Profil penulis
MELINDA
7 karya publik ditemukan.
Bumi Dan Antariksa Kajian Konsep, Pengetahuan dan Fakta
Buku yang berjudul Bumi dan Antariksa : Kajian Konsep, Pengetahuan dan Fakta, berisi/membahas tentang bumi dan antariksa meliputi kajian konsep, pengetahuan dan fakta. Buku ini terbagi menjadi beberapa Bab Bahan Belajar Mandiri (BAB) yaitu meliputi Litosfer, atmosfer, ekosistem hidrosfer, sumber daya alam, bentang alam, tata surya, anggota tata surya dan karakteristiknya, radiasi energi matahari, efek radiasi matahari terhadap bumi, planet bumi, dan bulan sebagai satelit bumi.
KARAKTERISASI SPESIFIK DAN NON SPESIFIK SERBUK SIMPLISIA DAUN LAHINAI (Alphotonia excelsa (Fenzl) Benth)
STUDI LITERATUR PENENTUAN KADAR NATRIUM BENZOAT PADA SELAI BUAH DENGAN METODE ALKALIMETRI
Natrium benzoat merupakan bahan pengawet yang sering digunakan untuk menghambat, menahan atau menghentikan, dan memberikan perlindungan bahan makanan dari proses pembusukan. Selai buah merupakan salah satu produk olahan buah-buahan yang sering ditambahkan pengawet natrium benzoat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar natrium benzoat dari selai buah dengan metode alkalimetri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Tahap penelitian meliputi pengumpulan data literatur terkait analisi natrium benzoat pada selai buah dengan metode alkalimetri, reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian telaah literatur menunjukkan bahwa semua sampel selai mengandung natrium benzoat namun masih ditemukan sampel yang tidak memenuhi syarat dalam peraturan terbaru yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala BPOM No.36 Tahun 2013 yaitu sebesar 500 g/kg berat bahan.
STUDI LITERATUR PENENTUAN KADAR NATRIUM BENZOAT PADA SELAI BUAH DENGAN METODE ALKALIMETRI
Natrium benzoat merupakan bahan pengawet yang sering digunakan untuk menghambat, menahan atau menghentikan, dan memberikan perlindungan bahan makanan dari proses pembusukan. Selai buah merupakan salah satu produk olahan buah-buahan yang sering ditambahkan pengawet natrium benzoat. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui kadar natrium benzoat dari selai buah dengan metode alkalimetri. Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi literatur. Tahap penelitian meliputi pengumpulan data literatur terkait analisi natrium benzoat pada selai buah dengan metode alkalimetri, reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dalam bentuk tabel deskriptif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian telaah literatur menunjukkan bahwa semua sampel selai mengandung natrium benzoat namun masih ditemukan sampel yang tidak memenuhi syarat dalam peraturan terbaru yang telah ditetapkan dalam Peraturan Kepala BPOM No.36 Tahun 2013 yaitu sebesar 500 g/kg berat bahan.
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ASMA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA DAN RUMAH SAKIT KHUSUS PARU RESPIRA YOGYAKARTA
Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan profil penggunaan obat asma pada pasien asma di dua Rumah Sakit yang berbeda yaitu Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Asma adalah gangguan inflamasi kompleks pada saluran pernafasan, melibatkan aktivasi dan pelepasan mediator inflamasi yang mengakibatkan perubahan patofisiologis khas seperti peradangan bronkial, peningkatan hiperesponsif jalan nafas. Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta adalah rumah sakit dengan jumlah pasien asma yang relatif tinggi, asma merupakan salah satu diantara 10 besar penyakit yang paling sering diderita oleh pasien rawat jalan, sementara RSUD Dr. Moewardi Surakarta juga merupakan rumah sakit dengan rujukan asma tertinggi untuk daerah kota Surakarta dan sekitnya.Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pada Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan kortikosteroid 28,30%, beta adrenergik agonis 25,82%, mukolitik 23,63%, xantin 12,91%, antihistamin 8,52%, dan adrenergik 0,82%. Sementara pada RSUD Dr. Moewardi Surakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan beta adrenergik agonis 41,97%, kortikosteroid 18,23%, ekspektorans 15,10%, xantin 10,98%, kombinasi 8,04%, dan mukolitik 5,68%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat perbedaan profil penggunaan obat asma pada kedua Rumah Sakit tersebut.
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ASMA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA DAN RUMAH SAKIT KHUSUS PARU RESPIRA YOGYAKARTA
Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan profil penggunaan obat asma pada pasien asma di dua Rumah Sakit yang berbeda yaitu Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Asma adalah gangguan inflamasi kompleks pada saluran pernafasan, melibatkan aktivasi dan pelepasan mediator inflamasi yang mengakibatkan perubahan patofisiologis khas seperti peradangan bronkial, peningkatan hiperesponsif jalan nafas. Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta adalah rumah sakit dengan jumlah pasien asma yang relatif tinggi, asma merupakan salah satu diantara 10 besar penyakit yang paling sering diderita oleh pasien rawat jalan, sementara RSUD Dr. Moewardi Surakarta juga merupakan rumah sakit dengan rujukan asma tertinggi untuk daerah kota Surakarta dan sekitnya.Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pada Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan kortikosteroid 28,30%, beta adrenergik agonis 25,82%, mukolitik 23,63%, xantin 12,91%, antihistamin 8,52%, dan adrenergik 0,82%. Sementara pada RSUD Dr. Moewardi Surakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan beta adrenergik agonis 41,97%, kortikosteroid 18,23%, ekspektorans 15,10%, xantin 10,98%, kombinasi 8,04%, dan mukolitik 5,68%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat perbedaan profil penggunaan obat asma pada kedua Rumah Sakit tersebut.