukan dalam jangka waktu yang panjang sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar serta adanya efektivitas dari terapi antihipertensi yang berbeda-beda. Hipertensi termasuk dalam penyakit yang sering terjadi di Kalimantan Timur dengan jumlah 476,387 jiwa pada tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biaya terapi pengobatan kombinasi candesartan-amlodipine dibandingkan dengan captopril-amlodipine pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra periode tahun 2020. Rancangan penelitian ini dilakukan secara cross sectional. Data pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari rekam medis dan resep pasien. Perhitungan biaya yang diukur adalah biaya medik langsung. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi.

EVALUASI PENGELOLAAN OBAT TAHAP PENYIMPANAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PKT PRIMA SANGATTA

RENA HANDAYANI
2021 · Book · Open Access

Pengelolaan obat pada tahap penyimpanan di instalasi farmasi Rumah Sakit sangat penting dilakukan untuk menjamin kualitas obat, untuk menjaga efektivitas terapi bagi pasien dan tidak merugikan Rumah Sakit. Selain untuk menjaga sediaan farmasi agar tetap pada kondisi yang baik, penyimpanan pada sediaan farmasi juga penting karena untuk menjaga obat tidak rusak, tidak kadaluarsa, terhindar dari stok mati dan perputaran obat dalam 1 tahun berjalan dengan maksimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyimpanan sediaan farmasi di instalasi farmasi Rumah Sakit PKT Prima Sangatta. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan pelaksanaan pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi menggunakan form check list berdasarkan Permenkes nomor 72 tahun 2016. Data kuantitatif di peroleh berdasarkan penelusuran indikator penyimpanan obat yaitu kecocokan obat dengan kartu stok, Turn Over Ratio (TOR), persentase nilai obat ED atau rusak, persentase stok mati di rumah sakit PKT Prima Sangatta.

Evaluasi Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Program Studi Farmasi di Samarinda terhadap Praktek Pencegahan COVID-19

VIVI TRISNOWATI
2021 · Book · Open Access

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada tanggal 9 Maret 2020 COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO. Menurut data dari negara-negara yang terkena dampak awal pandemi, 40% kasus akan mengalami penyakit ringan, 40% akan mengalami penyakit sedang termasuk pneumonia, 15% kasus akan mengalami penyakit parah, dan 5% kasus akan mengalami kondisi kritis dan kematian. Orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan paru, diabetes dan kanker berisiko lebih besar mengalami keparahan hingga kematian. COVID-19 sudah dinyatakan sebagai bencana nonalam berupa wabah penyakit yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data yang dikumpulkan menunjukkan meningkatnya kasus COVID-19 di Samarinda, dimana sebagian besar merupakan kasus asimptomatis atau orang tanpa gejala (OTG) serta adanya potensi penularan di lingkungan perguruan tinggi. Peran mahasiswa di era pandemi COVID-19 sangat besar, salah satunya adalah melakukan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap dan praktek pencegahan COVID-19 mahasiswa program studi farmasi di Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Survei dilakukan pada mahasiswa program studi farmasi di lima perguruan tinggi yang ada di Samarinda. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik statistik deskriptif meliputi nilai rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi, varians, tabel frekuensi yang dilengkapi persentase, dan diagram batang, kemudian dilanjutkan dengan statistik inferensial.