Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Artikel Penelitian dan Pengabdian

Koleksi otomatis dari Artikel

54 item publik

Publikasi

Halaman 3 dari 3

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN PIDADA MERAH (Sonneratia caseolaris L) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L)

2021 · Article · Open Access

The leaves of the red pidada plant (Sonneratia caseolaris L.) are traditionally used by the people of Kalimantan to mix cold powder, treat wounds and have antioxidant properties. The aim was to determine the symptoms of acute toxicity and lethal dose of 50 ethanol extract of red pidada leaf (Sonneratia caseolaris L.) against white mice. Methods: This study used 20 rats which were divided into four groups and given a graded dose of 0.65 g/kgBW, 1.3 g/kgBW, 2.6 g/kgBW, and 5.2 g/kgBW ethanol extract of red pidada leaf with two oral administrations then observed for symptoms of toxicity and the number of deaths in each test animal after 24 hours, then observations were made. body weight for 14 days without treatment. The results showed that the apparent LD50 was: >5.2g/kgBB. Clinical symptoms observed in mice were decreased motor activity at the highest dose and increased grooming frequency. The LD50 of the ethanol extract of red pidada leaves is in the mild toxic category (5-15 g/kgBW).

Effort to Prevent COVID-19 STIKES Samarinda (STIKSAM) by Distributing Hand Sanitizer in Air Hitam Village of Samarinda City

2021 · Article · Open Access

Akibat wabah pandemi COVID-19 ketersediaan produk pencuci tangan di Kota Samarinda menjadi barang langka. Tujuan kegiatan ini yaitu melakukan upaya pencegahan COVID-19 melalui penggunaan Hand Sanitizer. Metode pada pengabdian ini meliputi beberapa tahap yaitu persiapan yang meliputi penyiapan alat dan bahan, proses produksi dengan tahapan pencampuran bahan-bahan menjadi produk hand sanitizer, dan proses pengemasan yaitu memasukan hand sanitizer yang sudah jadi ke dalam botol-botol kecil berukuran 20 ml, 100 ml maupun Dirigen 5 L, serta labelling merek hand sanitizer, dan selanjutnya proses pendistribusian di RT 27, 28, 29 dan 30 Kelurahan Air Hitam. Civitas Akademika STIKES Samarinda (STIKSAM) dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA STIKSAM) membuat hand sanitizer sesuai ketentuan WHO, proses pendistribusian hand sanitizer di wilayah RT 27, RT 28, RT 29 dan RT 30 Kelurahan Air Hitam dan Rumah sakit rujukan COVID-19 (RSUD AW. Sjahranie dan RSUD I.A. Moeis) berjalan dengan lancar. WaliKota Samarinda H. Syaharie Ja’ang mengapresiasi dan meninjau kegiatan pembuatan Hand Sanitizer di kampus STIKES Samarinda.

Aktivitas Anti Jamur Fraksi Aktif Ekstrak Etanol Umbi Bawang Rambut (Allium Chinense G.Don) terhadap Jamur Candida Albicans

2021 · Article · Open Access

Tumbuhan umbi bawang rambut (Allium chinense G.Don) memiliki efek sebagai antijamur karena mengandung metabolit sekunder seperti flavanoid, alkaloid dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur ekstrak umbi bawang rambut melalui proses fraksinasi menggunakan pelarut N-heksan, etil asetat, kloroform dan etanol-air. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan adalah umbi bawang rambut yang diperoleh di kampung Kelasan kecamatann Sungai Payang Kutai Kartanegara. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, metode uji aktivitas antijamur berdasarkan metode difusi cakram terhadap jamur Candida albicans dengan konsentrasi 5%, 10%, 25%, dan 50%, dengan kontrol negatif DMSO 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua fraksi dari ekstrak etanol umbi bawang rambut memiliki aktivitas antijamur. Aktivitas antijamur fraksi etil asetat memberikan daya hambat yang paling besar terhadap Candida albicans diantara fraksi lainnya.

Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer di Kantor Dinas Perindustrian Kota Samarinda

2021 · Article · Open Access

Sejak terjadinya pandemi covid 19 ketersediaan hand sanitizer di Indonesia menjadi sangat langka di pasaran, dikarenakan banyak orang yang membeli barang tersebut secara berlebihan. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer sebagai salah satu upaya mencegah penularan covid 19. Pembersih tangan (hand sanitizer) memiliki kemampuan menghambat hingga membunuh bakteri. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat cara membuat hand sanitizer dari bahan sintetis dan bahan alam. Formula hand sanitizer dari bahan sintetis berupa alkohol 96%, hydrogen peroksida, gliserin dan aquades. Sedangkan formula hand sanitizer dari bahan alam berupa daun sirih, jeruk nipis dan aquades. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Timur dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda. Peserta pada kegiatan ini adalah perwakilan warga Kelurahan Karang Asam Ilir, Kelurahan Sempaja Utara dan Kelurahan Sungai Kapih. Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat meliputi ceramah tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, pengertian hand sanitizer, uraian bahan yang digunakan, dilanjutkan demonstrasi dan bimbingan. Kegiatan ini didanai oleh Desperidagkop UKM Provinsi Kalimantan Timur. Harapan dengan dilaksanakan pelatihan ini ialah masyarakat dari kelurahan yang menjadi peserta lebih peduli dengan kebersihan dan dapat memenuhi kebutuhan hand sanitizer untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya.

UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL BIJI LAMTORO (Leucaena leucocephala L.) TERHADAP UDEM TELAPAK KAKI MENCIT YANG DIINDUKSI KARAGENIN

2018 · Article · Open Access

A study on antiinflammatory activity of ethanol extract of wild tamarind (Leucaena leucocephala L.) was done on mice (Mus musculus). Wild tamarind has been known by the Indonesian people for generations to treat swelling. This study was conducted to determine whether the ethanol extract of wild tamarind seeds can be efficacious as anti-inflammatory and to know the optimum dose of extract that can be efficacious as anti-inflammatory. Antiinflammatory activity test was performed by the method of formation of artificial inflammation on the soles of male white mice. The study was conducted using 15 mice divided into 5 groups of treatment with the criterion aged 2-3 months weighing 20-30 g. The test was performed using 3 different doses of wild tamarind seed extract which were 200 mg / 20 g BW, 400 mg / 20 g BW and 600 mg / 20 g BW. Based on research, the largest percentage of inflammation is at a dose of 200 mg / 20 g BW and the smallest inflammatory inflammation at a dose of 600 mg / 20 g BW. Data from inflammatory measurements were tested statistically using LSD method with group dose result 200 mg / 20 g BW did not have potency potency as antiinflammatory agent and group dose 400 mg / 20 g BW and dose 600 mg / 20 g BW has potential benefits as anti-inflammatory.