Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

STEVANIA HARVINKA GENO

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Perbandingan Metode Pengeringan Oven dan Kering Angin Terhadap Skrining Fitokimia dan Hasil Rendemen Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper Aduncum L.)

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menjaga mutu simplisia dan kestabilan senyawa bioaktif tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode pengeringan oven dan kering angin terhadap rendemen ekstrak etanol serta hasil skrining fitokimia daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan pengeringan, yaitu kering angin dan oven suhu 40°C. Simplisia diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Parameter yang diamati meliputi susut pengeringan, rendemen ekstrak, kadar air, dan skrining fitokimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk membandingkan nilai rendemen serta hasil skrining fitokimia, dan secara statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk data susut pengeringan yang tidak berdistribusi normal, serta uji Independent Sample t-test untuk data kadar air yang berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan oven menghasilkan susut pengeringan sebesar 5,18%, rendemen 21,09%, dan kadar air 4,41%, sedangkan pengeringan kering angin menghasilkan susut pengeringan sebesar 4,96%, rendemen 27,73%, dan kadar air 6,76%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua metode pengeringan menghasilkan golongan metabolit sekunder yang sama, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/terpenoid. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan susut pengeringan antara kedua metode (p = 0,046 0,05), dengan mean rank metode oven (5,00) lebih tinggi dibandingkan kering angin (2,00). Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kadar air antara kedua metode (p = 0,013 0,05), dengan kadar air metode oven lebih rendah dibandingkan kering angin.

Perbandingan Metode Pengeringan Oven dan Kering Angin Terhadap Skrining Fitokimia dan Hasil Rendemen Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper Aduncum L.)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menjaga mutu simplisia dan kestabilan senyawa bioaktif tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode pengeringan oven dan kering angin terhadap rendemen ekstrak etanol serta hasil skrining fitokimia daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan pengeringan, yaitu kering angin dan oven suhu 40°C. Simplisia diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Parameter yang diamati meliputi susut pengeringan, rendemen ekstrak, kadar air, dan skrining fitokimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk membandingkan nilai rendemen serta hasil skrining fitokimia, dan secara statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk data susut pengeringan yang tidak berdistribusi normal, serta uji Independent Sample t-test untuk data kadar air yang berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan oven menghasilkan susut pengeringan sebesar 5,18%, rendemen 21,09%, dan kadar air 4,41%, sedangkan pengeringan kering angin menghasilkan susut pengeringan sebesar 4,96%, rendemen 27,73%, dan kadar air 6,76%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua metode pengeringan menghasilkan golongan metabolit sekunder yang sama, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/terpenoid. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan susut pengeringan antara kedua metode (p = 0,046 0,05), dengan mean rank metode oven (5,00) lebih tinggi dibandingkan kering angin (2,00). Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kadar air antara kedua metode (p = 0,013 0,05), dengan kadar air metode oven lebih rendah dibandingkan kering angin.