Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Asma
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR GAMBARAN POLA PENGGUNAAN OBAT ASMA PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel. Gejala utama asma meliputi sesak napas, batuk, dan mengi, yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergen, infeksi, atau aktivitas fisik. Pengobatan asma bertujuan untuk mengendalikan gejala, mencegah eksaserbasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Terapi farmakologis terdiri dari obat pereda gejala (reliever) seperti agonis β2 adrenergik kerja pendek dan obat pengendali (controller) seperti kortikosteroid inhalasi serta antagonis reseptor leukotrien. Selain itu, beberapa obat non-asma, seperti antibiotik dan antihistamin, juga sering digunakan untuk menangani kondisi komorbid yang memperburuk gejala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat asma pada pasien rawat jalan berdasarkan kajian literatur. Hasil studi menunjukkan adanya variasi dalam pemilihan terapi yang dipengaruhi oleh tingkat keparahan penyakit, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Dengan memahami pola penggunaan obat ini, diharapkan terapi asma dapat lebih dioptimalkan sehingga memberikan manfaat yang lebih efektif dalam pengendalian penyakit serta meningkatkan standar pengobatan di layanan kesehatan rawat jalan. Hasil menunjukkan bahwa budesonide (15,23%) dan fluticasone (13,12%) merupakan kortikosteroid inhalasi yang paling dominan digunakan sebagai obat pengendali asma. Salbutamol, obat pereda gejala (reliever), digunakan lebih sering di BKPM Magelang. Penggunaan obat non-asma juga menunjukkan variasi, di antaranya amoxicillin lebih tinggi di BKPM Magelang (39,47%), loratadine lebih tinggi di RSUD Dr. Pirngadi Medan (32,78%), dan pseudoefedrin relatif seimbang. Secara keseluruhan, pemilihan terapi ini telah sesuai dengan tata laksana farmakologis asma menurut Koesnoe (2020), namun perlu dilakukan evaluasi berkala untuk menilai kesesuaian dan efektivitas terapi terhadap kondisi pasien.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PERBANDINGAN PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ASMA DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA DAN RUMAH SAKIT KHUSUS PARU RESPIRA YOGYAKARTA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan profil penggunaan obat asma pada pasien asma di dua Rumah Sakit yang berbeda yaitu Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Asma adalah gangguan inflamasi kompleks pada saluran pernafasan, melibatkan aktivasi dan pelepasan mediator inflamasi yang mengakibatkan perubahan patofisiologis khas seperti peradangan bronkial, peningkatan hiperesponsif jalan nafas. Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta adalah rumah sakit dengan jumlah pasien asma yang relatif tinggi, asma merupakan salah satu diantara 10 besar penyakit yang paling sering diderita oleh pasien rawat jalan, sementara RSUD Dr. Moewardi Surakarta juga merupakan rumah sakit dengan rujukan asma tertinggi untuk daerah kota Surakarta dan sekitnya.Data yang dipakai dalam studi ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa penelitian. Pada Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan kortikosteroid 28,30%, beta adrenergik agonis 25,82%, mukolitik 23,63%, xantin 12,91%, antihistamin 8,52%, dan adrenergik 0,82%. Sementara pada RSUD Dr. Moewardi Surakarta golongan antiasma yang digunakan adalah golongan beta adrenergik agonis 41,97%, kortikosteroid 18,23%, ekspektorans 15,10%, xantin 10,98%, kombinasi 8,04%, dan mukolitik 5,68%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat perbedaan profil penggunaan obat asma pada kedua Rumah Sakit tersebut.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN ASMA DAN PPOK

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepatuhan pasien dalam terapi sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Penyakit Paru Obstruktif Kronis ( PPOK ) terjadi karena faktor kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok yang ditandai dengan hambatan aliran udara dari saluran napas yang bersifat progresif irreversible atau reversible yang meliputi emfisema dan bronkitis. Studi ini bertujuan untuk membandingkan beberapa tingkat pengetahuan pasien asma dan ppok mengenai kepatuhan dalam pemakaian obat. Penelitian ini dilakukan dengan reduksi data yaitu berupa penyuntingan dan meringkas data dalam tabel deskriptif penarikan kesimpulan dengan menganalisa penelitian terdahulu yang bersumber pada studi literatur, jurnal ilmiah, karya tulis ilmiah, menelaah buku - buku yang objek penelitian yaitu kepatuhan pasien asma dan PPOK pada penggunaan obat .

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail