Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: rendemen ekstrak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Metode Pengeringan Oven dan Kering Angin Terhadap Skrining Fitokimia dan Hasil Rendemen Ekstrak Daun Sirih Hutan (Piper Aduncum L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menjaga mutu simplisia dan kestabilan senyawa bioaktif tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode pengeringan oven dan kering angin terhadap rendemen ekstrak etanol serta hasil skrining fitokimia daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan pengeringan, yaitu kering angin dan oven suhu 40°C. Simplisia diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Parameter yang diamati meliputi susut pengeringan, rendemen ekstrak, kadar air, dan skrining fitokimia. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk membandingkan nilai rendemen serta hasil skrining fitokimia, dan secara statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk data susut pengeringan yang tidak berdistribusi normal, serta uji Independent Sample t-test untuk data kadar air yang berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan oven menghasilkan susut pengeringan sebesar 5,18%, rendemen 21,09%, dan kadar air 4,41%, sedangkan pengeringan kering angin menghasilkan susut pengeringan sebesar 4,96%, rendemen 27,73%, dan kadar air 6,76%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua metode pengeringan menghasilkan golongan metabolit sekunder yang sama, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/terpenoid. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan susut pengeringan antara kedua metode (p = 0,046 0,05), dengan mean rank metode oven (5,00) lebih tinggi dibandingkan kering angin (2,00). Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kadar air antara kedua metode (p = 0,013 0,05), dengan kadar air metode oven lebih rendah dibandingkan kering angin.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan karena kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa tersebut dapat diperoleh melalui proses ekstraksi, dengan rendemen sebagai salah satu indikator penting yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Nilai rendemen dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama jenis pelarut yang digunakan karena perbedaan tingkat kepolaran pelarut akan mempengaruhi kemampuan melarutkan senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut terhadap rendemen ekstrak jahe merah. Metode ekstraksi yang dipilih adalah metode maserasi karena prosedurnya sederhana, dan mudah dilakukan tanpa memerlukan pemanasan yang tinggi. Kajian dilakukan terhadap dua jurnal ilmiah yang membahas ekstraksi jahe merah menggunakan pelarut polar (etanol 96%), semi-polar (etil asetat), dan non-polar (n-heksana). Data yang dikaji meliputi tahapan pembuatan simplisia, metode ekstraksi, dan nilai rendemen. Hasil kajian menunjukkan bahwa etanol 96% secara konsisten menghasilkan rendemen tertinggi dibandingkan pelarut lainnya, sementara perbedaan nilai rendemen juga dipengaruhi oleh perlakuan awal bahan dan cara ekstraksi yang digunakan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN RENDEMEN EKSTRAK DAUN Pluchea Indica DAN DAUN Eupotarium Triplinerve BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI ETANOL

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan beluntas (Pluchea indica L) dan tumbuhan prasman (Eupotarium triplinerve) merupakan tumbuhan dari suku Asteraceae yang banyak dikenal di beberapa daerah Indonesia. Kedua tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai obat, khususnya bagian daunnya. Khasiat obat dari suatu tumbuhan dikarenakan adanya senyawa aktif dalam tumbuhan tersebut. Senyawa aktif dapat dipisahkan dari campurannya dengan cara ekstraksi. Hasil ekstraksi berupa ekstrak yang dapat ditentukan nilai rendemennya. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai rendemen adalah konsentrasi pelarut. Tujuan penelitian studi literatur ini adalah mengetahui nilai rendemen ekstrak etanol daun beluntas dan daun prasman berdasarkan variasi konsentrasi pelarut. Tahap penelitian meliputi pengumpulan literatur terkait rendemen ekstrak , reduksi data berupa meringkas literatur sehingga didapatkan data utama inti penulisan, penyajian data dalam tabel ; menganalisa data dan penarikan simpulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari beberapa jurnal penelitian. Hasil telaah literatur menyimpulkan nilai rendemen ekstrak daun beluntas dengan konsentrasi etanol 60% sebesar 36,5393%; konsentrasi 70% sebesar 34,1831%; konsentrasi 80% sebesar 37,2404%; konsentrasi 96% sebesar 38,2167%. Nilai rendemen ekstrak daun prasman dengan konsentrasi etanol 60% sebesar 3,92%; konsentrasi 80% sebesar 4,40%, konsentrasi 96% sebesar 5,33%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LITERATUR NILAI RENDEMEN EKSTRAK TUMBUHAN Ficus MENGGUNAKAN METODE MASERASI

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan Ficus merupakan tumbuhan yang termasuk dalam famili Moraceae dan telah tersebar luas diberbagai wilayah. Masyarakat memanfaatkan potensi yang dimiliki tumbuhan sebagai alternatif pengobatan tradisional. Secara empiris tumbuhan ficus memiliki khasiat sebagai antidiare, antikanker, antimikroba, analgesik, antiinflamasi, antioksidan, penawar racun, dan antibakteri. Tujuan studi literatur ini adalah untuk mengetahui nilai rendemen ekstrak tumbuhan Ficus dengan menggunakan metode maserasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur. Tahapan penelitian yang dilakukan dimulai dari pengumpulan data-data seperti jurnal-jurnal ilmiah, meringkas data, lalu kemudian mengolah data penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan membuat gambaran dari data-data yang terkumpul dari jurnal ilmiah. Berbagai literatur yang diperoleh memiliki bagian-bagian tumbuhan berbeda dengan proses ekstraksi maserasi dan penggunaan pelarut yang berbeda sehingga hasil filtrat ekstrak yang diperoleh bervariasi, hal tersebut juga dapat berasal dari tempat tumbuh tumbuhan Ficus yang berbeda-beda. Ekstraksi dengan metode maserasi terhadap tumbuhan Ficus pada spesies berbeda menghasilkan nilai rendemen ekstrak yang bervariasi diantaranya Ficus racemosa L. memperoleh ekstrak etanol pada buah sebanyak 9,2%, dan akar 1,3125%. Ekstrak n-heksan pada kulit batang sebanyak 2,28% dan ekstrak petroleum eter pada daun sebanyak 4,79%. Kemudian ekstrak etanol pada daun Ficus carica L. sebanyak 13,56%. Ekstrak etanol pada buah Ficus benjamina L. sebanyak 1,004%. Ekstrak etanol pada buah Ficus variegata Blume. sebanyak 4,5%. Tumbuhan Ficus memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail