Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

JAUHARAH SEPTIRIANDA HANDARI

2 karya publik ditemukan.

2020: 2

STUDI LITERATUR UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL KULIT KAYU TERAP (ARTOCARPUS ODORATISSIMUS BLANCO) DENGAN METODE BSLT (Brine shrimp lethality test)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Uji toksisitas akut adalah salah satu cara yang dirancang untuk menentukan dosis LD50 atau LC50 dari suatu zat dan kemungkinan mekanisme kerja dan target organnya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 dari kulit kayu terap (Artocarpus odoratissimus Blanco) terhadap larva Artemia salina Leach dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas biologi dari senyawa yang terkandung dalam tanaman adalah jumlah kematian pada larva Artemia salina Leach yang kemudian akan ditentukan tingkat ketoksikan senyawa yang dinyatakan dalam nilai LC50. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukkan konsentrasi ekstrak suatu tanaman yang dapat menyebabkan kematian hewan uji sebesar 50% dari jumlah hewan uji. Metode pada penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, methanol, fraksi n-heksan dan etil asetat. Hasil uji dari keempat penelitian dapat disimpulkan bahwa pelarut yang paling banyak bersifat toksik yaitu yang menggunakan pelarut fraksi n-heksan dengan range 30-1000 ppm (Toksik). Hasil uji fitokimia didapatkan metabolit sekunder kulit kayu terap seperti alkaloid, saponin, triterpenoid dan flavonoid.

STUDI LITERATUR UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL KULIT KAYU TERAP (ARTOCARPUS ODORATISSIMUS BLANCO) DENGAN METODE BSLT (Brine shrimp lethality test)

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Uji toksisitas akut adalah salah satu cara yang dirancang untuk menentukan dosis LD50 atau LC50 dari suatu zat dan kemungkinan mekanisme kerja dan target organnya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 dari kulit kayu terap (Artocarpus odoratissimus Blanco) terhadap larva Artemia salina Leach dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas biologi dari senyawa yang terkandung dalam tanaman adalah jumlah kematian pada larva Artemia salina Leach yang kemudian akan ditentukan tingkat ketoksikan senyawa yang dinyatakan dalam nilai LC50. Nilai LC50 merupakan angka yang menunjukkan konsentrasi ekstrak suatu tanaman yang dapat menyebabkan kematian hewan uji sebesar 50% dari jumlah hewan uji. Metode pada penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol, methanol, fraksi n-heksan dan etil asetat. Hasil uji dari keempat penelitian dapat disimpulkan bahwa pelarut yang paling banyak bersifat toksik yaitu yang menggunakan pelarut fraksi n-heksan dengan range 30-1000 ppm (Toksik). Hasil uji fitokimia didapatkan metabolit sekunder kulit kayu terap seperti alkaloid, saponin, triterpenoid dan flavonoid.